Elite Scope

Elite Scope
Bab 26



Saat baru saja Ellard sampai di sekolah besoknya, Ellard mendapat kabar dari Freya jika kelas X-C sudah berhasil menemukan siapa forward dari kelas X-B. Mendengar apa yang Freya katakan, sepertinya Ellard tahu jika itu pasti karena Dominic, ketua kelas X-C. Bukan hanya ditakuti oleh kebanyakan murid kelas X-C, tapi Dominic lah yang menguasai kelas X-C. Semua murid kelas X-C tunduk dan patuh pada apa yang Dominic katakan dan inginkan. Sebelum Dominic mencari tahu tentang siapa forward dari kelasnya dan kelas lain, Ellard harus segera mencari tahu siapa forward dari kelasnya sendiri. Dari pemikiran Ellard, Kakeru dan Takumi tidak mungkin forwardnya. Tapi itu hanyalah pemikiran dari Ellard saja. Tapi dia juga belum yakin akan hal itu, karena dia bahkan belum sempat berbincang-bincang dengan Kakeru ataupun Takumi.


Lalu saat Ellard sedang duduk di tempat duduknya sambil memikirkan siapa forward dari kelas D, tiba-tiba saja Hailey duduk di depan Ellard.


"Apa kau sudah memikirkannya?"


"Memikirkan tentang apa?" tanya Ellard.


"Tentang kerja sama yang aku tawarkan."


"Hailey, dia bukan forward nya. Jika di lihat-lihat, semua murid kelas D ini cukup pintar untuk menyembunyikan identitas mereka," batin Ellard.


Lalu Ellard beranjak dari tempat duduknya, "Entahlah, aku masih ingin memirkannya dulu," jawabnya lalu dia berjalan pergi meninggalkan kelasnya.


Ellard berjalan melewati koridor sekolah dengan kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celananya sambil dia menoleh kiri kanan. Ellard juga melihat ada murid-murid yang juga kebetulan berjalan melewati koridor sekolah. Lalu tidak lama Ellard berjalan santai, dia melihat Tatsumi, murid kelas D. Ellard hanya berdiri diam melihat Tatsumi yang tampak fokus dengan ponselnya itu dari jarak yang cukup jauh.


"Hmm, ngomong-ngomong aku belum mencari tahu tentang pencari informasi itu," batin Ellard sambil melihat arah Tatsumi.


Lalu Ellard berjalan mendekati Tatsumi. "Apa yang kau lakukan di sini sendirian?" tanya Ellard dengan wajah datar.


Lalu sapaan Ellard membuat Tatsumi terkejut, dan Tatsumi langsung menutup ponselnya dan langsung dimasukkannya ke dalam saku celananya.


"Ellard. Sejak kapan kau di sini?" tanya Tatsumi.


"Baru saja," jawab Ellard datar.


"Sepertinya aku sudah tahu siapa forward dari kelas D. Tapi mungkin saja forward kelas D bukan hanya satu," batin Ellard.


"Baiklah. Sepertinya aku mengganggumu, aku akan pergi," lalu Ellard berjalan pergi meninggalkan Tatsumi. Saat Ellard melihat Tatsumi dari kaca jendela, dia melihat jika Tatsumi terlihat sedang menghela nafas panjang.


Hari ini ada perkumpulan kelompok II, dan perkumpulan itu hanya membicarakan tentang apa yang mereka bicarakan sebelumnya saat mereka berkumpul. Sepertinya bahkan satu kelompok II belum ada yang tahu tentang siapa forward di antara anggota kelompok II. Di sepanjang diskusi, Ellard lebih fokus mengawasi Adely. Ellard berpura-pura mendengarkan apa yang Clarissa dan Kitahara bicarakan, tapi sebenarnya mata dan tujuannya fokus pada Adely. Dan disepanjang diskusi, Adely juga terlihat hanya berpura-pura mengikuti diskusi dan memberikan nasihat ataupun saran.


Setelah diskusi selesai, Clarissa mengajak Ellard untuk berbicara berdua. "Ellard, apakah aku bisa bicara denganmu sebentar?" tanya Clarissa sambil duduk di sebuah sofa.


Lalu Ellard juga ikut duduk di sofa samping Clarissa. "Kau ingin bicara tentang apa?"


"Sepertinya kau adalah satu-satunya anggota di kelompokk II ini yang masih terlihat santai. Apakah kau menyembunyikan sesuatu?" tanya Clarissa tersenyum tipis pada Ellard.


