
Setelah Ellard berhasil membuka topeng dari pria itu, sekarang sudah terlihat wajah dari pria itu. Pria itu memiliki rambut berwarna hitam dengan iris mata berwarna biru tua bernama Felix. Felix adalah salah satu anggota dari Edent yang paling bisa dipercaya oleh pemimpin mereka karena kemampuannya yang cukup hebat, bersama dengan Lilia yang juga mempunyai kemampuan dalam menyamar yang cukup hebat. Tapi siapa sangka jika Lilia dan Felix sekarang ini sudah memakai wajah aslinya.
"Lilia, aku benar-benar tidak menyangka jika kau akan menghianatiku. Aku tidak akan pernah memaafkanmu," ucap Ellard dengan tatapan marah pada Lilia.
Lilia meneteskan air matanya, "Tuan muda, aku memang anggota dari Edent. Tapi sekarang ini aku benar-benar tidak ingin menghianatimu. Aku ingin selalu melindungimu," ucap Lilia dengan tatapan berkaca-kaca.
Tapi Ellard tetap menatap Lilia dengan tatapan dingin dan kejam. Lalu saat Lilia akan memegang tangan Ellard, Ellard dengan gesit langsung mendorong Lilia sampai Lilia terjatuh. Melihat itu, tiba-tiba borgol yang sudah menyekap kedua tangan Felix langsung terputus. Lalu Felix menendang perut Ellard sampai Ellard terjatuh menimpa kaca jendela, dan Ellard terjatuh dari lantai atas dari pintu jendelanya. Pintu jendela sampai pecah karena terhantam oleh tubuh Ellard. Ellard melindungi tubuhnya yang terjatuh dengan kekuatan perisai sihirnya, tapi karena tangan kanan Ellard yang terluka karena tergores oleh serpihan kaca pintu jendelanya, perisai itu hanya melindungi sebagian tubuhnya saja.
Brukkk....
Ellard terjatuh dari lantai atas kamarnya. Sebagian tubuhnya terluka, lengan kanannya terus mengeluarkan darah. Beruntung kepalanya tidak membentur. Ellard masih tergeletak di tanah, tubuhnya terasa begitu sakit.
"Ellard!" Lilia sampai berteriak dari atas. "Kakak, apa yang sudah kakak lakukan! Kakak hampir membunuhnya," ucap Lilia yang memanggil Felix dengan sebutan 'kakak' itu.
"Cih. Kenapa dia masih hidup," ucap Felix.
Lalu Felix dan Lilia lompat dari pintu jendela itu dan mereka mendekati Ellard yang masih tergeletak itu. Lilia langsung mendekati Ellard dan langsung membantu Ellard untuk bangun.
"Tuan muda, apa anda baik-baik saja?" tanya Lilia yang berusaha untuk membantu Ellard. Tapi Ellard langsung memborgol kedua tangan Lilia saat Lilia akan membantu Ellard untuk bangun.
"Kau penghianat, jika bukan karena kau masih berguna, aku pasti akan membunuhmu saat ini juga," ucap Ellard dengan tatapan penuh rasa kebencian pada Lilia.
"Lilia, kau benar-benar adik yang payah. Aku menyuruhmu untuk membunuhnya, tapi kau malah tertarik padanya," ucap Felix pada Lilia yang ternyata adalah adiknya itu.
"Kalian berdua kakak beradik yang sangat pintar. Ingin sekali aku membunuh kalian, tapi kalian masih kubutuhkan," ucap Ellard sambil dia bangkit berdiri, walau tangan kanannya yang masih mengeluarkan darah, dan juga sekujur tubuhnya masih terasa sakit.
"Kau cukup berbahaya juga ya," lalu dengan cepat dan gesit Felix tiba-tiba saja sudah berada di depan Ellard, lalu Felix langsung menendang dada Ellard dan membuat Ellard kembali terjatuh. Salah satu kaki Felix menginjak dada Ellard dengan sadisnya.
"Tapi aku lebih kuat darimu," ucap Felix dengan tatapan licik pada Ellard.
"Cih, apa aku akan mati?" pikir Ellard dalam hati.
Felix kemudian langsung mengambil pistolnya dan menodongkannya ke arah tepat kepala Ellard. "Kakak, jangan lakukan itu!" teriak Lilia yang tidak bisa bergerak, karena borgol itu juga membuat tubuh Lilia sulit untuk bergerak.
