
"Hah, apa kak?" tanya Rere pura-pura tidak dengar
"Gue jemput Lo ya?"ucap Chris mengulangi pertanyaannya
"Nggak usah kak, gue takut ngerepotin kakak," tolak Rere
"Gue nggak ngerasa di repotkan kok, udah nggak usah ngebantah! Lo siap-siap aja, sebentar lagi gue kesana jemput Lo!" ucap Chris kemudian mematikan panggilan nya secara sepihak.
Rere segera merapikan meja kerjanya dan tak lupa ia kembali memoles makeup pada wajahnya agar terlihat cantik di depan sang pujaan hati.
"Akh...senangnya, Yoona sudah kembali sadar. Tak sabar rasanya aku untuk curhat padanya," gumam Rere sambil memoleskan lipstik di bibirnya
Selesai makeup, Rere keluar dari ruangannya dan memilih menunggu di depan meja resepsionis sambil memainkan ponselnya.
"Loh tumben Bu Rere belum pulang?" tanya Rina yang sedang berjaga di meja reception.
"Nunggu di jemput, kamu kenapa belum pulang?" Rere balik bertanya
"Nunggu hujan berhenti Bu, soalnya aku lupa bawa jas hujan," jawab Rina cengar-cengir
"Loh emang hujan ya?" tanya Rere yang tidak tau kalau di luar hujan begitu deras membasahi bumi
"Iya Bu, nih liat," jawab Rina membuka tirai jendela yang ada di samping kiri meja nya.
"Oh iya ya, hujan deras," ucap Rere yang mendadak khawatir dengan Chris yang tengah menjemputnya
Sepuluh menit berlalu, hujan tak kunjung reda. Rere berdiri di depan jendela samping meja Reception, memandang keluar, terlihat jalan raya yang di padati dengan kendaraan terguyur derasnya air hujan membuat lalu lintas macet karena banyak kendaraan bermotor memilih berteduh di pinggir jalan.
"Maaf ya lama menunggu," tersentak Rere saat seseorang menepuk pundaknya dari belakang.
Rere menoleh ke arah sumber suara yang tak lain adalah Chris.
"Kak Chris," ucap Rere tersenyum tipis melihat pujaan hati sudah berdiri di hadapannya.
Rasa canggung terlihat pada raut wajah si pemilik pipi Chubby itu.
"Maaf ya sudah nunggu lama, jalanan macet karena..," belum selesai Chris berbicara sudah di potong oleh Rere
"Hujan dan jalanan macet, kan kak!" sambung Rere tersenyum, Chris menganggukkan kepalanya
"Aku ngerti kok Kak, lagian aku seneng liat kakak sudah di sini," ucap Rere tersenyum memperlihatkan lesung pipinya.
Meleleh hati Chris melihat wanita di hadapannya saat ini begitu sabar dan berhati lembut persis seperti sepupu kesayangannya, Yoona.
"Makasih ya. Ya udah yuk kita berangkat sekarang," ucap Chris sambil mengacak-acak rambut Rere
"Iih kak Chris, berantakan nih rambut aku," ucap Rere cemberut, membuat Chris semakin gemas melihatnya.
"Ehem...!!" Rina berdehem melihat kedua bosnya bersikap romantis hingga bikin Rina ikutan baper
"Eh iya ada Rina, lupa gue," ucap Chris salting
"Lah, aku kan udah dari sini kali pak," ceplos Rina, Chris dan Rere beradu pandang dan keduanya tertawa
"Ha-ha-ha..., maaf Rin nggak kelihatan habisnya," ledek Chris dan Rere bersamaan
Mereka bertiga pun tertawa, membuat suasana ruangan yang tadinya hening seketika ramai oleh gelak tawa mereka bertiga.
