
"Ng-ngak usah Yoon, gue gpp kok. Gue cuma perlu istirahat aja, ntar juga badan enakan lagi" tolak Rere
"Nggak bisa, pokoknya Lo harus periksa dulu. Jangan anggap sepele loh!" ucap Yoona kekeh
Makin panik lah Rere dan Chris ketika mendengar ucapan Yoona yang tak ingin di bantah.
"Ya ampun Yoon, gue baik-baik aja kok. Gue cuma kecapean, karena akhir-akhir ini sering lembur jadi kurang istirahat," ucap Rere yang masih menolak di bawa ke rumah sakit
Mengernyit dahi Yoona melihat wajah bestie nya itu terlihat tegang, bukan hanya Rere saja tapi juga Chris.
"Baiklah kalau kamu nggak mau ke rumah sakit gpp," ucap Yoona sambil melirik Rere dan Chris yang terlihat bernafas lega
Melihat ada yang nggak beres, Yoona pun melanjutkan ucapannya yang sengaja tak tuntas karena ingin melihat ekspresi wajah bestie dan sepupu tampannya itu
"Kalau gitu dokternya aja yang aku panggil ke kantor," sambung Yoona, membuat Rere dan Chris kesusahan menemukan salivanya
"Ide bagus tuh sayang," ucap Hansel yang mendukung ide Yoona
Membulat mata Rere, baru saja dirinya bernafas lega, kini jantungnya di buat berpacu lebih cepat oleh ulah bestie nya itu.
Rere dan Chris saling beradu pandangan, saling bertanya lewat tatapan mata. Ke khawatir mereka akhirnya terjadi juga, bahkan lebih cepat dari yang mereka berdua prediksi kan. Tak mampu mengelak lagi, akhirnya mau tak mau Rere dan Chris pun pasrah dengan yang akan terjadi nanti.
Degub jantung Rere seakan berdetak semakin cepat, melihat Yoona dengan santai menghubungi dokter untuk datang ke kantor. Rere berpikir keras apa yang akan dilakukannya nanti, jika Yoona mengetahui kebohongannya.
Rere tak bisa membayangkan bagaimana reaksi Yoona begitu tau kenyataan yang tengah di alami Rere saat ini. Rasa cemas dan Khawatir campur jadi satu, Rere takut jika Yoona akan marah padanya bahkan mungkin akan meninggalkannya.
"Baiklah dok, saya tunggu secepatnya ya," ucap Yoona mengakhiri sambungan telepon nya.
Yoona melirik ke arah Rere yang termenung seperti memikirkan sesuatu
"Apa Rere ada masalah ya? tapi masalah apa, kenapa Rere nggak cerita padaku? Apakah karena ingatanku belum kembali sepenuhnya ya?" batin Yoona, begitu banyak pertanyaan yang memenuhi isi kepalanya saat ini
Sambil menunggu dokter yang di hubungi datang, Chris, Rere, Yoona dan Hansel berbincang-bincang sejenak seputar keuangan perusahaan yang mulai sedikit ada perkembangan dan Yoona pun mulai belajar kembali tentang mengelola keuangan perusahaan.
Krucuk...krucuk... krucuk...
Terdengar bunyi perut sudah berkumandang berasal dari Rere, semua mata otomatis menatap bersamaan ke arah sumber suara.
Rere hanya nyengir kuda membalas tatapan ketiga orang yang ada di hadapannya itu
"Maaf semuanya, ada intermezo sedikit," ucap Rere menahan malu
Yoona tersenyum menanggapi, ia melihat jam tangannya sudah menunjukan pukul 12 siang, tanpa terasa waktu makan siang pun tiba. Perut yang lapar sudah berdendang untuk segera di isi.
"Kita makan siang dulu yuk?" ucap Yoona menghentikan pembicaraan
"Yuk, kasian tuh Rere perutnya sudah berdendang," ledek Hansel
"Mau makan dimana?" tanya Chris
"Restoran Jepang yang dekat kantor aja, supaya kita makannya gak di buru-buru, karena dokter datang jam setengah dua," ucap Yoona memberi ide
Hansel melihat ke jam tangannya, masih ada waktu satu setengah jam untuk mereka makan siang dulu, sebelum dokter datang.
"Ya udah kalau gitu, kita jalan sekarang aja ya, biar nggak kelamaan nanti dokternya nungguin kita datang" ucap Hansel yang sudah beranjak dari tempat duduknya.