Felix sudah akan bersiap untuk menembak kepala Ellard. Dan Ellard saat itu tidak bisa berbuat apa-apa, karena tubuhnya yang semakin lama semakin terasa sakit dan lemas. Saat Felix akan mulai menembak Ellard, tiba-tiba saja peluru yang datang ke arah pistol Felix dan membuat pistol Felix hancur didepan mata Felix.
Felix mencari tahu siapa yang sudah menembak. Ada seorang gadis dengan rambut pirang sedang dan dengan iris matanya berwarna merah tiba-tiba saja langsung berada di depan Felix. Gadis itu langsung menendang Felix dan membuat Felix terjatuh. Dengan cepat gadis itu langsung memborgol kedua tangan Felix.
"Dia pasti gadis itu," batin Ellard sambil dia terus memegangi lengannya yang masih mengeluarkan darah.
"Apa kau baik-baik saja partner?" tanya gadis itu tersenyum pada Ellard.
"Namaku Lily. Mungkin kau belum tahu aku, tapi aku adalah partner mu sekarang," jawabnya dengan begitu bersemangat.
"Sial! Rasanya tubuhku benar-benar kacau," batin Ellard yang sudah mulai merasakan sakit dan semakin lemas pada tubuhnya.
Lalu Ellard langsung bangkit berdiri, dia berjalan dengan sedikit pincang menuju mobil yang berada di bagasi rumahnya.
"Aku tahu kau ingin pergi ke rumah sakit kan? Aku akan mengantarmu," ucap Lily.
"Kau gila. Bagaimana dengan dua tahanan itu?" tanya Ellard sambil menunjuk Felix dan Lilia.
"Itu mudah. Sebentar lagi anggota Alicon akan datang," jawab Lily.
Lalu tidak lama kemudian datanglah Tomohisa, Kaizo dan anggota Alicon lainnya. Mereka langsung membawa Lilia dan Felix pergi menggunakan sebuah mobil Jeep.
Ellard akan diantar ke rumah sakit oleh Lily menaiki mobil keluarga Ellard. Dengan cepat Lily menyetir mobil itu, dan akhirnya mereka sampai di rumah sakit lebih cepat. Tapi Lily membawa Ellard ke rumah sakit khusus anggota Alicon yang letaknya cukup dekat dengan markas besar organisasi militer Alicon.
"Ellard, luka yang berada di tubuhmu tidak terlalu parah. Tapi kau juga harus beristirahat penuh agar tubuhmu bisa cepat membaik.
Dan aku harap kau bisa menjaga tangan kananmu. Jangan sampai kau memberikan terlalu banyak beban untuk tangan kananmu," ucap sang dokter.
Setelah pemeriksaan pada Ellard, dia pun pulang. Tapi dia menolak Lily mengantar Ellard. "Kau kembali saja ke markas. Aku akan datang ke sana setelah aku membersihkan diri," ucap Ellard lalu dia berjalan menaiki mobil dan langsung pergi.
"Hah, aku harap aku bisa akrab dengannya. Sepertinya dia pria yang dingin," ucap Lily.
Setelah Ellard membersihkan diri di rumah, Ellard pergi ke markas. Di sana ayahnya juga berada di sana. Tampaknya Renald menghawatirkan Ellard, karena pasti dia sudah tahu jika Edent mengincar kematian Ellard.
"Apa kau baik-baik saja? Seharusnya saat itu ayah ada di rumah," ucap Renald.
"Aku baik-baik saja. Aku hanya terluka sedikit," jawab Ellard datar.
"Bagaimana jika sampai ibumu tahu. Pasti ibumu akan marah pada ayah," ucapnya.
"Itu tidak akan terjadi. Ibu pulang besok, jadi hari ini mungkin lukaku akan segera sembuh," ucap Ellard.
"Itu tidak mungkin. Bagaimana bisa lukamu akan sembuh dalam waktu satu hari?" pikir Renald.
"Mungkin saja bisa. Profesor Parker mungkin tahu caranya," batin Ellard.
"Pasti bisa," ucap Ellard lalu dia berjalan pergi menuju ruang introgasi untuk bertemu dengan Lilia dan Felix.