
Dalam perjalanan pulang Pak Ujang yang fokus menyetir, merasa suasana terasa sepi, Pak Ujang menoleh ke belakang sebentar, di lihatnya majikannya sudah terlelap dalam tidurnya, "Pantes sepi, lah si bos udah pindah alam," Gumamnya, kemudian Pak Ujang kembali fokus menyetir mobilnya.
Hari begitu cepat berlalu, sudah waktunya sang Surya kembali ke peradabannya dan berganti dengan sang rembulan yang akan menyinari gelapnya malam bersama bintang-bintang kecil yang akan menambah keindahan langit malam.
Perjalanan yang cukup jauh di tempuh, melewati jalan yang sepi, kanan dan kiri jurang seakan menuntut pak Ujang untuk tetap fokus dan waspada tentunya. Sedikit saja lengah, makanya sudah tentu nyawalah taruhannya.
"Hoammm" Pak Ujang mulai menguap, rasa kantuk mulai hinggap tanpa permisi, beberapa kali pak Ujang menguap dan mencoba mengucek matanya yang mulai lelah. Tak ingin terjadi sesuatu yang membahayakan keselamatan dirinya dan Luna sebagai majikannya. Pak Ujang mencoba menyalakan musik, berharap bisa mengusir sepi dan rasa kantuk itu lenyap.
Musik jedag jedug yang di pilih Pak Ujang dengan volume agak kuat, berhasil mengusir kabur rasa kantuk itu dalam dirinya.
"Nah lumayanlah, nih mata udah nggak ngantuk lagi," gumam Pak Ujang sambil mengangguk-angukan kepala mengikuti irama musik
"Akhh..berisik banget sih! ganggu orang lagi tidur saja," dumel Luna yang tersadar dari alam mimpi.
Luna mengucek kedua matanya, terdiam sejenak mengumpulkan nyawanya yang belum seratus persen sadar. Setelah sadar penuh, Luna menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya, Luna menoleh ke arah kiri kaca jendela samping ia duduk. Terlihat hari sudah gelap dan hanya di terangi oleh bintang-bintang saja, tak terlihat rembukan muncul menemani sang bintang, mungkin rembulan sedang bersembunyi di balik Awan.
"Ini sudah dimana pak?" tanya Luna, namun sialnya pak Ujang tak mendengar pertanyaan Luna, bahkan mungkin belum menyadari jika majikannya itu terbangun dari alam mimpi karena ulahnya.
Tak mendapat respon dari Pak Ujang, Luna membuka satu tangannya dan mencolek punggung Pak Ujang. Pak Ujang menoleh ke belakang sejenak, ke kembali fokus menyetir
"Ada apa Non?" tanya Pak Ujang nyengir, tangannya mengecilkan volume music yang terdengar cukup kencang
"Kita sudah sampai mana Pak Ujang?" tanya Luna mengulangi pertanyaannya
"Aku kurang tau juga, non. Sepertinya kita masih berada di puncak bukit pinus," jawab Pak Ujang yang melihat banyak pohon pinus
"Oh berarti masih beberapa jam lagi ya kita baru sampai. Trus, tadi kenapa nyalain musiknya kenceng banget pak. aku kan jadi kebangun!" protes Luna dengan bibir cemberut
"Maaf Non, tadi bapak tiba-tiba ngantuk, daripada nanti kita masuk jurang, makanya bapak nyalain musik kenceng biar nggak ngantuk, non," ucap Pak Ujang dengan melirik ke belakang dari kaca spion depan kemudi.
"Oh gitu pak, ya udah gpp kalau itu alasannya," ucap Luna.
"Biar Pak Ujang nggak ngantuk, aku temanin ngobrol deh ya," ucap Luna yang sudah tak dapat melanjutkan tidurnya
Pak Ujang pun setuju dengan ucapan Luna. Mereka berdua mulai ngobrol-ngobrol ringan seringan kapas pokoknya
*****
Di tempat berbeda...
"Lo yakin tuh cewek bakalan pulang hari ini?" tanya Rocky, orang suruhan Hansel
"Yakin bang!! kemarin dia sendiri yang ngomong ke gue, kalau di rumah orang tuanya cuma nginap satu hari doank! ucap Devan agak ketakutan.
