
Tanpa terasa hari berlalu begitu cepat, dimana sang surya telah bersembunyi di balik awan berganti dengan sang rembulan yang kini bertugas memerangi langit yang mulai gelap.
Banyak sebagian orang masih dalam perjalanan pulang ke rumahnya masing-masing, setelah lelah seharian beraktivitas di kantor.
"Kita pulang yuk, mas.." ajak Yoona menatap Hansel yang masih asik berbincang-bincang dengan sepupu tampannya.
Hansel menoleh dan menatap wajah cantik Yoona. "Kamu capek ya?" tanya Hansel mengusap pucuk kepala Yoona.
"Heum..," jawab Yoona singkat.
"Ya sudah yuk, kita pulang," ucap Hansel tersenyum.
Hansel menoleh ke arah Chris dan Rere hendak berpamitan.
"Kalian nggak pulang?" tanya Hansel pada Chris dan Rere.
"Iya gue juga mau pulang ini. Kamu mau pulang bareng nggak Re?" tanya Chris menatap wanita yang tengah mengandung buah hatinya.
"Kok masih bilang, Re? belajar donk lo bilang sayang!" protes Yoona pada sepupu tampannya itu.
Chris hanya cengengesan sambil menggaruk kepala belakangnya yang tak gatal.
"Gue belum biasa, Yoon. Lo tuh ya protes aja bisanya!" ucap Chris cengar-cengir
"Kalian hati-hati ya pulangnya, ingat jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya, Chris" ucap Yoona sebelum masuk ke dalam mobil Hansel.
"Iya, ibu ratu," ucap Chris membungkukkan badannya
"Ish...apaan sih lo lebay banget!" ucap Yoona tersenyum melihat kelakuan nyeleneh sepupu tampannya.
🌸🌸🌸🌸
"Kita makan dulu ya sayang," ucap Hansel menoleh sekilas kemudian fokus kembali menyetir.
"Mmm...kita makan di rumahku aja ya, mas. Aku lagi malas makan di luar," ucap Yoona lesu.
Mengernyit dahi Hansel, tak seperti biasanya Yoona menolak untuk makan diluar, biasanya dia lah yang paling semangat jika di di tawarkan makan diluar.
"Kamu kenapa sayang? kok kaya nggak semangat gitu," tanya Hansel tanpa menoleh karena fokus menyetir.
"Aku juga nggak tau, sayang. Badanku terasa lemas banget," ucap Yoona lemah
"Ya sudah kalau gitu, kamu tiduran aja dulu ya sayang. Kalau sudah sampai nanti aku bangunin," ucap Hansel tersenyum menatap sekilas ke arah Yoona.
Yoona mengangguk pelan, ia mulai memejamkan matanya dan dalam hitungan menit wanita cantik itu sudah pindah alam.
Baru saja beberapa menit Yoona terpejam, kini mobil Hansel telah terparkir sempurna di halaman rumah calon istrinya.
Hansel menatap ke samping, dimana Yoona masih terlelap di alam mimpinya. Dibelai lembut rambut Yoona, terlihat jelas bibir merah mungil yang begitu menggoda iman. Hansel mencoba menahan hasrat dalam dirinya, namun sayang pertahanan goyah.
Muach...
kecupan singkat dan manis berhasil mendarat di bibir Yoona.
"Aakkhhh..shitt!!! kenapa rasanya begitu manis," batin Hansel menatap lekat wanita yang masih terlelap.
Ingin rasanya Hansel mengulang kembali kecupan manis itu yang membuatnya candu. Hansel mengikis jarak diantara mereka, hampir saja bibir kedua bertemu.
Tok...tok...tok..
Terdengar kaca jendela mobilnya di ketuk dari luar. Hansel tersentak, seketika ia menoleh ke samping kaca tempat duduknya. Gelagapan, Hansel melihat Handoko sudah berdiri di samping pintu mobilnya, menunggu dirinya dan Yoona keluar dari mobil.
Melihat Yoona yang tak kunjung kembali dari dunia mimpinya, membuat Hansel tak tega untuk membangunkan calon istri cantik itu. Hansel membuka pintu mobil dan menutupnya kembali.
