Falling in LoVe With You!

Falling in LoVe With You!
Obsesi



Brak..!!


Pintu toilet di dorong kuat oleh Vira. Vira mendengus kesal, rencananya untuk mendekati Chris gagal setelah di halangi oleh Yoona.


"Dasar cewek sialan! bisa-bisa nya dia ngerusak rencana gue. Kalau aja dia nggak datang, mungkin Chris sudah jatuh ke pelukan gue," ucap Vira geram. Vira menyalakan keran air yang ada di wastafel dan membasuh wajahnya yang terlihat berantakan, lalu mengambil tisu dari box yang menempel di dinding dekat kaca.


Tisu di remas membentuk bulatan setelah di pakai mengeringkan wajahnya, lalu membuangnya ke tempat sampah.


Petugas cleaning service yang sejak awal memperhatikan Vira menatap sinis ke arah Vira sambil mengepel lantai toilet.


"Dasar cewek stress, marah-marah nggak jelas begitu. Muka boleh lah cantik tapi kok kaya nggak laku aja sih?" batin si cleaning service.


Vira keluar dari toilet setelah meluapkan emosinya disana. Vira menghampiri sepupunya yang masih setia menunggunya datang.


"Lama banget sih lo! gimana berhasil nggak ngajakin si Chris balikan?" Tanya Rendra sepupu Vira.


"Udah deh, lu nggak usah tanya soal itu dulu! rencana gue berantakan semuanya!" ucap Vira kembali kesal menjawab pertanyaan Rendra.


"Maksud lo?" tanya Rendra tak mengerti.


"Udah nggak usah bahas sekarang! lebih baik kita pergi dari sini. Gue udah nggak mood!" ucap Vira kesal, meninggalkan Rendra yang diam terpaku mencerna ucapan Vira yang semakin menjauh pergi.


"Vir, tungguin gue!" teriak Rendra yang langsung mengikuti Vira dari belakang.


Sementara di tempat lain...


"Maaf ya sayang, kita makan disini aja ya," ucap Chris yang baru sampai di sebuah restoran dimsum.


Ya, Chris dan yang lainnya akhirnya memilih untuk pindah restoran dan pilihannya jatuh pada restoran dimsum yang jaraknya cukup jauh dari restoran sebelumnya. Demi untuk menghindari keributan dengan sang mantan pacar.


"Iya kak, gpp kok," ucap Rere tersenyum. Mereka pun melangkah masuk ke dalam restoran dan di sambut oleh pelayan restoran yang berjaga di depan pintu.


"Selamat siang dan selamat datang bapak an ibu di restoran dimsum kami," ucap pelayan restoran ramah.


Chris dan yang lainnya menganggukkan kepalanya pelan dan tersenyum menanggapi sambutan yang di berikan pelayanan restoran.


Saat masuk ke dalam restoran, mata mereka di sambut dengan keindahan dari desain mewah dan elegan. Restoran ini tak kalah mewahnya dari restoran sebelumnya.


Beginilah penampakan restoran yang mereka kunjungi.



Chris dan Rere duduk bersebelahan sedangkan Yoona masih menunggu Hansel yang masih dalam perjalan menuju restoran.


"Maaf ya sayang, sudah nunggu lama. Tadi, ada masalah sedikit di kantor," ucap Hansel merasa bersalah.


"Tenang aja mas, kita juga baru sampai kok. Ayo duduk sini, mas." ucap Yoona tersenyum lembut pada kekasih hatinya.


Hansel tersenyum menanggapi, lalu duduk di samping kekasih. "Kok baru sampai sayang, bukannya tadi kamu, bilang..."


"Iya, tadi kita udah jalan dan udah sampai di restoran sushi yang terkenal itu, tapi tadi ada insiden tak mengenakan, jadi kita memutuskan untuk pindah restoran," Yoona memotong ucapan Hansel.


Hansel mengernyitkan dahinya. "Insiden? insiden apa sayang? tanya Hansel penasaran.


"Chris, lo aja yang cerita kejadiannya," pinta Yoona, menatap ke arah Chris yang sedang asik melihat daftar menu makanan.


"Iya, lo kan yang tau kejadian sebenarnya. Ntar kalau gue yang cerita malah salah," ucap Yoona menaikan satu alisnya.


