First Seesight

First Seesight
chapter 29



Dua minggu terakhir setelah pulang untuk menghadiri pernikahan sahabat dan sepupu Bian, selama 2 minggu ini aku dan Dilla disibukkan dengan laporan deadline yang harus segera diselesaikan sebelum akhir bulan.


Dan sudah selama 2 minggu ini karena kesibukan masing-masing antara aku dan Bian tetap komunikasi tapi sekedar 'Say Hello' tanpa bisa bersua, Bian sibuk dengan banyaknya pasien, membantu operasi dokter utama ditempat tugasnya.


Selama komunikasi itu Bian berpesan atas kesibukannya itu dan kebetulan sekali aku pun sibuk jadi sama-sama memaklumi atas kesibukan kami.


Meski tak bersua Bian kadang sempat mengirim makan siang atau malam saat dia sedang makan disalah satu restoran atau tempat makan yang aku minati atau kadang mengirim desert kalau aku bilang sudah makan, entah apa itu yang sempat ia nikmati juga dia juga ingat denganku, se perhatian itu Bian padaku dan mengingat aku tak sendiri jadi kadang dia juga pesan lebih biar temanku bisa juga menikmati apa yang aku nikmati pesanan Bian.


Yang sering nikmati biasanya Dilla karena dia satu rumah denganku kadang makanan bertabrakan dengan pesanan Aji yang membuat aku dan Dilla sampai bingung karena ga mungkin kami habiskan semua berdua.


Jadinya kami bagi dengan tetangga rumah atau kami kirim ke rumah bang Bone karena disana lebih banyak penghuninya kadang kami berdua mengajak mereka makan bareng dengan membawa makanan juga untuk keluarga bang Bone dan mereka senang banget.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Setelah beberapa hari berkutat dengan sibuknya pekerjaan yang dikejar deadline maka saat ini me time ku dan Dilla terwujud juga. Sekian lama organ tubuh ini berkutat dengan banyaknya angka dan tulisan untuk saat ini refresing diri kami adalah solusi ga perlu mahal, window shopping (cuci mata) mall terbesar dikota tempat kami bekerja saat ini pun bisa jadi obat kepenatan kami.


Sesekali menyenangkan hati setelah menempuh dengan banyaknya rutinitas yang penuh dengan menguras tenaga dan pikiran dengan kepenatan kerja.


Setiap langkah kami diiringi obrolan yang kadang membuat kami tertawa atas apa yang kami obrolkan, benar -benar niat refresing. Meski setiap hari bertemu dan seringnya bertukar pikiran dan cerita tapi dengan pertemanan ini kami tidak ada rasa bosan untuk menggali setiap kata dan kalimat yang kami ucapkan.


Hingga saat ini kami masih mengeluarkan suara dan cerita, random sebenarnya itulah yang mengurangi kebosanan kami.


Hingga kami berdua tanpa sengaja melihat 4 insan berbeda gender yang tak salah kami lihat. Saling berpandangan dan mengerti kode seperti lewat telepati kami hanya menggerakkan indra penglihat kami tanpa suara yang untungnya kami sudah terbiasa dan mengerti setiap kode yang kami utarakan. (ngaco aja yah, mohon readers maklumi yah๐Ÿ˜๐Ÿคญ)


"Kita ga salah lihat kan?" kugelengkan kepalaku


"Emang dasar lakik sama aja" omel Dilla lagi melihat kedepan, aku hanya mengangguki.


"Samperin aja kali yah?"ucap Dilla lagi gemesh, aku hanya bisa menatapnya.


"Kirim pesan aja dulu, kali aja jujur, kalo ga ya mungkin sampe sini jodoh kita. "


"Iiih Kiara serem banget kata -kata lo"


"Dahlah cus, deketin kali aja lah, sambil menunjukkan seringai hingga melihatkan gigi putihku sedang dilla menarik nafas panjang sambil menggembungkan pipinya.


Sebenarnya aku ga masalah punya pasangan dan bertemu dengan temannya siapa aja meski beda gender tapi ga bikin mata sakit kayak gini yang ngeliat pasangannya kayak sama calon pendampingnya.


Kalau dilihat seperti double date gitu masing-masing berpegangan tangan tapi ini ceweknya yang menggandeng, gelendotan gitu loh.


Kami berdua berusaha menyamai langkah mereka berempat hingga kini sudah berada didepan mereka yang membuat Aji dan Bian melotot kaget karena tak menyangka bertemu dengan aku dan Dilla istilahnya ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜จ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ฆ gitu loh.


Rasanya pengen ketawa terbahak-bahak ngeliat ekspresi Aji dan Bian seperti ketahuan selingkuh sedangkan dua wanita yang ada disampingnya mengernyit penuh tanda tanya. Satu wanita yang sedang menggandeng Bian, aku kenal bukan kenal sih tapi tahu, dia Alena sahabat keduanya tapi wanita satunya aku belum pernah melihat saat mereka berkumpul.


Saat ini Dilla dalam mode sinis dan judesnya sedang aku hanya berekspresi datar dan santai melihat pemandangan ini, aku berusaha positif thingking aja dengan semua ini sedang Dilla,,, ๐Ÿ˜aku merasa lucu dengan sikapnya.


