
Di sebuah gedung yang besar dan luas ...
Seorang wanita berambut merah pendek dengan gaya rambut pria tengah berjalan bersama dengan seorang wanita berambut hitam sedang bermata hijau tua sembari membawa sebuah ipad di tangannya, berjalan menuju sebuah ruangan. Ruangan yang wanita itu masuki adalah ruangan dengan banyak orang, pria maupun wanita duduk di depan komputer mereka. Jika dilihat-lihat, ruangan itu adalah ruangan penelitian atau ruangan khusus untuk para peretas. Di depan mereka juga ada sebuah layar yang ukurannya cukup besar yang menunjukkan sebuah gambar lokasi tempat menara Tonjiko di Einko, Tokyo.
"Apa kalian sudah menemukan cara untuk membobol jaringan menara Tonjiko?" tanya wanita itu pada para peretas yang fokus pada komputer mereka.
"Belum, komando!" jawab mereka.
"Apakah masih belum ada perkembangan?" pikir wanita itu kesal.
"Komando, Alicon yang memegang hak kendali menara Tonjiko. Tentu saja mereka akan memperkuat keamanan jaringan itu," ucap wanita yang berada di sampingnya bernama Hanami.
"Terus cari cara! Kita tak punya banyak waktu lagi!" ucap wanita bernama komando Tomori.
"Baik!" jawab mereka serentak sembari kembali fokus dengan komputer mereka.
"Hanami, cari tahu di mana lokasi markas Alicon!" perintah komando Tomori.
"Baik, komando!" Lalu Hanami berjalan pergi meninggalkan komando Tomori yang berdiri terdiam depan jendela di ruangannya.
Markas Besar Alicon ...
Lily dan juga Suguha temannya saat ini berada di markas untuk menghadiri pertemuan khusus anggota Alicon tingkat elit. Suguha juga sama seperti Lily, anggota Alicon tingkat elit. Kemampuannya yang sangat hebat tapi masih kurang hebat jika dibanding dengan kemampuan Lily. Dalam pertemuan itu, seorang wanita berambut hijau tua panjang bermata hitam memakai seragam Alicon tengah berbicara di depan. Wanita itu bernama Chihara, komando organisasi Alicon.
"Aku berdiri di sini mewakili pemimpin kita, kapten Renald. Saat ini kapten Renald berada di luar Tokyo. Dan aku yang akan menggantikan beliau untuk membicarakan tentang tujuan kita bertemu," ucapnya dengan nada lantang.
Dalam pertemuan ini Ellard tak akan ikut, karena dia belum lama bergabung dengan Alicon. Walau dia sendiri adalah putra dari pemimpin Alicon, tapi itu tak akan mengubah jika Ellard masih berada pada tingkat kelas menengah dibandingkan dengan kelas elit.
Komando Chihara membicarakan tentang menara Tonjiko yang sekarang ini jaringannya hampir terkena bobol oleh seorang peretas tanpa identitas.
"Kita anggota Alicon harus lebih waspada lagi! Menara Tonjiko adala menara paling penting bagi Tokyo dan kita anggota Alicon. Sebisa mungkin kita harus melindungi menara itu!" ucap komando Chihara dengan raut wajah yang begitu serius.
Dan Lily yang sedari tadi mendengar perkataan komando Chihara, sebenarnya dia tak sungguh-sungguh mendengarkannya. Lily masih dengan santai duduk sembari memejamkan matanya duduk di samping Suguha.
"Lily, kenapa kau malah tidur sih. Jangan sampai komando melihatmu tidak mendengarkannya," bisik Suguha sembari mencoba untuk membangunkan Lily.
"Suguha, apa yang dikatakannya itu tidaklah penting untukku," ucap Lily yang ternyata belum tidur, hanya memejamkan matanya saja.
Dan ternyata komando Chihara melihat tingkah laku Lily. Tapi komando Chihara terlihat diam saja dan hanya memperhatikan apa yang saat ini Lily lakukan.
"Baiklah. Pertemuan kali ini kita selesaikan!" ucapnya lalu berjalan pergi meninggalkan ruang pertemuan.
"Apa sudah selesai? Baguslah," Lily beranjak berdiri sembari meregangkan otot-ototnya. "Rasanya tadi aku hampir saja tertidur," ucapnya.
"Hah. Kau selalu saja begini saat pertemuan," ucap Suguha yang hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku temannya itu.
