
Setelah Ellard pergi dari markas, Ellard mencoba untuk mencari tahu tentang para pelayan dan Gorgio yang sampai sekarang masih belum ditemukan. Dan dari informasi yang Ellard ketahui, ternyata Lilia juga sudah merencanakan semua itu. Lilia menyekap dan menahan mereka di sebuah bangunan kosong yang sudah tidak terpakai. Lilia juga memberikan sebuah obat bius pada mereka, karena itu sampai sekarang Ellard masih belum mendapatkan Kabar. Ellard bergegas pergi ke tempat itu dan melepaskan semua pelayan dan juga Gorgio. Mereka mengucapkan terimakasih pada Ellard setelah Ellard berhasil melepaskan mereka semua, terutama Gorgio yang merasa khawatir saat dia sudah berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu tidak bersama Ellard dan melayani Ellard dengan sangat baik.
Malam Harinya ...
Ellard tampak sedang duduk santai di kursi meja belajarnya. Dia tampak sedang mengamati data-data semua murid kelas X SMA Confident. Ellard ternyata diam-diam juga sudah mencari informasi tentang semua murid kelas X sejak kelas C berhasil menemukan forward dari kelas B.
Semua anggota kelompok II, bertugas untuk menemukan siapa forward dari kelas X-C. Ellard cukup sulit untuk mencari semua informasi karena di kelas X-C ada Dominic yang sangat licik.
"Hmmm, kenapa kelompok II harus berhadapan dengan kelas C. Bukannya aku takut, tapi Dominic pasti tidak akan membiarkan forward dikelasnya sampai terbongkar.
Dan juga, pasti Dominic tahu siapa forward di kelasnya," ucap Ellard.
Dari yang Ellard ketahui tentang murid kelas X-C, ada salah satu murid yang dicurigainya sebagai forward. Selain itu, Ellard juga harus berhati-hati dengan kelompok lain yang juga mencari tahu siapa forward kelas D.
"Sepertinya aku harus mulai mencari tahu siapa forward dikelasku. Mereka pintar juga, ya," ucap Ellard.
Besoknya di sekolah, Ellard mengirimi pesan pada Calisa untuk mengajaknya bertemu di atap sekolah. Calisa yang tiba-tiba saja di hubungi Ellard, wajahnya langsung senang dan berseri-seri. Tentu saja, karena sudah cukup lama Calisa tidak menemui Ellard. Dan karena sekarang ini Calisa sudah resmi menjadi anggota OSIS, dia juga tidak bisa jika bertemu dengan Ellard. Semua murid sudah tahu jika Calisa dan Ellard sudah tidak berpacaran. Jadi untuk tetap menjaga informasi itu, Calisa mau tidak mau harus menjaga jarak dengan Ellard.
"Ellard, akhirnya setelah aku menunggu kau mengajakku bertemu juga," ucap Calisa sambil berjalan mendekati Ellard.
"Calisa, kau anggota OSIS. Kau pasti tahu kapan ujian ini akan berakhir?"
"Ya, aku tahu! Maaf aku belum memberitahumu. Karena kau bilang jika aku hanya akan bertemu denganmu saat kau memanggilku," ucap Calisa.
"Iya. Sekarang beritahu aku kapan ujian akan berkahir?"
"Dari informasi, ujian akan berakhir satu Minggu lagi. Kita anggota OSIS memang diam saja tidak memberitahu murid lainnya tentang ini. Karena kita akan menguji seberapa besar kemampuan mereka," ucap Calisa.
"Dan, apa kau sudah tahu siapa forward di kelasmu?" tanya Ellard dengan tatapan dinginnya.
"Heh? Emmm ... aku belum tahu. Aku ikut kelompok yang murid kelas D, Hailey ikuti," jawab Calisa.
"Kau bodoh juga ya. Apa kelompok Hailey sudah tahu siapa forward yang harus mereka cari?" tanya Ellard.
Calisa menggelengkan kepalanya, "Masih belum. Aku sibuk dengan kegiatan OSIS, jadi aku tidak mengawasi mereka," jawab Calisa.
"Jika ujian berakhir kelompoknya belum mendapat jawaban, maka Calisa akan mendapat pengurangan point. Dan jika itu sampai terjadi, bisa saja dia dikeluarkan dari anggota OSIS. Dan itu tidak boleh sampai terjadi," batin Ellard.
"Kelas berapa forward yang harus kelompokk kalian cari?" tanya Ellard.
"Kelas X-B," jawab Calisa.
"Cih. Aku juga harus memikirkan tentang forward kelas A. Dia akan berguna untukku," batin Ellard.
