
Karena jika menggunakan website biasa, orang-orang dari kota Ostania Timur tetap tidak akan terlacak identitas mereka. Karena itu, Ellard memanipulasi jaringan privasi dengan menggunakan kemampuan manset telinganya. Itu akan mempermudah Ellard untuk mencari tahu siapa sebenarnya para penyusup yang berasal dari kota Ostania Timur itu.
Kemudian Ellard akan menyembunyikan identitas jaringannya saat dia akan memasuki jaringan privasi itu agar jaringan Ellard tetap aman tidak terkena blokir dari sistem. Dan akhirnya setelah lumayan lama, Ellard bisa mengakses sistemnya.
Dari informasi sistem privasi itu, sepuluh orang dari kota Ostania Timur itu adalah anggota dari sebuah organisasi yang selalu ditakuti oleh penduduk kota Ostania Timur bernama organisasi militer kejahatan 'Edent'. Mereka bukanlah organisasi militer yang berbuat baik atau memiliki tujuan untuk melindungi ibukota mereka, tapi apa yang mereka lakukan berbanding terbalik. Mereka akan memperbudak orang-orang dari kota Ostania Timur jika diperlukan. Bahkan anggota kepolisian kota Ostania Timur tidak bisa berbuat apa-apa dengan organisasi Edent. Mereka begitu kuat, ganas dan juga sadis. Tapi mungkin kesadisan mereka seimbang dengan kesadisan Ellard.
"Baiklah, menarik. Jadi selama ini Edent bergerak secara sembunyi-sembunyi, ya," ucap Ellard setelah dia membaca semua data-data itu.
Edent mempunyai tujuan menguasai semua negara-negara besar di Jepang. Mereka haus akan kekuasaan, harta dan juga perbudakan. Jika sampai mereka berhasil memblokir sistem operasi Android milik profesor Parker, maka entah apa yang akan terjadi kedepannya. Karena dari informasi ayah Ellard, sistem yang dibuat profesor Parker bahkan bisa saja menghentikan pergerakan dari organisasi Edent. Walau sampai sekarang belum ada yang tahu sistem apa yang dimaksud oleh profesor Parker, dan Ellard sendiri bahkan juga belum tahu sistem apa yang saat ini sedang dipertaruhkan.
"Edent sangatlah ganas. Aku tak bisa bertindak gegabah. Bisa menghentikan sepuluh anggota mereka saja itu sudah cukup bagus," ucap Ellard.
Saat ini yang perlu Ellard lakukan adalah menghentikan sepuluh anggota organisasi Edent. Walau itu masih belum akhir, tapi setidaknya sepuluh anggota Edent itu tidak akan bisa berkutik setelah mereka ditangkap.
"Untuk permasalahan Edent aku akan pikirkan nanti. Untuk sekarang aku harus mencari di mana sepuluh anggota itu. Aku akan menangkap mereka, kalau perlu aku bunuh mereka satu-persatu," ucap Ellard sambil dia berjalan menuju pintu jendela kamarnya lalu membukanya dan membiarkan hembusan angin malam masuk ke dalam kamar Ellard.
Lalu Ellard kembali menutup pintu jendelanya dan berjalan menuju tempat tidurnya dan membaringkan tubuhnya yang sudah cukup lelah itu ke atas kasur yang begitu empuk dan nyaman, lalu perlahan Ellard mulai menutup matanya dan pergi tidur, sampai dia tidak sadar jika pintu kamarnya belum dia kunci.
Selang beberapa menit setelah Ellard tertidur pulas, Lilia masuk ke dalam kamar Ellard. Lilia berjalan mendekati tempat tidur Ellard, lalu Lilia menatap Ellard yang tengah tertidur itu dengan tatapan kosong.
Lalu salah satu tangan Lilia tiba-tiba saja tergerak ke arah wajah Ellard, tapi Lilia langsung menghentikan gerakan tangnnya itu saat tangannya hampir menyentuh wajah Ellard.
"Kenapa aku bisa berada di sini. Astaga, tidak seharusnya aku datang ke sini," ucap Lilia yang wajahnya mulai memerah lalu dia langsung berjalan pergi meninggalkan kamar Ellard, tidak lupa juga dia menutup kamar Ellard agar Ellard tidak curiga nantinya jika ada yang masuk ke dalam kamarnya.