Dan saat ini juga dia akan mengeluarkan segala unek-unek nya.


"Oh ini yah yang katanya sibuk ga bisa ketemu ternyata sesibuk itu yah" onel Dilla, aku hanya diam menatap Aji dan Bian yang merasa terintimidasi.


Aji yang ingin berusaha menjelaskan dan Bian yang hanya bisa menghela nafas dengan wajah memelas dan aku tahu dia juga ingin menjelaskan dan sudah dari tadi pun tangan para wanita itu telah turun dari pegangan para lelaki disampingnya.


"Ga gitu ceritanya yang, aku pikir kamu masih sibuk jadi tadi,,, "jelas Aji tapi langsung disela oleh Dilla yang mungkin geregetan atas tingkah orang didepan kami ini.


"Oh jadi sebab kita ga bisa diajak jalan terus kau call cewek lain yang bisa kau ajak jalan, wah bagus tuh bang(sambil tepuk tangan dan senyum smirk yang dipakai Dilla sekarang).


"Bukan kayak gitu ceritanya yank, aku bisa jelasin, " sambil meraih tangan Dilla tapi ditangkis sama Dilla untung aja tempat yang kami datangi selasarnya agak sepi jadi ga akan buat yang lain terganggu.


Disini aku dan Bian serta 2 wanita itu hanya diam dan ga ingin menambah ribut lagi biar Dilla selesaikan karena dia jagonya main cantik saat disakiti dan aku tahu itu Dilla ga akan membuat kekacauan yang bisa mengganggu pengunjung mall ini.


Intinya dengarkan keluhan Dilla tanpa ada sela nanti juga akan reda sendiri.


"Apa kau bilang 'Yank' siapa yang kau panggil itu. Yank,, yank pala lo peyang, " mataku melotot saat mendengar ucapan Dilla sedikit kasar emang tapi tumben sejenak aku langsung mengelus punggung Dilla untuk meredakan emosinya.


Tak disangka Alena menyeletuk yang terdengar meski suaranya sedikit low.


"Sok cantik, gaje banget, " cetusnya dan dipelitototi oleh Bian.


"Bisa diem ga ga usah celetuk gitu, ucap Bian sambil menggeram saat bicara agar suasananya ga tambah panas tapi dibalas pelototan oleh Alena.


"Eh cewek ganjen ga usah ikut campur kamu tuh, gue tahu lo tuh sahabat mereka berdua tapi gue ga yakin emang ada persahabatan beda gender yang akhirnya jadi sahabat toxic ato friendzone ga akan mungkin murni temen, " cerocos Dilla tak Terima.


"Tuh tahu, sadar pula, " jawab Alena tanpa salah.


Sedang Aji dan Bian mengusap kasar wajah mereka sadar mungkin akan jadi ribut kalo diteruskan dan cewek satu yaang ada di sebelah Aji tersenyum sinis padaku dan Dilla.


" Oh jadi bener nih kalo kalian nih punya hubungan selain pertemanan pantes aja nih para lakik seneng-seneng aja dipepetin. " omel Dilla lagi


"Enggak, gak ada" ucap Aji dan Bian hampir bersamaan ta setuju pernyataan Dilla yang mengagetkan Alena dan tenan Alena itu tahu lah mungkin mantan Aji kali yah.


"Abang-abang yang ganteng jangan berkomitmen dengan cewek lain kalo kalian belum move on sama friendzone kalian yang suka mepet sama kalian. " ucap Dilla lagi.


Bener juga kata Kiara ternyata jodoh sampai disini untung belum pacaran eh ga bakal deng daripada jagain jodoh orang, ucap Dilla lagi sambil tersenyum kecewa."


"Yank, please! ucap Aji memelas sambil ingin meraih tangan Dilla tapi tetap ditangkis oleh Dilla. Sedang Bian hanya menunduk tak sanggup menatap mata Kiara yang sendu meski terlihat tegar.


"Apa kau yank, yank,,, lagi. Emang kau siapa aku, pacar aja bukan.


Aku langsung menarik lengan Dilla dan menjauh tapi sebelum itu aku berusaha merendah dan berucap.


"Maafkan kami sudah mengganggu kencan anda, " ucapku sekaligus menyindir mereka.


Sayup-sayup ku dengar ocehan dan sorakan kedua wanita itu yang tadi bersama 2 lelaki itu(Bian n Aji) dan sedikit kudengar bentakan Aji yang mungkin merasa jengah.


"Bisa diem gak, tambah rusak aja yah mulut kalian, ga merasa salah sedikitpun kalian tuh, " bentak dan omel Aji.


Tapi aku tak mendengar suara Bian saat sedikit ku lirik ternyata Bian menatap nanar kepergianku dan Dilla.


"Yank, stop Ki, " kudengar ucapan Bian yang sedikit berteriak untuk menghentikan langkahku dan Dilla tapi tak ku gubris, ku langkahkan kakiku sambil menarik lengan Dilla menjauhi mereka.


