Falling in LoVe With You!

Falling in LoVe With You!
Kondisi Yoona kritis



"Ini pak, sabun dan kanebo nya," ucap Lastri menyerahkan ember kecil berisi sabun, spon dan kanebo pada suaminya


"Makasih ya Bu," ucap Pak Ujang, kemudian mulai mengambil selang dan memasukkan selang ke dalam keran lalu menyalakan airnya


byuurr....Pak Ujang mulai menyemprot mobil tersebut, tangannya dengan lincah menggosok mobilnya dengan spons di setiap sudut mobil.


Ketika hendak menggosok bagian bawah, Pak Ujang melihat banyak bercak darah yang menempel dan sudah kering, Itu terlihat ketika busa sabun berubah memerah. Pak Ujang sempat berhenti sejenak seperti sedang berpikir sesuatu ketika melihat bercak darah itu. Ia merasa darah itu bukan darah hewan, namun ia tak mau ambil pusing dengan yang bukan urusannya. Yang terpenting baginya saat ini adalah segera menyelesaikan tugasnya mencuci mobil ini sampai bersih.


 


Pak Ujang kembali ke apartemen, setelah selesai mencuci mobil yang di pakai Luna ketika menabrak Yoona.


"Siang Non, ini kunci mobilnya. Mobilnya sudah selesai di bersihkan," ucap Pak Ujang menyerahkan kunci mobil rental tersebut


"Oke terimakasih ya pak Ujang," ucap Luna tersenyum senang dan mengambil kunci mobil itu dari tangan pak Ujang, ia berfikir bahwa semua bukti sudah hilang tak ada yang akan curiga padanya.


Luna melangkah keluar meninggalkan apartemen nya dengan langkah percaya dirinya menuju parkiran mobil yang ada di basement.


Luna berjalan mendekati mobilnya dan membuka pintu mobil, ketika ingin menutupnya kembali, Luna mengalami kesulitan. Luna terkejut ketika melihat Devan lah yang menahan pintu mobilnya itu.


"Mas Devan..." ucap Luna tersenyum, Luna berfikir jika Devan menemuinya karena ingin kembali padanya.


"Hai sayang, kamu mau kemana, kok buru-buru sekali?" tanya Devan dengan senyum yang sulit di artikan


"Ehm...a-aku..aku mau ke rumah papa, jemput adikku katanya mau nginap di apartemen ku," jawab Luna berbohong


Luna tak ingin Devan ikut dengannya ke showroom mobil, Luna takut aksinya ketahuan oleh Devan.


"Aku boleh ikut ya, sekalian kenalan sama papa dan adikmu," ucap Devan


"Maaf mas, aku nggak bisa ajak kamu ikut. Karena hari ini aku pasti menginap di rumah papa, besok baru aku pulang ke apartemen bersama adikku. Kalau kamu ikut, pasti papa tidak mengijinkan kamu untuk ikut menginap di rumah papa," ucap Luna dengan wajah sedih


"Oh begitu ya, heum..." ucap Devan dengan wajah kecewa


"Maaf ya mas, lain kali saja ya, nanti aku kenalkan pada keluargaku," ucap Luna


"Baiklah, janji ya," ucap Devan


"Iya mas, aku janji. Aku berangkat dulu ya mas, takut kesorean nyampenya," ucap Luna yang ingin menutup pintu mobil, Devan tak menghalangi nya lagi


Luna melajukan mobilnya meninggalkan Devan. Terlihat Devan masih berdiri di sana menatap mobil Luna yang semakin menjauh hingga tak lagi terlihat oleh matanya.


Devan tersenyum smirk, "Kamu kira bisa membodohi ku, Lun? aku tau apa yang sudah kau lakukan tadi pagi,"


"Hufftt..., Untung saja gue bisa lolos dari Devan, kalau tidak..., akhh, sudahlah...gue harus secepatnya nyampe tempat rental mobil sebelum tempat itu tutup," gumamnya lalu menambah kecepatan mobilnya agar lebih cepat sampai


Hanya butuh 15 menit, Luna sudah sampai di tempat rental mobil


Luna memarkirkan mobilnya di depan ruko rental mobil tersebut. Luna turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam ruko menemui pemilik rental mobil itu.


