Falling in LoVe With You!

Falling in LoVe With You!
kedatangan Polisi



Hansel terlihat cemas, dokter yang memeriksa Yoona belum keluar dari ruangan. Hansel beranjang dari tempat duduknya dan melangkah ke depan pintu ruangan dimana Yoona tengah di periksa


"Kenapa lama sekali dokter itu keluar?" gumam Hansel yang mondar mandir di depan ruangan UGD


"Sabar bro, Lo duduk tenang dulu di sini. Liat Lo panik begitu, gue jadi ikutan panik juga ini!" ucap Chris berusaha tenang walaupun pikirannya juga sama kacau seperti Hansel.


"Gimana gue bisa tenang, tuh dokter lama banget di dalam periksa si Yoona," ucap Hansel yang tak sabar


"Perasaan tuh dokter belum lama masuknya dah," ceplos Rere


"Hush...!! Lo diam aja, mau lo di semprot dia" bisik Chris pelan, Rere dengan cepat menutup mulutnya


"Chris... bagaimana kondisi Yoona?" ucap Handoko panik. Handoko yang baru saja tiba di rumah sakit, langsung menghampiri Chris yang tengah duduk di depan ruang UGD


Christian menyambut kedatangan Handoko yang terlihat panik dan sedih. Chris memintanya untuk duduk terlebih dahulu di sampingnya.


"Om tenangin diri dulu, ya. Ini airnya di minum dulu Om, biar lebih tenang," Tak tega melihat paman kesayangannya panik, Chris memberikan air mineral pada papa Yoona agar pamannya itu


Handoko duduk di sebelah Chris dan meminum air yang di berikan oleh Chris. Handoko sedikit tenang dan ia mulai bertanya pada Chris, Hansel dan Rere


"Apa yang sebenarnya terjadi? kenapa Yoona bisa di tabrak mobil di parkiran kantor?" tanya Handoko penasaran


"Begini Om..." belum sempat menjelaskan, ucapan Hansel terhenti setelah mendengar dokter keluar dari ruang UGD dan memanggil


"Apakah ada yang keluarga dari ibu Yoona?" tanya dokter yang baru saja memeriksa Yoona


Handoko, Hansel, Chris dan Rere segera menghampiri dokter tersebut


"Saya papa nya dok," ucap Handoko


"Baik, dengan bapak siapa? tanya dokter ramah


"Saya Handoko, dok,"


"Baik pak Handoko, bisa ikut ke ruangan saya, ada yang ingin saya sampaikan pada bapak," ucap dokter yang bernama Reni


"Tentu dok," Handoko mengikuti dokter Reni dan mensejajarkan langkahnya di samping dokter muda itu


Sesampainya di ruangan dokter Reni, Handoko duduk dengan pikiran tak tenang. Handoko merasa ada hal yang serius yang di alami oleh putri tercintanya itu.


Dokter Reni duduk di kursinya, berhadapan dengan pak Handoko. Ia mulai menjelaskan yang di alami oleh Yoona, luka di kepalanya sangat serius dan harus segera di operasi karena kondisinya sudah sangat kritis.


"Apakah jika dilakukan operasi, anak saya bisa selamat kan dok dan bisa pulih kembali?" tanya Handoko bimbang


"Kita berdoa yang terbaik saja pak, kami tim dokter akan berusaha semaksimal mungkin. Karena penentunya hanya yang Maha Kuasa," ucap dokter Reni


"Baiklah dok, saya setuju anak saya untuk di operasi. Tolong lakukan yang terbaik untuk anak saya, dok. Hanya dia satu-satunya putri saya," ucap Handoko sedih


"Baik pak Handoko, kami akan segera mengoperasi Putri bapak. Kami akan berusaha yang terbaik untuk putri bapak. Tapi sebelumnya, mohon tanda tangani dokumen ini dulu ya pak, bahwa bapak menyetujui tindakan operasi yang akan kami lakukan," ucap dokter Reni menyerahkan berkas untuk di tandatangani Handoko. Tanpa berpikir lama Handoko menandatangani tersebut


Dokter Reni memberitahu Handoko untuk segera membayar biaya administrasi dan biaya operasi yang akan dilakukan.