Keesokan harinya ...
Ellard terbangun dari tidurnya, tapi saat dia melihat ke arah pintu kamarnya dia melihat jika pintu kamarnya sedikit terbuka.
"Aku memang belum mengunci pintu. Tapi aku menutup rapat pintunya. Pasti ada yang masuk ke kamarku," lalu Ellard melihat komputernya, melihat apakah data-data yang dia simpan aman. Dan beruntung data-datanya masih aman.
"Cih, apakah Lilia yang tadi malam masuk ke dalam kamarku?" lalu dengan perasaan marah Ellard berjalan pergi meninggalkan kamarnya.
Ellard mencari di mana Lilia sekarang. Dan Ellard melihat Lilia sedang memasak saat ini. Lalu Ellard berjalan mendekati Lilia lalu dia mendekati wajah Lilia, Lilia yang terkejut tidak bisa berbuat apa-apa.
"A-da apa tuan muda?" tanya Lilia yang terlihat gugup itu.
"Jawab dengan jujur. Apa semalam kau masuk ke dalam kamarku?" tanya Ellard dengan tatapan dinginnya.
Seketika wajah Lilia memerah, lalu Lilia menundukkan kepalanya. "Iya, maafkan saya tuan muda," jawbanya.
Lalu Ellard menatap Lilia yang tertunduk menyesal, dan Ellard memegang tangan Lilia lalu dia angkat dan mendorongnya ke tembok dengan cukup keras.
Lilia meneteskan air matanya sambil memegangi tangannya yang sepertinya terlihat sakit. Lalu saat Ellard berjalan cukup jauh dia menghentikan langkah kakinya dan dia menoleh ke arah Lilia.
"Apa semalam kau menyentuh komputerku?" tanya Ellard.
"Ti-dak tuan muda," jawabnya gugup.
Lalu Ellard diam saja dan berjalan pergi menuju kamarnya. Lalu dia pergi mandi, di dalam kamar mandi dengan air yang terus mengalir ke tubuhnya dia manatap wajahnya di depan cermin.
"Hah, hampir saja aku tadi. Cih, emosiku benar-benar sulit untuk kuatur," ucap Ellard sambil membelai rambutnya yang basah terguyur air keran.
Setelah mandi Ellard memakai seragam sekolahnya, sebenarnya dia agak malas untuk pergi ke sekolah karena hari ini ada pertandingan lomba olahraga antar kelas. Tapi apa boleh buat, Ellard akan mendapatkan pengurangan point jika dia sampai bolos sekolah.
Lalu setelah berisap Ellard berjalan menuju meja makan. Di sana Lilia sudah menyiapkan makanan untuk Ellard. Ellard diam saja berdiri di tangga, dia menatap wajah Lilia yang sepertinya dia sudah melupakan kejadian tadi.
"Lilia, kau masak apa hari ini?" tanya Ellard sambil duduk di kursi meja makan.
"Hari ini saya memasak ayam dengan bumbu balado dan juga dengan sedikit bumbu BBQ. Saya juga sudah membuatkan anda coklat panas," jawab Lilia.
"Sepertinya dia baik-baik saja," batin Ellard.
Lalu Ellard memakan masakan dari Lilia, untuk pertama kalinya ini Ellard baru akan mencoba masakan Lilia.
"Enak," ucapnya sambil menyantap makanannya.
Lilia tersenyum senang, wajahnya terlihat berseri-seri. Sepertinya dia memang sudah melupakan tentang peristiwa emosi Ellard tadi pagi.
"Baiklah aku sudah kenyang. Terimakasih untuk makanannya," ucap Ellard lalu beranjak dari tempat dia duduk dan bersiap untuk pergi ke sekolah.
Tapi saat Ellard baru saja berjalan mendekati pintu, dia mengehentikan langkah kakinya dan berbalik ke arah Lilia.
"Lilia ... " panggilnya.
"I-ya tuan muda. Apakah ada sesuatu yang anda butuhkan?" tanya Lilia.
"Maafkan aku. Saat aku emosi aku tidak bisa mengendalikannya," ucap Ellard lalu dia berjalan pergi.
"Aku tahu itu, aku akan berusaha untuk mengubahnya," batin Lilia tersenyum tipis.