
Di perusahaan PT. MAC Jaya terlihat Rere seperti tidak semangat bekerja, hati wanita yang masih betah melajang itu terlihat sedih, memikirkan kondisi sahabatnya yang sampai saat ini belum sadar dari koma.
"Ya ampun Yoon, kenapa nasib lo seperti ini, masalah dengan Dimas saja belum selesai, sekarang timbul lagi masalah baru. Gue harap Lo cepet sembuh, gue udah kanget banget sama lo Yoon," gumam Rere tanpa terasa butiran bening itu lolos juga dari pelupuk matanya yang bulat
"Tuhkan gue jadi cengeng begini, cepat sadarnya Yoon, Hiks...hiks...hiks..." Ucap Rere mengelus bingkai foto kebersamaan keduanya, terdengar Isak tangis Rere yang semakin menjadi-jadi
Tanpa Rere sadari, dirinya saat ini telah menjadi pusat perhatian lelaki tampan yang menjadi idolanya. Chris yang di minta Handoko untuk bantu ngecek perusahaan, dengan senang hati membantu handle perusahaan Handoko sampai Yoona sembuh.
Chris datang ke kantor milik Papa Yoona, ia hendak menemui Rere tentang kondisi perusahaan. Ketika Chris sudah sampai di depan pintu ruangan Rere, pria tampan itu berkali-kali mengetuk pintu, namun Rere sepertinya tidak mendengar karena sedang menangisi sahabatnya itu.
Tak mendapat jawaban dari dalam ruangan, hanya isakan tangis yang di dengar pria oleh tampan itu. Chris masuk ke dalam ruangan Rere, dilihatnya gadis cantik itu sedang menangis sambil memegang bingkai foto
Melihat Rere yang begitu tulus menyayangi sepupunya itu, hati Chris meleleh. Chris kerap kali abai dan menghindari gadis cantik itu, tapi kini semua seakan terpatahkan. Chris merasa dirinya telah salah menilai Rere selama ini.
"Ternyata Lo beda, Re. Yoona benar, harusnya gue buka hati buat Lo. Ternyata Lo gadis yang begitu tulus dan nggak neko-neko dan itu yang gue mau," batin Chris tersenyum melihat gadis cantik yang ada di hadapannya saat ini.
Ada niat jahil dalam diri Chris, ia ingin melihat Rere kembali tersenyum
"Ya ampun, udah gede masih cengeng," Ledek Chris mendekati Rere yang duduk membelakangi
Rere terdiam, ia seperti berpikir sesuatu, "Itu kaya suara kak Chris," gumamnya namun masih tetap posisi membelakangi Chris
"Iya ini gue, Chris," ucap Chris yang kini sudah berada di belakang Rere
Rere memutar bangkunya mengahadap ke depan, namun...
"Aaakkhhh...hantu!!!" teriak Chris menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya ketika melihat wajah Rere yang sudah amburadul karena makeup nya luntur akibat menangis
"Hah, hantu? mana hantunya kak?" tanya Rere yang lari mendekati Chris, Rere tak menyadari bahwa dirinya lah yang disebut Chris hantu
"I-itu..." tunjuk Chris membuka sedikit telapak tangannya, namun sialnya ketika di buka wajah Rere lah yang terlihat oleh Chris
"Akkkhh....hantu kampvret!!!" teriak Chris mendorong wajah Rere menjauh dari hadapannya, Chris berlari secepat kilat dari ruangan Rere. Tanpa rasa berdosa Chris kabur, meninggalkan Rere sendirian melongo. "Kok Kak Chris kabur sih, pas liat gue, emangnya ada yang salah sama muka gue?" batin Rere, merasa ada yang tidak beres. Rere mengambil kaca yang ada di tas kecilnya
"Astaga, muka gue kok amburadul begini. Pantesan Kak Chris bilang gue hantu, orang muka gue angker begini. Aaarrrggghh...malunya!!" teriak Rere mengacak-acak rambutnya hingga penampilannya semakin berantakan
Tak ingin penampilannya dilihat oleh karyawan lainnya, Rere segera berlari menuju toilet yang letaknya tak jauh dari ruangannya. Rere mencuci wajahnya di wastafel yang ada di depan kaca. Beberapa kali, terdengar Rere mengumpat dirinya yang begitu bodoh
"Huffhh...gue dandan cantik aja, Kak Chris nggak tertarik, apalagi sekarang setelah dia liat muka gue amburadul kaya tadi, makin ilfiel kayanya sama gue, Huaaa..!!" teriaknya kesal
Rere keluar dari toilet setelah ia selesai makeup. Gadis cantik itu mencari keberadaan Chris, ia penasaran, tumben-tumbenan Chris datang ke kantornya
Rere mendatangi ruangan Yoona, namun tak di dapati pria tampan itu disana. Rere mencari ke seluruh ruangan yang ada di lantai tersebut, namun hasilnya nihil. Rere tetap tak menemukan cowok idolanya itu.
