Falling in LoVe With You!

Falling in LoVe With You!
Masih menyangkal



"Siap bos!" ucap anak buah Rocky, mereka pun pamit keluar dari ruangan Rocky.


Rocky mengambil ponselnya yang ada di saku celana dan mengirimkan lokasinya pada Hansel. Setelah mengirimkan lokasinya pada bos nya itu, Rocky duduk manis di mejanya sambil menunggu bos nya datang.


🌼🌼🌼🌼🌼


Hansel yang baru saja menerima mendapatkan alamat lokasi yang dikirim kan Rocky. Dengan hati-hati, Hansel berbicara dengan Chris dan Handoko bahwa dirinya ingin keluar sebentar.


"Maaf Om, Hansel mau ketemuan dengan seseorang sebentar, apakah Om dan Chris bisa menjaga Yoona sebentar? Hansel janji hanya pergi sebentar dan akan segera kembali" ucap Hansel


"Ya ampun nak Hansel, kenapa harus ijin segala. Yoona ini kan anak Om, sudah seharusnya Om yang menjaga nya. Jika nak Hansel ada keperluan, silahkan nak Hansel selesaikan dulu keperluan nak Hansel. Om tidak akan marah atau pun melarang nak Hansel. Justru Om yang merasa tak enak hati, sudah merepotkan nak Hansel," ucap Handoko ramah


"Akhh...aku nggak ngerasa di repotkan kok Om, justru aku senang bisa menjaga Yoona dan tau perkembangan kondisinya," ucap Hansel tersenyum lalu menoleh ke arah Chris.


"Chris, tolong titip Yoona ya. Kasih tau aku kalau ada apa-apa pada Yoona," tak lupa Hansel pun meminta Chris untuk menjaga Yoona


"Aish...tenang aja bro, gue pasti bakalan jagain sepupu gue. Lo silahkan urus saja dulu urusan lo itu, nggak usah khawatir soal Yoona. Gue sama Om pasti jagain Yoona," jawab Chris santai.


Hansel merasa tenang meninggalkan Yoona, ia segera pamit dan meninggalkan ruang ICU menuju parkiran mobil.


Tak sabar dirinya untuk memberi pelajaran pada Luna yang telah sengaja mencelakai Yoona hingga mengalami koma.


"Akan ku buat kamu menyesal seumur hidupmu karena berani mengusik kehidupanku dan Yoona!" gumam Hansel di dalam mobil. Hansel segera melajukan mobilnya menuju lokasi yang sudah di berikan oleh Rocky.


Tak ingin membuang waktu lama, Hansel melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Beruntung jalanan pada saat itu masih sepi, jadi memudahkan Hansel untuk mengendarai mobil nya dengan cepat sampai tujuan.


Tin...tin...tin..., Hansel membunyikan klakson mobilnya saat sudah berada di depan gerbang markas Rocky


Salah satu anak buah Rocky keluar dan membukakan gerbang untuk Hansel masuk


"Selamat sore bos," ucap anak buah Rocky memberi hormat pada saat Hansel membuka sedikit kaca mobilnya. Hansel hanya mengangguk menanggapi salamnya dan terus melajukan mobilnya sampai di depan garasi


Rocky keluar, menyambut Hansel di depan pintu.


"Sore bos," sapanya tersenyum senang


"Hmm...dimana wanita itu?" tanya Hansel tanpa basa-basi


"Wanita itu sudah saya amankan di gudang bawah bos, di temani banyak tikus dan kecoa disana," ucap Rocky


"Bagus, antar aku kesana!" pinta Hansel


"Baik bos, silahkan bos ikuti saya," ucap Rocky yang jalan lebih dulu, diikuti Hansel dari belakang.


Rocky menghentikan langkahnya, ketika sudah sampai di depan pintu gudang disana lah Luna di sekap. Pintu di buka, Rocky menyalakan lampu, sengaja ia mematikan lampu untuk membuat Luna semakin ketakutan.


Rocky mempersilahkan Hansel masuk terlebih dulu.


Hansel masuk ke dalam gudang yang pengap dan penuh debu, banyak tikus dan kecoa hilir mudik bahkan hinggap di tubuh dan rambut Luna. Hansel melihat wajah Luna sudah berantakan, mata sembab dan makeup nya pun sudah luntur tak karuan akibat menangis.


