Falling in LoVe With You!

Falling in LoVe With You!
Salah paham



"Duh Yoon, udah waktunya makan siang nih. Kita makan diluar yuk," ajak Rere yang sudah ada di ruangan Yoona.


Yoona melihat jam yang melingkar di tangannya. Benar saja yang dikatakan bestie nya itu, sudah waktunya makan siang. Yoona menatap Rere yang duduk di depan mejanya dengan kedua tangannya menopang dagu.


"Mau makan apa bumil?" ledek Yoona tersenyum.


"Aku mau makan di restoran yang dekat hotel itu loh, Restoran terkenal. Kebetulan, kak Chris tadi bilang kalau dia ada meeting di sana. Aku mau kasih kejutan buat dia," ucap Rere senang.


"Lah bisa gitu..., ntar lo berdua suap-suapan, gue jadi penonton gitu!" ucap Yoona meledek Rere.


"Ye... ya nggak lah! Lo ajak aja Hansel makan bareng juga, jadi kita bisa double date gitu," ucap Rere memberi usul.


Yoona terdiam sejenak, seperti memikirkan sesuatu.


"Ayolah Yoon, tega banget sih lo kalau nolak. Ntar anak gue ngences gimana?" rengek Rere. Ya, entah sejak kapan Rere bersikap manja, bukan hanya pada Chris tapi juga pada Yoona, tak segan-segan Rere bermanja-manja.


Mendengar rengekan bestie nya, Yoona tak tega. Ia pun menyetujui permintaan bumil itu.


"Ya udah, tunggu bentar gue telpon Hansel ya," ucap Yoona tanpa menunggu persetujuan Rere, wanita cantik itu yang sudah meletakkan ponsel di telinganya.


"Halo sayang, kamu dimana?" tanya Yoona dengan nada manja.


"Ya, halo. Aku masih di kantor. Ada apa sayangnya aku?" ucap Hansel lembut.


"Ini loh, si bumil, ngajakin kita makan siang di restoran yang terkenal itu. Katanya mau sekalian kasih kejutan buat Chris disana," ucap Yoona melirik bestie nya tengah senyum-senyum mendengar pembicaraan nya dengan Hansel.


"Loh, memang nya Chris ulang tahun, makanya di kasih kejutan?" ledek Hansel.


"Aish...apaan sih kamu, garing tau nggak! maksudnya itu, Rere mau kasih kejutan ke Chris yang sedang meeting disana. Rere mau kita makan bareng, jadi double date gitu. Kalau kamu nggak mau, gpp. Aku ajak yang lain aja kalau gitu!" ucap Yoona ngambek.


"Eitss.., nggak boleh gitu! enak aja, calon istriku mau makan bareng cowok lain, aku bikin perkedel nanti tuh cowok!" ucap Hansel tak ikhlas jika Yoona di dekati cowok lain.


"Ya abis, kamu nyebelin! jadi mau nggak?" tanya Yoona ngancem.


"Ya udah kalau gitu, kamu sama Rere duluan aja ya. Nanti aku nyusul, kalau kerjaanku sudah selesai," ucap Hansel mengalah.


"Ya udah kalau gitu. Kamu jangan lama-lama ya mas," ucap Yoona kembali lembut.


"Iya sayang, muach," ucap Hansel mengakhiri telponnya.


Yoona dan Rere terlihat senang setelah berhasil membujuk Hansel untuk ikut makan siang bersama. Yoona membereskan mejanya, lalu berjalan keluar menggandeng tangan Rere menuju parkiran mobil.


"Duh, gue nggak sabar liat reaksi kak Chris, liat kita datang. Menurut lo, dia bakalan senang nggak ya?" tanya Rere girang.


"Ya pastinya donk!" Yoona melirik ke Rere yang senyum-senyum sendiri.


"Cie..., senyum-senyum terus nih, bumil" ledek Yoona.


Sepanjang perjalanan, Yoona dan Rere ngobrol-ngobrol tentang pasangan masing-masing. Kurang dari dua puluh menit mereka tiba di restoran. Yoona memarkirkan mobilnya tak jauh dari mobil Chris. Membulat mata Rere melihat sosok yang di cintanya di peluk oleh wanita yang tak di kenalnya.


