Elite Scope

Elite Scope
Bab 25



Saat Ellard sedang bersantai di sofa empuknya di dalam ruang pribadinya sambil membaca buku sementara Lilia sibuk membersihkan ruang pribadi Ellard, tiba-tiba saja manset telinga Ellard berbunyi. Hanya Ellard yang bisa mendengar bunyi itu tidak dengan Lilia. Ellard sengaja menghubungkan sistem dari manset telinganya itu melalui jaringan cctv di kota. Dan saat ini tepatnya di area distrik Coletra yang terletak di Tokyo bagian Barat sedang ada notifikasi yang menandakan jika di area sana ada keadaan bahaya yang mengharuskan Ellard sebagai anggota kemiliteran harus pergi ke sana.


Ellard melihat apa yang sedang terjadi di area distrik Coletra dengan menggunakan cctv yang sudah terhubung dengan sistem di manset telinganya. Dan di sana Ellard melihat ada sekelompok monster bertubuh cukup besar berwarna putih kehitaman mencoba untuk membuat keributan. Ellard bingung kenapa bisa ada monster di bumi. Ellard berfikir jika monster hanya ada dalam buku dongeng atau buku novel yang dia baca saja, tapi bukti nyata jika saat ini dia melihat ada lebih dari dua monster berada di area distrik Coletra membuat orang-orang yang berada di sana ketakutan.


"Heh. Apa itu monster? Dunia ini benar-benar aneh," ucap Ellard lalu dia beranjak dari duduk santainya.


"Tuan muda mau kemana?" tanya Lilia.


"Kau tidak perlu tahu. Saat aku kembali nanti ruangan ini sudah harus bersih," ucap Ellard lalu dia pergi dari ruangan pribadinya.


"Baik, tuan muda! Berhati-hatilah!" ucap Lilia.


Ellard memakai seragam militernya, dia juga memakai sebuah jubah bertudung berwarna hitam agar tidak ada orang yang mengenalinya nanti.


"Baiklah. Apapun itu, tapi monster itu sepertinya akan menarik," ucap Ellard lalu berjalan pergi.


Area Distrik Coletra ...


Di sana sudah ada beberapa anggota militer ayah Ellard, tepatnya anggota militer Alicon. Para anggota yang melihat Ellard datang, mereka tersenyum pada Ellard. Sepertinya walau Ellard memakai jubah pun mereka tetap bisa mengenal Ellard.


"Ellard, apa kau sudah tahu tentang monster-monster itu?" tanya salah satu anggota militer.


"Aku tidak tahu," jawab Ellard datar.


Lalu Ellard mencoba untuk menganalisis monster-monster itu menggunakan manset telinganya. Dari analisis, monster itu hanyalah robot android saja yang berbentuk seperti monster. Ellard curiga jika itu ulah dari Edent.


"Hmmm, jadi mereka bukanlah monster. Tapi robot berbentuk monster yang diberi nama Droid, ya. Wah, sebenarnya ini semua ulah siapa ya?" pikir Ellard dalam hati.


"Baiklah. Kalian semua, lebih baik kalian kembali ke markas! Beritahu pada pemimpin kalian tentang Monster robot ini," perintah Ellard pada anggota Alicon.


"Jadi, sebenarnya ini bukanlah monster sungguhan?" tanya salah satu anggota Alicon.


"Benar. Serahkan monster-monster robot itu padaku," ucap Ellard.


"Baiklah. Kami serahkan padamu Ellard," lalu semua anggota Alicon pergi, dan hanya menyisakan satu anggota saja dan itu adalah Ellard sendiri.


Ellard menyerang monster-monster itu dengan menggunakan pistolnya yang memiliki kekuatan sihir psionik. Saat Ellard akan menembak para monster itu, muncul lingkaran psionik yang begitu banyak mengiyari para monster itu dan lingkaran psionik itu menembakkan sihir pada monster-monster itu sampai mereka hancur, hanya berisisa tubuh robot yang sudah pecah menjadi bentuk-bentuk kecil.


Lalu Ellard mengambil pecahan dari tubuh robot itu dan memasukkannya dalam sebuah plastik. "Aku harus meneliti ini," ucap Ellard sambil mengambil beberapa pecahan tubuh robot monster itu.


