
Vira merasa yakin, jika rencananya kali bersama Devan, tidak akan gagal lagi seperti kemarin. Vira, bersiap diri untuk pergi melakukan perawatan tubuhnya di salon. Demi mendapatkan Chris kembali, Vira mempercantik penampilan agar lebih menarik dan terlihat sexy.
"Selamat pagi, mbak Vira. Mau treatment apa hari ini?" ucap pegawai salon kecantikan.
"Treatment kaya biasa aja ya mbak," jawab Vira ramah.
"Baik mbak cantik, sebentar ya aku panggilkan mbak Rika nya dulu. Mbak Vira, silahkan duduk dulu sebentar ya," ucap kasir salon, lalu pergi ke menaiki tangga. Tak lama, kasir itu turun dengan seorang wanita yang bernama Rika.
"Hai mbak Vira, mau treatment ya?" ucap Rika basa-basi.
"Iya donk mbak Rika, kan biar keliatan cantik terus," ucap Vira tertawa kecil.
"Cantik itu harus donk mbak, biar pasangan kita nggak jatuh ke pelukan pelakor," ucap Rika menanggapi.
"Iya betul tuh Shay..." ucap Vira, membuat keduanya tertawa.
"Silahkan di buka dulu ya mbak Vir, bajunya" ucap Rika sambil memilih-milih kemben di dalam lemari.
"Sudah mbak!" ucap Vira yang kini hanya memakai pakaian dalam saja.
"Ini mbak, di pakai dulu kembennya! abis itu tiduran disini ya" ucap Rika menunjuk salah satu bed kecil yang ada di hadapannya.
"Oke!"
Selesai memakai kembennya, Vira merebahkan tubuhnya di atas bed berwarna hitam. Sedikit demi sedikit Rika membalurkan minyak zaitun di punggung Vira. Setelah itu Rika mulai memijat tubuh Vira hingga Vira merasa rileks dan tertidur.
Hampir satu setengah jam lamanya Vira tertidur. "Mbak Vir, bangun mbak..." ucap Rika sambil menepuk-nepuk pelan lengan Vira.
Vira tersentak dan membuka matanya. "Sudah selesai ya, Shay?" tanya Vira yang melihat tubuhnya sudah terbalur bekas lulur.
"Sudah mbak Vir. Tidurnya pules banget, sampai nggak terasa saya lulurin ya," ucap Rika tersenyum.
"Iya Shay, abis kalau mbak Rika yang pijat aku pasti enak banget, sampai aku langsung pindah alam," ucap Vira terkekeh
"Bilas dulu ya, mbak Vir.." ucap Rika yang sudah menyiapkan handuk bersih di samping ranjang.
Vira mengangguk, ia mengambil handuk yang ada di samping ranjang dan membawanya ke kamar mandi. Vira masuk ke dalam bathtub dan mulai berendam.
Hampir tiga jam lama nya Vira di salon, melakukan perawatan dari mulai rambut hingga seluruh tubuhnya. Kini Vira sudah selesai melakukan perawatan dan sudah siap untuk menemui Chris, mantan kekasih yang tak mampu membuat Vira move on dari lelaki tampan itu.
Setelah membayar di kasir, Vira keluar dari salon dan bergegas masuk ke dalam mobil. Mobil melaju meninggalkan salon menuju rumah Chris.
Dari informasi yang di terima Vira, Chris hari ini tidak masuk ke kantor karena ijin untuk fitting baju pernikahannya dengan Rere. Vira mempercepat laju mobilnya agar sampai tepat waktu di rumah Chris.
Sambil menyetir, Vira mengambil ponsel dan earphone yang di letakkan di dasboard mobil. Earphone sudah terpasang di telinga, Vira menghubungi seseorang.
"Halo, kamu sudah dimana? sudah siap kan semuanya?" tanya Vira serius.
"........"
"Ehm...Ok bagus kalau begitu, kamu tunggu aku disitu ya," perintah Vira pada seseorang yang di hubungi nya.
Hanya kurang dari sepuluh menit, Vira sudah sampai di depan rumah Chris. Rumah mewah dengan dua lantai berwarna putih dengan pagar tinggi berwarna hitam dengan area taman yang luas, membuat orang yang melihat takjub dengan kemegahannya.