Yoona yang telah memarkirkan mobilnya dengan sempurna. "Ayo Re, kita keluar buruan kasih kejutan ke Chris," ucap Yoona yang tak melihat ke arah Rere yang sedang menangis.


Tak mendapat respon dari Rere, Yoona menoleh ke arah Rere yang tengah menangis menatap lurus ke depan.


"Hei..., lo kenapa nangis?" Rere diam tak menanggapi, tatapan terus lurus ke depan. Yoona yang bingung dengan sikap Rere. Ikut memandang ke arah yang di lihat Rere.


"Hah..., apa-apaan ini! tuh cewek gatel ngapain coba meluk-meluk Chris begitu! ini nggak bisa di biarin!! lo nggak usah mikir yang nggak-nggak, Re. Percaya sama sepupu gue, dia nggak mungkin balikan sama mantannya yang tukang selingkuh itu! Lo diam di mobil aja, Re. Gue mesti kasih pelajaran tuh ulet bulu!" geram Yoona yang cepat membuka pintu mobilnya dan melangkah cepat hingga...


Ugghh...!!!


"Aw..., sakit!!!" teriak Vira yang di dorong kuat tubuhnya oleh Yoona.


"Rasain tuh, ulet bulu! ngapain lo masih gangguin sepupu gue hah!" ucap Yoona emosi, matanya melotot melihat Vira yang mencoba mengganggu sepupu tampannya.


"Yoona, lo kok ada disini?" tanya Chris kaget.


"Dasar lo ya, jadi laki kok lemah!! mau aja di peluk-peluk sama nih cewek gatel! lo nggak inget kalau dia udh khianatin lo, hah!" ucap Yoona emosi, melihat sepupunya yang tak tegas bertidak pada Vira.


"Ngomong apa sih, lo? lagian siapa juga yang mau di peluk-peluk dia! gue udah lepasin tangannya tadi, tapi di sosor lagi," ucap Chris mengatakan kejadian sebenarnya.


"Eleh, alasan aja lo! lo nggak tau kan kalau sebenarnya, Rere mau kasih kejutan sama lo dengan datang kesini biar bisa makan siang bareng lo. Tapi...,"


"Rere, mana dia?" tanya Chris memotong ucapan Yoona, ia tampak gusar. Lelaki tampan itu takut membuat kekasihnya salah paham dengan kejadian barusan.


"Tuh di mobil, lagi nangis liat lo begitu sama si ulet bulu ini!" ucap Yoona melirik sinis ke arah Vira.


Melihat Chris pergi meninggalkan nya, Vira berusaha bangkit berdiri dan mengejar Chris. Vira tak ingin Chris pergi darinya. Namun langkahnya terhenti ketika Yoona menarik kuat tangan Vira.


"Mau kemana lo, hah!!" ucap Yoona sinis


"Lepasin, cewek gila! gue mau samperin Chris! gue mau balikan sama dia!" ucap Vira lantang. Dirinya tak ragu untuk mengatakan keinginannya.


"Apa lo bilang gue cewek gila?"


Plak...


"Yang pantas di sebut cewek gila itu, lo bukan gue! udah selingkuhin sepupu gue, sekarang seenaknya minta balikan saat tau dia mau nikah. Mendingan lo buru-buru pergi dari sini sebelum gue panggil petugas keamanan buat seret lo pergi!" ancam Yoona dengan mata melotot.


Chris melangkah cepat menuju mobil Yoona. Di bukanya pintu mobil samping kemudi.


"Sayang..." ucap Chris memeluk erat tubuh wanita tercintanya yang tengah menangis terisak. "Maafin aku, ya. Ini cuma salah paham, ini nggak seperti apa yang kamu lihat kok. Aku nggak mungkin khianatin kamu," ucap Chris lembut di telinga Rere.


Rere tak menjawab, ia semakin menangis bahagia. Ternyata ia salah paham, Rere merasa malu karena sempat meragukan cinta Chris padanya. Chris semakin bingung, melihat Rere yang tak berhenti menangis.


"Sayang.., kamu jangan nangis lagi. percaya sama aku, nggak akan mungkin aku bisa mengkhianati kamu," ucap Chris lembut. Tangannya menghapus sisa air mata yang menempel di pipi chubby nya. Cup


Tanpa aba-aba Chris mengecup pipi chubby Rere. Mendapat serangan yang tiba-tiba membuat pipi Rere seketika merah merona.