
Setelah pembicaraan profesor Parker dan Ellard tentang Guidroid, profesor akan memutuskan untuk membawa Lily pindah ke Amerika sebelum nanti akhirnya Edent mengetahui sistem itu. Ellard langsung terkejut ketika mendengar keputusan mendadak dari profesor Parker.
"Tapi... bukankah itu lebih berbahaya lagi. Apalagi profesor akan ikut, itu pasti akan lebih membuat Edent merasa curiga," ucap Ellard.
"Aku akan membawa Lily pergi diam-diam," ucap profesor Parker.
Ellard diam saja, dia tak bisa melarang apa yang akan dilakukan profesor Parker pada Lily. Dia tak berhak, dan profesor lebih berhak sebagai seorang ayah bagi Lily. Profesor pun segera menelfon Lily untuk membicarakan tentang pindahan mereka. Tapi entah kenapa Lily tak juga menjawab panggilan dari profesor Parker. Tidak biasanya Lily akan mengabaikan panggilan dari ayahnya sendiri.
"Ada apa, profesor?" tanya Ellard yang melihat profesor tampak terlihat khawatir.
"Lily, dia tak menjawab panggilanku. Ellard, cepat kau telfon dokter Shinomiya!" pinta profesor.
Ellard pun langsung menelfon dokter Shinomiya. Tapi ponsel dokter Shinomiya tak bisa dihubungi. Profesor Parker mulai khawatir dengan hal itu.
"Ellard, pergilah ke rumah sakit!"
Dengan raut wajah profesor Parker yang terlihat begitu khawatir, Ellard mulai mengerti. Dan dia pun bergegas cepat pergi ke rumah sakit. Ellard mulai berpikir jika Edent sudah tahu tentang Guidroid. Setibanya di rumah sakit, Ellard berlari dengan begitu cepat menaiki tangga menuju ruangan dokter Shinomiya.
Saat itu juga dokter Alice tampak sedang fokus dengan komputernya. Dan komputer itu terhubung pada alat yang saat ini berada pada dada bagian jantung Lily yang masih pingsan.
Ellard sudah merasakan jika ada sesuatu yang tidak beres. Sebelum dia masuk ke dalam ruangan dokter Shinomiya, dia mengeluarkan pistolnya. Ellard berjalan perlahan memasuki ruangan sembari dia juga waspada. Ellard melihat Lily terbaring di ranjang dengan seorang wanita berada di sana.
Ellard langsung bergerak menodongkan pistolnya pada dokter Alice saat dokter Alice fokus dengan komputernya. Dokter Alice terkejut saat dibelakangnya ada pistol.
"Siapa kau! Apa yang kau lakukan pada Lily?" tanya Ellard dengan tatapan tajamnya.
Lalu dokter Alice perlahan mengambil komputer, lalu dia menendang perut Ellard dan membuat Ellard terjatuh. Saat itu juga dokter Alice langsung kabur melewati pintu jendela yang sudah dia tembaki kacanya untuk bisa keluar. Tapi Ellard lebih gesit dari dokter Alice. Dengan cepat Ellard mengeluarkan kekuatan sihirnya dan menarik kembali tubuh dokter Alice. Tapi sebelum akhirnya dokter Alice tertangkap oleh Ellard, dia langsung melempar komputer yang dia bawa dan menghancurkan komputer beserta data-datanya.
"Apa yang kau lakukan pada Lily?"
"Sudah terlambat. Kalaupun aku menjawabnya itu akan percuma saja," ucap dokter Alice yang sudah tak bisa bergerak karena tubuhnya sudah tersegel oleh sihir Ellard.
Ellard terdiam membeku saat sudah tahu apa maksud perkataan dari dokter Alice. Ellard langsung menggendong Lily dan membawanya pergi ke pusat penelitian profesor parker setelah dia menelfon Alicon untuk membawa dokter Alice pergi ke markas.
Di sana profesor Parker beserta dokter Shinomiya yang ternyata sedari tadi dia sudah disekap oleh anak buah dokter Alice. Beruntung dia bisa lepas dari sekapan mereka. Profesor Parker dan dokter Shinomiya akan mengoperasi bagian jantung Lily untuk memeriksa Guidroid, apakah sistem itu masih berfungsi setelah apa yang dilakukan dokter Alice.
