
Hansel terlihat sedih, ia menghela nafas besar. Belum lama Yoona sadarkan diri, kini ia harus melihat pujaan hatinya itu terbaring tidak sadarkan diri.
"Om yang sabar ya, Hansel yakin Yoona wanita yang kuat, pasti bisa melewati ini semua," ucap Hansel merangkul pundak Handoko dari samping
Handoko mengangguk pelan menanggapi ucapan Hansel.
Chris dan Rere berdiri di samping ranjang Yoona berhadapan dengan Hansel dan Handoko.
Chris mengusap pelan punggung tangan Yoona, berharap Yoona segera sadar. Chris begitu rindu untuk bersenda gurau dengan sepupu cantiknya itu
"Yoon, cepat bangun donk. Gue mau ngajak lu ke tempat yang lu suka, kita liburan bareng lagi kaya dulu," ucap Chris lirih
Tak mau kalah dengan Chris, Rere pun mengatakan hal yang sama dengan Chris. Handoko yang melihat hal itu tersenyum, ia senang melihat putri tercintanya memiliki orang-orang yang tulus putrinya.
"Yoona, akhirnya kamu sadar juga," ucap Hansel senang ketika melihat Yoona baru saja membuka matanya
"Dimana aku?" ucap Yoona lemah, mencoba mengedarkan pandangannya
"Kamu ada di rumah sakit, kamu tadi pingsan sayang," jawab Handoko yang masih berdiri di samping Hansel
"Pingsan?" tanya Yoona coba mengingat
Handoko menjawab dengan anggukan kepala
"Lain kali jangan terlalu memaksakan diri untuk mengingat semuanya, aku nggak mau kamu sakit lagi," ucap Hansel khawatir
Yoona menatap Hansel, dilihatnya lelaki tampan itu begitu mengkhawatirkan keadaannya
"Iya, maaf ya sudah buat kamu khawatir," ucap Yoona tersenyum lirih
Tok...tok...tok...
"Sore Nona Yoona," sapa dokter yang tengah memeriksa kondisi Yoona
"Sore dok. oh iya dok, apakah aku sudah bisa pulang sekarang? aku nggak mau di rawat inap dok, aku bosan" rengek Yoona
Dokter tersenyum menanggapi, "kita periksa dulu ya nona, kalau memang hasil pemeriksaannya bagus, nona boleh pulang kok" ucap dokter menjelaskan
"Tapi dok, aku tuh gpp. Aku sudah sehat kok," jawab Yoona ngeyel
"Sudahlah sayang, benar kata dokter. Kita tunggu dulu hasil pemeriksaannya keluar. Semoga hasilnya bagus, jadi kamu bisa pulang sekarang," bujuk Handoko
"Tapi pa..," belum selesai Yoona berbicara, Hansel sudah memotong ucapan Yoona
"Ssttt..., udah nggak usah ngebantah, kamu harus nurut sama ucapan Om," potong Hansel, membuat Yoona tak bisa lagi berkutik.
Yoona terpaksa diam dan nurut dengan ucapan papanya yang di dukung penuh oleh Hansel.
Satu jam berlalu hasil pemeriksaan sudah keluar. Yoona senang karena sudah di perbolehkan pulang.
🌼🌼🌼🌼
Tiga bulan berlalu, kondisi Yoona semakin hari semakin membaik, ingatannya pun sedikit demi sedikit telah kembali berkat kesabaran Chris, Rere dan Hansel yang selalu berusaha untuk membantu Yoona mengingat semua tentang dirinya.
Hubungannya dengan Hansel pun semakin dekat, bahkan keduanya kini terlihat saling mencintai dan saling takut kehilangan satu sama lain. Melihat benih-benih cinta sudah tumbuh di hati Yoona dan Hansel membuat kedua orang tua mereka senang dan bahagia. Perjodohan yang telah di rencanakan akhirnya berhasil membuat dua sejoli itu saling mencintai.
Walaupun ingatan Yoona belum sepenuhnya pulih, Hansel meminta pada kedua orangtuanya untuk melamar Yoona menjadi istrinya. Ronald yang mendengar permintaan putranya itu sangat senang dan langsung menyetujui permintaan Hansel.
