
𝘼𝙔𝙐
Ga tahu kenapa aku ngerasa heran sama sepupuku itu baru kali ini dia maksa banget buat kenalan sama cewek lihat umur kali yah, mungkin dah sadar kalau dia butuh seseorang yang bisa dampingi dia.
Entah kenapa pas lihat temenku Kiara Bang Bian tuh beda kayak orang habis di pelet gitu, semoga aja nggak mana mungkin Kiara pake pelet secara dianya dah cantik dari sananya , yah mungkin 11/12 cantiknya sama aku kali yah🤭. Dan apa mungkin dia jadi musyrik gitu, ga mungkinkan ibadah dia juga tekun masa ga takut dosa dianya kalau mau pelet orang.
Bang Bian adalah sepupuku dia anak dari adik mama ku, kalau umur dia seumuran dengan kakak ku yang saat ini sudah menikah dan punya anak, mereka tinggal diluar kota karena suami kakaku bertugas disana.
Sedangkan aku anak bungsu dan tidak boleh jauh-jauh dari orang tuaku karena kakakku sudah jauh dari orang tuaku.
Saat ini aku sudah bertunangan dengan seorang pilot dari satu maskapai terkenal di negara ini yang tidak sengaja berkenalan saat aku menjemput kakakku di bandara tepatnya aku menunggu disalah satu kafe bandara.
Boleh dibilang pertemuan pada pandangan pertama, yang saat itu tak sengaja menumpahkan minuman ku ke seragam pilotnya.
Dari yang tidak Terima dia dengan perlakuanku tapi saat itu juga aku sudah minta maaf tapi yah gitu mungkin dia lagi modus sama aku🤭(pede banget akunya yah).
Sebenarnya dia tuh ga sebar-bar yang aku bayangkan cuma muka dinginnya itu loh bikin aku begidik ngeliatnya, udah gitu datar aja mukanya, awal aku lihat kayak gitu.
Tapi sekarang saat sudah dekat dengannya, Ya Tuhan ngelus dada aku, gimana nggak ini kejadian saat dia off ga terbang pas weekend maunya aku kan istirahat seharian tapi semua itu hanya anganku saja.
Pukul 09.00, setelah sarapan dan bantu mamaku di dapur.
"Dek,,, kamu mau ikut gak? mama mau kerumah mertuamu dia lagi mau ngajak shopping gitu katanya ada mall baru buka, " tanya mama padaku
Aku berfikir sebentar dan lalu berkata pada mamaku.
"Enggak ah mah aku mau dirumah aja tidur, capek aku seminggu ini dikejar deadline laporan sama dosen ku mah, aku mau kembaliin tenaga aku dulu, ijinin sama bunda(ibu Farhan-tunanganku)yah mah," jawabku.
"Iya gapapa istirahat aja dulu, nanti mama bilang sama mertuamu"
"Makasih ma, emang mamah terbaik aku, ucapku sambil peluk mama dari belakang yang ditanggapi dengan mengelus tanganku yang melingkar dipinggang nya.
Setelah mama berpamitan padaku, aku kembali ke kamar maunya rebahan tapi ternyata mungkin efek kekenyangan jadi ketiduran.
Saat aku sudah merasa ada di alam mimpi, aku merasakan ada yang memelukku posesif sampai kakinya mengunci kakiku.
Aku setengah sadar apa aku bermimpi tapi semua seperti nyata.
Saat mencoba menyadarkan diri dan bangkit aku merasa terkunci ruang gerakku setelah itu aku mencoba membuka mataku dan mengumpulkan kesadaran ku dan melihat ada lengan kekar melingkar.
Aku coba menoleh meyakinkan diri siapa yang berani memelukku ini.
Aku kaget dan saat aku akan menjerit tangan itu langsung membekap ku, aku berontak tapi tenagaku lemah kalah dengan tenaganya. Akhirnya aku menyerah dan pura-pura pingsan saat itu juga aku mendengar kekhawatirannya. Yah dia, Farhan tunangan ku. Saat ini aku akting untuk menggodanya.
Yank,,, bangun,,, yank,, maaf aku becanda yank.
Eh kok jadi lemes gini sih yank, saat mendengar kegelisahan nya aku berusaha untuk menahan tawaku agar tak keluar, biar tahu rasa dia mang enak dikerjain.
Lama Farhan buat bangunin aku yang pura-pura pingsan, mungkin dah frustasi akhirnya dia bangkit dari bedku mungkin untuk panggil orang yang ada diluar buat bantu dia.
Sebelum dia sampai ke pintu kamar, aku bangkit dan panggil dia.
Dia menghela nafas panjang dan segera menghampiri ku.
"Bikin khawatir aja sih" ucapnya sambil menjitak kepalaku gemas.
