
Alyssa memutuskan untuk segera pulang selepas bel dibunyikan. Ia tidak ingin berlama - lama di sekolah. Ia ingin cepat - cepat membaca kedua buku yang ia pinjam dari perpustakaan dan Pak Rusly.
Sesampainya di rumah, Alyssa langsung berganti baju dan bergegas menuju meja belajarnya. Ia mengeluarkan dua buku itu dari tasnya, lalu mulai tenggelam dalam keasyikan membaca.
Satu jam berlalu dengan cepat tanpa terasa. Pintu kamar Alyssa dibuka pelan dari luar. Alyssa tidak memperhatikan karena terlalu fokus membaca.
"Kak, disuruh ibu ke ruang makan. " kata Keysha di ambang pintu. Tak ada sahutan. Perhatian Alyssa terpaku sepenuhnya pada buku yang sedang ia baca.
"Kakak, cepat ke ruang makan! Nanti ibu marah, lho. " Keysha mengingatkan. Lagi - lagi tak ada sahutan yang terdengar.
"KAKAAAKKK! " Keysha berteriak dengan sangat keras. Suara melengkingnya membuat Alyssa sampai menutup telinga.
"Key, kenapa teriak - teriak begitu, sih? Sakit telinga kakak. " tegur Alyssa. Keysha memonyongkan bibirnya.
"Habisnya, kakak dari tadi diam terus. Cepat ke ruang makan, nanti ibu keburu marah! " ujar Keysha. Alyssa mengangguk tanda mengerti. Keysha meninggalkan kamarnya tanpa menutup pintu. Alyssa menghela napas sejenak. Ia menutup bukunya, lalu mengikat rambut hitamnya yang tergerai dan bergegas menuju ke ruang makan.
Ruang makan di rumah Alyssa menjadi satu dengan dapur. Tidak ada sekat di antara keduanya. Keysha serta kedua orang tuanya sudah duduk di sana. Ayahnya bahkan sudah lebih dulu menikmati makanannya. Alyssa segera duduk dan lekas menyendokkan nasi ke piringnya.
"Kata Keysha tadi kamu baca novel sampai tidak menjawab waktu diajak bicara? " tanya Venna memastikan. Alyssa mengangguk dengan terpaksa.
"Bukan novel. Alyssa tadi baca buku non fiksi. " jawab Alyssa sambil mengisi piringnya dengan jamur goreng tepung.
"Sudahlah, biarkan saja. Tidak apa - apa, membaca itu bagus. Yang penting Alyssa tidak macam - macam, apalagi kalau sampai berpacaran. " pesan Gibran, ayahnya. Alyssa mengangguk setuju.
"Bukan begitu masalahnya. Ibu tidak melarang Alyssa membaca. Hanya saja, harus ingat waktu. Ingat kapan waktu makan, waktu belajar, waktu ibadah. Semuanya harus seimbang. Seperti itu baru bagus. " Venna menimpali.
"Alyssa ingat kok, Bu. " Alyssa membela diri.
"Alyssa, itu kenapa makannya cuma sama jamur? Ini padahal ada sayur bayam juga. Kamu itu kebiasaan ya, dari kecil tidak pernah suka sayur. " omel Venna.
"Jamur kan juga sayur, Bu. " Alyssa beralasan.
"Sayur tidak hanya jamur saja. Ada banyak sayur. Ibu heran, kamu kok sukanya hanya yang itu - itu saja. "
"Alyssa suka tumis kangkung, suka jamur, suka orak - arik, dan banyak sayur lainnya. Itu sudah bagus kan, Bu? "
"Terserah kamu saja. Setelah ini, bantu ibu mencuci piring. Jangan hanya sibuk membaca saja. " titah Venna. Alyssa mengangguk patuh sambil menyuapkan sesendok makanan ke dalam mulutnya.
☁☁☁
Alyssa duduk di kursi ruang makan setelah selesai mencuci piring. Venna juga masih berada di sana, memainkan ponselnya. Jangan kira ibu Alyssa tidak bisa mengoperasikan ponsel. Ibunya ini tidak pernah ketinggalan zaman. Ia seorang wanita modern yang berkarir. Bahkan kepandaian Alyssa menurun dari ibunya. Ayahnya juga pintar semasa sekolah dan pernah mendapat hadiah dari camat.
Saat masih SMA, ibunya pernah menjuarai lomba KIR. Ibunya mendapat juara tiga tingkat nasional. Selain akademik, ibunya juga berbakat dalam hal seni. Ibunya bisa menari dengan sangat luwes. Bakat itu kini menurun pada adiknya, Keysha. Rencananya, ibunya akan mendaftarkan Keysha di sanggar tari.