"Eum...eum...." teriak Luna minta tolong dengan mulut tersumpal lakban


Di cengkramnya kuat kedua pipi Luna sambil berbisik di telinga Luna, "Aku sudah peringatkan kamu untuk tidak mengganggu aku dan kehidupanku lagi! tapi sepertinya kupingmu tuli ya, kamu berani mengusik calon istriku, bahkan membuatnya koma hingga saat ini! apakah kamu sudah bosan hidup?" ucap Hansel geram


"Eum...Eum...," Luna menggeleng pelan dengan beruraian air mata


"Hentikan tangismu! itu tak akan membuatku merasa kasihan padamu, aku akan memberikanmu sesuatu yang tidak akan pernah kamu lupakan seumur hidupmu!" ucap Hansel menyeringai


Membulat mata Luna mendengar ucapan Hansel, selama menjadi kekasih Hansel, Luna tidak pernah melihat wajah seperti saat ini, begitu menakutkan.


"Eum...eum..." lagi-lagi Luna ingin bicara, namun terhalang dengan lakban yang masih menutupi mulutnya.


"Kenapa, kamu mau bicara?" tanya Hansel sinis


Luna menganggukkan kepalanya dengan cepat


"Sreeett.., aawhh" teriak Luna kesakitan karena lakban yang menutupi mulutnya di tarik paksa oleh Hansel


"Kenapa sakit? baru begitu saja kamu sudah teriak kesakitan? trus gimana dengan Yoona yang dengan sengaja kamu tabrak hingga tak sadar diri hah!!!" bentak Hansel emosi


"A-aku nggak tau apa yang kamu katakan Beb! aku nggak pernah nabrak Yoona, bukan aku pelakunya, Beb!" ucap Luna berbohong


"Ha....ha...ha..., Luna..., Luna..., kamu kira aku bodoh gitu, heum?" jawab Hansel dengan senyum smirk


"Beb, aku nggak mungkin mencelakai Yoona, walaupun aku sangat membencinya tapi aku tak akan berbuat sejahat itu, percayalah Beb," ucap Luna masih bertahan dengan kebohongannya


"Benarkah?" ucap Hansel tersenyum sinis dengan tangan di lipat di dada


Luna mengangguk cepat meyakinkan


"Oke, bagaimana kalau aku perlihatkan sesuatu padamu, apakah kamu akan tetap dengan kebohonganmu," ucap Hansel dengan tatapan tajamnya


"Rocky!" panggil Hansel tanpa menolehkan wajahnya


"Siap bos!" jawab Rocky cepat


"perlihatkan padanya bukti yang kita punya," ucap Hansel tegas


"Baik bos!" Rocky mendekati Luna, lalu mengambil ponselnya dari saku celana dan mencari-cari sesuatu pada menu video ponselnya


"Buka matamu lebar-lebar," ucap Rocky sebelum memperlihatkan bukti video yang di miliki nya


Rocky mulai memutar sebuah video yang di kirimkan oleh Devan padanya kemarin. Membulat mata Luna melihat video yang di tunjukan Rocky barusan. Susah payah Luna menelan saliva nya, tak bisa lagi Luna mengelak


"Mampus gue, kok bisa ada video itu sih! sial...sial...sial..., gimana gue bisa selebor begini sih, padahal waktu itu gue yakin banget nggak ada yang liat gue nabrak cewek sialan itu!" batin Luna


"Gimana masih berani menyangkal?" tanya Hansel sinis


"Beb, video itu nggak benar! itu video editan, pasti ada yang tidak suka denganku makanya coba memfitnah aku, tolong percaya sama aku Beb" ucap Luna masih menyangkal


"Sudah ada video pun, kamu masih berani mengelak? bahkan kamu bilang itu video editan! dasar wanita ular!! kamu kira aku tidak bisa membedakan mana video editan atau asli! sudahlah, aku malas berdebat denganmu! aku akan membalas apa yang telah kamu lakukan pada calon istri ku Yoona, sehingga kamu akan menyesal telah berurusan dengan ku," ucap Hansel dengan tatapan yang menakutkan