Falling in LoVe With You!

Falling in LoVe With You!
Luna mengalami depresi



"Ini serius Lo yang masak?" tanya Yoona tak percaya


"Iya Yoon, ini gue yang masak special buat nyambut Lo pulang ke rumah," ucap Rere tersenyum


"Aaakkhhh...makasih Re, sudah mau repot memasak makanan kesukaan ku," jawab Yoona.


Rere mengangguk menanggapi ucapan Yoona. Mereka pun menyantap makanan yang sudah terhidang di meja, dengan lahapnya Yoona memasukkan makanan ke dalam mulutnya tanpa rasa jaim sedikit pun, bahkan tanpa di sadari di sudut bibir merah muda itu sudah belepotan makanan.


Hansel yang duduk di sebelah Yoona, menghentikan makannya ketika melihat Yoona, makan dengan lahap hingga membuat wajah cantiknya itu belepotan makanan. Diletakkan nya sendok di atas piring, lalu mengambil tisu yang ada di hadapannya. Dengan cekatan Hansel, mengelap sisa makanan yang menempel dekat bibirnya itu.


Membulat mata Yoona ketika tangan Hansel menyentuh wajahnya dengan tisu, Yoona sontak mengubah posisi duduknya dengan memundurkan punggungnya ke belakang kursi.


Seolah mengerti dengan tatapan Yoona, Hansel segera menjelaskan padanya dengan memperlihatkan tisu yang baru saja digunakan nya untuk ngelap sisa makanan yang menempel di wajah Yoona.


"Ini, wajahmu belepotan makanan tadi," ucap Hansel tersenyum tipis


Melihat tisu yang di tunjukkan Hansel, Yoona merasa malu karena makan belepotan seperti anak kecil.


"Akh...makasih," ucap Yoona menundukkan kepalanya menahan malu


"Ehem...ehem..." terdengar Chris berdehem menggoda sepupu cantiknya yang salah tingkah ketika mendapat perlakuan manis dari Hansel.


Yoona melirik tajam pada Chris yang tengah menggodanya. Namun yang di lirik makin cengengesan.


🌼🌼🌼🌼🌼


"Gimana kondisi wanita ular itu sekarang?" tanya Hansel pada Rocky ketika dirinya baru saja sampai di markas anak buahnya itu.


"Seperti nya wanita sudah mulai kehilangan akal sehatnya bos," jawab Rocky


"Benarkah?" tanya Hansel tak percaya


"Tentu saja bos, hampir tiap hari wanita itu teriak-teriak, kadang menangis dan yang lebih parahnya setelah menangis, wanita itu tertawa cekikikan sendiri," Jawab Rocky apa adanya


"Apa kau yakin dia sudah mulai gila? jangan sampai tertipu dengan drama yang dibuatnya, wanita itu terlalu licik!" ucap Hansel memperingatkan


Rocky menggaruk-garuk tengkuk kepalanya yang tak gatal, ia belum yakin seratus persen tentang kondisi Luna.


Melihat Rocky kebingungan, Hansel tersenyum sungging, "Kalau kau tak yakin, panggilkan dokter untuk memeriksa kondisi nya" ucap Hansel


"Akh...iya baik bos" ucap Rocky segara menghubungi dokter


Sementara Hansel terus melangkahkan kakinya menuju gudang, tempat dimana Luna di sekap. Hansel ingin melihat sendiri kondisi Luna, apakah benar yang dikatakan oleh Rocky barusan.


Perlahan handle pintu di buka, ruang yang gelap dan bau serta berdebu menyelimuti ruangan tersebut. Hansel mengambil masker yang ada di saku celananya, kemudian memakainya menutupi sebagian wajahnya.


Setelah masker sudah terpasang, Hansel membuka lebar pintu gudang dan menyalakan lampu untuk menerangi ruangan tersebut. Terlihat di tengah-tengah ruangan, Luna duduk di kursi kayu, tangannya terikat ke belakang dengan kepala menunduk dan rambut sudah acak-acakan, bahkan tubuhnya mengeluarkan bau yang tidak enak. Ya, entah berapa lama Luna tidak mandi.


"Bangunkan dia!" pinta Hansel pada Rocky yang tengah berdiri di belakang bos tampannya itu.