Pasalnya Devan sendiri lah yang memberitahu Rocky bahwa Luna lah yang menabrak Yoona waktu itu.
Beberapa hari sebelumnya...
Devan tersenyum menyeringai, "Akhh ini kesempatan ku untuk membalas dendam pada Luna," gumamnya
Setelah mendengar pembicaraan Hansel tersebut, Devan segera pergi meninggalkan rumah sakit. Penyakit yang di rasakan Devan seakan lenyap entah kemana, ketika mendengar ucapan Hansel.
Setiba di rumah, Devan segera memikirkan bagaimana caranya untuk mendekati Hansel. Devan berjalan mondar-mandir, namun tak menemukan caranya
"Duh, mana mungkin gue bisa deketin Hansel, yang ada dia bakalan nuduh gue sekongkol sama Luna!" Devan berbicara pada dirinya sendiri, ia menyugar rambutnya secara kasar karena kesal.
Terdiam sejenak, Devan berfikir sambil mendaratkan bokongnya dibatas sofa empuknya
"Ehm..." matanya seakan di putar ke atas mencari ide, dan....
"Ahaa...kenapa nggak gue deketin aja bodyguard nya si Hansel itu, gue yakin bodyguardnya yang bernama Rocky yang di suruh Hansel untuk mencari tau pelakunya," batin Devan saat menemukan sebuah ide
Devan segera mencari kontak Rocky bodyguard Hansel di dalam ponselnya.
"Nah ini dia nomornya," ucap Devan senang, kemudian segera menghubungi Rocky.
Beruntung Devan, sewaktu masih pacaran dengan Luna. Luna selalu terbuka padanya, menceritakan apapun yang dilakukan Hansel padanya, termasuk Rocky bodyguard Hansel yang di percayakan untuk menjaga Luna ketika tidak bersama dengan Hansel. Tanpa diketahui Luna, diam-diam Devan menyimpan semua nomor kontak yang ada di ponsel Luna. Entah apa maksud dan tujuannya menyimpan semua kontak yang ada di ponsel Luna, tapi semua itu berguna baginya saat ini
Devan memberitahu pada Rocky jika dirinya mengetahui siapa orang yang menabrak Yoona. Devan juga mengatakan ingin membuat kesepakatan pada Rocky, jika dirinya memberikan informasi tentang pelakunya, maka Devan meminta bayaran atas informasi yang diberikan tersebut.
Rocky pun menyetujui permintaan Devan. Devan begitu senang ketika mendengar Rocky menerima permintaannya itu
"Sekali dayung dua pulau terlampaui. Gue bisa membalaskan dendam ini pada Luna dan gue juga bisa mendapatkan cuan dari informasi ini," batin Devan senang
"Baiklah sekarang kasih tau gue siapa orang menabrak calon istri bos gue, hah!" ucap Rocky tegas
"Eits...sabar donk bang! kan kesepakatan nya nggak gini, gue mau di bayar dulu baru gue kasih informasinya," ucap Devan
"Lo berani main-main sama gue hah! Lo nggak tau siapa gue!!" bentak Rocky kesal
Menciut nyali Devan, namun ia mencoba memberanikan diri untuk mempertahankan keinginannya.
"Maaf bang, gue nggak berani main-main sama Abang. Gue tau kok siapa Abang. Gimana kalau kita ketemuan aja bang, biar sama-sama enak. Gue kasih informasinya trus bang Rocky bisa langsung bayar gue," ucap Devan memberi solusi
"Oke, kita ketemu hari ini di taman kota jam 1 siang," ucap Rocky
"Siap bang kalau begitu, deal," ucap Devan senang
Setelah menutup teleponnya, Devan segera bersiap-siap untuk menemui Rocky
Setelah beberapa hari setelah pertemuan Devan dan Rocky. Rocky segera pergi menuju apartemen tempat tinggal Luna setelah mendapat kan kabar dari Devan, jika Luna akan kembali hari ini ke apartemennya, Rocky dan anak buahnya menunggu kedatangan Luna di parkiran apartemen, agar lebih mudah membawanya nanti.