
Seminggu sudah berlalu, akhirnya Yoona sudah di perbolehkan pulang ke rumah.
"Sudah siap belum?" tanya Hansel yang baru saja datang untuk menjemput Yoona pulang.
"Eum..sudah kok," jawab Yoona dengan wajah datar
Hansel segera membawa barang-barang Yoona keluar dari ruang rawat inap, disusul Yoona dan Handoko dari belakang menuju parkiran mobil. Mobil melaju menuju kediaman Handoko. Sepanjang perjalanan suasana di dalam mobil terasa hening tak ada obrolan yang di bahas, membuat Yoona jenuh.
Saat mobil sedang berhenti di lampu merah, Yoona menoleh ke samping kiri kaca tempat ia duduk, memandang keluar begitu banyak anak-anak kecil yang sedang berjuang hidup dengan mengamen, menjual tisu, dan mengemis, mereka berjalan mendatangi mobil dan motor satu ke kendaraan lainnya hanya untuk meminta belas kasih dari si pemilik kendaraan, namun banyak dari mereka yang menolaknya.
Melihat pemandangan itu, hati Yoona tersentuh
"Pah, kasihan ya anak-anak itu, mereka masih kecil sudah harus bekerja mencari uang," ucap Yoona lirih tanpa menatap Handoko.
"Iya sayang, mereka anak-anak yang kurang beruntung, di saat usia masih kecil sudah harus berjuang hidup membantu kedua orangtuanya untuk mencari uang," ucap Handoko yang ikut melihat anak-anak kecil itu dari dalam mobil.
Hansel yang mendengar percakapan antara ayah dan anak itu ikut juga melihat pemandangan yang ada di luar mobil yang membuat hati calon istrinya itu tersentuh.
"Ya ampun, gimana aku nggak tambah meleleh dengan si Beo, hatinya begitu lembut dan baik hati. Walaupun ia dalam kondisi amnesia sekalipun, sikap baiknya itu tidak hilang," batin Hansel yang semakin mengagumi Yoona
"Pah, aku minta uang donk!" ucap Yoona menyodorkan telapak tangannya di hadapan Handoko
"Buat apa sayang?" tanya Handoko bingung sambil mengambil dompet nya dari dalam saku celana, lalu membuka dompetnya. Tapi..., Handoko terkejut ketika dompetnya diambil oleh Yoona
"Sini pah, Yoona aja yang ambil ya," ucap Yoona cengengesan menatap papanya. Handoko, hanya melongo melihat tingkah sang putri, ia tak mampu untuk melarangnya. Handoko pun mengangguk dan tersenyum
Setelah mengambil beberapa lembar uang kertas berwarna merah dalam dompet papanya, Yoona mengembalikan dompet Handoko
"Nih pah, makasih ya pah," ucap Yoona sambil mencium pipi Handoko
Tanpa di duga, Yoona membuka kaca mobilnya lalu memanggil anak-anak itu yang sedang duduk di pinggiran lampu merah
"Dek, sini...sini!!" panggil Yoona dalam mobil
anak-anak tersebut saling menoleh satu sama lain lalu menunjukkan diri mereka sendiri.
"Saya kak?" ucap salah satu anak yang di panggil
Yoona mengangguk, "iya, ajak teman-temannya sekalian," ucap Yoona tersenyum
Anak kecil itu mengajak beberapa temannya untuk menghampiri Yoona di mobil, berhubung masih lampu merah. Mereka buru-buru mendatangi Yoona
"Ada apa kak?" tanya anak-anak itu
"Ini buat kamu, ini juga buat kamu dan kamu," ucap Yoona sambil membagikan selembar uang merah pada anak kecil itu
"Wah, ini beneran buat aku kak?" tanya anak-anak itu.
"Iya, itu buat kalian. Besok siang tunggu kakak di sini lagi ya," ucap Yoona tersenyum
"Akh...makasih kakak cantik," ucap anak-anak itu sambil mencium punggung tangan Yoona dan Handoko
"Iya sama-sama, nanti panggilkan teman-teman yang lainnya ya," ucap Yoona pada anak-anak itu sebelum mereka pamit pergi
"Baik kak," ucap anak-anak itu girang saat kembali ke pinggiran lampu merah
Sama seperti anak-anak yang sebelumnya, Yoona membagi-bagikan anak-anak itu selembar uang merah hingga uang yang ada di tangannya habis. Bukan hanya anak-anak saja yang menerima, orangtua pun mendapatkannya. Senyum mengembang terlihat di wajah Yoona ketika melihat orang-orang itu senang.
