Falling in LoVe With You!

Falling in LoVe With You!
Mendapat Restu



Mendengar pertanyaan dari calon mama mertuanya, membuat Rere kesusahan menelan salivanya sendiri, seolah tercekat di tenggorokan. Rere memejamkan mata sejenak untuk menyakinkan dirinya siap menghadapi kedua orang tua Chris. Rere menarik nafasnya panjang, sebelum ia menjawab pertanyaan Vonny calon mama mertua.


"Iya tante, aku Rere," Jawab Rere tersenyum, tak lupa Rere mengulurkan tangannya mencium punggung tangan Vonny, Bayu dan Handoko dengan santun.


"Sekarang, sudah jalan berapa bulan kandungan kamu?" tanya Vonny menatap Rere.


Rere tertunduk, ia bingung harus menjawab apa, pasalnya gadis itu sama sekali belum periksakan kandungannya ke dokter.


"Kok diam?" tanya Vonny ketus.


Melihat situasi sedikit tegang, Chris mendekati sang mama.


"Mah, duduk dulu yuk biar enak ngobrolnya," ucap Chris merangkul sang mama dan mengajak Vonny melangkah menuju sofa yang ada di ruangannya.


Vonny mengikuti langkah Chris dan mereka semua duduk bersama di sofa.


Rere duduk di sebelah Chris. Rere terlihat gelisah, berulang kali Rere merem@s tangannya. Chris yang duduk disebelah Rere, meraih tangan Rere dan menggenggamnya, seolah mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.


Vonny yang melihat kedua sejoli itu hanya mampu menarik nafas panjang, kepala wanita yang di panggil mama oleh Chris itu menggeleng pelan.


"Sekarang katakan, apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Vonny, menatap Chris dan Rere bergantian.


Chris pun menceritakan kejadian sebenarnya di hadapan kedua orangtuanya dan Handoko. Cerita yang sama seperti yang sudah ia ceritakan sebelumnya pada Yoona.


"Maafin aku, tante. Maafkan kami yang tak bisa mengontrol diri waktu itu," ucap Rere tertunduk malu.


"Mah, kami memang salah sudah melakukan hubungan yang seharusnya dilakukan oleh suami istri. Tapi jujur, mah..., Chris mencintai Rere. Chris akan bertanggung jawab menikahi Rere. Chris harap papa dan Mama mau merestui kami menikah," ucap Chris memohon pada kedua orang tua nya.


Bayu menoleh ke arah Vonny, kedua orang tua itu saling pandang sejenak. Vonny memberi isyarat agar Bayu yang bicara pada anak bungsunya itu. Sebelum Bayu berbicara, Bayu menarik nafas panjang lalu menatap Chris.


"Chris, papa tidak pernah mengajarkan mu untuk jadi laki-laki pengecut dan melarikan diri saat ada masalah. Papa senang, jika kamu mau bertanggung jawab atas kesalahan yang sudah kamu buat. Papa dan Mama hanya bisa mendukung keputusan kalian. Mungkin sudah jalannya seperti ini, kalian berjodoh. Papa dan Mama berharap kalian bahagia," ucap Bayu bijak.


"Benarkah pah, mah? papa dan Mama merestui kami menikah?" tanya Chris girang. Ia tak menyangka jika kedua orang tua nya merestui niat baiknya untuk menikahi Rere.


Bayu dan Vonny mengangguk menanggapi. Sama seperti Chris, Rere pun merasa bahagia bahwa kedua orang tua Chris bersedia untuk merestui dirinya menikah dengan Chris. Senyum sumringah terlihat jelas di wajah cantik Rere.


Yoona dan Handoko yang menyaksikan momen tersebut, ikut merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan.


"Selamat ya bumil, akhirnya kalian akan segera menikah," ucap Yoona tulus memberikan selamat pada bestie nya itu.


"Makasih ya, Yoon. Ini semua berkat lo juga yang yakinin tante Vonny dan om Bayu," ucap Rere tersenyum memeluk bestie nya itu erat.


"Eh, lo juga harus bilang makasih sama bokap gue yang udah bantu yakin Tante Vonny dan om Bayu," ucap Yoona melepaskan pelukannya.


Rere mengangguk dan menghampiri Handoko yang tak lainnya pemilik Perusahaan tempat ia bekerja.