"Calisa, aku akan membantumu untuk mencari tahu tentang forward kelas B. Jika kau berhasil menjawabnya, maka kumungkinan besar kau akan dipandang tinggi sebagai anggota OSIS.
Kau jangan lupa. Kau juga harus menjaga gelarmu sebagai anggota OSIS," lalu Ellard berjalan dan mendekati Calisa. "Karena itu sangat penting untukku," ucap Ellard lalu dia berjalan pergi meninggalkan atap sekolah.
"Aku harus tetap menjadi anggota OSIS. Hanya itu satu-satunya harapanku untuk tetap bisa dekat dengan Ellard," ucap Calisa.
Ellard pergi ke kelasnya, di sana dia tampak melihat Tatsumi yang lagi-lagi sibuk dengan ponselnya. Sedari tadi Ellard belum melihat Tatsumi meletakkan ponselnya bahkan hanya untuk satu detik.
Ellard berjalan mendekati tempat duduk Tatsumi. "Sepertinya kau begitu sibuk dengan ponselmu itu, ya," ucap Ellard.
"Tidak kok! Aku hanya sedang sibuk dengan seseorang aja," ucap Tatsumi gugup.
"Be-nar," jawab Tatsumi gugup.
"Pembohong ... " batin Ellard.
"Baiklah. Kalau begitu seharusnya aku tidak mengganggumu," ucap Ellard lalu dia berjalan kembali ke tempat duduknya, duduk santai sambil melihat luar jendela.
Hari ini pelajaran masih kosong. Banyak murid yang bolos dan lebih memilih berada di kafe dan restoran sekolah. Tapi menurut Ellard, mungkin itu akan berpengaruh dengan point-point mereka nantinya.
Sepulang sekolah, Ellard dihentikan oleh Hailey di depan pintu gerbang. "Kau, kenapa?"
"Ellard, apa kau benar-benar tidak ingin memikirkan kembali tentang tawaranku?" tanya Hailey.
"Ini bisa aku.manfaatkan," batin Ellard.
"Baiklah, aku menyetujuinya. Forward kelas A kan? Tapi bukankah kelompokmu harus mencari forward kelas B?"
Wajah Hailey memerah. "A-ku juga baru tahu itu. Aku tidak tahu sebelumnya," ucap Hailey malu-malu.
"Makanya, ubah sikap," ucap Ellard.
Wajah Hailey semakin memerah. "Terserah aku! Memangnya apa harus aku menuruti apa yang kau katakan," ucap Hailey.
Ellard menghela nafas panjang. "Apa kau sudah tahu forward kelas C?" tanya Ellard.
"Aku masih tidak yakin. Tapi dikelompokku ada salah satu anggota kelas C yang aku curigai sih," ucap Hailey.
"Siapa dia?"
"Hatsuki," jawab Hailey.
"Ternyata kecurigaan Hailey sama denganku. Dia cukup berguna juga walau menyebalkan," batin Ellard.
"Hmmm ... apakah kau melihat ada yang mencurigakan tentangnya?" tanya Ellard.
"Emm. Dia itu terlihat sangat aneh. Dia bahkan tidak membiarkan salah satu anggota melihat ponselnya. Hanya melihatnya tidak membukanya," jawab Hailey.
"Hmmm, itu informasi yang cukup untukku," batin Ellard.
Lalu Ellard mengelus-elus kepala Hailey dan membuat wajah Hailey langsung memerah. "Baiklah, kau berguna juga. Aku akan memberitahumu tentang forward kelas B, nanti," ucap Ellard lalu dia berjalan pergi meninggalkan Hailey.
Hailey masih berdiri terdiam didepan pintu gerbang. Hailey memegangi kepelanya, dan wajahnya kembali memerah.
"Apa-apaan itu tadi," ucap Hailey.
Setibanya di rumah, Ellard langsung disambut hangat oleh pelayan-pelayanya dengan sangat baik. Ellard tahu, jika apa yang sekarang ini mereka lakukan karena mereka ingin membalas kebaikan Ellard.
"Apakah ibu belum pulang?" tanya Ellard pada salah satu pelayan.
"Belum, tuan," jawabnya.
"Hmm. Seharusnya ibu pulang hari ini. Tapi itu bagus. Aku bisa mengobati lukaku dulu. Disekolah aku harus menyembunyikan lukaku," batin Ellard.
Saat sekolah, tangan kanan Ellard yang diperban dia sembunyikan dengan dia memakai sarung tangan. Ellard tidak ingin jika sampai ada yang tahu tentang lukanya.