"Duh, Kak Chris kemana ya? apa mungkin dia kembali ke rumah sakit?" batinnya penasaran.
"Halo Kak, lagi dimana?" tanya Rere
"Gue ada di parkiran mobil yang di basement," jawab Chris
"Oh pantes, gue cariin ke seluruh ruangan nggak ktemu," ucap Rere
"Ngapain lo nyariin gue, kangen?" ledek Chris sambil menghembuskan asap rokok dari hidungnya
Di tanya seperti itu, membuat wajah Rere merah merona bak buah Cherry. Beruntung Chris tak melihat wajahnya saat ini, kalau tidak, mungkin Chris akan meledek habis-habisan sahabat sepupunya itu.
Sama seperti Rere, hati Chris saat ini merasa tak karuan. Hati pria tampan itu seperti terkena setruman cinta, ia mulai membuka hatinya untuk mengenal lebih dekat lagi dengan gadis cantik itu.
Ketika Chris merasakan jatuh cinta, beda halnya dengan Luna...
🌼🌼🌼🌼
Mobil Luna yang baru saja memasuki gedung parkiran. Mata Luna membulat ketika melihat pria yang sangat di kenalnya ada di parkiran apartemen tempat ia tinggal.
Perasaannya mulai tak enak, "Mau apa bang Rocky dan Devan di parkiran apartemen ini, apa mereka sedang menunggu? apa Hansel tau, kalau aku yang menabrak Yoona? Apakah mereka di suruh Hansel untuk menangkap ku?" bergetar seketika tubuh Luna. Tau dirinya dalam bahaya jika sampai tertangkap oleh Rocky dan anak buahnya. Luna meminta Pak Ujang untuk berhenti sejenak, agar Luna bisa kabur dari kejaran Rocky dan anak buahnya serta Devan.
"Pak Ujang, stop disini dulu pak," pinta Luna
"Loh kok berhenti disini non," tanya Pak Ujang bingung
"Udah buruan, nggak usah banyak tanya!" ucap Luna sedikit kesal
"Baik non," Pak Ujang menuruti perintah Luna
Sebelum Luna keluar dari mobil, Luna memberitahu pada Pak Ujang, apa yang harus di katakan pada Rocky dan Devan jika mereka menanyakan keberadaan Luna. Setelah Pak Ujang mengerti dengan ucapan Luna. Luna segera bersembunyi di balik mobil-mobil yang parkir disana.
Pak Ujang melajukan kembali mobilnya ke depan hendak melewati Rocky dan Devan yang berdiri di depan mobil mereka masing-masing.
Melihat incarannya datang, Rocky dan anak buahnya menghentikan mobil yang di kendarai Pak Ujang
"Stop! buka pintunya! Brak...brak...brak" anak buah Rocky menggedor-gedor pintu dan kaca agar segera di buka
Ciut nyali Pak Ujang, ketika melihat anak buah Rocky bertindak kasar pada mobil majikannya.
"A-ada apa ini, kenapa kalian berhentikan mobilku?" tanya Pak Ujang takut
"Bos, perempuan itu nggak ada disini!" teriak anak buah Rocky yang memeriksa mobil Luna
Melotot mata Rocky menatap Pak Ujang, "Mana Bos mu Luna?