Elite Scope

Elite Scope
Bab 40



Di sebuah gedung tinggi tua kosong ...


Dimalam hari, ada sekelompok orang yang tidak dikenal berada di area gedung kosong itu. Mereka membawa beberapa bom waktu dan memasangnya di seluruh area gedung. Alicon yang mengetahui ada penyusup, langsung bergerak menuju TKP. Beberapa anggota Alicon pria dan wanita berada di sana mencoba untuk menghentikan para penyusup itu. Tapi anehnya bom yang mereka cari-cari sulit untuk ditemukan, dan para penyusup itu juga cukup hebat. Ellard yang juga tahu akan ada penyusup yang datang masih berada di rumahnya, duduk santai di kursi meja belajarnya sambil melihat apa yang akan dilakukan anggota Alicon di TKP.


"Aku tidak akan terburu-buru. Mereka pasti bisa menanganinya," lalu Ellard memegang lengan kanannya yang masih terasa sakit. "Lagipula pasti aku akan terluka jika terlalu memaksakan lengan kananku," ucap Ellard.


Para anggota Alicon menyerang dan menembaki penyusup itu. Tapi penyusup itu juga cukup cerdik untuk sekumpulan berandalan pemula ... mungkin. Dan bom itu semakin bertambahnya waktu juga akan semakin bahaya, beberapa anggota lain mencoba untuk mencari bom itu. Tapi entah kenapa mereka tidak menemukannya di mana-mana.


Sementara itu, Lily juga mulai bergerak atas perintah dari kaptennya, Eric. Lily berjalan menuju gedung sambil berkomunikasi dengan Eric lewat alat komunikasi di telinganya.


"Itu ... Lily. Kenapa dia nekat, seharusnya dia tidak ikut," ucap Ellard yang mulai memfokuskan drone nya untuk mengawasi Lily.


"Kapten, di mana para penyusup itu? Gedung di sini benar-benar tinggi," ucap Lily yang melihat dari luar gedung terdapat beberapa lantai.


"Para penyusup itu sekarang berada di lantai lima! Tapi lebih baik sekarang kau cari bom itu dan jinakkan!"


"Siap ... kapten. Aku akan segera bergerak," ucap Lily yang mulai memasuki gedung. Dia tidak langsung naik ke lantai atas, tapi dia terlebih dulu mencari bom nya untuk dijinakkan. Ada beberapa anggota Alicon yang bisa menjinakkan bom, tapi lebih kecil yang tidak bisa menjinakkannya.


Lily mencari disetiap sudut. Tapi seperti anggota yang lain, dia tidak menemukannya. "Hmmm ... kalau begini terus sih pasti akan sulit ditemukan sih," ucap Lily.


Lalu Lily mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya. Ada sebuah alat pelacak, alat itu bisa melacak lokasi di mana bom-bom itu berada. Ayahnya yang membuat itu untuk Lily, jadi mungkin hanya Lily yang punya alat itu.


"Baiklah. Mari kita mulai mencari!" Lily pun mulai melacak dimana titik lokasi letak semua bom-bom itu.


Lily menemukan letak bom pertama yang berada dibawah meja tertutup, pantas anggota Alicon tidak menemukannya. Karena bom itu diberi sebuah sensor ilusi agar tidak ada yang bisa menemukannya.


"Jadi ternyata mereka meletakkan sensor ilusi, ya. Siapa sih penyusup itu, sepertinya mereka hebat," ucap Lily sembari menjinakkan bom nya.


Setelah bom pertama berhasil dia jinakkan, Lily melanjutkan pelacakannya lagi dan menemukan semua bom-bom itu. Dan setelah waktu yang cukup panjang, akhirnya Lily berhasil menjinakkan semua bom nya.


"Huh, selesai juga. Sekarang aku harus membantu yang lain," Lily bergegas menaiki tangga menuju lantai lima. Karena lift di sana sudah rusak, jadi tidak bisa digunakan.


Di lantai lima, sudah ada beberapa anggota yang terkena tembak oleh pemyusup. Tapi beruntung tembakan penyusup itu mengenai bagian antara, tangan, kaki, punggung dan juga perut. Jadi kemungkinan masih bisa disembuhkan.


"Sial! Kita sudah kehabisan anggota. Yang lain tumbang. Lily, di mana kau," ucap seorang gadis yang berumur sekitar 18 tahun bernama Arami.


