
Saat pagi menjelang, mentari kan datang menyinari dunia ini dengan berjuta cahaya terang.
Seperti biasa aku terbangun saat waktu sebelum adzan subuh berkumandang, setelah membersihkan ruangan aku pergi ke kamar mandi karena 5 menit lagi adzan subuh berkumandang.
Setelah mengadu pada Rabb ku dan membangunkan Dilla untuk bersih-bersih dan sholat aku keluar kamar menuju dapur dan sudah ada Reksa disana untuk membantuku.
"Dah bangun, dah sholat? "
"Atu…atu napa kalo nanya neng masih pagi ini, loading lama. "
😁😁😁
"Dah pas kamu sholat kali, dah sholat juga akunya. "
"Masak apa nih, ntar liat bahan aku ya? "
(diangguki Reksa)
"Eemmm, ada sawi putih, tahu putih wortel udang, tempe sama jagung manis, mau diapain? "
"Sak karepmu lah opo seng mbok masak mesti enak, tanganmu ono bumbu yo?
(aku tersenyum malu mendengar ucapan Reksa)
lanjut lah!!
"Reksa, biar cepet nih. Kamu buat teh anget sama ulekin bumbu yah lainnya aku yang kerjain. "
"Wah emang pengertian banget neng satu ini, siaaap 86 lah neng. "
Saat setengah jam memasak dan beberapa menu tlah jadi dan siap Ayu melongok ke dapur sambil bawa HP nya yang diarahkan padaku.
"Ki! panggil ayu yang segera aku mendongak dan Reksa yang sedang mengaduk sayur pun menoleh.
"Kenapa"
"Bang Bi nih resek dari tadi recokin aku, kok no HP lo ga lo kirim-kirim? "
"Ah ya lupa( tepok jidat)"
"Kurang keras Ki, mau gue bantu ga biar tambah gesrek otak lo kaya Dilla noh, ucap Reksa yang ku tanggapi dengan cengiran tak bersalah ku.
"Astaghfirullah, salah apa tuh jidat ditepok terus sih, "kata seseorang yang kukenal suara dia.
"Lah vi call nih"
"Menurut lo, sewot Ayu
"Maaf (sambil nyengir) bilang abis masak ini aku kirim deh. "
" Ngomong dirik nih kan dah gue kamerain.
"( yang aku ga tau orang yang lagi vi call terkekeh melihat tingkah ku)
"Bang kalo mau ketawa jangan di tahan kebawa kentut nanti, kata Ayu lagi pada penelepon dan masih pegang kamera arah padaku.
"Bentar yah bang nanti aku kirim, katanya mau ikut sarapan disini, kataku pada penelpon
" Nggak ah malu, " jawabnya
"Tumben biasanya malu-maluin juga, " sewot Ayu lagi
" udah nanti aja Bang, aku tutup yah aku juga mau bantu Kiara nata makanan mau brangkat juga dah mau siang. "
"Okey, jangan lupa lagi ki. Nanti jadikan? "
"cieee…ciee yang janjian, kata Reksa dan Ayu hampir bersamaan. Aku hanya tersenyum malu.
" iya Bang, jawabku tanpa menoleh karna sedang menuang sayur ke mangkuk takut tumpah lah.
"Udah ya, assalamu'alaikum, ucapku lagi kalo ga dimulai nutup nih orang betah deh, bukan ga sopan juga.
"Waalaikumsalam.
"Wah emang koki terbaik menu segini banyak macem tapi bisa dibuat sejam doang, kata Izza sedikit takjub.
"Bener… kalo pas kita sampai 2 jam baru dapat 4 menu sama nasi😁, kata Firza
"Udah, takjub nya nanti aja udah mepet ini, kata Sultan. Aku hanya bisa tersenyum malu mendengarkan obrolan teman-temanku setelah masakanku terhidang. Karena memang sudah biasa masak jadi kalo hanya 5-6 menu mah kecil🤭(maaf songong dikit ya😁)
Setelah sarapan kami semua bersiap untuk berangkat setelah membersihkan acara sarapan tadi.
Saat akan keluar depan pagar rumah aku mengernyit tanda bingung karna ada seseorang berada di atas sepeda motor, pakai masker dan topi hitam sambil bersedekap.
"Ki, abang nih, kita duluan ya"
"Minta anter abang aja nanti biar ga telat. ", kata Ayu
"Lah kok gitu, "
"Udah gapapa selesain urusan lo sama dia dulu, " suruh Reksa yang aku ga tahunya dia tahu tentang Biyan ini mungkin dikasih tahu Ayu.
(Aku hanya mengangguk merespon ucapan mereka)
"Hati-hati Bang jangan bawa kabur anak orang, " kataAyu lagi meninggalkan aku.
Dan tak disangka disana hanya kami berdua karena teman-tenanku dah jalan dulu.
"Ki……(sambil menyerahkan hpnya padaku)" aku mengernyit tanda belum sambung loading sama tingkah sepupu Ayu ini.
"ooh……(saat mau tepok jidat tanganku ditahan oleh tangan kekarnya itu, aku hanya bisa mengulum senyum)
"Kebiasaan banget tepok jidat gitu, kasian jidatmu itu. "
"Maaf……, kataku sambil mengulum senyum
"Katanya tadi habis ini Bang, ditunggu lama malah ga ada kabar. " (wajah datar ga ada senyum)
"Maaf……" ucapku lagi sambil mengambil hpnya dan mengisi no HP ku disana.
" Belum lebaran udah berapa kali bilang 𝓜𝓐𝓐𝓕 , ucap Biyan saat aku mengembalikan HP nya.
"Udah kan, aku mau berangkat yah dah telat ini"
" Okey aku antar, ucapnya yang saat itu juga HP ku berbunyi tanda ada panggilan.
"Itu aku yang hubungi, save ya! "
(aku jawab hanya dengan anggukan, canggung)
(Disini kenapa aku juga panggil abang karena aku ingin menghormati yang lebih tua aja, kenapa Abang karena itu kemauan Biyan sendiri mau dipanggil abang olehku)
Sebenarnya aku merasa canggung karena kita berdua baru kenal sehari sudah seperti sedekat ini.
Di perjalanan meskipun agak dekat kita isi dengan sedikit ngobrol dan tidak terasa kita sampai ditempaku melakukan kegiatan dengan teman-temanku.
"Makasih bang, hati hati"
"Okey, nanti aku chat lagi." yang aku respon dengan anggukan saja.
"ciee…ciee… yang udah punya gandengan, ledek dilla padaku yang aku tanggapi dengan mengadu alisku ga ngerti(pura-pura sih)
Dan selanjutnya kami lanjutkan kegiatan kami semua.
…to be continued…
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
maaf readers bahasa cerita ini amburadul🤭semoga kalian tidak bosan bacanya yah,,
jangan lupa vote, like comment ya
Aku tunggu thanks for you all, love you!!