Falling in LoVe With You!

Falling in LoVe With You!
kembali ke kantor



Tring...tring....tring...


Terdengar bunyi alarm yang berasal dari ponsel Yoona. Memberi tanda jika sang mentari pagi sudah bertengger di langit biru, menyapa bumi dengan sinar nya yang begitu hangat. Banyak sebagian orang sudah mulai aktifitas paginya dengan olahraga atau memasak untuk sarapan mereka.


Tapi tidak dengan Yoona, di dalam kamar megahnya ia masih menikmati tidurnya diatas ranjang empuknya. Sekalipun jam alarm telah berteriak membangunkannya, Yoona memilih menutup kepalanya dengan bantal dan melanjutkan mimpi indahnya.


Sementara didepan halaman rumah Yoona, Hansel yang baru saja memarkirkan mobilnya di halaman rumah Yoona, turun dari mobilnya dan segera melangkah mendekati pintu rumah yang telah di buka ketika dirinya memarkirkan mobil.


Hansel di sambut ramah oleh Handoko di depan pintu, senyumnya mengembang ketika melihat calon menantunya datang.


Hansel membalas senyum calon mertua lelakinya dengan senyum termanisnya


"Pagi Om, Yoona nya ada?" sapa Hansel ramah ketika sudah berhadapan dengan Handoko. Tak lupa dengan santunnya Hansel mencium punggung tangan Handoko


"Ada kok nak Hansel, Yoona masih di dalam kamarnya. Nak Hansel langsung saja naik ke atas ya," ucap Handoko ramah


Handoko mempersilahkan Hansel masuk ke dalam rumah dan memintanya langsung kke kamar Yoona untuk membangunkan Putri cantiknya itu yang akhir-akhir ini suka sekali menghabiskan waktunya dengan tidur di kamarnya.


Hansel melangkahkan kakinya menuju lantai dua, ia menaiki tangga dengan langkah panjangnya. Hansel terus melangkah cepat ke kamar Yoona yang berada di sudut ruangan. Langkahnya terhenti ketika sampai di depan pintu kamar Yoona. Hansel mendekatkan telinganya ke pintu kamar Yoona, sebelum mengetuk pintu, ingin memastikan apakah calon istri tercinta nya itu sudah bangun atau masih tersesat di alam mimpi.


Tak terdengar suara dari dalam kamar, Hansel membuang nafas pelan setelah memastikan calon istrinya itu masih nyaman berada di alam lain, ya di alam mimpinya tentunya


Tok..tok...tok..


Tak ada terdengar respon dari dalam kamar. Hansel mengetuk kembali pintu kamar Yoona lebih kuat


Tok...tok...tok...


"Beo bangun!!!" teriak Hansel kuat


Yoona yang masih terlelap tidur, seketika melompat dengan b*kong mendarat lebih dahulu ke lantai


"Aduh, sakit..!!" teriaknya mengaduh kesakitan dengan mengusap-usap b*kongnya yang berdenyut nyeri


Yoona berdiri dengan memegang ranjang sebagai tumpuan. Yoona berjalan ke pintu kamarnya sambil memegang bokongnya yang masih nyeri


"Dasar beruang kutub, teriak kenceng banget udah kaya pakai TOA!" dumel Yoona sambil terus melangkah ke pintu kamarnya


Ceklek..


Pintu kamar di buka, terlihat sosok pria tampan itu memperlihatkan senyum mautnya.


"Astaga, masih sempat-sempatnya dia tunjukkan senyum mautnya itu setelah berhasil memaksaku kembali pindah ke alam nyata dan bokongku nyeri begini!" batin Yoona kesal namun hatinya meleot melihat senyum maut Hansel terbit di hadapannya.


"Ya ampun Beo tercintaku ini kok baru bangun sih" goda Hansel, tangannya mencubit pelan hidung mancung Yoona


"ish..apaan sih, aku masih ngantuk tau!" ucap Yoona manja. Yoona berbalik badan dan melangkah masuk ke dalam kamar dan di ikuti Hansel dari belakang


"Aish...kamu lupa ya, kalau hari ini kamu bilang mau masuk kantor?" ucap Hansel yang berjalan di belakang Yoona


Yoona menghentikan langkahnya, ia berbalik badan menghadap Hansel.