"Huh, kalau aja lantainya nggak sebanyak ini aku pasti akan sampai lebih dulu," geurutu Lily sambil terus berlari menaiki tangga.


Sementara itu, Arami mencoba untuk membantu. Dia mengeluarkan sebuah senapan api, dia menembaki para penyusup itu dengan senapan api. Tapi senapan api itu memiliki amunisi yang terbatas, saat amunisi itu habis Arami mulai panik karena masih ada penyusup yang hidup.


"Sial, kenapa harus habis sekarang!" ucap gadis berambut coklat pendek itu.


Saat penyusup akan menembak Arami, ada suara tembakan dari arah belakang Arami menembak penyusup yang akan menembak Arami.


Arami berbalik menoleh ke arah siapa yang menembak penyusup itu. "Lily! Akhirnya kau datang," ucap Arami yang senang melihat Lily datang.


"Lily, lihatlah mereka. Mereka mulai kehabisan banyak darah, kita harus cepat menghabisi para penyusup itu," ucap Arami.


"Iya, aku tahu itu! Arami, cepat kau cari bantuan dari anggota yang lain! Suruh mereka kemari membawa peralatan medis," pinta Lily.


"Baik!" ucap Arami, dan dia pun pergi meninggalkan Lily sendiri di sana.


"Baiklah, sekarang saatnya untuk seirus. Teman-temanku harus segera diselamatkan," ucap Lily.


"Itu yang juga cari! Cepat habisi dia!" ucap salah satu anggota dari penyusup itu.


Lily berjalan perlahan mendekati para penyusup itu sembari dia juga menembaki mereka satu-persatu. Lily dengan santai menghindari peluru-peluru serangan penyusup itu dengan berjalan menyamping. Dengan cepat dan gesit Lily menghabisi semua penyusup itu tanpa sisa.


"Bagus," Lily langsung berjalan mendekati anggota Alicon yang terluka.


"Sudah tidak ada banyak waktu lagi, aku juga harus mencari bantuan," Lily bergegas turun lantai bawah untuk pergi mencari bantuan.


Saat Lily berjalan di jalan raya, tiba-tiba saja datang sebuah mobil Jeep ke arah Lily. "Tunggu! Apa mobil itu akan menabrakku? Astaga, woy tunggu dulu," tapi mobil Jeep itu melaju tanpa berhenti dan menabrak Lily.


Lily terjatuh tergeletak tidak bergerak. Dan keluarlah seorang pria muda berambut coklat bergelombang bermata hitam kecoklatan turun dari dalam mobil Jeep itu bersama dengan anak buahnya. Pria itu berjalan mendekati Lily yang sudah tergeletak tidak bergerak sama sekali.


"Apa dia sudah mati? Hah, cepat sekali," ucap pria itu tersenyum licik.


Lalu tiba-tiba saja Lily membuka matanya, dan dia kemudian beranjak berdiri sambil dia menendang pria itu sampai terjatuh. Saat pria itu masih terjatuh, kesempatan untuk Lily menembaki habis anak buahnya. Setelah anak buah pria itu habis, Lily mendekati pria itu dan menodongkan pistolnya tepat arah wajah pria itu.


"Kau pasti bos mereka. Siapa kau sebenarnya?" tanya Lily.


Pria itu tersenyum, "Hah, ternyata kau masih seperti dulu ya. Kehebatanmu masih belum berubah, Lily Coloters!" ucapnya tersenyum licik.


"Bagaimana kau bisa tahu namaku! Siapa kau?"


"Turunkan dulu pistolmu itu. Aku pasti akan memperkenalkan diri," ucap pria itu.


Lily langsung menurunkan pistolnya tapi dia tetap waspada. Pria itu beranjak berdiri, "Baiklah, aku akan memperkenalkan diri.


Namaku adalah Matsuoka, mungkin kau tidak sadar. Tapi dulu kita sudah pernah bertemu," ucapnya.


"Apa maksudmu?"


Lalu tiba-tiba saja Matsuoka melempari pasir tepat arah mata Lily dan membuat pandangan Lily menjadi kabur. Saat itu juga Matsuoka langsung mendang pistol yang Lily pegang sampai terpental jauh. Matsuoka kemudian juga menendang perut Lily sampai Lily terjatuh.


Saat itulah Matsuoka menodongkan pistolnya tepat pada wajah Lily. "Kau dulu melakukan ini padaku," ucapnya tersenyum licik pada Lily.


"Sial!" Lily benar-benar merasa terpojok saat ini.