Chris dan Rere dengan senang hati membantu Hansel. Keduanya pun sangat sigap dalam memilih milih barang yang di minta untuk di jadikan seserahan pada saat lamaran lusa nanti. Melihat semua persiapan untuk lamaran sudah siap semua, Hansel tersenyum puas.
Tanpa terasa hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Rembulan kini sudah berganti dengan mentari. Sinar mentari sudah siap menyinari bumi dengan sinarnya cerah.
Di dalam kamar yang megah, sudah bersiap Hansel dengan handuk yang menggantung di lehernya hendak bersiap-siap mandi. Ia sudah tak sabar karena hari ini adalah hari spesial baginya untuk melamar sang pujaan hati yang hampir tiap malam hadir dalam mimpinya.
Didalam kamar mandi Hansel bersenandung kecil, menggambarkan bahwa dirinya kini sedang berbahagia.
Sementara di tempat Handoko, Yoona yang sebelumnya sudah di beritahu bahwa ia akan dilamar Hansel, segera bersiap-siap mandi. Setelah mandi, Yoona segera mengenakan kebaya modern berwarna Pink dengan bahu terbuka membentuk lekuk tubuhnya. Rere yang sengaja menginap di rumah Yoona, dengan sigap membantu bestie itu bermake-up natural.
Ya wajah cantik Yoona tanpa riasan makeup saja sudah cantik. Jadi Rere hanya memberikan riasan tipis saja pada wajah Yoona yang membuatnya semakin cantik.
"Tak salah memang jika banyak pria yang tergila-gila pada kecantikan yang dimiliki Yoona. Hanya lelaki bodoh seperti Dimas saja yang bodoh, karena sudah menyia-nyiakan Yoona hanya demi wanita selingkuhannya," batin Rere kagum melihat kecantikan yang terpancar pada wajah Yoona
"Taraaa...sudah selesai, gimana suka nggak sama makeup nya?" tanya Rere ketika selesai mendandani Yoona
Yoona membuka matanya dan melihat dirinya depan cermin, alisnya bertaut melihat sosok yang ada di dalam cermin itu
"Ini gue, Re?" tanya Yoona seakan tak percaya
Ya, selama Yoona mengalami amnesia, ia tak pernah dandan. Jadi, wajar jika Yoona pangling dengan wajahnya yang berubah semakin cantik dengan makeup natural yang di taburkan di wajahnya
"Ya iyalah, emang siapa lagi?" jawab Rere asal
"Ya ampun, gue suka banget Re. Bagus dan nggak norak!" puji Yoona
Seperti inilah penampakan Yoona
Selesai makeup, pintu kamar Yoona di ketuk oleh Chris
Tok...tok...tok...
"Yoon, Hansel dan keluarganya sudah datang," ucap Chris
"Iya Chris, ini gue juga udah selesai kok," jawab Yoona setelah membukakan pintu kamarnya
"Ya ampun, sepupu gue cantik banget sih. Pasti Hansel tambah kesemsem liat Lo begini cantiknya," puji Chris
"Aish apaan sih lo, lebay!" jawab Yoona terkekeh
Yoona segera berjalan menuruni tangga, tampak semua mata memandang kagum ke arah Yoona. Bahkan Hansel sampai tak berkedip melihat calon istrinya itu tampil cantik dari biasanya.
"Cantik banget!" ucap Hansel spontan
Semua yang hadir sontak tertawa melihat tingkah Hansel yang tak seperti biasanya memuji kecantikan Yoona di depan banyak orang.
Yoona yang sudah berada di tangga paling bawah, tersipu malu mendengar pujian yang di lontarkan Hansel padanya. Baru kali ini Yoona mendengar pujian dari mulut pria tampan itu, karena biasanya Hansel selalu bersikap sok cuek dan jaim di depan orang.
Yoona menghampiri kedua orang tua Hansel dan tak lupa mencium punggung tangan Ronald dan istrinya.
"Calon mantu idaman kita ya pah," ucap Mama nya Hansel tersenyum