Yoona menanggapi dengan anggukan, sedangkan Rere dan Chris terlihat muram. Rasa lapar yang melanda seakan menguap berganti dengan rasa was-was.
Tapi, keduanya pun sudah tidak bisa menghindari yang akan terjadi nanti. Chris akan menghadapi masalah yang kini melanda dirinya dan Rere.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Di dalam Restoran Jepang, terlihat Rere merasa tidak nyaman. Ia kerap kali merasa mual dan pusing mencium aroma makanan yang ada di ruangan tersebut. Susah payah Rere mencoba menahan mual yang mengocok perutnya agar tidak menimbulkan kecurigaan pada Yoona dan Hansel.
"Beef teriyaki," ucap pelayan ramah sambil meletakkan pesanan di atas meja
"Iya mas," jawab Yoona yang duduk di sebelah Rere
"Ueekk," rasa mual tak bisa lagi di tahan Rere ketika mencium aroma makanan yang ada di atas meja
"Maaf semua, aku ke kamar mandi dulu," ucap Rere yang semakin mual. Rere beranjak cepat menuju kamar mandi
Melihat kondisi Rere yang tidak baik-baik saja, Yoona beniat untuk menyusul bestie nya ke kamar mandi.
"Mas, aku susul Rere ya," ucap Yoona pada Hansel
"Iya sayang," jawab Hansel tersenyum
Yoona beranjak dari tempat duduknya lalu pergi menyusul Rere di kamar mandi.
Hanya Hansel dan Chris yang berada di meja makan. Pelayan yang mengantarkan makanan sudah pergi, setelah memastikan semua pesanan sudah tersaji lengkap di atas meja.
"Sebenarnya ada apa antara lo dan Rere?" tanya Hansel menatap tajam ke arah Chris.
Membulat mata Chris ketika sebuah pertanyaan terlontar dari mulut Hansel.Terlihat jelas raut wajah Chris begitu cemas.
"Ng.. maksud Lo apa?" bukannya menjawab, Chris justru bertanya balik pada Hansel
"Lo pasti tau maksud gue," ucap Hansel dingin
"Gue nggak ngerti maksud Lo bro," ucap Chris berusaha santai
"Gue harap Lo bisa bertanggungjawab dan nggak lari dari masalah," ucap Hansel dengan senyum kecut
Sebenarnya Hansel sudah merasa curiga dengan gelagat Rere dan Chris yang tidak seperti biasanya. Namun, hatinya mendadak kesal ketika melihat Chris yang masih saja memilih diam dan tak terbuka pada Yoona dan dirinya.
Terdiam Chris mendengar ucapan Hansel, hatinya semakin merasa bersalah. Chris merasa seperti pria pecundang.
"Maaf Bu Yoona, sudah di tunggu dokter Dian di ruang tunggu Bu," ucap Rani ketika mendapati Yoona dan yang lainnya baru masuk kantor
"Iya Ran, makasih ya. Oh ya, tolong kamu antar dokter Dian ke ruangan saya saja ya," ucap Yoona terus melangkah masuk ke dalam ruangannya.
"Baik Bu," ucap Rani
Baru saja meletakkan bokongnya di atas sofa empuknya. terdengar pintu di ketuk dari luar
Tok...tok...tok....
"Masuk!" jawab Yoona
pintu di buka, muncul kepala Rani di balik pintu.
"Permisi Bu Yoona, dokter Dian nya..." belum selesai Rani berbicara sudah di potong oleh Yoona
"Iya Ran, suruh masuk aja dokter Dian nya," ucap Yoona
"Baik Bu, silahkan masuk dokter," ucap Rani
"Selamat siang semuanya," ucap dokter Dian ramah
"Siang dokter," jawab Yoona dan lainnya.
Dokter Dian masuk ke dalam ruangan yang di sambut baik oleh Yoona, Hansel, Chris dan Rere
"Silahkan duduk dokter," ucap Yoona
"Baik terimakasih Nona Yoona," jawab dokter Dian yang segera duduk di sofa
"Kalau boleh tau siapa yang sakit Nona?" tanya dokter Dian ramah
"Ini dok, Rere. Wajahnya terlihat pucat dan ia dari tadi mual-mual terus," ucap Yoona gamblang
Dokter Dian terlihat mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti. Sedangkan Rere, semakin pucat dan terlihat panik ketika dokter Dian hendak memeriksanya.
"Bu Rere, boleh saya periksa dulu"