Jari lentik Luna dengan cepat menjelajahi berita di sosial media. Wajahnya yang terlihat serius, seketika tersenyum lebar, setelah menemukan berita yang sedang di cari nya.


"Ternyata benar dugaanku, kejadian tadi sudah masuk berita dan menghebohkan jagat dunia Maya," batin Luna.


Luna membaca salah satu berita tersebut, ia ingin memastikan kondisi Yoona saat ini apakah selamat atau sudah meninggal. Senyum di bibir Luna seketika lenyap ketika mengetahui Yoona masih selamat dan kondisinya saat ini masih kritis


"Aarrggghh...siall!!! kenapa tuh cewek masih hidup sih!! harusnya dia sudah tewas, mengingat aku menabrak nya cukup kencang hingga membuat tubuhnya terpental jauh. Ini sangat mustahil, jika cewek itu masih bertahan hidup. Huhh....punya nyawa berapa sih tuh cewek!!" batinnya kesal


"Siang Bu Luna, ada yang bisa aku bantu?" sapa pemilik rental mobil, membuyarkan lamunan Luna


"Akh..eh..iya pak Agung, aku mau mengembalikan mobil," jawab Luna gelagapan, dengan cepat ia memasukkan ponselnya ke dalam tas


"Oh baik Bu Luna, mari kita bicaranya di sana," ucap pak Agung ramah, tangannya menunjuk ke meja kerjanya.


Luna berdiri dan mengikuti pak Agung dari belakang.


"Silahkan duduk Bu Luna, sebentar saya ambil berkasnya ya," ucap pak Agung


Pak Agung mengambil surat perjanjian rental mobil milik Luna. Sebelum mengembalikan uang deposit, terlebih dahulu pak Agung meminta anak buahnya untuk mengecek kondisi mobil yang di sewa.


"Maaf pak Agung, mobil bagian depan penyok, seperti habis tabrakan," ucap pegai yang di minta pak Agung mengecek mobil yang di sewa oleh Luna


"Akh.. iya pak, aku minta maaf tadi pagi aku nggak sengaja nabrak a*jing yang lnyebrang mendadak. Pak Agung hitung saja berapa yang harus saya bayar, potong saja dari deposit saya pak," ucap Luna santai


Setelah urusan mobil selesai, Luna menghubungi pak Ujang untuk mengantarkanya ke rumah orangtuanya. Luna berencana untuk menginap disana sehari, ia takut jika tiba-tiba Devan datang menemuinya di apartemen.


🌼🌼🌼🌼


Sementara di rumah sakit, Hansel, Rere, dan Chris masih setia menunggu Yoona yang masih di periksa oleh dokter


Hansel terlihat tak tenang dengan kondisi Yoona saat ini, ia mengambil ponselnya dari saku celana dan menghubungi seseorang


"Halo bos, akhirnya bos menghubungi kami lagi, apakah ada pekerjaan untuk kami bos?" tanya seseorang di telpon


"Ya, aku ada pekerjaan untuk kalian! aku mau kalian cari tau siapa orang yang sudah menabrak calon istriku! beri dia pelajaran yang tak akan pernah di lupakan seumur hidupnya. Agar ia tau, dengan siapa ia berurusan," geram Hansel mengepalkan tangannya


"Baik bos, serahkan semuanya pada kami. Kami akan secepatnya kabarin bos," ucap orang tersebut


"Aku beri waktu kalian 3 hari! aku harap kalian tidak mengecewakan aku!" ucap Hansel dingin


"baik bos!"


Hansel memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana. Chris dan Rere yang duduk di sebelah Hansel, saling menatap satu sama lain, sikap Hansel membuat bulu kuduk mereka merinding.


Chris dan Rere tak menyangka jika Hansel yang terlihat cuek ternyata begitu peduli dengan Yoona