Rocky mengangguk pelan, Rocky mendekati Luna dan berdiri tepat di belakang Luna, dengan cepat tangan kanannya menarik kuat rambut Luna, hingga wajah Luna mendongak ke belakang


"Hey bangun Lo, jangan tidur terus!" bentak Rocky tanpa belas kasih


Luna mengangkat kepalanya, ia mengerjapkan matanya memastikan bahwa yang dilihatnya bukanlah mimpi seperti sebelum-sebelumnya. Setelah memastikan bahwa yang dilihatnya bukanlah mimpi. Mata luna berbinar ketika melihat sosok Hansel berdiri di depannya saat ini.


"Eum..Eumm..," teriak Luna dengan mulut masih di tutup lakban


"Coba buka mulutnya, aku mau dengar, dia mau ngomong apa!" pinta Hansel pada Rocky


Srreett..!!


"Aaww...sakit!!!" teriak Luna meringis menatap tajam pada Rocky


"Kenapa mata Lo melototin gue hah! mau gue colok tuh mata Lo," bentak Rocky tak terima di tatap Luna


Luna segera mengalihkan pandangannya pada Hansel


"Beb, akhirnya kamu datang juga nemuin aku," ucap Luna tersenyum senang.


Hansel tersenyum sungging, "Cih...kamu kira, aku kesini karena kangen kamu gitu?" ucap Hansel dengan ketus


Hilang sudah senyum yang ada di bibir Luna, wajahnya kini terlihat sendu. Matanya mulai berkaca-kaca setelah mendengar ucapan ketus. Luna tak menyangka bahwa dirinya benar-benar telah kehilangan Hansel, kekasih yang selama ini begitu mencintainya bahkan takut kehilangannya. Kini Pria itu, begitu membencinya karena kesalahannya sendiri.


"Maafkan aku Beb," ucap Luna menundukkan kepalanya dalam-dalam, Luna tak ingin Hansel melihatnya menangis


"Apa kamu pikir dengan minta maaf, semuanya bisa selesai?" ucap Hansel kesal


Luna menggeleng pelan, ia benar-benar menyesal karena tak mengindahkan peringatan yang diberikan Hansel. Karena keegoisan nya, Luna tak bisa berpikir jernih. Luna nekad mencelakai Yoona, ia berpikir jika Yoona tiada maka Hansel akan kembali padanya. Namun, pemikirannya salah besar. Luna justru semakin jauh dari Hansel bahkan kini ia harus rela kehilangan pria tampan itu.


"Siang tuan Hansel," ucap seseorang membuyarkan lamunan Luna


Merasa namanya di panggil, Hansel menoleh ke arah sumber suara.


"Heii... siang dokter Rian," sapa Hansel tersenyum ramah


"Siapa yang sakit, tuan?" tanya dokter Rian


Hansel mendekati dokter Rian dan berbisik


"Tolong periksa wanita itu, apakah benar dia mengalami gangguan jiwa atau hanya pura-pura," ucap Hansel di telinga sang dokter


Rian pun mengangguk menanggapi permintaan Hansel. Dokter muda itu kemudian mendekati Luna


"Saya periksa sebentar ya Bu," ucap dokter Rian lalu mengeluarkan stetoskop dari dalam saku seragam dokternya


Luna bingung dengan kedatangan dokter yang tiba-tiba memeriksa kondisinya. Dengan cepat Luna membuang wajahnya ke samping


"Saya nggak sakit dokter!" jawab Luna ketus


dokter Rian tersenyum ketika mendengar ucapan Luna. Dengan sabar Rian membujuk Luna agar mau di periksa olehnya.


Ternyata tak sia-sia, dokter tampan itu berhasil membujuk Luna dan menanyakan beberapa hal pada wanita itu. Setelah melakukan beberapa rangkaian pemeriksaan pada Luna.


Dokter Rian mendekati Hansel dan memberitahukan hasil pemeriksaan yang dilakukannya barusan.


"Gimana hasilnya dok, apa benar dia depresi atau tidak?" tanya Hansel penasaran


"Dari hasil pemeriksaan sementara, sepertinya wanita itu benar mengalami depresi. Untuk lebih meyakinkan, sebaiknya di periksa saja," ucap dokter Rian


"Nggak perlu, dok! wanita jahat dan licik seperti itu tidak pantas untuk sembuh!" ucap Hansel kesal


Mendengar ucapan tersebut, dokter Rian mengernyitkan dahinya, ia pun memberanikan diri untuk bertanya pada Hansel


"Memangnya apa yang sudah dilakukannya tuan?"