Aku dan Dilla masuk ke foodcourt di mall itu saat sudah jauh dari mereka, membeli minuman untuk menyegarkan otak dan kerongkongan yang terasa kering kerontang seperti berada di padang tandus (dikit lebay boleh yah๐Ÿคญ).


Sesaat kami berdua terdiam tanpa kata-kata, mengatur nafas yang sejenak memburu karna sedikit emosi sesaat sebab kesal dan kecewa hati.


"Ga seharusnya aku gitu ya Ki, lebay banget kayaknya yah, ucap Dilla yang sejenak tadi penuh senyap dalam diam. Aku hanya bisa menghela nafas dan mulai mengadaptasi kata yang pantas tanpa menjudge.


"Lumrah itu Dilla, siapapun bisa bersikap coz kita merasa dekat dengan lawan jenis. Yah dah lah, tenangin diri dulu, " ucapku menenangkan,


"Aku pikir kamu bakal jutekin aku ngeliat ulahku tadi.


"Mau makan ga?" yang diangguki Dilla.


Setelah itu kami pesan makan sambil menunggu kami ngobrol ringan tanpa membahas lagi kejadian tadi.


Kembali dengan tawa dan menghilangkan dan berusaha melupakan kejadian tadi.


Saat menunggu pesanan makanan ada notifikasi panggilan di gawaiku ternyata dari Bian, aku tak mau menghindar dan akhirnya ku angkat panggilan itu.


[Assalamu'alaikum, Mas]


(Waalaikumsalam, sayank) masih dengan panggilan sayangnya


(Lagi dimana?) tanyanya


(Lagi makan di food court sama Dilla) jawabku


Helaan nafas berat kudengar di kejauhan dalam gawai.


(Kenapa?) tanyaku seperti tak terjadi apa apa tadi


(Ki, maafkan aku tapi aku bisa jelasin semua, coz ga seperti apa yang kamu dan Dilla pikirkan) jelasnya


(Mas, saat ini aku ga butuh klarifikasi apapun, aku mau tenangin diri dulu. Sebenarnya Mas tahu apa yang aku pikirkan? jangan menjudge apapun coz aku ga pernah mau masuk dalam urusanmu, kalo emang kamu peka harusnya kamu prioritaskan komunikasi dengan orang yang kamu anggap dekat denganmu yang memang butuh keterbukaan. Please, aku butuh ketenangan saat ini) cerocos ku panjang.


(Yank)


(Please yah, aku mau makan dulu yah pesananku dah datang, Assalamu'alaikum) selaku tanpa mau mendengar lanjutan kata-katanya, ga sopan emang tapi gimana lagi aku ga mau moodku buruk saat menyantap makanan.


(Waalaikumsalam) jawabnya kudengar berat.


Seharusnya aku mendengarkan semua penjelasan nya tapi aku ingin menahan semua dan berpikir positif saja.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Dilain tempat Bian menghela nafas panjang mengingat kejadian dimall tadi dia merasa bersalah, kalau tadi kirim chat memberi tahu kalau dia akan pergi dengan para sahabatnya pasti Kiara akan mengerti, memang tak terlihat marah tapi pasti kecewa di raut wajahnya terlihat jua.


"Kiara"


"Maafkan aku sayang, mungkin kau kecewa atas sikapku" gumaman Bian lirih tak terdengar dia sadar misal Kiara yang berbuat seperti tadi mungkin lebih dari itu yang dilakukan Bian.


Karena mungkin kebucinan sudah ada di dirinya๐Ÿคญ.


Setelah kejadian di mall tadi saat ditinggal pergi Kiara, Bian memutuskan untuk segera pergi dan tak mengindahkan panggilan sahabatnya yang melihat kepergian Bian.


Sekilas seperti kekanakan sih tapi Bian harus menjaga hati terkasih nya, tak mau lagi ada kesalahpahaman lagi dan tak disangka Aji juga mengikuti nya.


Sedang kedua teman wanita yang bersamanya dia tak mempedulikan nya karena memang mereka tak satu mobil dengan Bian dan Aji.


Sebenarnya mereka bertemu tak sengaja di mall tadi, hanya Bian dan Aji yang datang bersama. Yang inginnya refresing hilangin penat jadi tambah kusut, yang tadinya pingin nikmati kuliner malah jadi ga ada nafsu buat isi perut. (kasian kau para lelaki bucin๐Ÿ˜๐Ÿคญ)


Intinya kalau kita sudah berkomitmen dengan satu pasangan kita, seharusnya yang terjadi adalah kita harus menjaga hati dan marwah pasangan kita. Yang penting komunikasi agar tak ada kesalahpahaman hingga menyakiti terkasih kita. Menjaga hati dan attitude itu perlu.


โ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธ


Bersambung,,,


Up lagi nanti nggeh, Maaf yang sebesar-besarnya karena low up banget,,,


Masih butuh dukungan anda para readers, Up,, Vote,,, Like,,, Comment nya yah! ๐Ÿ˜‰


Maafkeun juga coz banyaknya typo๐Ÿ™


Love you All para readers ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜โคโค!