Falling in LoVe With You!

Falling in LoVe With You!
Kondisi masih sama



"Sudahlah Kak, jangan godain gue terus," ucap Rere malu-malu


"Ha...ha...ha...siapa yang godain? Ge-Er ih!" Chris menoel hidung mancung Rere dan tertawa renyah


"Aish...demi apa ini Kak Chris noel hidung gue, biasanya dia jaim banget. Apa dia mulai buka hati buat gue?" batin Rere senang


"Oi...udah belum? ayo buruan, kita kan harus ke rumah sakit jenguk Yoona," ucap Chris membuyarkan lamunan Rere


"Akh...iya Kak, sudah selesai kok. Yuk kita berangkat," ucap Rere gelagapan karena ketauan melamun


Rere dan Chris pun keluar dari ruangan bersamaan, membuat beberapa pasang mata memperhatikan dua sejoli tersebut


"Cie...kayanya ada yang udah jadian nieh," ledek satu karyawan


"Ish...apaan sih, kita belum jadian kok," ucap Rere menyanggah


"Belum, berarti akan kan?" Ledek karyawan lainnya


"Hush...kalian ini, gosip aja!" tegur Chris dingin.


Bukannya takut, karyawan tersebut cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Chris dan Rere sudah keluar kantor menuju parkiran mobil. Tanpa di duga Chris membukakan pintu mobilnya untuk Rere. Merona merah wajah gadis cantik itu, di perlakukan manis oleh lelaki pujaannya. Rere masuk ke dalam mobil dan Chris menutup pintu mobil lalu memutar, masuk ke sisi sebelahnya.


Chris menyalakan mobilnya terlebih dahulu sebelum melajukan mobilnya. Dilihatnya Rere kesulitan memasang sabuk pengaman, Chris pun membantu memasangkan sabuk pengaman untuk Rere.


Jantung Rere berdegup kencang ketika tubuh Chris begitu dekat dengan tubuhnya. Bahkan tanpa sengaja mata mereka saling bertemu, Rere begitu gugup ketika Chris mendekatkan wajahnya, wajah Rere semakin memerah, mendadak tremor.


Melihat Rere yang sudah keringat dingin, membuat pria tampan itu semakin gemas dengan Rere. Chris mulai merasa nyaman dengan Rere, bahkan ia kerap kali sengaja menjahili Rere.


"Muka Lo kenapa tegang gitu, kaya kanebo kering? Lo pasti mikir gue mau nyium Lo ya?" Ledek Chris


Di ledek seperti itu, membuat Rere seakan ingin melompat keluar dari mobil.


"Duh nih otak, mikir apa sih gue barusan!!Dasar bodoh...bodoh....bodoh...banget sih lo, Re! mana mungkin Kak Chris nyium gue, balas perasaan Lo aja kagak! jangan berharap lebih, Re!" batin Rere menggerutu sambil memukul pelan keningnya


Namun, dengan cepat Chris menangkap tangan Rere yang sedang memukul keningnya itu


"Heii...kenapa memukul kening Lo sendiri?" tatap Chris gemas, berhasil ngejahilin Rere


"Akh..gpp kok Kak, ya sudah ayo berangkat Kak," ucap Rere mengalihkan perhatian Chris dan melepaskan tangannya dari genggaman Chris.


Chris segera melajukan mobilnya, membelah jalanan ibukota yang sudah terlihat ramai dipadati dengan kendaraan berkenalpot itu.


Sinar mentari yang sudah bersembunyi di balik awan,berganti dengan sinar rembulan dan bintang-bintang kecil yang bertaburan menghiasi langit senja, menemani mereka yang masih dalam perjalanan pulang, setelah seharian beraktivitas


Dokter yang menangani kondisi Yoona menggeleng pelan, lalu membuang nafasnya.


"Belum ada perkembangan tuan Hansel," jawab dokter itu lirih


Raut wajah tampan itu terlihat murung, melihat wanita yang berhasil memikat hatinya itu masih belum ada perkembangan pada kondisinya.