"Aku tidak menyembunyikan apa-apa," jawab Ellard datar.


"Begitu, ya," lalu Clarissa beranjak dari tempat dia duduk. "Aku harap jika kau menyembunyikan sesuatu, kau bisa membaginya denganku," ucap Clarissa lalu dia berjalan pergi.


Saat Ellard berjalan menuju kelasnya, di lorong sekolah Ellard melihat Adely lagi-lagi diganggu oleh dua gadis yang sebelumnya juga menganggu Adely. Dan Adely hanya diam saja terlihat pasrah dengan apa yang akan kedua gadis itu lakukan.


Lalu Ellard berjalan perlahan mendekati Adely yang sedang diganggu oleh kedua gadis itu. Dan kedua gadis itu terdiam saat melihat Ellard. Tapi ternyata Ellard tidak ingin menghentikan dua gadis itu, justru Ellard hanya berjalan biasa saja melewati mereka. Kedua gadis itu sudah seidikit panik, mereka pikir Ellard akan memarahi atau menghentikan mereka, tapi faktanya Ellard hanya berjalan melewati mereka. Adely sudah terlihat berharap pada Ellard untuk membantunya.


"Hah, kau pikir dia akan membantumu?" lalu salah satu dari gadis itu mendorong Adely sampai Adely terjatuh dan tubuhnya menghantam tembok.


"Dia sepertinya tahu jika kau gadis yang payah dan tidak berguna. Apanya yang anggota OSIS, kau hanya beban bagi mereka," ucap gadis itu sambil menjambak rambut Adely dan membuat Adely menangis.


"Hah, sepertinya hari ini kita cukup dulu ya. Ayo kita pergi," lalu mereka berdua pergi meninggalkan Adely.


Adely masih terduduk di lorong sekolah yang tampak sepi itu. Saat kedua gadis tadi sudah pergi jauh, Ellard tiba-tiba saja muncul entah darimana. Lalu Ellard menemui Adely, dia berdiri di depan Adely.


"Kau butuh bantuan?" ucap Ellard.


Adely mendongak dan melihat ke arah Ellard. "Kenapa kau kembali? Bukankah kau tadi sudah pergi," ucap Adely sambil tertunduk.


Lalu Ellard duduk, dan mendekati Adely. "Kau, payah."


Kata-kata Ellard membuat Adely terkejut dan semakin membuat hatinya bersedih. "Iya, kau benar. Aku payah," ucapnya.


Lalu Ellard memegang tangan Adely dan menatap mata Adely dengan tatapan dingin tapi serius. "Adely, aku bisa saja membantumu untuk membalas dendam dengan dua gadis itu," ucap Ellard.


"Apa yang kau bicarakan? Aku tidak mengerti."


Lalu Ellard beranjak berdiri sambil memegang tangan Adely dan membuat Adely juga ikut berdiri. Lalu Ellard memperlihatkan sesuatu dari ponselnya dan apa yang Ellard perlihatkan membuat Adely terkejut.


"Adely, aku akan membantumu untuk balas dendam. Aku tahu, di dalam hati kecilmu, kau ingin balas dendam dengan mereka, kan?" tanya Ellard dengan wajah datar.


Wajah Adely memerah, Adely mengangguk pelan. Dan anggukan Adely sudah membuat Ellard mengerti.


"Aku juga tahu sesuatu tentangmu. Apakah kau ingin membuat kelasmu mendapat nilai dan point?" tanya Ellard.


"Iya, aku ingin!" jawab Adely yakin.


"Bagus," ucap Ellard pelan.


Setelah pembicaraan antara Ellard dan Adely, mereka berdua berjalan bersama menuju sebuah kafe. Mereka tampak sedang berbincang-bincang di sana.


"Adely, apa kau punya ketakutan atau sebenarnya kau terpaksa menjadi anggota OSIS?" tanya Ellard sambil meminum segelas coklat panas.


"Aku sangat ingin menjadi anggota OSIS. Aku ingin bisa melawan sikap pemaluku, dari dulu aku mempunyai sifat pemalu dan sulit untuk bersosialisasi. Dan dari sekarang ini, aku ingin bisa mengubah sikap dan masa depanku," ucap Adely.


"Walau sikapnya yang cukup menjengkelkan, tapi dia pintar. Tidak heran jika dia menjadi anggota OSIS sih," batin Ellard.