First Seesight

First Seesight
chapter 33



Selama perjalanan pulang Kiara mengendarai mobil itu tak. terlalu cepat hanya di 40 - 60 km/jam sambil menikmati perjalanan dengan memandang view jalanan pedesaan yang sejuk dimata, adanya pohon -pohon rindang yang terasa memanjakan mata dan sesekali diliputi dengan obrolan, candaan dan mengikuti syair musik dalam mobil tersebut.


'Tenang'


'Nyaman'


Itu yang dirasakan kedua insan beda gender itu karena untuk quality time seperti ini lagi cukup sulit karena kesibukan masing-masing dari mereka akan pekerjaan yang mereka tekuni tapi kadang mereka harus mencuri sedikit waktu untuk bisa bertemu dan mengobrol kala kesibukan mendominasi.


Terkadang siapa yang senggang pasti menyempatkan datang ketempat tinggal mereka masing-masing, yang pasti komunikasi dan pengertian sebelum perhatian itu datang.


Jalinan hubungan mereka juga sebenarnya gak ribet karena mereka punya prinsip harus saling mengerti jadi komunikasi jadi lancar.


Ya meski sempat ada kejadian yang harus mereka luruskan kemarin (saat di mall itu) yang membuat sedikit komunikasi mereka terganggu dan membuat kesalahpahaman dan belum sempat memperbaikinya karena kesibukan mereka.


Dan saat inilah mereka baru merasakan indahnya mengobati rindu, sudah tak mau lagi egois karena masing-masing memang ingin memberi waktu untuk introspeksi diri pada masing-masing pasangan hingga bisa menguatkan dan berusaha tak tergoyahkan akan kerikil dalam hubungan mereka. Semoga doa kebaikan untuk hubungan mereka terkabulkan dan bisa menjalani hubungan hingga kata "Sah" terucap setelah ijab qobul terucapkan. "Aamiinkan jamaah yah para readers 🤭untuk hubungan Bian-Kiara "


"Mas aku berhenti rest area dulu yah? kebelet nih!" ijin Kiara pada Bian


"Hhmm,," jawab Bian karna pengaruh obat demam yang diminum membuat Bian mengantuk untung saja Kiara bisa jadi driver dadakan.


Saat menyetir pun Bian merasa Kiara sudah profesional, ga tau aja Bian kalau Kiara tuh suka ikut off-road diajak Bang Reno🤭 jadi cara nyetirnya ga usah diragukan lagi atau dikhawatirkan karena sudah terlatih mungkin bisa dibilang menuju profesional drive.


"Alhamdulillah" ucap Kiara saat telah masuk ke dalam selesai dari toilet.


"Mas, kebangun yah? " ucap Kiara menoleh ke arah Bian yang ternyata sudah membuka mata dan menggelengkan kepalanya.


"Aku kaget tak pikir mimpi, aku jalan sama kamu, " Bian sedikit terkekeh sendiri dengan tingkahnya.


Kiara ikut tertular dengan kekehan Bian yang terasa konyol.


"Nggak nyadar toh, disirep obat kwi mas,, hehehe, " canda Kiara


"Ya udah, ini langsung pulang atau masih mau mampir kemana dulu atau mau makan dulu? "


"Langsung pulang aja yank! kasur ku wes awe-awe, " timpal Bian dengan candaan yang membuat mereka terkekeh bersama.


"Okey lah ayang mbeb ku sayank, lanjut jalan nih yah? " ucap balik Kiara yang hanya diangguki Bian sambil menyenderkan kepalanya di jok mobil menyamankan tubuhnya.


Sebelum mengemudi Kiara menyempatkan memeriksa kondisi bian dengan menempelkan punggung tangannya di dahi sang pria.


Niatnya kalo masih belum membaik sampai dikota nanti tanpa ijin Bian pun Kiara akan mengarahkan mobilnya ke RS saja meski Bian seorang Dokter tapi dia juga manusia yang masih butuh simpati dan empati orang lain juga karena manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang masih butuh makhluk lainnya.


Setelah memeriksanya ternyata lebih baik dari yang tadi di villa entah efek obatnya atau efek obat rindu yang sudah ia dapatkan tadi🤭.


Bian perlahan membuka matanya dan menoleh ke arah sang wanita karena merasa ada telapak tangan yang sedang menempel pada kulit dahinya.


Bukannya melepaskan tangan itu Bian malah menarik tangan itu dan memberi kecupan di punggung tangan itu.