"Berapa lama dok, kira-kira ia seperti ini? apakah tidak ada cara untuk membuatnya sadar lebih cepat?" tanya Hansel sedih, ia menggenggam erat tangan Yoona


"Untuk hal itu, kita serahkan semuanya pada yang Maha Kuasa, semoga nona Yoona bisa segera sadarkan diri. Saya sarankan, sering-seringlah ajak nona muda bicara, walaupun kondisinya koma, ia masih mendengar dalam alam bawah sadarnya," ucap sang dokter memberi saran.


"Benarkah itu, dokter? dokter tidak bohong kan?" ucap Hansel senang ketika mendengar penjelasan dari dokter tersebut. Ada secercah harapan baginya bisa melihat Yoona sadar lebih cepat.


"Benar tuan muda, kalau begitu saya pamit keluar dulu, ada pasien lain yang harus saya tangani," ucap dokter ramah, di tanggapi anggukan oleh Hansel


Hansel duduk di kursi kecil samping ranjang Yoona. "Beo, cepat bangun ya. Kamu memangnya nggak capek tidur terus? aku kangen banget liat kamu tersenyum, cantik dan bikin aku semakin dag dig dug. Kamu orang pertama yang buat aku "Falling in LoVe With You". Tolong jangan tinggalin aku ya," ucap Hansel dengan suara serak menahan butiran bening yang mulai mengembangkan di pelupuk matanya agar tidak jatuh.


Tok...tok...tok...Hansel menoleh ke pintu melihat siapa yang datang. Chris dan Rere membuka pintu, menghampiri Hansel dan Yoona.


"Gimana kondisi Yoona, Hans? apakah sudah ada perkembangan dengan kondisinya?" tanya Chris, berdiri mendekat di samping ranjang.


Hansel menggeleng lemah, Chris membuang nafas besar, paham dengan kesedihan yang di rasakan Hansel, sama sepertinya Chris pun merasakan kesedihan yang cukup besar melihat kondisi sepupu cantiknya itu masih dengan kondisi koma.


"Apakah sudah ada kabar dari polisi? apakah sudah tertangkap orang yang menabrak Yoona?" tanya Chris geram.


"Belum, tapi aku yakin sebentar lagi pasti tertangkap!" jawab Hansel tenang


******


"Gue yakin, Luna pasti kembali lagi ke apartemennya. Gue harus pantau dia lagi malam ini," ucap Devan sambil menyeruput secangkir kopi yang baru saja di seduhnya.


Pikirannya terus tak tenang karena Devan terus menerus di ancam oleh Rocky, anak buah Hansel karena telah menerima uang dari Rocky atas informasi yang di berikan nya, namun tidak sesuai.


Devan yang termenung di balkon, memandangi langit malam yang terlihat begitu indah, di terangi dengan sinar rembulan dan bertaburan cahaya bintang. Tapi sayang sinarnya tak mampu menyinari hati Devan yang kelam.


Sejak di campak kan Luna, Devan tak terima jika dirinya di putuskan begitu saja di depan banyak orang. Harga dirinya seakan di injak-injak oleh wanita yang selama ini selalu di belanya. Devan bertekad untuk membalas rasa sakit hatinya dengan membuat Luna tersiksa, hidupnya tak tenang karena sudah jadi target Polisi dan anak buah Hansel


"Lebih baik sekarang gue cari tuh cewek ular, supaya dia bisa merasakan kehidupannya yang sebentar lagi akan hancur," gumam Devan segera pergi masuk ke dalam kamar dan mengganti bajunya. Setelah selesai ganti baju, Devan secepatnya mengambil kunci dari atas nakas lalu berlalu keluar unit apartemen nya menuju parkiran mobil.


Devan masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia tak mau sampai kehilangan jejak lagi. Devan tak mau terus menerus di ancam oleh Rocky karena di anggap memberikan informasi yang salah waktu itu.


Mobil pun melaju menembus jalanan ibukota. Malam yang telah larut, membuat jalanan tampak sepi, hingga memudahkan Devan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Hanya memakan waktu 15 menit saja, ia sudah sampai di parkiran apartemen tempat tinggal Luna.


Devan memarkirkan mobilnya agak jauh dari tempat biasa ia parkir mobil, namun tetap bisa memantau mobil Luna.