
Brugh...
"Aduh..!!" berserakan berkas-berkas yang di pegang Rere ke lantai, akibat Chris yang terburu-buru keluar dari ruangan karena panik akan kondisi sepupu tersayangnya itu.
Chris menghentikan langkahnya, di lihatnya sua berkas-berkas itu berserakan keran ulahnya. Chris pun membantu Rere mengambil kertas yang berserakan dan memberikannya pada Rere untuk di masukkan kedalam map merah yang ada di tangan Rere.
"Maaf ya Re, gue nggak sengaja nabrak lo," ucap Chris dengan wajah cemas
Melihat wajah idolanya cemas, Rere memberanikan dirinya untuk bertanya pada Chris
"Gpp kok Kak, Kakak kok terlihat panik ada apa kak?"
"Yoona nggak sadarkan diri kata Om Handoko, Re!" ucap Chris setelah berkas-berkas itu sudah di masukkan kembali ke dalam map.
"A-apa!" membulat mata Rere mendengar sahabatnya itu tak sadarkan diri
"Gue pergi dulu ya Re," ucap Chris tanpa menunggu pertanyaan-pertanyaan yang saat ini sudah memenuhi isi kepala Rere.
Melihat Chris yang sudah pergi meninggalkan, dengan cepat Rere memanggil Chris
"Tunggu kak, gue ikut!" teriak Rere, Chris pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang
Dilihatnya Rere berlari kecil menyusul dirinya sambil memeluk map merah yang berisi berkas-berkas penting.
"Tapi Re," Chris menoleh ke arah map yang ada di dekapan Rere
Rere pun menoleh mengikuti ke arah yang di lihat Chris
"Oh ini? Ehm..., kakak tunggu sebentar ya," rere menghampiri meja salah satu staff dan memintanya untuk menaruh berkas itu di meja ruangan Chris.
Setelah menyerahkan berkas itu, Rere segera masuk kembali ke ruangannya untuk mengambil tasnya yang ada di atas meja
"Sudah kak, yuk," ucap Rere yang reflek menggandeng lengan Chris.
Melongo Chris dibuatnya, hingga Rere sadar bahwa dirinya tengah menggandeng lengan idolanya itu
"Ops.., maaf kak, nggak sengaja," ucap Rere menahan malu, memerah sudah wajahnya saat ini
"Ugh dasar bodoh, bisa-bisanya gue gandeng tangan kak Chris," batinnya menggerutu
Sedangkan Chris hanya tersenyum melihat wanita yang ada di hadapannya ini salah tingkah. Ingin rasanya Chris menggoda Rere, karena Rere sudah berhasil meluluhkan hatinya. Namun, di urungkan niat itu, karena saat ini prioritas utamanya ia harus segera sampai di rumah Yoona
"Iya gpp, ya sudah ayo kita berangkat," ucap Chris yang kini menggandeng tangan Rere untuk jalan sejajar dengannya.
Dag..dig...dug... Hati Rere melihat sikap Chris saat ini.
"Aakhh...sumpah demi apa ini, kak Chris gandeng gue," batin Rere senang bukan kepalang
Rere pun dengan senang mengikuti langkah Chris hingga menuju ke parkiran mobil. Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan dengan cepat Chris melajukan mobilnya meninggalkan perkantoran
Sang surya menyinari bumi dengan sinarnya yang terang benderang. Di tengah teriknya sinar matahari, terlihat dua insan yang berada di dalam mobil memperlihatkan wajah cemasnya pada orang yang mereka sayangi
Suasana hening sepanjang perjalanan, Rere bergelut dengan pikirannya, begitu juga dengan Chris.