"Aduh sakit Abang iihh (sebenarnya ga begitu sakit sih cuman buat drama aja🤭), bukannya disayang-sayang malah KDRT nih, ngambek nih"
"Atu,, tu,, tuh baby ku yang cantik jangan ngambek dong" rayunya dan merengkuh ku dalam pelukannya. Wajahku masih pura-pura cemberut.
"Kenapa ga ikut mama kerumah? eh malah enak-enak tidur, ditungguin juga" ucapnya, aku mendongak dan beri senyum termanis padanya.
"Capek bang mau tidur aja akunya abis hectic banget seminggu ini"
"Uuhh kasian banget istri kecil aku nih "katanya lagi sambil kami berdua rebahan dan saling peluk melepaskan kangen.
"Yank, nih jono dekat kamu jadi reaksi loh, gimana dong ini" dan memang aku merasa ada benda keras diantara pahaku.
Aku dengan cepat mendorong dia takut bablas juga,kalau melihat hubungan kami sah-sah aja kami melakukannya secara kita udah sah dalam agama karna saat lamaran kami dinikahkan siri yang disetujui oleh orang tua kedua belah pihak karena kami takutnya kebablasan. Ingat jaman sekarang yang mendahulukan nafsu anak muda jadi orang tua meminimalisir terjadinya fitnah dan zina(betul enggak🤭)
Tadinya aku menolak tapi kami juga melakukan komitmen meski sudah sah secara agama tapi kami akan buka segel kalau sudah sah secara hukum juga, aku gak mau dirugikan dong, rencana itu dilakukan setelah aku selesaikan strataku dulu baru nikah secara hukum. Farhan setuju itu. Takutnya pas dah nikah siri buka segel eh ternyata ga jadi atau prianya pindah ke lain hati, naudzubillah.
Ada faedahnya juga nikah siri saat kita terlalu dekat atau *****-***** ga jelas kita mah halal tapi kalau masih pacaran atau tunangan perlakuan seperti itu haram hukumnya.
Pernah satu kali Farhan mungkin karena kangen dan nafsunya memuncak hampir saja terjadi tapi untungnya Allah sayang sama kita agar menjaga komitmen, saat akan bablas pintu kamar ada yang ketok dan kami yang terbuai nafsu segera sadar, dan berterima kasih pada yang ketok pintu itu.
Karena nafsu seseorang yang sudah terbuai takkan bisa dicegah kalau tidak salah satu yang menyadarkan atau ada perantara yang ditunjuk Allah untuk menyadarkan kita.
(Semoga kita bisa menjaga hawa nafsu kita dengan mendekatkan diri pada pencipta kita sehingga terhindar dari godaan setan yang terkutuk, mereka akan menggoda kita lewat jalan manapun itu, aamiin🤲)
Saat kami berdua seperti ini sering berbincang tentang masa depan kelak bersamaku, soal hubungan kita, tempat tinggal, pekerjaan yang beruntungnya Farhan tidak mengekangku untuk tidak bekerja sebelum aku hamil.
Farhan ini anaknya manja pada orang yang dia sayang seperti pada bundanya, kakak perempuan nya apalagi padaku.
Pernah suatu ketika dia baru pulang terbang dan aku lagi istirahat habis bantu bunda masak meski hanya bantu potong sayur atau oseng masakan dengan spatula saat masak.
Saat aku duduk disofa dia langsung menerjangku dan menidurkan kepalanya diatas pahaku sambil memeluk pinggang dan menciumi perutku. Saat itu aku menjerit kaget dengan perlakuannya sampai bunda yang didapur berlari ke tempatku karena kaget dengan jeritan ku. Setelah tahu semua ulah anak bungsunya bunda hanya menegur dan melenggang pergi menjauhiku dan memberi waktu untuk kami melepas rindu setelah lama tak jumpa.
Kalau sudah mode manja begitu Farhan udah ga bisa dihalangi deh tapi aku suka gimana dong.
Ini sekelumit cerita pribadiku dan jalinan hubunganku dengan seseorang yang terjadi karena tak sengaja saat bertemu pertama kalinya. Inilah " 𝙈𝙮 𝙁𝙞𝙧𝙨𝙩 𝙎𝙚𝙚𝙨𝙞𝙜𝙝𝙩" with my future husband.
Tentang aku dan Kiara, kami adalah teman dengan adanya jalinan hubungan antara sepupuku dan Kiara, Semoga hubungan pertemanan kami bisa jadi persahabatan yang terjalin karena ada ikatan cinta sesama menjadi sahabat.
…to be cintinued…
Ditunggu vote, like, comment nya yah
Maaf baru up sebab lagi ngurus si kecil sakit jadi perhatian nya ke babyku dulu.
Thanks attention kalian yang sempat baca ceritaku ini, love you all.