"Om, makasih ya udah bantu...,"


"Ssttt..., udah nggak perlu sungkan, Re. Om, setuju kok kalau kamu nikah dengan Chris walaupun caranya salah," ucap Handoko memotong ucapan Rere.


Ya, Handoko sudah menganggap Rere seperti anaknya sendiri. Rere yang sudah banyak membantu keluarganya saat di rundung masalah, membuat Handoko tak tega membiarkan Rere menghadapi masalahnya sendirian.


"Sekali lagi terimakasih om. Kalian begitu baik sama Rere," ucap Rere terisak.


Handoko mendekat dan merangkul tubuh Rere, seperti memeluk anaknya sendiri.


"Jangan nangis, Re. Kamu sudah om anggap seperti anak om sendiri. Jadi, sudah menjadi tugas om membantu kamu saat ada masalah," ucap Handoko tersenyum.


Pagi itu, terasa membahagiakan bagi Rere dan Chris. Akhirnya apa yang Rere takutkan tadi hilang tanpa jejak. Kini Rere bisa bernafas lega, akhirnya Restu sudah di dapat.


Vonny, Bayu dan Handoko sudah kembali pulang ke rumahnya masing-masing. Di dalam ruangannya, kini ada Chris, Rere dan Yoona sementara Hansel sedang dalam perjalanan menuju kantor Yoona.


"Kita harus ngerayain kebahagiaan kalian nih," ucap Yoona menatap pasangan sejoli itu.


"Oke siap, nanti siang kita makan di restoran paling mahal. Gue yang traktir deh," ucap Chris senang.


"Serius lo? lo yang traktir nih?" tanya Yoona ikut senang.


"Iya serius lah!" ucap Chris meyakinkan sepupu cantiknya itu.


"Asikk..., oke kalau begitu!" ucap Yoona senang dan tak lupa mengacungkan jempol tangannya.


Rere kembali ke ruangannya untuk menyelesaikan pekerjaan yang beberapa hari masih menumpuk di meja ruang kerjanya.


Sedangkan Chris, kembali mengajarkan Yoona untuk belajar memeriksa laporan keuangan perusahaan.


Hansel yang baru tiba di dalam ruangan kerja Yoona, terlihat senang melihat Yoona begitu semangat belajar dan tekadnya untuk kembali mengelola perusahaan miliknya.


Secara nggak langsung Hansel melihat kondisi kesehatan Yoona yang semakin hari semakin membaik.


Tanpa terasa waktu berputar begitu cepat, dimana sudah waktunya jam makan siang.


Krucuk...krucuk... krucuk...


Terdengar perut Rere berbunyi. Rere berhenti mengetik di laptop kerjanya dan menoleh ke arah perut dan mengelus nya pelan.


"Anak mama lapar ya," ucap Rere pelan pada perutnya. "Sebentar ya sayang, mama ajak papa untuk makan bareng kita ya," ucap Rere mengelus pelan perut nya seolah mengajak sang bayi berbicara.


Rere menyimpan terlebih dahulu data yang sudah di buatnya di laptop kerjanya. Setelah memastikan semua data nya tersimpan, Rere mematikan laptopnya dan melangkah pergi keluar ruangan menuju ruang kerja Yoona dan Chris.


"Hai semuanya, udah waktunya jam makan siang nih, kita makan yuk," ucap Rere pada penghuni ruangan Yoona.


Yoona melirik ke arah jam tangannya. "Ya ampun kamu benar, Re. Ayo kita makan siang dulu di restoran paling mahal di kota ini," ucap Yoona melirik ke arah sepupu tampannya.


Chris tersenyum mendengar Yoona menagih janji nya. Sedangkan Hansel terlihat bingung dengan ucapan Yoona, tak biasanya Yoona mau makan di restoran mahal. Bukan masalah harganya yang membuat Hansel bingung, karena makan di restoran mahal itu sudah pasti Yoona sanggup bayar. Yang membuat Hansel bingung, Yoona mau makan siang di restoran mahal yang jaraknya cukup jauh dari kantor.


"Kenapa kamu bingung ya sayang? sini aku bilangin..." Yoona berbisik di telinga Hansel, membuat Hansel mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Wah ternyata aku ketinggalan info ya," ucap Hansel tersenyum senang melirik ke arah Chris.