Elite Scope

Elite Scope
Bab 53



Membutuhkan waktu satu hari penuh untuk tiba di Osaka. Dan kini, mereka tiba di sana pada pagi harinya.


Ellard, Freya dan juga Hailey menikmati es krim di tengah pantai sebelum menempati penginapan.


Hailey yang masih dengan wajah masam memakan es krimnya lebih cepat dari yang lain. Bahkan Freya yang bisa dikatakan tukang makan cukup terkejut dengan hal itu.


"Apa dia baik-baik saja?" bisik Freya pada Ellard.


Hailey melirik dengan tatapan tajam pada mereka yang sontak saja membuat Freya gelagapan dan menjauhi Ellard.


"Kau kenapa?" tanya Ellard pada Hailey yang mulai kehabisan es krim.


Hailey menghela napas pelan sambil membuang bungkus es krim. Dia merasa tidak nyaman dengan ikutnya Freya dalam liburan ini. Seharusnya, liburan ini hanya Hailey dan Ellard. Tapi entah sejak kapan Freya turut campur dalam hal ini. Dan tentu itu membuat Hailey jengah.


Ellard hanya menghela napas panjang dengan sikap Hailey yang selalu saja mengabaikan dirinya.


Angin berhembus kencang, mengacak-acak rambut Ellard. Namun suasana ini mengingatkan Ellard pada Lily yang memiliki kepribadian sama dengan hembusan angin ini.


"Dia selalu ceria, sama seperti angin ini," gumam Ellard.


Di saat Hailey dan Ellard yang lelah usai perjalanan jauh dari Tokyo ke Osaka. Usai meletakkan semua barang bawaannya ke dalam lemari. Freya dengan semangat pergi ke pantai, mengabaikan Hailey dan Ellard yang tampak kelelahan.


"Baguslah. Dia pergi akhirnya," gumam Hailey.


Ellard ingin beristirahat. Tapi perjalanannya yang jauh-jauh dari Tokyo ke Osaka hanya untuk ini. Ellard berpikir sia-sia saja ia mengorbankan ketenangannya di rumah mewah.


Pada akhirnya, hanya Hailey yang berada di villa. Ellard juga ke pantai, menikmati teriknya matahari bersama ombak yang menggulung lembut di tengah laut.


Ombak kecil yang datang ke pinggir pantai menyentuh telapak kaki telanjang Ellard. Terik matahari masih dapat terasa walau kacamata hitam bertengger di atas hidungnya.


"Hari ini panasnya cukup terik. Apa aku kembali ke villa saja?" pikir Ellard.


Freya yang mengenakan pakaian cukup terbuka, menunjukkan dua belahan dadanya cukup senang dan bermain di tepi pantai, tak menghiraukan terik matahari.


Tubuh Ellard tak sengaja menabrak seseorang di belakangnya saat dia akan pergi. Sosok lelaki jangkung cukup tampan dengan rambut pirang melepas kacamata hitamnya dengan kening berkerut.


"Maaf. Kau baik-baik saja?" tanya orang itu ramah. Ellard mengangguk dengan wajah datar.


Ellard pergi. Namun kembali berhenti saat tak sengaja melihat koper hitam dengan logo Alicon ditenteng oleh pria itu.


"Dia, anggota Alicon di Osaka ini?" gumam Ellard.


Tak menyangka, jika Ellard akan bertemu dengan salah satu anggota Alicon di pantai Sayoko ini. Ia ingin mencari informasi tentang pria itu. Tapi sepertinya itu tak diperlukan mengingat tujuan Ellard datang ke Kota ini hanya untuk berlibur, bukan untuk ikut campur anggota Alicon lagi.


Pria yang bernama Cleo itu melirik koper hitamnya yang berdering. Dia membukanya, mendapati alat komunikasinya yang mengirim sinyal bahaya.


"Ada keadaan bahaya. Aku harus cepat." Cleo berlari pergi.


Ellard yang belum beranjak dari tempatnya berdiri sedari tadi melihat apa yang Cleo dapatkan. Dia berlari, mengikuti Cleo hingga ke pusat Kota.


Cleo yang sebelumnya hanya mengenakan pakaian biasa sudah tampak rapi dengan seragam Aliconnya. Ellard berdiri dengan santai di tepi jalan, bersender pada salah satu tiang.


Cleo terus melihat pada ponselnya sambil sesekali menengok keadaan Kota. Tak berselang lama, mendadak beberapa mobil mewah datang dengan kecepatan tinggi, menabrak setiap kendaraan di depannya.


Saat mobil-mobil itu lewat, Cleo melempar alat pelacak berukuran kecil yang menempel tepat pada tutup bagasi mobil. Pemuda itu akan dengan mudah melacak ke mana mobil itu akan pergi.


"Mobil itu? Aku pernah melihat platnya di Tokyo. Kalau tidak salah, mereka salah satu organisasi gelap yang menjual barang ilegal di pasar gelap," gumam Ellard.


Senyuman penuh arti, namun misterius terukir di bibir Ellard. Ini akan menjadi adegan menarik untuk Ellard lihat. Dia tak akan membantu, tapi dia akan menonton, memperhatikan.


* * *


Hailey terbangun dengan wajah linglung. Dia tak melihat Ellard di villa. Apa mungkin Ellard sedang bersama Freya? Itulah yang Hailey pikirkan, dan pikiran itulah yang membuatnya langsung marah saat Freya datang.


Gadis itu langsung menunjukkan sorot mata tajamnya pada Freya.


"Kau kenapa? Apa aku membuat masalah?" tanya Freya usai menenggak minuman dingin di kulkas.


"Di mana Ellard? Kau bersamanya kan tadi?"


"Tidak. Kupikir dia istirahat di villa."


Ellard mengenakan jaket hitam yang baru saja ia beli dari toko. Dia masih berada di sekitar Cleo yang tampak fokus dengan ponselnya.


Ellard menarik tudung jaketnya menutupi sebagian wajah. Dia kemudian berjalan ke tepi jalan, hendak menyeberang.


Namun dia menyeberang di saat kendaraan ramainya berlalu lalang. Ellard terjebak di tengah jalan dengan banyak kendaraan berlalu lalang. Dia tampak linglung sambil menarik tudung jaketnya.


"Tolong!" teriaknya dengan wajah khawatir.


Cleo yang melihat itu tentu saja berlari ke tengah jalan, membawa Ellard kembali ke tepi jalan.


"Kau baik-baik saja? Tunggu, kau orang yang tadi ya? Kau baik-baik saja kan?" tanya Cleo.


"Ya. Terimakasih, kau sudah membantuku. Tapi, ada yang aneh di sini," ucap Ellard sambil memegang dagu.


Cleo tersenyum kecil. Dia tahu apa yang saat ini tengah Ellard pikirkan.


"Aku anggota organisasi Alicon. Namaku Cleo, salam kenal." Dia mengulurkan tangan yang langsung dibalas oleh Ellard.


"Namaku, Rio. Salam kenal," ucapnya dengan tersenyum.


"Aku pernah mendengar nama organisasi itu. Wah, kau tahu. Aku cukup mengagumi organisasi itu. Apa kita bisa berteman?" Ellard terlihat antusias. Cleo tersenyum sambil menganggukkan kepala.


"Luar biasa. Aku bertemu dengan anggota Alicon." Ellard, atau Rio terlihat sangat senang. Dia sampai memeluk Cleo.


Namun, diam-diam Ellard menempelkan sesuatu pada belakang punggung Cleo dengan seringai tipis di bibirnya.


'Ini akan menarik. Aku akan bergerak di belakang layar mulai sekarang.'