Falling in LoVe With You!

Falling in LoVe With You!
Yoona kembali merespon



Dokter, suster dan Hansel melangkah cepat menuju ruang ICU. Dokter menghentikan langkah Hansel untuk masuk ke dalam ruangan ICU.


"Mohon maaf tuan muda, sebaiknya anda menunggu di luar dulu, biar nona Yoona, kami periksa dulu," ucap dokter itu ramah


"Tapi dok, saya...," ucapan tak di lanjutkan ketika suster juga meminta Hansel tetap menunggu di luar ruangan


"Tolong tuan tunggu diluar, biarkan dokter memeriksa nona Yoona," cegah suster Rani hendak menutup pintu.


"Baiklah sus," ucap Hansel akhirnya mengalah


Suster Rani menutup pintu ruang ICU, dokter tengah memeriksa Yoona secara keseluruhan.


Hansel menunggu di depan ruang ICU, berjalan mondar-mandir dengan harap-harap cemas. Hansel menghentikan langkahnya, teringat bahwa ia belum mengabari tentang kondisi Yoona saat ini.


"Duh, hampir saja aku lupa untuk mengabari Om Handoko. Aku harus mengabari berita baik ini pada beliau," gumam Hansel, lalu mengambil ponselnya dari saku celana. Di ketiknya nama "Om Handoko" pada kolom pencarian di kontak ponselnya.


Setelah menemukan nomor yang di cari, Hansel segera menekan tombol memanggil pada layar ponsel.


"Tut...Tut...Tut..." terdengar panggilannya aktif namun belum di angkat oleh Handoko.


"Ayo Om, angkat telepon nya," gumam Hansel, masih menempelkan benda pipih itu dekat telinga nya.


Beberapa kali, Hansel mencoba menghubungi. Akhirnya, Handoko menerima panggilan telepon nya.


"Halo Om," sapa Hansel


"Ya halo, nak Hansel. Ada apa pagi-pagi menelpon Om, apakah ada perkembangan tentang kondisi Yoona?" tanya Handoko lemah


"Ini Om, aku mau ngasih kabar tentang kondisi Yoona, ada sedikit perkembangan Om. Yoona tadi sudah bisa merespon ucapan Hansel, Om," jawab Hansel semangat


"Be-benarkah itu? Putri kesayangan Om, sudah bisa merespon ucapan kamu, nak?" tanya Handoko dengan suara bergetar.


"Benar Om. Maaf Om, apakah Om sedang kurang sehat? kok sepertinya suara Om terdengar lemah," tanya Hansel yang mendadak cemas, ketika mendengar Handoko berbicara dengan nada sedikit lemah.


"Akhh...tidak kok, Om sehat saja, ini karena baru bangun tidur makanya terdengar lemah," ucap Handoko berbohong


"Oh seperti itu, aku kira..."


"Sudah, nak Hansel tak perlu khawatir kan Om. Om baik-baik saja kok. Sebentar lagi Om akan datang ke rumah sakit bersama Chris," potong Handoko, ia tak ingin membebani calon menantunya itu dengan mengkhawatirkan kondisi nya


"Baiklah Om, kalau begitu, aku tunggu ya Om," ucap Hansel mengakhiri pembicaraan. Hansel memasukkan ponselnya ke dalam saku celana, lalu melangkah mendekati pintu ruang ICU, Ia mengintip dari kaca yang ada di pintu.


Di lihatnya dokter masih memeriksa kondisi Yoona, Hansel menyandarkan tubuhnya di pintu. "Semoga saja, dia cepat sadar. Aku nggak bisa melihatnya terbaring terus seperti ini," harap Hansel


"Ceklek" pintu ruang ICU di buka, suster muncul dari balik pintu


"Tuan Hansel, silahkan masuk. Dokter ingin berbicara pada tuan," ucap suster mempersilahkan Hansel masuk


"Baik suster," ucap Hansel senang. Ia masuk ke dalam ruang ICU


Dokter tersenyum menanggapi, "Saya punya kabar baik buat tuan, kondisi nona Yoona mengalami sedikit peningkatan dari kondisi sebelumnya. Semoga ini adalah awal yang baik, untuk nona Yoona bisa cepat sadarkan diri. Saya berharap, tuan dan keluarga yang lain, sering-seringlah mengajak nona berbicara karena alam bawah sadarnya itu dapat mendengar apa yang kita katakan," ucap dokter senang


"Benarkah dok? jadi Yoona bisa segera pulih dan sadarkan diri?" tanya Hansel antusias, senyum mengembang terlihat jelas di bibirnya.