Setelah cukup lama, akhirnya operasi berhasil dilakukan. Dan Lily perlahan-lahan mulai kembali tersadar. Saat dia membuka matanya, dia melihat ayahnya, dokter Shinomiya dan juga Ellard yang berdiri di samping Lily.
"Heh... kenapa kalian semua berada di sini?" tanya Lily sembari dia bangun.
"Lily, apa kau baik-baik saja?" tanya Ellard.
"Maaf, Lily. Aku sudah lengah," ucap dokter Shinomiya tertunduk sedih.
"Apa maksud dari dokter? Sebenarnya apa yang sudah dokter Alice lakukan padaku?" tanya Lily yang sepertinya masih belum mengerti tentang sistem itu. Profesor Parker menjelaskan semuanya tentang Guidroid dan juga jantung Lily.
Mendengar penjelasan panjang profesor Parker, Lily langsung terdiam tertunduk. "Jadi begitu, ya," ucap Lily pelan.
"Maafkan ayah. Ayah tidak bisa mengatakannya padamu," ucap profesor Parker.
Lalu Lily tersenyum riang pada ayahnya itu. "Tidak apa, ayah. Aku mengerti apa yang ayah rasakan saat ini. Terimakasih, ayah," ucapnya senang.
Profesor tersenyum pada Lily lalu memeluk hangat putri tunggalnya itu. "Jadi, apa dokter itu sudah berhasil mengambil Guidroid?" tanya Lily.
"Bukan mengambil. Tapi dia sudah berhasil memblokir sistem yang berada pada jantung buatanmu. Aku sudah mengambil sistem itu.
Berharap aku dan profesor bisa memperbaikinya. Tapi itu hanya percuma saja. Tanpa sistem itu daya jantungmu tak akan bisa diisi."
"Begitu, ya. Jadi umurku tak akan bisa bertahan lama, ya," ucap Lily sembari dia melihat luar jendela.
"Dokter itu pasti tahu cara untuk membuka blokirnya. Aku akan menemuinya!" ucap Ellard.
"Dia tak bisa. Dokter Alice adalah temanku, dan dia hanya menjalankan tugas saja. Dia bisa memblokir, tapi tak bisa membuka blokir," ucap dokter Shinomiya.
"Profesor, berikan chipset Guidroid itu padaku! Aku ahli dalam hal komputer. Aku mungkin bisa membuka blokirnya," ucap Ellard. Dan profesor pun memberikan chipset itu pada Ellard, berharap pada Ellard untuk bisa membuka kembali blokirnya.
"Yah... aku tidak tahu apa kau akan berhasil. Tapi semoga berhasil, Ellard," ucap Lily yang masih bisa bersikap tenang dan ceria.
Lalu Ellard langsung pergi meninggalkan ruangan. Semua alat yang dibutuhkan Ellard berada di rumahnya.
Setibanya di rumah Ellard langsung membuka komputernya dan juga mengaktifkan sistem dari manset telinganya. Dengan teknologi pada manset telinganya, Ellard mencoba untuk membobol dan masuk dalam situs blokiran dari chipset itu. Tapi sangat sulit untuk bisa menembus segel dari blokiran itu. Dan sampai akhirnya dia berhasil menembus segel dari blokir itu. Tapi untuk bisa mencabut blokiran itu, memori (ingatan) yang berada dalam tubuh Ellard harus bisa memasuki dunia android itu. Ellard mencoba untuk memasuki dunia android dengan memanfaatkan sistem dari manset telinganya.
Ellard mulai mengambil cara duduk yang sempurna agar dia mudah untuk memasuki dunia android itu. Perlahan mata Ellard mulai terpejam.
Saat Ellard membuka matanya, tubuh ilusinya sudah berada di dalam dunia android. Saat ini dia berada di sebuah ruangan yang semuanya berbentuk ilusi, bahkan benda-benda yang berada di situ tak bisa disentuh. Dengan menggunakan manset telinganya, dia mencari titik lokasi dari tempat segel blokir itu.
Ellard berjalan menuju titik lokasi itu. Sampai akhirnya dia sampai di sebuah ruangan dengan adanya sebuah lingkaran tameng yang begitu besar dan berlapis-lapis.
"Jadi ini ya titik loksisnya," ucap Ellard.