Pasrah sudah Chris, mendapat tatapan tajam dari Yoona.Chris pun menjelaskan kejadian yang terjadi sebenarnya dari awal hingga mereka memutuskan pindah restoran. Mendengar penjelasan Chris, Hansel mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.


Lima belas menit Chris dan yang lainnya menunggu, makanan yang di pesan pun datang.


Mereka semua menikmati hidangan yang sudah di letakkan di meja sambil ngobrol santai dan menikmati suasana romantis walaupun siang hari. Konsep restoran ini sepertinya sengaja di desain mewah dan elegan serta romantis cocok untuk pasangan yang sedang kasmaran dan cocok juga untuk keluarga.


🌸🌸🌸🌸🌸


Seminggu sudah berlalu...


Pagi yang cerah memancarkan cahaya yang begitu hangat menyinari bumi. Tampak Vira sedang duduk di sisi ranjang empuknya, menatap sebuah bingkai foto dirinya bersama dengan Chris. Diambilnya bingkai foto itu, lalu di dekatnya erat.


"Gue nggak akan lepasin lo begitu saja, Chris. gue akan rebut lo dari wanita sialan itu! apapun caranya akan gue lakuin, yang penting lo jadi milik gue!" ucap Vira dengan emosi menggebu.


Vira terdiam sejenak memikirkan rencana apa yang akan dia lakukan untuk memisahkan Chris dan Rere. Vira tak terima jika melihat Chris hidup bahagia dengan wanita lain, sedangkan dirinya tak merasakan kebahagiaan itu.


Vira yang dulunya berfikir bahwa dia akan hidup bahagia bersama dengan laki-laki yang membuatnya berpaling dari Chris, kini terpatahkan. Apa yang di pikirkan tidak sesuai ekspektasi. Bukan kebahagiaan yang di dapat tapi sakit hati yang di terimanya. Mungkin inilah karma instan yang Tuhan berikan padanya karena telah mengkhianati pria yang benar-benar tulus mencintainya.


Vira tersenyum menyeringai, ketika sebuah ide muncul di benaknya. Obsesi nya untuk memiliki Chris kembali begitu besar. Diambilnya ponsel dari atas nakas, jari tangannya sibuk mengetik sesuatu di ponselnya.


Tak lama, ponselnya berdering...


Tring..Tring...


"Halo Vir, lo serius mau lakuin itu?" tanya seorang cowok dari sebrang ponselnya.


"Ya, iyalah gue serius. Lo bisa kan bantu gue?" Vira balik bertanya.


"Ehm...gimana ya?" ucap cowok tersebut, seperti memikirkan sesuatu.


"Duh...please donk, Dev. Bantuin gue kali ini aja, gue bakal bayar lo mahal deh," bujuk Vira memelas.


"Ini bukan masalah bayaran, Vir. Tapi..."


"Tapi apa, Dev?" tanya Vira penasaran dengan ucapan Cowok itu yang tak dilanjutkan.


"Tuh cowok bukan orang sembarangan, Vir. Gue takut keseret masalah lo trus mereka bisa aja laporin ke polisi." ucap cowok tersebut yang tak lain adalah Devan mantan kekasih Luna.


"Ya ampun, lo tenang aja. Gue yang tanggung jawab. Gue pastikan lo nggak bakal keseret masalah ini deh," ucap Vira meyakinkan Devan.


"Duh, gimana ya.." ucap Devan masih ragu.


"Ayolah, Dev. Bantu gue sekali ini aja, please. Lo masa tega sama gue, kita kan udah dekat dari kecil," ucap Vira membujuk.


Berfikir sejenak Devan. "Ya udah, gue bantuin lo. Tapi ingat ya, kalau ada apa-apa, jangan bawa-bawa gue. Gue nggak mau kalau sampai mereka lapor polisi, trus gue ikut kena," Tegas Devan akhirnya menyetujui membantu Vira.


"Oke, Dev. Lo tenang aja, semua gue yang tanggung kalau ada masalah," ucap Vira senang lalu mengakhiri pembicaraan.


Vira tersenyum menyeringai. "Kita liat aja, Chris. Lo akan jadi milik gue lagi"