"Baiklah. Suguha, aku pergi dulu ya!"
"Kau mau kemana?" tanya Suguha.
"Emm... aku ingin mencoba untuk menghubungi Eric lagi," jawab Lily lalu dia berjalan pergi menuju atap gedung dengan menaiki sebuah lift.
Tapi saat Lily akan masuk ke dalam lift, komando Chihara datang "Lily, sudah lama aku tidak melihatmu," ucapnya.
"Bu Chihara, benar sudah lama ya. Apa kabar?" tanya Lily dengan wajah cerianya.
"Aku baik. Bagaimana denganmu?"
"Aku selalu baik!" jawab Lily dengan nada ceria.
Lily berdiri di atas gedung sembari mengeluarkan ponselnya. Lily mencoba untuk menelfon Eric. Tapi tetap saja nomor ponselnya tidak aktif.
"Hah. Masih belum aktif, ya. Sebenarnya Eric sedang apa sih," ucap Lily.
Lalu tiba-tiba saja Matsuoka berada di belakang Lily dan membuat Lily terkejut. Dengan cepat Lily langsung waspada dan mengeluarkan pistolnya dari dalam tasnya.
"Matsuoka? Kenapa kau bisa berada di sini?"
Matsuoka tersenyum licik. "Aku datang untuk menemuimu. Susah payah aku mencari tempat ini, dan akhirnya aku dapat menemukannya," ucapnya sembari berjalan mendekati Lily. Lily masih waspada dengan pistol berada di tangannya.
"Tenang saja. Aku tak akan macam-macam denganmu.
Aku hanya ingin tahu saja markas ini, dan tidak kusangka markas Alicon berada di sini," ucap Matsuoka.
"Apa yang kau inginkan dengan datang ke sini?" tanya Lily sembari berjalan mendekati Matsuoka dengan pistol masih di tangannya.
"Aku hanya ingin melihat markas ini saja. Aku tahu markas Alicon di Osaka, tapi aku tidak tahu markas Alicon di Tokyo," ucap Matsuoka.
"Jangan bohong! Aku tahu tujuanmu datang ke sini bukan hanya untuk itu," ucap Lily.
"Yah... sebenarnya aku datang ke sini karena ingin menyapamu," jawab Mastuoka tersenyum jahat pada Lily.
"Menyapaku?"
"Benar. Aku pernah mengatakan jika kita sama kan. Kemampuanmu dan kemampuanku seimbang," ucap Matsuoka.
"Hei! Jangan samakan aku denganmu. Kau berbeda denganku," ucap Lily.
"Heh... ngomong-ngomong dimana rekanmu itu?" tanya Matsuoka.
"Rekanku? Siapa yang kau maksud?"
"Siapa itu, pria rambut pirang itu lho."
"Ellard?"
"Ya itu dia namanya. Dimana dia? Biasanya dia selalu bersamamu."
"Yah... aku bukan ibu atau ayahnya sih. Jadi aku tidak tahu di mana dia," jawab Lily santai sembari memasukkan pistolnya kembali dalam tasnya.
"Dia itu pengganggu. Aku tidak bisa bicara leluasa denganmu karena dia," ucap Mastuoka.
"Sebenarnya apa tujuanmu menemuiku?"
"Baiklah. Saatnya untuk serius," lalu Matsuoka berdiri di depan Lily. "Kau itu sam ... " Lily langsung menyela. "Apa kau ingin menyamakan aku denganmu lagi? Sudah kubilang kita itu berbeda," ucap Lily yang sudah tahu apa yang akan Matsuoka katakan.
"Oke. Lily, jadilah rekanku. Dengan kemampuan kita yang hebat, kita bisa menjadi partner yang sangat kuat," ucap Matsuoka.
"Apa itu yang ingin kau katakan? Aku menolak! Aku tidak akan sudi menjadi rekanmu. Sama saja aku bekerja sama dengan seorang penjahat kelas atas," ucap Lily.
"Heh... tapi aku tak sejahat yang kau pikirkan lho. Buktinya aja aku masih belum membunuh si penghianat Alicon," ucap Matsuoka.
"Penghianat Alicon? Apa maksudmu?"
"Rahasia. Jika kau mau menjadi rekanku, aku akan memberitahumu tentang siapa penghianat Alicon," ucap Matsuoka lalu dia berjalan pergi meninggalkan Lily.