
Pagi ini suasana rumah keluarga Bian masih sepi, hanya ada pergerakan dari para maid yang ada dirumah ini.
Karena penghuninya masih asyik dalam buaian mimpi setelah banyaknya kegiatan yang dilakukan untuk meneriahkan acara perhelatan pernikahan pengantin baru Ayu dan Farhan, saat ini pengantin baru masih berada di hotel tempat diadakannya pernikahan itu.
Biasalah pengantin baru diberi hadiah nginep dihotel itu sebagai hadiah pernikahan mungkin sekalian unboxing kali yah atau bisa disebut pre honeymoon,,,, hehehe.
Aku bangun selalu pagi, secapek apapun, semalam apapun pasti bangun awal, insyaallah ga pernah siang kalau bangun, paling siang yah jam 5 pagi itu pun dengan drama kelimpungan dan seperti orang linglung kalau harus melakukan apapun yang jadi daily aktivitasku.
Seperti saat ini aku yang keluar kamar Alisya setelah ibadah karena tak bisa tidur lagi setelah subuh jadi disinilah saat ini dapur mama Bian bersama maid yang baik hati, bu Romlah.
Pembantu ini yang paling lama kerja disini bersama suaminya dan anak semata wayang nya(Ali) tinggal di paviliun belakang rumah Bian dan juga bekerja bersama dengan papa Bian dan satu lagi infonya sudah berkeluarga dan punya anak satu.
Laki-laki inilah yang selalu jadi tolak ukur mencari jodoh oleh mama Bian yang kadang membuat Bian cemberut.
Maksudnya sindiran mama Bian yang selalu bilang, "Ali aja udah nikah punya anak lagi dia terus kamu kapan merubah statusmu yang selalu jomblo itu. "
Itu ucapan mama Bian sebelum mengenalkan aku dalam lingkup keluarga nya, lucu gak sih๐.
"Bu Romlah, lagi masak apa?"
"Eh,,, copot,,, copot,,,, duhh eneng ih pagi udah ngagetin, " latah Bu Romlah yang membuatku terkekeh geli mendengarnya.
"Belum sih mau siapin dulu ini, " jawabnya sambil sibuk mengeluarkan bahan makanan untuk sarapan pagi ini.
"Boleh saya bantu kan bu?" tawarku
"Ga usah neng, udah jadi tugas ibu ini mah, " tolak bu Romlah halus.
"Gapapa bu dari pada nganggur ga ngapa-ngapain, jenuh lah bu. Lagian mau ngobrol ga ada temen bu, "meyakinkan bu Romlah sambil sesekali tanganku membantu bu Romlah.
"Ga istirahat aja neng, lain nya juga belum bangun, apa neng ga capek, " kekeh bu Romlah menolak.
Aku terkekeh dengan ucapannya yang kekeh menolak bantuan ku.
"Udah biasa bangun pagi bu, mau merem lagi pas bangun nanti takut puyeng jadinya, " jawabku memaksa.
"Yo wes lah neng, pokoknya ibu ndak nyuruh loh yah, " jawabnya pasrah mungkin takut ditegur atau takut aku mengacaukan dapur kali yah๐คญ.
"Biasanya keluarga disini sarapan apa kalau pagi bu?" tanyaku sambil berfikir mencetus ide.
"Biasanya sih ga berat, paling nasgor atau roti bakar neng, " jawabnya
"Oke, boleh saya yang masak bu, ibu siapin aja bahan yang saya perluin, kan saya baru masuk dapur ini. Maaf bu merepotkan, " ucapku sungkan.
"Iya neng ga usah sungkan jadi kan kerjaan saya sedikit berkurang,, hehehe, " jawab bu Romlah yang membuatku tersenyum.
"Mau masak apa nih neng?" tanya bu Romlah setelah mengijinkan ku membantu membuat breakfast.
"Saya mau buat nasi goreng seefood sama Sandwich vegetarian boleh nggeh bu, " jawabku setelah ide diotak ku muncul.
"Boleh lah neng silahkan, saya bantu menyiapkan bahannya, " ucap bu Romlah hingga aku acungi jempol dan langsung gegas bergerak membuat menu sarapan dan bu Romlah menyiapkan bahannya setelah kusebutkan.
Karena ada beberapa keluarga Bian yang menginap maka menu makanannya sedikit diperbanyak porsinya hingga dapat memenuhi nya.
Setelah 30menit selesailah menu sarapan pagi ini, semua sudah tersedia di meja saat waktu menunjukkan pukul 06.50 dan itu sudah dengan bersih-bersih peralatan, membuat minuman dan menata di meja makan.
Dan aku dan bu Romlah sudah membagi porsi untuk maid dan keluarga, hingga suara mama Bian membuyarkan konsentrasi ku menata makanan yang ada di meja ini.
"Wangi banget baunya, sepagi ini sudah siap sarapannya jadi ga enak mama nih, " ucap mama Bian. Aku tersenyum canggung mendengarnya.
