
Ini adalah awal musim panas bermula. Musim panas ini adalah waktu liburan sekolah dimulai. Ellard sedikit merasa bosan saat dia tahu jika musim panas dia harus berlibur dari sekolah. Memang itu adalah saat yang pas unutknya bersantai, tapi lama kelamaan ada waktu dia akan merasa bosan dengan hal itu.
Dan tak ada yang bisa dia lakukan selain bersantai di ruangan pribadinya sambil membaca buku novel yang sudah sering dia baca.
"Tuan muda, apa anda tak ingin berlibur ke suatu tempat saat musim panas ini?" tanya Gorgio sambil menyeduh segelas teh hijau untuk Ellard.
"Hmm... entahlah. Aku tak cukup tertarik dengan hal itu. Mungkin hari ini aku akan ke toko buku untuk mencari buku yang bagus untuk aku baca."
"Kalau begitu akan saya antar."
"Tidak perlu, Gorgio. Hari ini aku akan pergi naik taxi saja."
"Oh iya. Saya hampir lupa. Musim panas ini nyonya Brylee akan pergi ke Canada untuk urusan pekerjaan."
"Yah... itu sudah pasti akan terjadi. Bagaimana dengan ayah? Apa dia akan pulang?"
"Kalau tuan Renald, saya kurang tahu."
Ellard beranjak berdiri dan meletakkan buku novelnya ke rak buku. "Baiklah, aku akan pergi. Gorgio, jaga rumah."
Saat di toko buku, kebetulan di sana ada Freya. Freya yang melihat Ellard pun langsung menyapanya.
"Ellard!"
Ellard menoleh ke arah Freya. "Freya, ya. Ada apa?"
"Halo. Aku pikir kau akan berlibur di musim panas ini."
"Aku tak akan tetarik dengan hal itu, sih," sahut Ellard dengan wajah datar dan tatapan dinginnya.
"Mau ngobrol sebentar? Sudah lama aku tak bertemu denganmu saat liburan musim panas ini."
"Kita akan ngobrol di mana?" tanya Ellard.
Dekat dengan toko buku itu ada sebuah kafe yang bisa berada di luar ruangan ataupun dalam ruangan. Freya mengajak Ellard untuk berada di luar ruangan saja.
"Ellard, apa kau benar-benar tidak tertarik untuk liburan ke mana gitu?" tanya Freya meyakinkan kembali sambil meminum es coklat yang dia pesan.
"Tidak. Aku tidak terlalu suka dengan keramaian," jawabnya sambil menikmati es choco lattenya.
"Bagaimana kalau kita berlibur berdua? Hanya berdua, jadi kau tak perlu merasa tidak nyaman jika berada di keramaian."
"Berdua? Apa kau yakin?"
"Ya, aku yakin. Lagipula aku juga tak memiliki banyak teman kok. Aku ingin berteman dengan Hailey, tapi dia tak mau berteman denganku."
"Sebenarnya aku malas. Tapi untuk sedikit healing mungkin tidak apa-apa. Lagipula ini hanya berdua," batin Ellard.
"Entahlah. Mungkin akan aku pikirkan lagi."
"Kalau begitu berikan nomor ponselmu padaku. Aku akan menghubungimu nanti," Ellard pun memberikan nomor ponselnya pada Freya.
"Oke, aku akan menanyakan hal ini lagi padamu. Kalau begitu aku pergi, sampai jumpa!" Freya pun pergi meninggalkan Ellard yang masih duduk di kafe itu.
Saat Ellard akan pergi juga dari kafe setelah dia membayar apa yang dia pesan, tiba-tiba saja ponselnya berdering. Dan ternyata dia mendapat pesan dari Hailey untuk mengajaknya bertemu di taman. Dan taman itu juga tak berada jauh dari kafe itu.
Ellard datang lebih cepat karena dia tak ingin pulang lebih dulu. "Kenapa kau mengajakku bertemu?"
"Heh... cepat sekali."
"Ya. Aku tadi kebetulan ada di tempat yang tidak jauh dari sini."
"Aku ingin mengajakmu berlibur Minggu ini."
"Dia juga?" batin Ellard.
"Kenapa harus aku yang kau ajak?"
"Karena orang yang mungkin bisa dikatakan paling akrab denganku itu kau."