Dokter menanggapi dengan anggukan dan senyum, "Kalau begitu, saya permisi dulu tuan, karena masih ada pasien lainnya yang harus saya periksa," ucap dokter pamit


"Baik dokter, terimakasih sebelumnya," ucap Hansel


Setelah dokter keluar dari ruangan ICU, Hansel mendekati Yoona dan menggenggam tangannya sambil membungkukkan sedikit badannya, ia berbisik di telinga Yoona.


"Beo, aku senang akhirnya kondisimu mengalami peningkatan, aku akan terus disini menjagamu. Cepatlah sadar, karena aku begitu rindu mendengar celotehan mu," ucap Hansel, membelai lembut rambut panjang wanita penakluk hatinya itu.


Tanpa di duga, Handoko datang bersama Chris masuk ke dalam ruang ICU. "Nak Hansel, gimana kondisi Yoona, apa yang di katakan dokter?" tanya Handoko tak sabar


"Apa benar yang dikatakan Om Handoko, kalau Yoona sudah merespon ucapan Lo?" Chris pun ikut bertanya


"Sabar, Om, Chris. Barusan dokter periksa kondisi Yoona dan dokter bilang kondisi sudah ada sedikit perkembangan," ucap Hansel


Mendengar kabar itu, tanpa terasa butiran bening jatuh di pelupuk mata Handoko. Hatinya begitu senang, kondisi putri kesayangannya mengalami kemajuan. Sama seperti orang tua pada umumnya, Handoko pun merasakan rindu berkumpul kembali bersama putri semata wayangnya itu.


"Syukurlah, kondisi Yoona ada peningkatan. Terimakasih ya nak Hansel, sudah membantu Om, menjaga Yoona," ucap Handoko dengan suara parau menahan isak tangis karena terharu


"Sama-sama Om. Om nggak perlu sungkan, lagi ini juga sudah menjadi tugasku menjaga calon istriku," ucap Hansel tersenyum


"Makasih banyak ya bro, gue seneng akhirnya Yoona bisa dapatkan pasangan yang tulus sayang dan cinta sama dia. Padahal kalau dipikir-pikir, Lo bisa aja ninggalin sepupu gue dan memutuskan perjodohan kalian, pada saat kondisinya koma seperti ini. Tapi, justru Lo tetap bertahan dengan Yoona," Ucap Chris


"Sama-sama Chris," ucap Hansel tersenyum.


"Oh iya Om, aku hampir lupa memberitahukan kalian informasi penting dari dokter," ucap Hansel yang tiba-tiba teringat dengan saran yang di berikan oleh dokter


"Apa itu?" tanya Handoko dan Chris berbarengan


Hansel pun mengatakan apa yang di sarankan oleh dokter tadi pada Handoko dan Chris. Handoko dan Chris menyimak apa yang dikatakan Hansel dengan serius.


"Apakah benar yang kamu katakan itu nak?" tanya Handoko setelah selesai mendengarkan penjelasan Hansel


"Benar Om, itu yang di sarankan dokter padaku," ucap Hansel


Handoko mendekati Yoona dan berdiri di samping ranjangnya sambil membungkukkan badannya. Ia ingin melakukan apa yang di sarankan dokter, berharap Yoona bisa mendengar dan merespon ucapan papa tercintanya itu.


"Yoona sayang, ini papa datang. Maafin papa ya sayang, nggak bisa jagain kamu setiap hari disini. Papa kangen sama ocehan putri papa yang bawel ini. Papa ingin kita bisa kumpul bersama lagi. Papa harap kamu bisa dengar papa sayang," ucap Handoko terisak, butiran bening itu kembali lolos dari pelupuk matanya dan jatuh membasahi pipi Yoona.


Tanpa di duga, apa yang di harapkan terjadi. Yoona kembali memberi respon. Jari tangannya bergerak dan di saksikan oleh Hansel dan Chris yang berada di dekat Handoko.


Hansel dan Chris, mereka saling bertatapan melihat hal itu. "Om, Yo-yoona merespon ucapan Om,"