"Siapa yang masak nih?" tanya mama Bian sambil menilik semua menu yang ada, nasi goreng dengan irisan bakso, sosis, polong, jagung manis dan udang dan Sandwich, roti bakar isian scramble egg, daun salad, timun, dan tomat. Dan untuk minumnya hanya orange jus, susu UHT dan kalau ada yang ingin kopi atau teh tinggal tuang karena sudah tersedia di teko coffee and tea maker (wuuiiih mirip breakfast hotel kan, ga kalah lagi menunya๐๐).
"Maaf yah mah aku dah berantakin dapur mama, sama nyuruh maid mama,,, hehhehe, " ucapku sungkan.
"Ga usah sungkan gitulah Ki, mama seneng kok ada yang sudah bisa berantakin dapur mama, karena selama ini cuma mama sama maid disini yang sudi berantakin dapur, ya kan Bi Romlah" ucap mama Bian meyakinkan
"Enggeh Nyah, cuma beberapa kali Mbak Alisya kalau habis dari ketemu neng Kiara pasti praktek, " jawab bu Romlah yang membuatku kaget dengan penjelasan nya.
"Wah ga usah sarapan dihotel, ini menu dah ala-ala hotel nih, dari jam berapa masaknya nih, kok jam segini dah lengkap semua sajiannnya" tanya mama Bian lagi setelah menanggapi dengan anggukan atas ucapan bu Romlah .
"Udahlah ngobrol nya, mama mau panggil yang lain buat sarapan, sekalian panggil Alisya sama Dilla ya sayank," perintah mama Bian yang aku angguki dan gegas ke kamar Alisya buat bangunkan teman tidur ku tadi malam itu.
Sampai kamar aku melihat Alisya dan Dilla bersandar di headboard sambil memainkan gadget mereka masing-masing.
"Loh, udah bangun ternyata, belum mandi pasti nih, " ucapku pura-pura kaget.
"Yah belum lah Ki, masih baru juga buka mata masih lengket nih mata, apa lem bulu mataku terlalu lengket yah,,, wkwwkwk, " ucap Dilla ngacok.
Aku dan Alisya ikut terkekeh mendengar nya, ada-ada aja emang pikiran Dilla nih.
"Dahlah, aku mau mandi gantian yah udah disuruh keluar buat breakfast nih. "
"Mandi bareng gimana Ki?" celetuk Dilla sambil menaik turunkan alisnya yang ku tanggapi dengan pelototan dan kacak pinggang.
"Idiiih jijay nek, gue masih normal, " jawabku sambil melenggang cepat ke dalam kamar mandi setelah mengambil handuk ku.
"Hahahaha,,,, lah emang ngapain orang cuma ngajak mandi bareng, gue juga normal kali masih doyan,,,,, ๐๐, teriak Dilla sambil tertawa ngakak dengan Alisya saat sadar akan ucapannya, aku terkekeh geli juga mendengar ucapan absurd Dilla.
"Najong,,, " kataku sambil nyembul kan kepala dipintu kamar mandi.
Setelah itu kami menyudahi drama pagi dikamar Alisya menyelesaikan kegiatan pribadi kami masing-masing, dan setelah selesai kami keluar kamar hampir bersamaan.
Saat sampai dimeja makan sudah ada Bian yang sudah rapi dan harum maskulin mungkin dari sampo atau sabunnya mungkin karena keliatan masih lembab rambutnya yang bikin jiwa wanita ku meronta pengen pelukan hangatnya apalagi melihat senyum manis yang selalu buatku melted itu.
Tidak hanya Bian saja disana, ada papa, mama, kakak, dan sebagian sepupu dan orang tuanya, untung saja ruang makan ini didisain untuk big family jadi cukuplah meski ada sebagian yang ingin lesehan diruang tengah rumah ini.
"Morning sayank, duduk sini!" ucap Bian menyapa dan menyuruhku duduk disampingnya setelah menepuk kursi makan disebelahnya.
"Morning too, Mas, " jawabku tersenyum saat aku mendekat dan duduk ditempat yang diperintahkan nya.
"Cie,,, cie,,, jangan bikin drama uwwu masih pagi ini, jiwa jomblo ku meronta man, " ucap Disya salah satu sepupu Bian, yang membuat ku tersenyum malu dan Bian tetap dengan wajah datarnya cuek.
Selanjutnya tak ada lagi suara ledekan jahil dari sekitar setelah mendengar Sang Pemimpin rumah ini mengiterupsi agar tenang saat makan, boleh ngobrol asal jangan bikin heboh.
Sarapan bersama keluarga besar Bian yang baru pertama kali aku rasakan, mengesankan, canggung dan sedikit takut karena rasa makanan yang kubuat bukan selera mereka.
Tapi tak disangka ternyata makanan breakfast ala-ala yang kubuat tidak mengecewakan dan mereka banyak yang suka, Alhamdulillah karena ga rugi aku belajar masak dari SMP sama ibuku tercinta,,, hehehe.
...****************...
to be continued,,,,,
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
Hai readers,,,,,
Maaf author baru up lagi, memang agak buat up lagi ada kesibukan lain yang memang harus diutamakan.
Mohon dimaklumi, Terima kasih sebelumnya masih stay dengan cerita ini,,,
Love you all๐!