Falling in LoVe With You!

Falling in LoVe With You!
Merebut kembali



Waktu begitu cepat berlalu. Undangan pernikahan Chris dan Rere sudah tersebar di seluruh relasi bisnis perusahaan dan beberapa kerabat terdekat mereka. Persiapan pernikahan semuanya sudah beres, mulai dari gedung, wedding organizer, makanan dan lainnya sudah siap semua.


"Cie, yang sebentar lagi jadi nyonya christian, nggak nyangka akhirnya kita akan jadi keluarga," goda Yoona, melihat bestie nya yang masih sibuk kerja di kantor miliknya.


He..he...he...


"Iya, Yoon. Gue masih ngerasa ini semua seperti mimpi," ucap Rere tersenyum.


"Gue harap, kalian berdua bahagia. Trus, setelah nikah rencana lo selanjutnya apa, Re? mau tetap berkarir atau fokus jadi ibu rumah tangga?" tanya Yoona penasaran.


"Ehm..., gue sih pengen tetap berkarir, Yoon. Kemarin juga, kak Chris nggak ngelarang gue kalau masih ingin berkarir. Jadi, gue akan tetap bekerja di perusahaan ini sampai kondisi ingatan lo benar-benar pulih," ucap Rere, membuat Yoona terharu mendengar nya.


"Ya ampun, gue beruntung banget punya bestie kaya lo yang masih aja mikirin tentang gue dan perusahaan ini," ucap Yoona, mereka berdua pun saling berpelukan.


Sementara di tempat lain...


Seorang wanita berambut pirang tengah duduk di sisi ranjang, memegang sebuah undangan yang sudah berbentuk abstrak tak karuan. Wajahnya tampak kesal menatap undangan yang ada di tangannya.


"Aaarrgghhh..., sial...sial...!!!" teriak wanita bernama Vira yang tak lain adalah mantan kekasih Christian. Dilemparkan undangan yang sudah tak berbentuk mulus itu ke sembarang tempat.


Vira membuka laci nakas yang ada di samping ranjangnya, di ambilnya sebuah bingkai foto dirinya dan seorang pria tampan yang pernah menjadi kekasihnya, tangannya mengelus foto kemesraan dirinya dan Chris dulu.


"Gue nggak nyangka, lo bisa move on dari gue, Chris. Bahkan lo akan nikah dengan wanita lain," hiks...hiks..hiks...gumam Vira terisak. Vira, tak terima jika dirinya di tinggal nikah oleh Chris.


Vira tak terima jika melihat mantan kekasih itu bahagia. Apalagi setelah dirinya ketahuan selingkuh, Chris memutuskan hubungan dengannya dan pergi menjauhinya. Vira yang kala itu terlalu percaya diri, berfikir bahwa Chris akan menyesal dan memohon kembali padanya, karena Vira tau kalau saat itu Chris bucin akut padanya.


Ternyata pikiran nya salah besar. Chris tak pernah kembali, bahkan hubungan Vira dan selingkuhan nya itu kandas. Pria selingkuhan nya itu telah beristri dan punya anak dua. Vira merasa di bohongi, pria itu tega meninggalkannya setelah Vira minta di nikahi dan lebih memilih kembali pada istri dan anaknya.


Vira menyesal karena telah mengkhianati Chris yang begitu tulus mencintainya dulu. Vira berniat untuk kembali pada Chris. Namun kabar yang di terima dari sahabatnya yang merupakan rekan bisnis Chris juga, membuat Vira meradang saat melihat undangan yang di berikan sahabat nya itu.


"Aku nggak akan biarkan kami menikah dengan wanita lain, Chris! kamu hanya boleh jadi milikku!" ucap Vira emosi.


Vira beranjak dari ranjangnya menuju ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap menemui Chris. Ia berniat merebut kembali Chris dari Rere.


Selesai mandi, Vira menuju lemari pakaian. Dilihatnya satu persatu pakaian yang di gantung di dalam lemari, matanya tertuju pada gaun hitam pendek dengan belahan di bagian paha. Vira Senyum smirk, menatap dirinya di depan cermin yang terlihat begitu sexy dengan balutan gaun hitam tersebut, memperlihatkan lekuk tubuhnya.


