Elite Scope

Elite Scope
Bab 37



Pagi hari yang cerah, burung-burung yang mulai berkicau di pagi hari, matahari yang mulai terbit terasa begitu hangat dan nyaman. Ellard yang berpikir hari ini ingin bersantai di rumahnya yang nayman tergagalkan oleh Lily. Terpaksa pagi ini Ellard harus pergi ke rumah Lily untuk memenuhi syarat yang Lily minta.


"Hah, kalau bukan karena dia berguna, ogah banget aku datang ke rumahnya sekarang ini," gerutu Ellard sambil memakai pakaiannya setelah dia mandi.


Rumah kediaman keluarga Coloters ...


Dan di pagi hari yang cerah itu, Lily masih tertidur pulas di atas kasur empuknya itu. Saat matahari pagi mulai datang menyinari kamar Lily lewat jendela kacanya, barulah Lily mulai membuka matanya.


"Heh, sudah pagi ya. Hoamm ... aku mau tidur sebentar lagi," setelah dia membuka matanya melihat matahari yang sudah bersinar, Lily kembali tidur dengan bantal menutupi wajahnya.


Dan Ellard pun sampai di rumah Lily. Ellard melihat sekeliling rumah Lily yang tampak cukup besar dan juga cukup mewah. Ellard mulai menghela nafas panjang sesaat setelah dia melihat rumah Lily.


"Hah, semoga aja rumahnya masih terlihat bersih," ucap Ellard lalu dia berjalan mendekati pintu rumah dan menekan bel pintu.


Lily mulai mendengar bel pintu rumahnya terus berbunyi. "Hah, siapa sih yang pagi-pagi begini bertamu," Lily yang masih setengah sadar beranjak dari kamarnya dan pergi ke lantai bawah untuk membukakan pintu rumahnya.


"Hoamm ... ad... " Lily terkejut saat kedua matanya mulai tersadar, dan yang datang adalah Ellard.


"Kau baru bangun?" tanya Ellard.


"Hari ini hari Minggu jadi aku bisa bersantai," ucap Lily sambil mengucek matanya.


Dan Ellard pun dipersilahkan masuk oleh Lily. Rumahnya masih terlihat bersih dan rapi, Ellard bisa bernafas lega saat melihat rumah Lily yang masih bersih dan kinclong.


"Tidak ada yang kotor. Aku bisa pulang dong," ucap Ellard.


"Bersih-bersih rumah kan bukan hanya ruangan ini," ucap Lily tersenyum licik pada Ellard.


Lalu Lily memegang tangan Ellard dan menariknya pergi ke dapur. Ellard terkejut saat dapur yang terlihat ada banyak sekali piring-piring dan gelas kotor. Kemudian Lily kembali menarik tangan Ellard menuju kamarnya. Ellard kembali terkejut saat melihat dalam kamar Lily yang terlihat berantakan dan kotor.


"Cuci piring dan gelas lalu membersihkan kamarku. Itu tugasmu hari ini," ucap Lily tersenyum pada Ellard.


Ellard hanya bisa menghela nafas panjang. "Hah, kau benar-benar gadis yang tidak suka dengan kebersihan, ya," ucap Ellard lalu dia mulai membersihkan kamar Lily.


Lily kembali tersenyum jahil saat melihat Ellard yang tampak sibuk dalam bersih-bersih. "Yang bersih ya partner! Aku akan mandi dulu," ucap Lily sambil mengambil handuk dan pakaiannya nya dan berjalan menuju kamar mandi.


Ellard mencoba untuk membersihkan kamar Lily dengan cepat. Dia terlebih dulu membereskan baju-baju Lily yang berantakan dan juga merapikannya. Setelah itu Ellard membersihkan bekas jajanan yang terlihat berserakan, Ellard menyapu. Saat Lily selesai mandi, Ellard sudah selesai membersihkan kamar.


Ellard langsung terduduk di lantai saat dia selesai membersihkan. "Heh, ternyata sudah bersih ya. Bagus, sekarang tinggal piring dan gelas kotornya," ucap Lily.


Lalu tiba-tiba saja saat Ellard akan bangkit berdiri, manset telinganya berbunyi menandakan ada bahaya yang datang.


"Lily, pusat penelitian saat ini dalam bahaya," ucap Ellard.


"Bahaya? Apa kau berbohong? Bagaimana kau tahu itu," ucap Lily.


"Aku tidak bohong. Aku akan pergi," saat Ellard akan berjalan pergi, Lily memegang tangan Ellard.