"Kok bisa sih Yoona pingsan kak?" tanya Rere memecah keheningan diantara mereka berdua
Chris mengangkat kedua bahunya, lalu menoleh ke samping
"Entahlah Re, Om Handoko juga tidak tau kenapa Yoona bisa pingsan," ucap Chris kembali fokus menyetir
"Trus kakak sudah hubungi Hansel soal Yoona?" tanya Rere
"Astaga, gue lupa belum ngabarin si beruang kutub," ucap Chris sambil menepuk dahinya
"Ish, kakak bisa-bisanya lupa ngabarin Hansel. Asal kakak tau ya, orang yang kakak bilang beruang kutub itu sudah mencair hatinya," ucap Rere
"Masa sih?" tanya Chris dengan mengernyitkan dahinya
"Siapa bilang?" ucap Chris yang ternyata mendengar ucapan Rere
Rere menoleh ke arah Chris, "Hah, tadi kakak ngomong apa?" tanya Rere
"Udah nggak usah di bahas, buruan telpon Hansel, biar dia cepat datang juga," ucap Chris mengalihkan pembicaraan
"Akh...oh..Ok..."
Rere mengambil ponsel dari dalam tasnya, jarinya sibuk mengutak-atik ponselnya itu. Tak lama Rere meletakkan ponselnya di telinganya
"Di speaker aja Re," pinta Chris melirik sekilas
"Akh..iya kak," ucap Rere menurut
Rere pun mengaktifkan speaker ponselnya
Tut...Tut...Tut...
"Halo Re, ada apa?" sapa Hansel
"Halo Hans, Lagi dimana?" bukannya menjawab, Rere justru balik bertanya
"Aku lagi di puncak, ada apa Re" jawab Hansel
"Oh gitu, apa Lo masih lama disana? tanya Rere
"Akh.. kelamaan Lo nanyanya, deketin sini hp Lo," pinta Chris menoleh sebentar lalu fokus kembali menyetir
Rere cemberut ketika di protes oleh Chris. Rere pun menuruti perintah Chris, didekatkannya ponselnya ke arah Chris
"Hans, Lo bisa ke rumah Yoona sekarang nggak? Yoona pingsan," ucap Chris cepat, matanya tetap fokus pada jalan di depan
"Hah, serius?" tanya Hansel cemas
"Iya, ini gue sama Rere mau kesana bawa Yoona ke rumah sakit," ucap Chris
"Ya udah kalau gitu, aku segera kesana," ucap Hansel mengakhiri pembicaraan
Setelah mendapat kabar dari Chris, hati Hansel tak tenang. Hansel pun memutuskan untuk menemui Yoona.
Melihat wajah Hansel berubah cemas, Rocky yang berada di samping Hansel, mencoba bertanya pada bos tampannya itu
"Ada apa bos, sepertinya ada masalah?" tanya Rocky
"Ya! tolong kamu urus wanita ular ini. Besok dokter Rian akan memberikan obat, tolong kamu terima dan pastikan Luna meminumnya! Lalu beritahu aku jika ada perkembangan tentang dia," ucap Hansel pelan namun penuh penekanan.
"Beres bos! Bos tenang aja, Rocky akan urus semuanya!" ucap Rocky meyakinkan
Hansel bergegas pergi meninggalkan gudang itu. Mobil melaju dengan cepat membelah jalanan ibukota. Pikiran tak tenang menghampiri, tak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada wanita yang di cintai.
"Apa yang terjadi padamu Beo?" batinnya lirih
Sejam sudah Hansel akhirnya tiba di rumah sakit yang di infokan oleh Chris. Hansel memarkirkan mobilnya, lalu ia segera melangkah cepat menuju ruang UGD.
Hatinya sakit ketika melihat wanita yang di cintai terbaring tak sadarkan diri, terlihat selang infus menempel di tubuh Yoona.
Dengan langkah gontai Hansel mendekati Yoona dan berdiri di samping ranjangnya. Hansel menoleh ke samping kirinya menatap lirih calon mertuanya itu
"Apa yang terjadi dengan Yoona, Om?" tanya Hansel lirih
"Om juga nggak tau, nak Hansel. Tadi siang waktu Om datang ke kamar Yoona, ingin mengajaknya makan siang bersama, Om melihat Yoona sudah tidak sadarkan diri," Handoko menghela nafas lalu melanjutkan ucapannya.
"Om tadi melihat sebuah album terjatuh di bawah ranjang. Kemungkinan besar, kata dokter, Yoona mencoba untuk mengingat kembali tentang dirinya," ucap Handoko lirih