Handoko keluar dari ruangan Dokter Reni dan bergegas ke ruang administrasi untuk melunasi biaya operasi dan biaya rumah sakit lainnya.


Yoona di pindahkan ke ruang operasi. Dokter Reni dan beberapa tim media membantu dokter Reni dalam melakukan operasi besar pada bagian kepala Yoona.


Di sisi lainnya...


Luna sedang dalam perjalanan pulang ke rumah orang tuanya di kota X yang di antar oleh pak Ujang.


Luna duduk santai di kursi belakang kemudi sambil memejamkan matanya. Luna tak menyadari jika di belakang mobilnya, diam-diam ada mobil yang membuntutinya sejak keluar dari apartemen, bahkan di tempat rental mobil dirinya terus di intai


Perjalanan yang cukup jauh, membuat Luna tertidur pulas.


Ting..Ting...


Sebuah pesan membangunkan Luna yang tengah tertidur


"Hoam" Luna menguap, ia mengucek matanya lalu menoleh ke samping jendela mobil memperhatikan jalan


"Kita sudah sampai mana pak Ujang," tanya Luna, tangannya mengambil ponsel yang ada di saku celananya


"Kita sudah sampai di perbatasan kota, Non," Jawab pak Ujang melirik ke arah kaca spion yang ada di depan kemudi


"Oh berarti sebentar lagi kita sampai ya," ucap Luna tak sabar ingin merebahkan tubuhnya di atas ranjang


"Iya non," jawab pak Ujang


Luna mulai fokus dengan ponselnya, ia melihat ada pesan masuk dari adiknya yang minta di belikan martabak telur


Luna pun menuruti keinginan adiknya itu. Luna meminta pak Ujang untuk singgah sebentar ke tempat langganan martabak telur yang biasa ia beli jika sedang pulang ke rumah orangtuanya.


Keesokan harinya...


Polisi yang sedang melakukan penyelidikan, mendatangi kantor rental mobil yang pernah di datangi Luna


Pak Agung selaku pemilik rental mobil sangat terkejut karena tempatnya di datangi oleh beberapa orang polisi


Beberapa polisi turun dari mobil dan masuk ke dalam ruko. Pak Agung segera menghampiri polisi tersebut


"Selamat siang pak, kami dari pihak kepolisian ingin bertemu dengan pemilik mobil X 3565 SS yang beralamat tempat ini," ucap polisi itu ramah namun tegas


"Siang pak, pemilik mobil itu milik saya pak, yang saya rental kan. Ada masalah apa ya pak?" tanya pak Agung bingung


Polisi itu memberikan penjelasan tentang kasus yang telah terjadi kemarin yang menimpa Yoona. Pihak kepolisian juga meminta bantuan Pak Agung untuk memberitahu siapa yang sudah merental mobil itu.


Pak Agung mempersilahkan polisi itu masuk ke ruang kerjanya, demi menjaga kenyamanan customer nya agar tidak berpikiran buruk terhadap usaha yang telah di rintis nya itu.


Pak Agung membuka berkas yang ada di laci mejanya satu persatu dan menemukan berkas mobil yang di minta polisi. Pak Agung membuka berkas tersebut di depan polisi, matanya membulat ketika membaca nama penyewa mobilnya itu adalah Luna.


Polisi meminta berkas tersebut dari pak Agung


"Apakah pak Agung mengenal dekat dengan wanita yang menyewa mobil itu?" tanya polisi tegas


"Tidak pak, wanita itu baru sekali merental mobil saya dan saya tidak tau menahu atas kasus yang telah dilakukannya itu pak," ucap Pak Agung yang tak ingin di anggap bekerjasama dengan Luna


Berdasarkan informasi yang di dapat dari pak Agung, kini polisi tersebut kembali ke kantor untuk menyiapkan bukti-bukti yang sudah di dapat dan menyiapkan surat penangkapan untuk Luna.