"Kayanya hujannya sudah berhenti tuh, aku pulang duluan ya pak Chris, Bu Rere," ucap Rina pamit, ia segera mengambil tasnya yang di letakkan di atas nakas
"Ya udah kamu hati-hati ya bawa motornya jangan ngebut-ngebut, jalanan licin kalau habis hujan," ucap Rere mengingatkan
"Sip Bu bos," ucapnya sambil memberi hormat dan berlalu pergi
"Ya udah kita pergi sekarang yuk, kasihan Yoona pasti sudah menunggu di rumah sakit," ucap Chris
"Akhh iya yuk," Rere beranjak menuju meja reception dan mengambil tasnya yang diletakkan di atas nakas.
Chris dan Rere pun berjalan menuju parkiran mobil, keduanya segera masuk ke dalam mobil dan Chris dengan cepat melajukan mobilnya meninggalkan gedung kantor menuju rumah sakit tentunya.
Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Chris mulai mencari tau tentang kehidupan Rere. Chris ingin membuka hatinya untuk sosok wanita yang ada di sampingnya saat ini, ia mulai nyaman bersama dengan Rere, bahkan kerap kali merindukan wanita bertubuh semok itu.
Tanpa terasa mobil sudah memasuki area parkiran rumah sakit. Chris memarkirkan mobilnya tak jauh dari pintu menuju lift. Rere dan Chris turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam lift.
"Yoona..." panggil Rere ketika baru sampai dalam ruang ICU.
Yoona menoleh ke arah sumber suara, dahinya mengernyit mencoba mengingat sosok Rere. Ya pasca kecelakaan itu, membuat Yoona tak mengingat banyak.
"Maaf kamu siapa ya?" tanya Yoona ketika Rere sudah berada di sampingnya
Deg!
Lolos sudah butiran bening itu dari pelupuk mata Rere, ia tak menyangka jika sahabatnya itu tak mengingat dirinya. Rere menoleh ke arah Handoko mencoba mencari jawaban dari papanya Yoona, sebelum Rere menjawab pertanyaan Yoona.
Terlihat wajah Handoko sedih bahkan matanya berkaca-kaca.
"Ikut Om sebentar yuk, kita ngobrol diluar" ajak Handoko pada Chris dan Rere
Chris dan Rere pun setuju dan mengikuti Handoko dari belakang
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Yoona, Om?" tanya Rere lirih
"Iya Om, ada apa dengan Yoona?" Chris ikut bertanya, karena sewaktu Chris pergi menjemput Rere, Yoona sedang di periksa oleh dokter, jadi Chris tidak mengetahui kondisi Yoona
"Yoona mengalami amnesia, ia tidak mengingat siapapun termasuk dirinya sendiri. Yoona, mencoba mengingat-ingat siapa dirinya, namun membuatnya merasakan sakit kepalanya. Hansel mencoba mendekati Yoona dan membuatnya merasa nyaman terlebih dahulu. Dokter juga menyarankan agar kita tidak perlu memaksakan Yoona untuk mengingat semuanya, harus pelan-pelan," ucap Handoko berlinang air mata
"Astaga Yoona..," ucap Rere terisak, Rere tak menyangka nasib sahabatnya begitu miris
"Kalau begitu, aku bantu Yoona untuk mengingat semuanya kembali, Om. Rere nggak rela, kalau sampai Yoona lupain Rere," ucap Rere lirih
"Iya Re, kita semua akan berusaha membantu Yoona untuk mengingat kembali," ucap Chris merangkul pundak Rere dari belakang
"Terimakasih ya, Yoona beruntung punya kalian yang begitu tulus menyayanginya," ucap Handoko tersenyum lirih
"Ya sudah kalau begitu, kita masuk kembali ke dalam yuk," ajak Handoko
Mereka kembali masuk kedalam ruang ICU. Rere menghampiri Yoona dan memeluknya. Yoona yang tiba-tiba mendapat pelukan dari Rere menatap bingung ke arah Hansel. Hansel tersenyum dan menganggukkan kepalanya seolah memberi kode pada Yoona untuk membalas pelukan Rere.
"Gue janji akan selalu ada buat Lo, Yoon. Meskipun Lo nggak ingat sama gue. Gue akan bantu Lo ingat semuanya," ucap Rere terisak di pelukan Yoona