Lalu Ellard langsung pergi meninggalkan area distrik Coletra. Ellard tidak langsung pulang, dia pergi ke markas besar organisasi militer Alicon.


Setibanya Ellard di markas besar organisasi militer Alicon, Tomohisa yang melihat Ellard datang langsung menghampiri Ellard dan menyapanya.


"Tomohisa, apa kau melihat di mana ayahku?" tanya Ellard.


"Ayolah. Aku akan mengantarmu," lalu Tomohisa mengantar Ellard menuju tempat ayahnya berada.


Saat itu Renald sedang berada di ruangan pusat penelitian. Tampaknya ayahnya itu juga sedang meneliti tentang monster robot yang hari ini datang ke Tokyo. Tampaknya anggota Alicon sudah menceritakannya pada Renald.


"Apakah ayah sudah menemukan sesuatu tentang robot mosnter itu?" tanya Ellard dengan wajah datarnya.


"Dari yang ayah lihat sepertinya monster-monster robot itu dibuat oleh Edent. Tapi ayah juga masih belum tahu pasti apakah itu benar atau tidak," jawab ayah Ellard.


"Hmm. Aku akan mencari tahu," ucap Ellard.


Lalu di dalam ruang penelitian itu, Ellard mengambil beberapa pecahan dari tubuh robot mosnter yang dia ambil tadi. Lalu Ellard memasukkan pecahan itu dalam sebuah kaca yang nantinya kaca itu akan menganalisis tentang pecahan tubuh dari robot monster itu. Setelah cukup lama jaringan menganalisis, akhirnya hasil dari analisis pun muncul.


Dan benar saja. Ternyata memang itu semua ulah dari Edent. Sepertinya mereka ingin membuat organisasi militer Alicon panik. Tapi organisasi militer Alicon bukan hanya dikenal dengan kehebatan dan ketangkasannya, tapi juga kecerdasan dan teknologi yang begitu canggih.


"Ternyata ini benar-benar ulah dari Edent. Sebenarnya apa tujuan mereka?" pikir Ellard.


"Ellard, kau harus berhati-hati!"


"Berhati-hati? Tapi kenapa?" tanya Ellard.


"Mungkin saja mereka juga mengincarmu karena kau adalah putraku," jawab Renald.


"Masuk akal. Tapi sepertinya dua dari penyusup yang masih belum aku temukan pasti ada hubungannya juga dengan hal ini," batin Ellard.


"Baiklah. Kalau begitu aku akan pulang. Ayah bisa menghubungiku jika ada keadaan darurat," ucap Ellard lalu dia berjalan pergi.


Dari setelah kejadian penyerangan tiba-tiba itu, Renald merasa khawatir dengan putra tunggalnya Ellard. Renald berfikir seharusnya dia tidak mengizinkan Ellard untuk bergabung dengan organisasi militer Alicon. Itulah yang Renald takutkan, Ellard pasti akan menjadi incaran musuh dari Alicon. Apalagi Ellard adalah putra dari pemimpin Alicon.


Setibanya di rumah, Ellard langsung pergi ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya yang cukup merasa lelah di atas kasur empuknya. Lalu tidak lama kemudian, Lilia datang ke kamar Ellard.


"Maaf tuan muda. Saya masuk tanpa mengetok pintu. Tapi sepertinya anda sedang sangat lelah. Jadi bisakah saya memijat kepala anda?" tanya Lilia malu-malu.


Ellard menatap wajah Lilia, "Aku juga harus berhati-hati dengan Lilia. Bisa saja dia penghianat," batin Ellard.


"Silakan," jawab Ellard.


Lalu Lilia duduk di samping Ellard berbaring, Lilia dengan lembut memijat kepala Ellard. Perlahan-lahan kepala Ellard yang terasa lelah menjadi lebih ringan dan nyaman. Tanpa dia sadari Ellard mulai tertidur pulas.


"Maaf, tuan muda. Seharusnya aku tahu kalau apa yang akan aku perbuat adalah Keputusan yang salah," ucap Lilia sambil dia memijat kepala Ellard. "Aku akan merubahnya. Tidak apa-apa jika aku harus mati karena keputusanku ini. Demi tuan muda, aku rela mati," ucap Lilia. Lalu perlahan bibir Lilia mendekati kening Ellard dan Lilia mencium kening Ellard.