First Seesight

First Seesight
chapter 24



Sampai di Ballroom hotel ternama di kota ini aku masuk sambil digandeng Bian, baru sadar juga kalau bajuku dan yang lain couple, antara aku dan Bian sama corak hanya berbeda letak hiasan saja karena kain yang digunakan berpadu begitupun dengan yang lain sama dengan couple nya, salut dengan designer nya yang begitu apik memadu padanksn warna dan corak hingga membuat pakaian sederhana jadi elegant.


Sampai saat ini aku masih nyaman dengan menggunakan hijab lagi seperti saat acara ijab kabul tadi, saat keluar jalan tadi juga aku menyamankan diri untuk berhijab, ternyata nyaman juga dan aku ingin berkelanjutan dan istiqomah.


Didalam Ballroom ternyata sudah banyak tamu yang datang tapi pengantin nya masih belum ada di singgasananya karena sebelum itu masih ada acara pedang pora khas pilot.


Saat itu aku membayangkan apa juga seperti ini acara pernikahanku nanti.


Lamunanku ambyar setelah tersadar dengan merasakan genggaman erat lelaki yang sedari tadi ada disampingku tanpa melepas nya sedikitpun, tadi saat aku berusaha melepas tapi Bian dengan erat menggenggam nya, dia bilang takut hilang katanya, dipikir bocah bisa ilang, orang segede gini masa bisa ilang sih ngadi-ngadi emang atu orang nih, modus palingan dianya🤭.


"Kenapa, kok nglamun? awas kesambet yah" tegur nya


"Iih ngedoain yah? ucapku kesel sambil. menggeplak lengannya agak keras sampai dia meringis sambil mengelusnya.


"Bar-bar amat sih yank. "


"Maaf,,, "ucapku sambil tersenyum malu dan tak lupa mengelus Bian.


Semakin malam para tamu yang berkunjung makin memenuhi Ballroom hotel ini, karena yang datang bukan hanya tamu dari para orang tua tapi juga teman sejawat Fauzan dan teman Ayu saat SMA dan kuliah juga diundabg, kira-kira undangan lebih dari 5000 orang.


Saat pertama kali melihat pasangan pengantin yang muncul dari pintu utama yang diiringi oleh para orang tua masing-masing, pasangan yang serasi yang itu yang patut terucap oleh para tamu undangan begitupun juga aku.


Makeup flawless itu membuat wajah Ayu makin mempesona banyak yang terhipnotis olehnya apalagi melihat pria di sampingnya dengan gagahnya yang sekarang memakai baju kebesaran Pilot, driver burung besi dan Ayu yang memakai gaun baby blue yang sangat mengagumkan dan elegant meski sederhana, duh pokoknya🤭


"Ki, cantik beud itu, aku mah apa remahan rengginang, aku terkikik mendengar ocehannya.


Saat ini kami sedang melihat prosesi pedang pora secara hikmat, entah apa artinya aku belum tahu nanti mungkin aku tanyakan pada Bian.


Hampir semua prosesi dalam acara ini telah dilakukan kini saatnya menikmati hidangan, setelah prosesi terakhir mengucapkan selamat kepada kedua mempelai, berfoto bersama, pelemparan buket bunga yang didapatkan oleh salah satu sepupu Ayu berarti sepupu Bian juga dan sekarang menyantap hidangan di meja bundar dengan ada 10 orang yang ternyata teman kampusku semua.


Lama tak bersua banyak cerita yang kami lontarkan hingga tawa canda kami menggema karena memang suasana ramai disana.


Ada yang asik mengobrol, bercanda sambil menikmati musik dan hiburan lainnya.


Sedang Bian sudah lepas dariku saat kami sibuk sendiri dengan teman masing-masing sampai sekarang pun dia masih menikmati kebersamaan nya dengan kerabat dan tamu.


...****************...


Diatas pelaminan, Ayu dan Farhan sedang terlibat obrolan entah apa itu.


"Capek banget yah, buka aja heels mu yank"


"Terus aku nyeker gitu, enak aja" Farhan tersenyum mendengar keketusan Ayu tapi itu hiburan buat Farhan saat menjahili sang istri, istri sah bukan sirri lagi 😁.


"Mau aku suruh orang ambilin sendal atau apa gitu"


"Kan tambah keliatan boncel nya aku tuh kalo ganti sendal, ngerti ga, sih" jawaban ketus Ayu itu membuat Farhan terkekeh geli bukannya marah 😁.


"Iya,, iya,, udah deh sak karepmu lah kwi" jawab Farhan menyerah setelah kekehannya berhenti.


"Mas, ini masih banyak kah, duduk boleh ga?" tanya Ayu lesu


"Masih kayaknya, bentar kah dikit lagi itu ada yang mau salam. Nanti turun aja ga papa gabung sama temen-temen mu.