"Gimana Dev, Chris masih ada di rumahnya?" tanya Vira pada sosok pria, yang tak lain adalah Devan.
"Lo tenang aja, Chris masih ada kok di rumahnya. Mungkin sebentar lagi, dia akan keluar. Lo siap-siap aja!" ucap Devan, kemudian berbalik badan dan kembali masuk ke dalam mobilnya.
"Oke, sebentar lagi Chris akan jadi milikku. Wanita itu, akan menangis darah ketika melihat calon suaminya sudah berada dalam pelukanku!" batin Vira senang
Lima menit menunggu, akhirnya mobil Chris keluar dari pagar rumahnya dan melaju melewati mobil Vira. Tanpa Chris sadari, Mobil Vira dan Devan sudah mengikuti nya dari belakang. Vira sengaja menyuruh Devan berada tepat di belakang mobil Chris, karena Chris tak mengenali mobil Devan. Sedangkan mobil Vira berada di belakang mobil Devan, agar Chris tak curiga jika dirinya sedang di ikuti.
Ketika mobil mereka sudah keluar dari komplek perumahan dan kini berada di jalan yang cukup sepi. Tiba-tiba mobil Devan melaju mendahului mobil Chris dan berhenti tepat di depannya.
Chiittt...brugh...
Chris secepat kilat menginjak rem, namun tabrakan tak bisa di hindari. Mobil Chris menabrak belakang mobil Devan hingga sedikit penyok, sedangkan depan mobil Chris penyok parah.
Kesal dengan ulah Devan yang berhenti seenaknya. Chris turun dari mobil, ia menghampiri mobil Devan.
tok...tok...tok...
Chris mengetuk pintu mobil Devan. "Keluar lo cepetan!" teriak Chris emosi.
Dengan santai Devan membuka kaca mobil samping duduknya.
"Maaf bro, gue tadi liat kucing lewat di depan mobil gue," ucap Devan memberi alasan, ia melihat wajah Devan yang sudah memerah menahan emosi.
Mendengar alasan konyol tersebut, Chris menundukkan tubuhnya dan dengan cepat kedua tangan Chris menarik kerah baju Devan.
"Lo nggak usah cari alasan nggak..." tanpa di sadari Chris, Vira sudah berada di belakang Chris dan mulutnya di bekap dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius. Hingga akhirnya Chris pingsan sebelum menyelesaikan ucapannya.
"Ayo cepat Dev, masukin dia ke dalam mobilmu saja dulu, biar nggak di lihat orang!" ucap Vira, sambil menahan tubuh Chris agar tidak tergeletak.
Melihat targetnya tak sadarkan diri, Devan segera membuka pintu mobilnya dan membantu Vira memasukkan tubuh Chris ke dalam mobil nya.
Chris di masukkan di bagian belakang kemudi. Devan segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju hotel. Vira pun masuk ke dalam Mobil dan mengikuti mobil Devan dari belakang.
Sepanjang perjalanan, ponsel Chris berdering sudah hampir puluhan kali dan di biarkan begitu saja hingga panggilan yang berasal dari Rere tersebut, berhenti dengan sendirinya.
Sementara di tempat lain...
Rere terlihat cemas, karena tak ada kabar dari Chris. Rere yang sudah menunggunya hampir setengah jam di tempat bridal untuk fitting baju pengantin bersama Chris, merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan Chris. Tak seperti biasanya Chris ingkar janji, bahkan tak bisa di hubungi.
Rere mencoba menghubungi Yoona untuk mencari tau keberadaan Chris saat ini.
"Halo Yoon, apakah Chris ada sama lo?" tanya Rere berusaha tenang.
"Loh, bukannya Chris lagi sama lo fitting baju pernikahan?" tanya Yoona heran.
"Iya, setengah jam yang lalu kak Chris bilang lagi jalan mau kesini tapi sampai sekarang belum sampai-sampai, bahkan ponselnya di hubungi nggak di angkat," ucap Rere lirih.
"Hah, kok bisa?"