
Saat Lily sudah mulai terpojok dan dia bahkan tidak bisa mengambil pistolnya, tiba-tiba saja suara tembakan datang dan membuat Matsuoka terkejut.
"Lily, kita akan bertemu lagi nanti. Sampai jumpa lagi," Matsuoka langsung pergi bersama dengan mobil jeepnya setelah dia mendengar suara tembakan.
Dan suara tembakan itu tidak lain adalah Ellard, dia sengaja melakukan itu karena untuk sekarang dia belum bisa bertarung. Luka yang berada ditubuhnya terutama pada lengan kanannya masih belum sembuh total.
"Ellard?" Lily cukup terkejut saat tahu ternyata suara tembakan itu berasal dari Ellard.
"Siapa dia? Kenapa dia seperti mengenalmu?" tanya Ellard.
"Aku tidak tahu siapa dia. Tapi jika dilihat dari kemampuannya dan anak buahnya ... para penyusup itu adalah sekelompok *******," jawab Lily.
"Sepertinya mereka memang benar *******. Tapi kenapa pria tadi seperti mengenal Lily?" batin Ellard.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Ellard, dia tampak melihat tubuh Lily yang terlihat baik-baik saja. Hanya seragamnya yang sedikit kotor karena dia terjatuh tadi.
"Tenang saja. Aku baik-baik saja," jawab Lily tersenyum pada Ellard.
"Aku benar-benar bodoh. Kenapa tiba-tiba saja aku sampai tergerak untuk membantunya?" batin Ellard.
"Ellard, bagaimana dengan anggota yang lain?" Lily baru teringat jika tadi Seharusnya dia mencari bantuan anggota Alicon lain.
"Mereka sudah aman. Petugas medis Alicon sudah datang," jawab Ellard.
"Baguslah. Kenapa ******* itu ingin meledakkan gedung kosong itu, ya?" pikir Lily.
"Mungkin bukan itu tujuan mereka," ucap Ellard.
"Hah, sudahlah. Itu tidak penting! Ayo kita kembali ke markas," Lily berjalan pergi lebih dulu. Sementara Ellard masih berada di tengah-tengah jalan raya, berdiri terdiam.
"Pasti ada sesuatu. Aku tahu, tujuan mereka sebenarnya bukan untuk meledakkan gedung. Mereka seperti sengaja melakukan itu untuk memancing Alicon datang. Terutama Lily," ucap Ellard.
Di sebuah ruangan rahasia ...
Matsuoka tampak sedang duduk santai didepan komputernya. Dan komputernya itu sekarang ini sedang menganalisis tentang data dari seorang anggota Alicon yang tidak lain anggota itu adalah Lily. Matsuoka tersenyum setengah saat dia membaca tentang semua data-data anggota Alicon Lily Coloters.
"Lily Coloters. Apakah kemampuan hebatnya itu karena apa yang sekarang berada dalam tubuhmu? Benar-benar menarik," ucap Matsuoka sembari terus mencari data tentang Lily.
Sementara itu, di markas ayah Ellard tiba-tiba saja datang menemui Lily. Dan dilihat dari ekspresi wajahnya, saat ini Renald terlihat khawatir. Renald dengan cepat berjalan mendekati Lily, Ellard saja sampai bingung kenapa ayahnya terlihat sedang khawatir.
"Lily, apa kau baik-baik saja?" tanya Renald.
"Kapten Renald? Saya baik-baik aja, kapten," jawab Lily sopan.
"Lily, kau harus berhati-hati. Para ******* itu mengincarmu," ucapnya.
"Benarkah? Tapi kenapa?" tanya Lily. Bagaimana bisa para ******* itu mengincar Lily? Apa yang mereka mau dari Lily? Bukankah seharusnya yang mereka cari adalah sesuatu yang berguna untuk mereka?
"Mungkin karena ... jantungmu," jawab Renald pelan. Perkataan Renald membuat Ellard terkejut. Tentu saja, Ellard sama sekali tidak mengerti apa maksud dari jantung Lily.
"Jantung, Lily? Apa yang ayah bicarakan?"
"Ayolah, ikut ke ruangan ayah," ajak Renald. Lily dan Ellard pun berjalan mengikuti Renald pergi mengikutinya.
Ellard terkejut, wajahnya benar-benar mematung. Tatapannya kosong, seakan-akan Lily adalah orang paling berharga dalam hidupnya. Wajah dan tatapan Ellard yang sebelumnya terlihat datar dan dingin, sekarang terlihat begitu khawatir.