Vira sudah siap untuk bertemu Chris, mantan terindah nya. Dengan polesan make up tebal dan lipstik merah yang cetar. Vira akan memikat kembali mantan kekasih itu ke dalam pelukannya.


Sebelum pergi, Vira mengambil ponselnya yang ada di dalam tas selempang kecilnya. Ia terlihat menghubungi seseorang untuk mencari tau keberadaan Chris saat ini.


Vira merasa beruntung, karena pria yang di carinya sedang meeting bersama sepupu Vira di sebuah restoran ternama. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Vira meminta sahabat nya itu mengulur waktu sebentar, sampai ia datang. Vira tak ingin cowok buruan lepas kali ini.


"Ya sudah, bro. Biar gue pelajari dulu ya proposal kerjasama ini. Nanti gue kabarin lo lagi," ucap Chris mengakhiri pembicaraan.


"Ok bro, gue tunggu kabar baiknya ya. Gue harap kita bisa menjalin kerjasama," ucap Pria yang merupakan rekan bisnis sekaligus sepupu Vira.


Sempat ada keraguan dalam benak Chris untuk menjalin hubungan kerjasama dengan sepupu mantan pacarnya itu. Chris tak ingin memberi peluang untuk dirinya bertemu dengan Vira. Chris berfikir jika nanti ia menerima tawaran kerjasama dengan sepupunya Vira, akan menjadi masalah baru, dimana dirinya akan bertemu dengan mantan kekasih yang telah mengkhianatinya.


"Hai Chris..." sapa seorang wanita yang suaranya tak asing di telinganya.


Chris menoleh ke arah sumber suara yang ada di belakangnya. Matanya membulat melihat sosok wanita yang selama ini di hindarinya justru sudah ada di hadapannya.


"Vira..." ucap Chris tak percaya dengan wanita yang ada di hadapannya saat ini adalah wanita yang begitu sangat di bencinya.


Vira tersenyum menatap Chris, pria yang hendak di rebutnya kembali. Tapi sayang Chris menatapnya sinis bahkan seperti jijik melihat Vira.


"Bro, maaf urusan kita sudah selesai kan. Gue balik duluan, ya" ucap Chris menghindari Vira.


Chris segera beranjak dari duduknya dan hendak melangkah pergi meninggalkan Vira dan sepupunya itu. Namun, langkah Chris terhenti ketika tangannya di tahan oleh Vira.


"Jangan pergi, Chris. Tolong maafin gue, kasih kesempatan gue sekali lagi untuk memperbaiki hubungan kita," ucap Vira memohon.


Chris menoleh kebelakang, dilihatnya Vira tengah menangis memohon padanya.


"Tolong lepasin tangan gue. Kita sudah tidak ada hubungan lagi, hubungan kita sudah berakhir saat lo khianatin gue! sekarang gue sudah menemukan wanita yang akan menjadi pendamping hidup gue. Jadi, jangan pernah lo datang lagi buat ganggu gue!" ucap Chris tegas. Chris melepaskan genggaman tangan Vira dengan kasar dan melangkah pergi meninggalkan Vira yang tengah berlari mengejarnya.


"Chris, tunggu...!! Chris..!!!" teriak Vira yang terus mengejar Chris keluar dari restoran.


Vira tak peduli dengan tatapan para pengunjung yang melihat dirinya mengejar seorang pria yang sudah menjadi mantan kekasihnya itu.


Chris terus melangkah cepat dengan langkah panjangnya membuat Vira agak kesulitan untuk mengejar Chris, karena gaunnya yang sempit membuat geraknya sulit melangkah.


Bukan Vira namanya, jika harus menyerah begitu saja. Vira melepaskan heels tingginya dan menaikkan sedikit gaunnya ke atas hingga semakin memperlihatnya paha mulusnya. Vira berlari kecil, hingga sampai di parkiran mobil. Tangan Vira berhasil memeluk tubuh Chris dari belakang.


Chris yang hendak membuka pintu mobilnya, terdiam sejenak mendapat pelukan tak terduga dari Vira.


"Lepasin gue, Vir!" Bentak Chris


"Nggak akan!!" ucap Vira semakin mengeratkan pelukannya.


Hingga tanpa mereka sadari, ada dua orang yang tengah memperhatikan mereka dari kejauhan.