"Astaga aku lupa!" ucap Yoona nyengir dengan menepuk pelan jidatnya


"Aish... bisa-bisa nya kamu lupa, padahal baru tadi malam kamu bilang ke aku," ucap Hansel heran


"Yah, namanya lupa mau gimana donk? ya udah kalau gitu aku mandi dulu ya, kamu tunggu di ruang makan ya," ucap Yoona mendorong tubuh Hansel keluar dari dalam kamar


"Mau aku mandiin nggak?" tanya Hansel menggoda Yoona


"Ha...ha...ha.., ya sudah buruan mandinya GPL ya!" ucap Hansel tersenyum


Mengerut dahinya mendengar ucapan Hansel, "GPL, apaan tuh?" tanya Yoona tak mengerti


Hansel tersenyum ketika mendengar wanita cantik itu bertanya. "Gak Pakai Lama!" di singkat "GPL"!"


Setelah mendengar penjelasan Hansel, Yoona segera menutup pintu kamarnya dengan cepat. Hansel segera melangkah menuruni tangga dan menghampiri Handoko yang sedang duduk di ruang tamu.


"Gimana Yoona sudah bangun?" tanya Handoko


"Sudah Om, sekarang Yoona sedang mandi" jawab Hansel ramah


Handoko mengangguk pelan menanggapi ucapan Hansel


"Nak Hansel sudah sarapan? kita sarapan bareng ya" tanya Handoko


"Baik Om," jawab Hansel pasrah, sebenarnya ia sudah sarapan di rumah. Namun, ia tak enak jika menolak tawaran dari calon ayah mertuanya yang di kenal sangat baik


Banyak hal yang di bicarakan diantara Calon menantu dan mertua itu. Mulai dari pembicaraan yang ringan hingga ke yang serius. Keduanya terlihat begitu nyambung kala berbicara, hal itu lah yang membuat Handoko merasa nyaman dan cocok dengan pilihannya yang menjadikan Hansel sebagai menantunya.


Lima belas menit berlalu, yang di tunggu-tunggu pun akhirnya muncul. Yoona melangkahkan kakinya menuruni tangga ingin menemui ayah dan calon suaminya. Mata Hansel tak bisa berkedip melihat kecantikan Yoona kala ia menuruni tangga dengan balutan dress hitam pendek di padu dengan blezer pink dan rambut hitam panjangnya di curly



Yoona tersenyum manis menatap Handoko dan Hansel.


"Loh kamu cantik banget sayang, mau kemana?" tanya Handoko heran


"Aku mau kembali masuk ke kantor, bolehkan pah?" ucap Yoona tersenyum


"Tentu boleh donk sayang, papa senang kalau kamu mau kembali mengurus perusahaan. Tapi, ingat jangan terlalu memaksakan diri. Ingat kondisi kamu ya sayang," ucap Handoko senang namun sedikit ada rasa khawatir, mengingat kondisi Yoona yang belum sepenuhnya pulih ingatannya


"Siap papa sayang," ucap Yoona senang


"Ya sudah kalau begitu, kita sarapan dulu ya," ucap Handoko


Mereka pun akhirnya sarapan bersama sebelum Yoona dan Hansel berangkat ke kantor.


"Hati-hati ya Nak Hansel, bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut," ucap Handoko saat Yoona dan Hansel berpamitan hendak ke kantor


"Iya Om, tenang saja," ucap Hansel sembari mencium punggung tangan Handoko


"kami berangkat dulu ya pah," pamit Yoona yang juga mencium punggung tangan papanya.


"Iya sayang," titip Yoona ya nak Hansel, kabari Om kalau ada sesuatu," ucap Handoko pada Hansel


"Baik Om," jawab Hansel


Yoona dan Hansel masuk kedalam mobil, tanpa menunggu lama Hansel segera melajukan mobilnya meninggalkan kediaman calon mertua menuju kantor tentunya.


Mobil melaju membelah jalanan ibukota, jalan yang di padati kendaraan berkenalpot itu terlihat ramai dengan orang-orang yang hendak berangkat kerja untuk memulai aktivitas pagi mereka.


Dua puluh menit sudah akhirnya mobil Hansel memasuki parkiran mobil. Ketika Hansel sudah berhasil memarkirkan mobilnya dengan sempurna, Hansel dan Yoona keluar dari dalam mobil. Tangan Hansel merangkul pinggang Yoona dari belakang, mereka berjalan menuju lift.


"Kita buat kejutan buat Chris dan Rere, aku yakin mereka pasti terkejut melihatku,"