Mobil pun melaju kembali ketika lampu sudah hijau. Yoona melambaikan tangannya pada anak-anak itu sebelum menutup kembali kaca mobilnya.
"Papa senang, hatimu masih sama sayang," ucap Handoko tersenyum menatap Yoona
Yoona tersenyum menanggapi ucapan papanya.
"Maafin Yoona ya pah, kalau tidak mengingat kalian," ucap Yoona lirih
"Gpp sayang, pelan-pelan saja ya, jangan menjadikan ini beban buatmu dengan memaksakan untuk mengingat kembali," ucap Handoko tersenyum lirih.
Bohong jika Handoko tidak merasa sakit dan sedih ketika Yoona tidak mengingat dirinya. Namun, Handoko tidak ingin memaksakan Putri tercintanya itu untuk mengingat semuanya yang mengakibatkan resiko yang lebih fatal pada ingatan Yoona.
Tanpa terasa mobil sudah sampai di kediaman Handoko. Security yang berjaga di pos, segera membukakan pintu gerbang, ketika melihat majikannya tiba.
"Pagi tuan, nona," sapa penjaga
"Pagi pak" jawab Yoona ramah
Mobil melaju masuk hingga di depan garasi mobil.
Yoona, Handoko dan Hansel turun dari mobil. Pembantu membawa barang-barang Yoona yang ada di bagasi mobil ke dalam rumah.
Yoona melangkahkan kakinya hendak masuk ke dalam rumah, baru saja sampai di depan pintu. Dirinya terkejut ketika melihat Rere dan Chris menyambutnya dengan hiasan yang menggantung di ruang tamu dengan ucapan "Selamat datang kembali Yoona"
Berembun sudah mata Yoona, melihat betapa beruntungnya ia di kelilingi oleh orang-orang yang tulus mencintai dan menyayanginya, sekalipun Yoona tak mengingat mereka. Tetapi mereka dengan sabar membantu Yoona untuk mengingat kembali semuanya secara perlahan.
"Akhirnya sepupu tercantik gue ini sudah kembali ke rumah tercinta," ucap Chris menyambut Yoona sambil memeluk tubuh rampingnya
"Makasih Chris," ucap Yoona membalas pelukan Chris
Tak mau kalah dengan Chris, Rere pun memeluk bestie nya itu
"Ya ampun Yoon, gue senang banget liat waktu dengar Lo pulang hari ini, berarti kita bisa jalan-jalan ke tempat-tempat yang biasa kita datangin, siapa tau Lo bisa ingat sedikit demi sedikit," ucap Rere senang memeluk erat tubuh Yoona
"Beneran ini? akh...gue seneng banget, semoga aja gue bisa secepatnya pulih ya dan mengingat kalian semua," ucap Yoona antusias
"Ya benar donk, gue nggak mau liat bestie gue yang cantik ini, lupa sama gue terlalu lama," ucap Rere menoel hidung mancung Yoona
"Akh..makasih," ucap Yoona kembali memeluk Rere
Hansel yang melihat hubungan baik di antara mereka, ikut merasa senang. Dirinya bisa hadir di tengah-tengah orang-orang yang begitu baik dan peduli terhadap keluarga dan sahabatnya.
Hansel merasa beruntung bisa kenal dan di jodohkan dengan wanita berhati malaikat seperti Yoona. Hansel menyesal pernah bersikap dingin terhadap Yoona, kini dirinya sendirilah takut kehilangan Yoona, bahkan bisa di katakan bahwa ia sudah mulai bucin terhadap Yoona.
"Aku pun tak rela melihatmu seperti ini, aku ingin kamu mengingatku dan mencintaiku sebelum kita menikah nanti. Aku akan selalu ada buatmu Beo ku," batin Hansel menatap Yoona yang masih memeluk Rere
"Sudah-sudah pelukannya, kita sarapan dulu yuk. Tadi Rere sudah masak makanan kesukaan Lo, Yoon," ucap Chris, membuat Yoona melepaskan pelukannya
"Ini serius Lo yang masak?"