
"Peretas, cari tahu kapan kira-kira kereta kembali ke stasiun Kodori? Aku beri kau waktu 10 menit, cepat cari!" ucap Matsuoka pada seorang hacker itu melalui video call lewat komputernya.
"B-aik! Aku akan mencari tahu," sesegera mungkin peretas itu mencari tahu kapan waktu kembalinya kereta di stasiun Kodori.
Sementara menunggu peretas itu, Matsuoka kembali membuka laptop nya dan melihat foto Lily. Matsuoka tersenyum mencurigakan saat dia menatap foto itu.
"Kemampuannya benar-benar hebat. Dari saat dia hampir menghabisiku sampai sekarang dia masih belum berubah. Dan karena kemampuannya banyak yang mengincarnya, dan bahkan ada juga yang menghianatinya," ucap Matsuoka.
"Sudah ketemu. Kereta akan datang ke stasiun Kodori pada malam nanti pukul 19.00."
"Bagus, peretas. Dengan kau terus membantuku, aku tak perlu membunuhmu kan," ucap Matsuoka tersenyum licik dan membuat tubuh peretas itu langsung bergetar ketakutan.
Sebenarnya peretas itu berkerja untuk Matusoka hanya keterpaksaan saja. Karena Matsuoka dan anak buahnya mengancam peretas itu akan membunuhnya jika dia tidak bekerja untuk Matsuoka sejak Matsuoka datang ke Tokyo.
Dan peretas itu juga tahu jika Matsuoka adalah seorang ******* yang berbahaya dan juga kejam. Matsuoka bahkan mampu membunuh banyak orang hanya untuk memuaskan tujuannya. Insiden Distrik Nomoya di Osaka empat tahun yang lalu itu adalah insiden terbesar di Osaka. Dari saat itu Matsuoka menjadi buronan polisi di Osaka. Mungkin karena itu dia pindah ke Tokyo, atau mungkin dia punya tujuan lain.
Sementara itu, Lily dan juga Ellard pergi ke sebuah restoran. Mereka berdua makan di sana sebelum nanti mereka pulang karena waktu yang sudah menunjukkan pukul 18.30.
"Hah. Kenapa tadi kita jalan-jalannya jauh banget tadi? Sekarang kita harus naik kereta untuk bisa pulang," ucap Ellard sembari memakan makanannya.
"Maaflah. Kenapa kau nurut aja tadi. Lagipula ini adalah kesempatan emas untukku, aku bisa jalan-jalan tadi," ucap Lily.
Setelah mereka makan, mereka pergi ke stasiun untuk pulang. "Kita akan naik kereta di stasiun Kodori. Kereta itu cukup cepat lho, mungkin kita akan cepat sampai nanti," ucap Lily berjalan di samping Ellard sembari meminum coklat panas yang dia beli tadi.
"Sepertinya kau selalu bahagia dengan apapun itu. Apa kau tidak pernah merasakan kekhawatiran?"
"Tidak! Itu hanya untuk orang-orang bodoh saja," jawab Lily.
"Aku ingin memanfaatkannya. Tapi kenapa jadi begini, aku malah luluh dengannya," batin Ellard.
Saat mereka sampai di lokasi stasiun Kodori, mereka terkejut saat melihat ada sebuah penghalang yang sudah anggota polisi pasang di sana. Dan di sana ada banyak orang dan juga anggota kepolisian.
"Heh... kenapa ditutup? Memangnya ada apa?" pikir Lily.
Dan bahkan mereka tidak bisa mendekati jalan masuk stasiun. Karena di sana ada banyak anggota polisi. Dari banyak orang-orang yang membicarakan tentang stasiun itu, ada berita yang beredar bahwa lokasi stasiun Kodori sedang dalam bahaya. Akan ada ledakan besar di sana. Polisi bahkan tidak berani masuk untuk menjinakkan bom nya. Karena bom itu bisa saja medelak kapan saja, dan itu terlalu beresiko.
"Bom! Astaga... Ellard bagaimana ini?"
"Kita pergi saja! Tidak aman berada di sini," ucap Ellard.
Lily berdiri terdiam, dia melihat jalan masuk stasiun itu. Lily mulai curiga jika itu ulah dari si *******, Matsuoka. Itu masuk akal, karena sebelumnya belum pernah ada kejadian seperti ini di Tokyo. Dan bahkan Edent yang sedari dulu menjadi musuh Alicon, belum pernah mereka melakukan hal itu.
"Kau benar... kita tidak sedang menjalankan misi. Ini bukanlah tugas kita," ucap Lily lalu berjalan pergi meninggalkan lokasi itu bersama dengan Ellard.