Lily tersenyum. "Aku tahu dengan jantungku ini. Tapi apa yang mereka inginkan dengan jantungku? Ini hanyalah jantung robot saja kan?" ucap Lily yang wajahnya masih terlihat menanggapi masalah itu dengan candaan.
"Jantung buatan profesor Parker bukan hanya memberimu kehidupan. Tapi itu juga membuatmu menjadi lebih kuat. Kemungkinan besar mereka menginginkan jantungmu," ucap Renald.
"Hah. Memangnya sekuat apa jantungku ini, saat aku lelah pun aku tetap akan pingsan," ucap Lily.
"Tentu saja kau akan lelah. Karena itu kau harus sering periksa medis, suntikan yang dokter Shinomiya berikan adalah suntikan cairan yang akan mengisi daya jantungmu itu," ucap Renald.
"Aku akan pergi untuk menemui ******* itu. Aku akan langsung membunuh mereka!" ucap Ellard dengan tatapan yang begitu marah.
"Sudahlah. Lagipula itu kan baru rumor. Mungkin tujuan mereka bukan itu," ucap Lily yang masih terlihat santai.
"Aku benar-benar tidak tahu. Sebenarnya apa yang sekarang ini kau pikirkan? Kenapa kau masih terlihat begitu tenang saat kehidupanmu saat ini sedang dalam bahaya," ucap Ellard. Tanpa sadar emosinya keluar dengan sendirinya, dan bahkan itu sampai membuat Renald terkejut. Tentu saja, Renald bahkan belum pernah melihat Ellard sampai semarah dan sampai mengeluarkan emosinya.
"Tenanglah, Ellard. Ini memang kan baru rumor," ucap Renald yang juga ikut menenangkan Ellard.
"Ellard, kau bukan hanya partner ku. Tapi kau juga temanku, jadi aku tidak ingin kau terlibat dengan masalah ini. Oke! Lagipula kenapa kau harus menganggap ini terlalu serius sih," ucap Lily lalu dia memberi hormat pada Renald dan berjalan pergi meninggalkan ruangan.
Setelah Lily pergi, Renald berjalan mendekati Ellard. Lalu dia menepuk-nepuk pundak Ellard. "Apa yang sebenarnya kau pikirkan? Kenapa tiba-tiba saja kau sampai semarah ini?"
"Lily dalam bahaya. Aku tidak bisa diam saja," ucap Ellard sambil kepalanya tertunduk.
"Apa kau menganggap Lily berharga untukmu?"
"Aku tidak tahu. Tapi ... aku benar-benar tidak ingin Lily sampai kenapa-kenapa," ucap Ellard.
"Itu artinya dia sangat berharga untukmu, Ellard. Sepertinya kau mulai bisa mengeluarkan perasaanmu," ucap Renald tersenyum tipis pada Ellard.
"Perasaan?" Ellard mulai menegakkan tubuhnya, setelah sebelumnya dia tertunduk.
"Iya, perasaan. Kau menyukainya, dan ayah tahu itu," ucap Renald.
"Menyukai? Hah, apakah itu benar-benar ada dalam pikiranku?" ucap Ellard yang masih belum bisa mengerti tentang perasaannya.
"Bukan pikiran. Tapi dalam hatimu," ucap Renald.
"Cih. Aku tidak akan bisa menyukai siapapun. Jadi lebih baik ayah tidak berharap lebih dengan hal itu," ucap Ellard lalu dia berjalan pergi meninggalkan ayahnya.
Lily berjalan untuk menemui Eric. Eric tersenyum saat melihat Lily kembali. Eric langsung memeluk Lily dengan erat, sepertinya dia sudah tahu tentang apa yang ******* itu inginkan dari Lily.
"Kapten, siapa sebenarnya para ******* itu?" tanya Lily.
"Aku tidak tahu. Tapi bos mereka bernama Matsuoka, beberapa tahun yang lalu sempat berada di Osaka," ucap Eric.
"Apa benar aku sudah pernah bertemu dengannya?" batin Lily.
Lily menghela nafas panjang, dia mulai meregangkan otot-ototnya yang mulai terasa lelah. "Baiklah, aku pulang dulu kapten. Selamat malam!" ucap Lily lalu dia berjalan pergi.
"Iya, selamat malam Lily."