"Ibu, boleh aku bertanya sesuatu? " tanya Alyssa dengan hati - hati.
"Mau tanya apa? " Venna balik bertanya tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.
"Ibu percaya adanya perjalanan waktu? " Alyssa bertanya dengan ragu - ragu. Venna spontan menurunkan ponselnya dan menatap Alyssa dengan tatapan bingung.
"Kenapa tiba - tiba kamu tanyakan itu pada ibu? " lagi - lagi Venna justru balik bertanya.
"Tidak apa - apa. Aku hanya ingin meminta pendapat ibu. " jawab Alyssa sambil meraih toples camilan di atas meja.
"Kamu sudah mulai berkhayal tentang hal - hal yang bersifat fantasi sekarang ya? "
"Apa susahnya menjawab pertanyaanku, Bu? " sindir Alyssa.
"Ibu tidak tahu. Memangnya ibu pernah melakukan perjalanan waktu, ha? " ujar Venna tak acuh.
"Masalahnya aku baru saja mengalami hal yang mustahil, Bu. Semacam perjalanan waktu ke masa lalu seseorang. Ya, begitulah. " Alyssa bercerita. Venna mencebik tak percaya.
"Perjalanan waktu ke masa lalu? Ada - ada saja. Makannya jangan kebanyakan tidur. Mimpinya jadi kebablasan, kan? Cepat turun, nanti jatuh. Kalau berkhayal jangan ketinggian begitu. " sanggah Venna. Alyssa mengerucutkan bibirnya.
"Ibu saja tidak percaya padaku. Apalagi teman - temanku, mereka pasti akan mengira bahwa aku sedang berkhayal. Apa baiknya tidak usah kuceritakan saja? " Alyssa bermonolog.
"Kalau bicara jangan komat - kamit seperti dukun lagi baca mantra begitu. Ibu jadi tidak dengar. " protes Venna.
"Ibu ini percaya diri sekali. Aku sedang tidak berbicara dengan ibu. " tukas Alyssa.
"Kalau ibu tidak percaya diri, tidak mungkin dulu mendapat juara satu lomba fashion show. " Venna berbangga diri. Kali ini Alyssa yang mencebik.
"Aku ke kamar saja kalau begitu. " ujar Alyssa sambil bangkit dari duduknya.
"Alyssa, ingat ya, jangan terlalu berkhayal tentang sesuatu yang bersifat fantasi. Apalagi sampai berangan - angan tentang Lee Min Ho. " pesan Venna.
"Ibu juga jangan terlalu sering berangan - angan tentang Robert Pattinson. " balas Alyssa tanpa menoleh.
"Suka - suka ibu. Kenapa jadi kamu yang mengatur? "
☁☁☁
Alyssa mendapati Keysha sedang bermain puzzle di atas ranjang tidur mereka. Keysha sempat menoleh ke arah pintu ketika tahu Alyssa datang. Alyssa segera kembali ke meja belajarnya.
"Kak, time travel itu apa, sih? " tanya Keysha penasaran. Rupanya Keysha sempat melihat sekilas judul salah satu buku yang ada di meja belajar Alyssa.
"Kepo. " jawab Alyssa singkat. Keysha mencebik kecewa.
"Mau tahu sekali atau mau tahu saja? " tanya Alyssa.
"Mau tahu sekali, dong! " jawab Keysha riang.
"Masalahnya kamu masih kecil. Kalaupun kujelaskan kamu pasti tidak akan mengerti. " kata Alyssa.
"Time dalam kamus artinya waktu. Travel dalam kamus artinya perjalanan. Jadi, kalau digabungkan artinya perjalanan waktu? " tanya Keysha memastikan. Alyssa menghela napas. Mungkin ia lupa adiknya juga cerdas.
"Sudah, sudah. Kamu main aja. Jangan ganggu kakak. " ujar Alyssa. Keysha mendengus kesal.
Alyssa membuka salah satu buku yang tadi belum selesai ia baca. Ia meletakkan perhatian penuh pada setiap kata yang tertera di sana. Sedangkan otaknya berpikir keras, apakah yang ia alami kemarin benar adanya?
Apa ia baru saja melakukan perjalanan waktu? Bagaimana bisa ia mengalami hal yang mustahil seperti itu?
Alyssa berkali - kali menepuk kepalanya karena bingung dan mengacak rambutnya dengan frustasi.