"Bahaya jika sampai Lily nanti terlibat. Aku takut ini ulah Edent," batin Ellard.
Sementara itu, di dalam stasiun Matsuoka beserta dengan anak buahnya berada di sana. Anak buahnya dan juga Matsuoka sendiri mengeluarkan senapan mereka.
Dan selama beberapa menit, akhirnya kereta pun datang. Anak buahnya dan juga Matsuoka langsung menembaki kereta itu dengan begitu kejamnya. Saat kereta berhenti, kaca-kaca dan juga semua sudut kereta sudah hancur. Banyak darah keluar dari dalam kereta.
"Hahahaha! Benar-benar menyenangkan!" ucap Matsuoka tersenyum kencang sembari terus menembaki kereta itu.
Tapi ternyata masih ada orang yang hidup di dalam kereta itu. Dan mereka tidak lain adalah anggota Alicon. Dan Matsuoka mulai menyadari itu juga.
"Jadi kalian," anggota Alicon langsung menembaki anak buah Matsuoka sampai habis. Matsuoka dengan gesit menghindari tembakan mereka. Lalu Matsuoka pergi bersembunyi di balik sebuah tiang besar, tapi walau dengan keadaannya yang saat ini terpojok, Matsuoka malah tersenyum jahat. Merasa tertantang dan puas dengan apa yang menyerangnya saat ini.
"Ini akan selesai dengan cepat," ucap Matsuoka.
Matsuoka pergi menjauh dari stasiun. Lalu dia mengeluarkan sebuah remot yang ada tombol berwarna merah. Matsuoka tersenyum jahat. "Alicon, matilah kalian! hahahha!" ucapnya lalu dia menekan tombol itu dan...
Ledakan pun terjadi dengan begitu kuatnya sampai membuat gempa untuk beberapa detik. Orang-orang yang berada dekat dengan area stasiun pun langsung berhamburan pergi menjauh dari dekat stasiun.
Saat Lily sudah berada di rumah, dia memakan cemilan sembari menonton TV. Dia menonton berita yang membicarakan tentang ledakan yang terjadi di stasiun Kodori. Banyak korban tewas akibat ledakan itu.
"Hah... apa ini ulah si ******* itu?" pikir Lily saat dia sudah menonton berita itu. Bahkan Lily pun tahu jika ada beberapa anggota Alicon yang berada dalam kereta itu untuk berpatroli. Dan sekarang mereka sudah tewas.
"Apa sekarang aku temui Eric aja ya. Mungkin aja dia tahu sesuatu tentang insiden itu," ucap Lily. Lalu dia pun mamakai seragam Alicon dan pergi ke markas.
Setibanya Lily di markas, dia tidak melihat Eric di ruangannya. Padahal tidak ada kabar dari Eric jika dia ingin pergi. Lily bertanya dengan salah satu anggota Alicon wanita temannya bernama Suguha. Suguha memiliki rambut berwarna coklat pendek dengan iris matanya berwarna hitam.
"Suguha, apa kau tidak tahu kemana kapten Eric?" tanya Lily pada Suguha yang saat ini dia sedang berlatih menembak di ruang latihan.
"Kapten Eric kembali ke Osaka hari ini. Apa kau tidak diberitahu olehnya?"
Lily menggelengkan kepalanya. "Tidak. Aku tidak tahu dia akan kembali ke Osaka. Kenapa dia tidak memberitahuku?"
"Mungkin karena dia sedang terburu-buru. Makanya dia lupa memberitahumu," ucap Suguha.
"Aku pikir dia tidak akan kembali ke sana. Hah, benar-benar menyakitkan berpisah dengan orang yang kita sayangi," ucap Lily lalu dia berjalan pergi.
Lily memutuskan untuk menelfon Eric. Tapi tidak ada jawaban juga dari Eric. Lily mulai terlihat murung saat pria yang sudah dia anggap sebagai kakaknya pergi tanpa memberitahunya terlebih dulu.
Di sebuah jalan yang begitu sepi, tepatnya ada satu mobil yang sedang melaju. Dan mobil itu adalah mobil untuk mengantar kembalinya Eric ke Osaka. Tapi di pertengahan jalan, ada sebuah mobil menghentikan mobil itu.
Dan seseorang turun dari mobil itu. Tidak disangka jika Matsuoka lah yang mengentikan Eric. Eric langsung turun dari mobil.
"Hei, kenapa kau menghentikan jalan kami!" ucapnya dengan nada tegas.
Matsuoka tersenyum mencurigakan, dia berjalan mendekati Eric. "Hah. Malam-malam begini kau mau kemana, Eric?"
Eric terkejut saat dia mulai sadar siapa yang saat ini berbicara dengannya. "Apa kau, Matsuoka?"