"Tidak! Biar aku aja. Kau kerjakan dulu pekerjaan rumahnya. Piring dan gelas masih kotor lho. Aku akan mengunci semua pintu rumah, agar kau tidak bisa keluar. Aku akan pergi ke pusat penelitian," ucap Lily lalu mulai mengambil jaketnya dan pergi.


"Hah, dia benar-benar gadis yang menyebalkan," ucap Ellard lalu dia berjalan menuju dapur dan mulai mencuci piring dan gelas kotor.


Dari kejauhan Lily tampak melihat beberapa anggota Edent yang berjalan menuju pusat penelitian. Para penjaga mencoba untuk menghentikan mereka, tapi ternyata mereka kalah dari Edent.


"Hah, kenapa mereka terus saja membuat masalah sih," lalu Lily berjalan menghampiri Edent yang sudah akan berjalan masuk ke ruang pusat penelitian.


"Hei, apa kalian tidak bosan terus datang ke sini?" tanya Lily.


"Habisi dia!" perintah salah satu anggota Edent.


Edent menembaki Lily, tapi dengan cepat Lily berlari mendekati Edent lalu Lily langsung menendang tangan mereka dan membuat pistol yang mereka pegang terjatuh ke tanah. Dan dengan cepat juga Lily menembaki mereka.


"Hah, mereka benar-benar payah. Hanya ini persiapan mereka," ucap Lily lalu dia berjalan untuk memeriksa keadaan ayahnya.


"Ayah! Apa ayah baik-baik saja?" tanya Lily yang terlihat khawatir dengan ayahnya itu.


"Lily, apa kau yang sudah nenghabisi Edent? Apa kau baik-baik saja?" tanya Profesor Parker yang juga terlihat khawatir dengan putri tunggalnya itu.


"Aku baik-baik saja, ayah. Kenapa Edent terus saja berdatangan sih," ucap Lily yang mulai kesal dengan Edent.


Lalu tiba-tiba saja penglihatan Lily terlihat kabur, dan tiba-tiba saja jantungnya juga terasa sesak dan sakit. Lily terjatuh sambil memegangi jantungnya yang terasa sesak dan sakit.


"Lily, ada apa! Apa kau baik-baik saja?"


"Ayah, jantungku sakit dan sesak," ucap Lily.


Lalu profesor dengan cepat membawa Lily ke ruang lab. Di sana profesor menyuntikan sebuah obat pada Lily dan membuat Lily tertidur.


"Seharusnya kau jangan terlalu lelah, Lily," ucap profesor sambil mengelus-elus kepala Lily yang sudah tertidur pulas itu. Sepertinya itu pengaruh obat yang sudah profesor suntikkan pada Lily.


Sementara itu di rumah Lily, Ellard sudah selesai mencuci piring dan gelas kotor. Ellard ingin pergi, tapi semua pintu sudah terkunci.


"Cih. Di mana sih Lily, apa jangan-jangan dia gagal menghabisi bahaya ya," pikir Ellard.


Lalu Ellard berjalan mengelilingi semua ruangan rumah Lily. Dia mencari jika ada jendela yang bisa dibika. Tapi ternyata dalam kamar Lily ada pintu jendela yang bisa dibuka. Ellard membuka pintu jendela, lalu dia langsung melompat dari jendela. Beruntung dia memakai kekuatan sihirnya agar dia tetap aman melompat dari ketinggian.


"Huh, sekarang aku akan pergi ke pusat penelitian. Mungkin aja Lily gagal," ucap Ellard yang mulai bergegas pergi dengan naik mobil taxi.


Setibanya di pusat penelitian, Ellard melihat Edent yang tergeletak tidak bernyawa. "Sepertinya dia berhasil, tapi kenapa dia nggak pulang sih," ucap Ellard.


Ellard berjalan memasuki ruang lab. Dia melihat profesor Parker yang tampak sedang menunggu Lily yang masih tertidur di ruangan itu.


"Profesor, Lily kenapa?" tanya Ellard.


"Hah. Seperti biasa, dia memang sulit jika disuruh istirahat," jawab Profesor.


"Apa maksud profesor? Dia kenapa sebenarnya?"


"Dari saat Lily lahir, dia punya jantung yang begitu lemah. Aku sudah mengatakan padanya untuk jangan terlalu lelah, tapi sepertinya sia-sia saja," ucap profesor.


"Jantung lemah?" Ellard cukup terkejut dengan apa yang profesor katakan tentang keadaan Lily.