"Aku tidak merasa begitu."
"Jadi gimana nih. Apa kau mau? Yah... aku bukannya ingin berlibur berdua denganmu. Tapi... aku hanya tidak ingin berlibur dengan orang yang masih asing untukku."
"Kau ingin mengajakku berlibur ke mana?" tanya Ellard dengan wajah datarnya itu.
"Aku ingin berlibur ke pantai Sayoko di Osaka."
"Osaka? Apa aku akan bertemu dengan Alicon di sana, ya?" pikir Ellard.
"Baiklah. Aku mau, kapan kita akan ke sana?"
Wajah Hailey langsung terlihat senang saat Ellard menyetujuinya. "Kita akan pergi besok hari Rabu!"
"Tapi, hari ini hari Senin. Jadi... kita akan pergi besok lusa?"
"Ya!"
Ellard menghela nafas panjang. "Baiklah," lalu Ellard berjalan pergi meninggalkan Hailey.
Mungkin ini adalah kali pertama Ellard akan pergi berlibur di musim panas. Setiap musim panas biasanya dia hanya akan berada di rumah, membaca buku dan belajar. Terkadang dia akan berlatih kemilteran bersama ayahnya saat dia masih kecil. Karena itulah sampai sekarang Ellard mulai tidak ada rasa ketertarikan untuk berlibur. Tapi hari ini dia mencoba untuk pergi berlibur walau hanya untuk mencoba apakah dia akan bisa merasa senang.
Malam itu, ponsel Ellard berdering saat dia tengah berbaring santai di ranjangnya sambil mendengarkan musik.
"Ini siapa?" tanya Ellard.
"Halo! Ini aku, Freya."
"Ada apa?"
"Bagaimana dengan keputusanmu? Apa kau mau berlibur denganku?"
"Freya, tentang itu. Apa kau mau jika berlibur bersama Hailey juga?"
"Tentu saja mau! Aku ingin bisa berteman dengannya, ingin dekat dengannya."
"Kalau begitu hari Rabu, kita akan berlibur ke pantai Sayoko di Osaka."
"Oke! Apa sebelumnya Hailey memang ingin berlibur denganku?"
"Mungkin saja," lalu Ellard langsung menutup telfonnya.
"Ini tidak apa-apa, kan? Hah, aku yakin pasti nanti Hailey akan marah," gerutu Ellard.
Hari yang dijanjikan pun tiba. Ellard menunggu Freya dan juga Hailey di stasiun Kodori, yang sebelumnya stasiun itu hancur karena ulah para *******.
Dan saat itu Freya dan Hailey datang bersamaan. Freya menyambut kedatangan Hailey dengan hangat, tapi tidak untuk Hailey.
"Ellard, kenapa dia juga di sini?" tanya Hailey dengan tatapan kesal pada Ellard.
"Heh, apa Ellard tak memberitahumu kalau kita bertiga akan berlibur bersama?" sahut Freya.
"Nah kan. Ini pasti akan terjadi," batin Ellard.
"Hailey, memangnya kenapa kalau dia ikut?" tanya Ellard.
"Tapi kan ini hanya kita berdua! Kenapa dia harus ikut!"
"Hailey, kumohon biarkan aku ikut. Lagipula Ellard tak keberatan kan."
"Hah... oke. Tapi, kau jangan bicara denganku atau mendekatiku."
"Akan aku usahakan!" jawab Freya senang.
Saat dalam perjalanan naik kereta, di sana Hailey tampak sekali dengan wajah kecutnya yang sepertinya dia masih kesal karena Freya ikut berlibur dengan mereka. Dan Ellard yang sebenarnya sudah menyadari kemarahan Hailey berpura-pura untuk tidak tahu.
"Lebih baik aku diam. Jangan sampai Hailey selain marah."
Ellard lebih memilih untuk membaca buku novel yang baru dia beli kemarin sambil mendengarkan musik. Sementara Freya, dia tampak senang menikmati pemandangan saat perjalanan. Saat Freya menoleh ke arah Hailey, Hailey dengan tatapan ketusnya menatap Freya.
"Ellard, kayaknya Hailey marah nih," bisik Freya yang duduk di samping Ellard.
"Biarkan saja. Nanti dia juga akan capek sendiri," sahut Ellard dengan santainya.