"Eh,, mas. " kaget Kiara


"Kenapa? "


"Cuma periksa aja, kalo ga baik juga tanpa ijinmu aku mau bawa kamu ke RS aja biar ditangani lebih intensif, biar kamunya cepet sembuh, " cerocos Kiara menerangkan dan tangannya masih dalam genggaman sayang Bian.


"Terus habis itu kamu mau pergi lagi gitu, " sanggah Bian tak Terima dengan ide Kiara.


"Eh ya ga gitu, aku tuh pengen kamu tuh cepet sehat biar bisa temenin aku buat keliling mall, hehehe"goda Kiara


"Idiih tumben mau boros, biasanya juga kalo diajak shoping mikirnya sampai abis isya," cibir Bian.


Tiara tertawa mendengar ucapan Bian yang memang itulah kenyataan nya, hehehe.


"Mauku tuh di belanjain kamu Mas bukan ngurangi saldoku, " jawabku tambah ngaco dan Kiara merasa geli dengan ucapannya dan membuat Kiara tertawa geli. Dan membuat Bian nencebikkan bibirnya karna merasa digoda Kiara.


"Tapi aku juga gak keberatan juga kalau kamu habisin juga. " ucap Bian lagi.


"Iya iya yang banyak cuannya. "


"Iya yang baik hati, udah deh kenapa jadi debat kusir ga jelas gini sih. "


"Kusir siapa? " pura pura ga ngeh.


"Lah pertanyaan ga jelas banget, " kesal Kiara balik digoda Bian, empunya hanya terkikik yang berhasil buat sang kasih kesal.


"Udah ah, kapan nyampe rumahnya kalo terus gini. "


"Udah apanya aku belum ngapa-ngapain kamu loh yank. " goda Bian lagi.


"Maaaas! " greget Kiara.


Bian tergelak dengan teriakan tertahan Kiara.


Akhirnya mobil itu melaju dengan kecepatan sedang sambil menikmati suasana jalanan menuju rumah kediaman keluarga Bian tetap Kiara sebagai driver.


Sebenarnya ditengah perjalanan tadi Bian menawari buat menggantikan Kiara menyopiri tapi Kiara menolak.


Sempat berhenti sebentar di sebuah masjid untuk menunaikan ibadah saat itu waktu ashar tiba, dengan perjalanan santai ini mungkin nanti ba'da isya' baru sampai rumah. Semoga sesuai harapan dan tak ada kendala di jalan.


Setelah itu kami berdua berkendara kembali dan saat ini Bian yang menyopiri.


Terpaksa pasrah memberikan kemudi karena berbagai alasan yang tak bisa terelakkan.


Sepanjang jalan kami menikmati lagu hitz "Widodari" yang sering staytone di pendengaran kami. Sampai-sampai tak menyangka kami mengikuti reff nya bersama tanpa heboh sih😁.


Sayang,,, gondelono atiku


Yen takdire gandeng


Yo bakale gandeng


Oh Tuhan, Terima kasih hadirkan penjaga hatiku


Yang slalu setia menemaniku


Tak disadar seperti menghayati arti lirik lagunya sampai Bian menggenggam erat tanganku dan sesekali mengecup punggung tanganku dan Kiara hanya bisa memberi seulas senyum tulus nan hangat untuk membalas perlakuan Bian.


Aku nemu widodari


Motomu kebak pelangi


Hadirmu dalam hidupku beriku warna Dari kisah masa lalu yang pernah terluka.


Ternyata Bian melanjutkan lirik lagu itu sambil sesekali menatapku yang kubalas masih dengan senyum hangat dan love finger ala ala Korea gitu.


Masih dengan menggenggam tangan Kiara dan membawanya ke dada kirinya yang Kiara merasakan detak jantung yang seperti debaran tak beraturan (jadi merasa deg deg ser sendiri🤭)


Harap Kiara 'Semoga genggaman ini tak akan terlepas dan Semoga apa yang Kami harapkan terwujud meski kerikil jalan membersamai dikehidupan future kami kedepannya'.


Semoga disemogakan,,, Aamiin🤲🤲


Do'a terbaik untuk hubungan menuju masa depan lebih baik😉❤


🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Happy reading readers!


Semoga masih diperkenankan untuk up lagi karena terlalu lama vacum nya.


Semoga masih juga menanti dan berkenan membaca


Maaf lama upnya, Maaf juga banyak typo dan isi cerita yang datar


Maaf masih pemula🙏🏼🙏🏼