"Malam Om," sapa Hansel ramah dengan senyum hangat
"Iya Om, maaf tadi nggak langsung buru-buru masuk ke dalam rumah. Hansel nungguin Yoona bangun, Om. Habis, nggak tega kalau dibangunkan," ucap Hansel mencari alasan, kenapa ia tak kunjung turun dari mobil.
"Iya gpp kok nak Hansel," ucap Handoko tersenyum ramah.
"Biar aku angkat Yoona masuk ke dalam ya, om" ucap Hansel, kemudian membuka pintu mobil dan pria tampan itu tanpa ragu menggendong tubuh Yoona ala bridal masuk ke dalam rumah.
"Langsung bawa ke kamarnya saja, nak Hansel," titah Handoko.
"Baiklah Om," dengan gagah Hansel membawa tubuh mungil Yoona menaiki tangga.
Ceklek..
Hansel membuka pintu dengan siku tangannya dan menutup kembali pintu kamar menggunakan kakinya.
Dibaringkan nya tubuh Yoona di atas ranjang empuknya. Hansel duduk disisi ranjang menatap wajah Yoona dengan tatapan penuh cinta.
Hampir setengah jam, Hansel menunggu Yoona bangun dari tidur nya.
Hoaaam...
menggeliat tubuh Yoona di atas ranjang. Matanya yang terpejam kini perlahan mengedip-ngedipkan matanya dan melihat ke sekitar kamar, terlihat sosok pria tampan tengah duduk di sisi ranjang, tersenyum menatap dirinya.
"Loh mas, kok aku udah ada di dalam kamar?" pertanyaan konyol terlontar dari bibir Yoona
"Iya tadi kamu ngelindur, jalan dari dalam mobil langsung masuk ke kamar," ucap Hansel dengan senyum jahil.
Membulat mata Yoona ketika mendengar ucapan Hansel barusan.
"Nggak, itu nggak mungkin..., kamu pasti prank aku kan" ucap Yoona menggelengkan kepalanya, tak percaya dengan yang dikatakan Hansel.
Tak sanggup lagi menahan tawa, akhirnya Hansel tertawa terbahak-bahak melihat wajah Yoona yang terlihat begitu menggemaskan.
"Tuh kan kamu, ngeprank aku! jail banget sih kamu, mas!" ucap Yoona memukul pelan dada bidang Hansel, membuat pria itu semakin tertawa lepas.
"Dasar kamu, ya...Ugh...,Ugh..." sungut Yoona masih memukul pelan dada Hansel.
"Sudah..., sudah..., aku minta maaf ya," ucap Hansel menangkap kedua tangan Yoona
Hening sesaat, kedua insan yang sedang di mabuk cinta itu beradu pandang. Jantung Yoona berdebar kencang ketika Hansel mendekati dirinya dan mengikis jarak diantara mereka berdua.
"Kamu mau apa mas?" tanya Yoona gugup, ketika mendapati wajah Hansel yang semakin dekat dengan wajahnya
"Sssttt...aku mau..., muaach" membulat mata Yoona ketika kecupan singkat mendarat di bibirnya.
"Kamu..." protes Yoona, namun belum selesai berbicara kini Hansel kembali melayangkan kecupan di bibir manisnya.
Yoona berusaha berontak, ia mendorong pelan tubuh Hansel agar menjauh darinya, namun tangan Hansel dengan cepat merangkul pinggang ramping Yoona.
Hansel semakin memperdalam kecupan nya, membuat Yoona mulai menikmati setiap cumbuan yang disuguhkan lelaki tampan itu. Tersenyum batin Hansel melihat Yoona merespon cumbuan nya.
Sunyinya malam seakan mendukung keduanya untuk bisa lebih dekat lagi satu sama lain. Hasrat yang kini bergelora di dalam diri keduanya, seakan memaksa untuk bertindak lebih.
Tok...tok...tok...
Terdengar suara pintu kamarnya di ketuk. Yoona dan Hansel segera menghentikan aksinya dan menoleh ke arah sumber suara.
"Non Yoona, di suruh bapa makan, non," ucap sang asisten rumah tangga.
"Iya bi, sebentar aku turun," ucap Yoona menanggapi.
"Yuk kita turun, papa sudah nungguin kita makan malam bersama," ucap Yoona yang sibuk merapikan penampilan dirinya yang tengah berantakan karena ulah calon suami.