Laper kan, nanti aku ambilin. " ucap Farhan sambil beri semangat dan membuat istrinya tersenyum lagi.


"Oke deh, bentar lagi rehat yah. " ucap Ayu tersenyum manis


Obrolan pasangan itu berhenti saat ada para tetamu yang akan bersalaman untuk memberi selamat dan doa.


Hingga beberapa menit berlalu pasangan pengantin itu sudah bergabung dengan para Sahabat mereka, meski agak kesulitan saat berpindah tempat dengan menggunakan gaun tapi dengan bantuan suaminya maka bisa teratasi.


"Hai, pengantin baru!"


"Ayo silahkan duduk"


Banyak seruan-seruan lain yang terdengar dari ucapan temen-temen Ayu saat bergabung dengan mereka.


Ayu sengaja memilih gabung di meja yang ada teman se -KKN nya dulu dan kebetulan juga ada sepupunya Bian disana sedang berada di samping pujaan hatinya si Kiara.


"Abang disini juga, " sapa Ayu pada Bian yang sedang menyuap makanan ke mulutnya yang duduk di sebelah Kiara, Bian menjawab hanya dengan anggukan saja.


"Bang kapan halalin Kiara, jangan lama-lama atuh, ga takut apa ditikung di sepertiga malam, ucap Ayu sambil terkekeh menggoda Bian. Yang membuat Bian menghentikan suapannya dan teman yang lain mendengar terkikik geli.


Bian menoleh tak menjawab hanya senyum tersungging.


"Yah tikung lagi lah di sepertiga malam berikutnya, " jawab Bian tak mau kalah yang membuat Ayu menganga atas jawaban Bian, Kiara yang menggeplak lengan Bian tak Terima dan diikuti tawa oleh teman-teman yang mendengarnya.


"Wah serius bang"


"Serius lah masa nggak, kalau Kiara mau besok juga aku lamar kerumahnya."


"Amiinin aja deh biar cepet. "


"Cepet apa? "


"Cepet dihalalin lah,,, hehehe. "


"Kamu tuh" tangannya terangkat untuk mengacak rambut Ayu tapi dia cepat menghindar.


"Eits,, jangan coba berantakin belum kelar nih acaranya, males tuch up lagi bang, " ucap Ayu sambil memberengut.


"Udah ah ributnya. Ini sayank mau makan apa aku ambilin" sela Farhan menyudahi debat sepupu itu.


"Ciiieee yang udah ayang-ayangan," ledek Reksa teman ayu, yang membuat riuh satu meja itu.


"Samain aja, " jawab ayu sambil tersenyum malu saat mendengar ledekan temannya.


Menit berikut nya makanan Ayu datang tapi kok cuma sepiring, emang Farhan gak makan juga🤭.


"Kok cuma satu, kamu ga makan juga, " tanya Ayu saat Farhan sudah kembali.


"Biar bisa suapin kamu tuh atau suap-suapan aja sekalian biar keliatan uwwu gitu,, hahaha, " celetukan Dilla membuat meja itu riuh kembali.


"Jangan terlalu uwwu yah nanti merana para jombloers yang ada disini yah", ceketuk Sultan membuat Ayu tambah blushing menahan malu sedang Farhan hanya tersenyum mendengar nya tak mau ambil pusing.


Memang semua teman-teman Ayu saat kuliah suka menjahili pada siapapun sewajarnya saja tidak sampai menyinggung perasaan juga.


Setelah itu tak terdengar lagi kejahilan-kejahilan karena masing-masing tengah menikmati makanan, ada juga yang masih mengobrol dan ada pula menikmati hiburan musik yang ada disana.


Akhirnya perhelatan pernikahan itu berakhir hampir tengah malam, para tetamu sudah banyak yang berpamitan dan sebagian keluarga juga ada yang pulang kerumah masing-masing tinggal keluarga inti yang berada disana dan juga bersiao pergi dari Ballroom itu sedangkan pasangan pengantin sudah 15 menit yang lalu masuk ke kamar yang telah di reservasi keluarga.


Ada juga sebagian keluarga yang rumahnya diluar kota tinggal di hotel ini sekalian menghabiskan weekend sekeluarga.


Sedang keluarga Bian, Kiara dan Dilla memilih bertolak kerumah Bian tidak menginap di hotel.


Selesai sudah perhelatan pernikahan nya banyak asa yang diucapkan keluarga untuk pernikahan yang akan dijalani pasangan pengantin itu, Sakinah, Mawaddah, Warohmah dan langgeng hingga sampai menutup mata.


...****************...


to be continued,,,,


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Hai readers! Terima kasih masih setia membaca cerita ini, maaf yang sebesar-besarnya karena upnya terlalu lama, karena masih ada kesibukan yang lain untuk dikerjakan,,,


Tetap dukung novel ini yah, Vote, Like, Comment nya, love you all😘❤!