
Ellard tampak sedang fokus dengan komputernya di dalam kamarnya. Sejak dia gagal membuka blokir dari Guidroid itu, Ellard mulai kembali fokus untuk mencari cara untuk bisa mengisi daya dari jantung buatan Lily. Bahkan Ellard juga mencari dokter dan ilmuwan yang bisa. Tapi dua hari ini dia mencari, dia tak menemukan apapun yang berguna.
Sampai akhirnya tiba-tiba saja suara dering dari ponsel Ellard membuatnya memalingkan pandangannya dari komputernya. Mengambil ponsel yang tergelatak di atas meja, dan mengangkat siapa telfon itu.
"Ellard, datanglah ke markas Alicon," ternyata telfon itu dari komando Chihara.
"Kenapa aku harus pergi ke sana? Nggak penting," jawab Ellard dengan wajah datarnya, seperti biasa, tatapan dinginnya langsung keluar.
"Ini penting! Cepatlah! Ini ada hubungannya dengan jantung Lily!"
"Baiklah. Aku akan ke sana. Jika sampai ini tidak ada hubungannya dengan apa yang kau katakan tadi, aku akan keluar dari Alicon," ucap Ellard lalu dengan kasar dia menutup telfon itu.
Ellard langsung menutup komputernya, dan langsung bersiap untuk pergi ke markas. Dari dua hari ini Ellard belum keluar dari rumah ataupun kamarnya. Keluar dari kamar hanya untuk makan, dan setelah itu dia akan kembali fokus dengan komputernya.
Setibanya di markas, dengan cepat Ellard langsung menemui komando Chihara. "Masalah apa yang menurutmu ada kaitannya dengan jantung Lily?" tanya Ellard sembari dia memasuki ruangan komando Chihara.
"Ellard, kau ahli dalam komputer kan?"
"Ya," jawab Ellard singkat.
"Kau lacaklah peretas yang sudah hampir membobol jaringan menara Tonjiko. Itu mungkin akan ada kaitannya dengan edent. Apa kau lupa, kalau Edent lah penyebab jantung Lily tidak bisa di isi daya," ucap komando Chihara.
"Aku akan melacaknya. Tapi apa yang membuatmu yakin jika itu ulah dari edent?"
"Karena... apa yang selama ini Edent incar bukan hanya sistem itu. Tapi juga menara Tonjiko, menara itu adalah aset besar milik Tokyo. Mereka ingin menghancurkanya," jawab komando Chihara yakin.
"Beri aku waktu limabelas menit. Aku akan mencari tahu," ucap Ellard lalu dia pergi ke ruangan di mana para peretas Alicon fokus dengan komputer mereka.
Dengan cepat Ellard membuka komputer, mencari tahu jaringan dari manara Tonjiko. Lalu dengan menggunakan manset telinganya, Ellard dapat melihat lokasi dari pembobolan itu.
"Ostania Timur?" kata itu langsung keluar dari mulut Ellard saat dia selesai memindai dan melacak lokasi peretas itu berada.
"Sudah kuduga. Pasti Edent," ucap komando Chihara.
"Ellard, apa kau tahu di mana letak markas Edent?"
"Tidak! Para peretas itu pintar. Aku tak bisa melacak di mana lokasi markas Edent," jawab Ellard.
"Mereka dapat menyegel titik lokasi markas Edent. Para peretas itu hanya bodoh jika dalam menyembunyikan lokasi mereka berada, tapi mereka pintar jika dalam urusan mengunci," ucap Ellard.
Sementara itu, Matsuoka beserta dengan anak buahnya tampak berdiri dekat dengan lokasi markas besar Alicon. Matsuoka tersenyum jahat sembari memandangi markas Alicon yang tampak megah dan besar itu bahkan dari jarak yang cukup jauh.
"Baiklah. Saatnya beraksi! Apa kalian siap untuk mencari keirbutan?" tanya Matsuoka.
"Ya!" jawab anak buahnya serentak.
"Siap,! Rasanya agak sulit untuk mencari jalan aman. Tapi tidak ada yang tidak mungkin oleh peretas terhebat sepertiku."
"Jangan banyak bicara, peretas. Aku tak ingin membunuhmu sekarang," ucap Matsuoka.
Selang beberapa menit, akhirnya peretas itu menemukan titik lokasi jalan aman untuk masuk dalam markas. Peretas itu ternyata juga sudah menyiapkan sebuah rencana jika di jalan itu ada penjaga nya.
Dan ternyata di jalan itu memang ada beberapa penjaga. "Peretas, apa kau mempunyai rencana cadangan?"
"Itu, para *******! Ayo kita serang mereka!" ucap anggota Alicon itu.
"Tentu saja ada. Jangan lupakan jika aku adalah peretas terhebat di Tokyo."
Lalu saat anggota Alicon itu akan menyerang Matsuoka, tiba-tiba saja muncul ledakan yang tidak terlalu besar tapi ledakan itu mampu membunuh anggota Alicon itu.
"Pintar, peretas. Ini yang aku butuhkan darimu," ucap Matsuoka sembari berjalan memasuki markas. Saat ada cctv yang berada di sana, Mastuoka mengambil pistolnya dan dia langsung menembak cctv itu sampai hancur.
"Sampah! Cctv saja tidak cukup untuk menjaga markas ini," ucap Matsuoka.
Tapi saat cctv itu hancur, tiba-tiba saja muncul cctv dengan jumlah banyak dari beberapa sudut. Tapi cctv itu tiba-tiba saja mengeluarkan tembakan ke arah Matsuoka dan anak buahnya. Tapi Matsuoka lebih cepat dari tembakan itu. Dengan cepat Matsuoka menembaki cctv yang mulai menembak itu. Kabar buruknya, dua anak buah Matsuoka mati terkena tembakan dari cctv itu.
"Cih. Aku sudah kehilangan dua anak buahku sekaligus," gerutu Matsuoka.
Sementara itu, Ellard masih sibuk dengan komputernya di ruangan para peretas itu kumpul bersama dengan komando Chihara di sampingnya. Ellard mencoba untuk melacak lebih detail lagi lokasi markas Edent. Tapi nihil, tak bisa ditemukan. Semuanya tersegel. Sampai akhirnya muncul suara alarm tanda bahwa ada pemyusup datang ke markas. Mendengar itu, komando Chihara dan Ellard langsung mengambil alih untuk memerintahkan anggota Alicon waspada.
Beberapa anggota Alicon mencari di semua sudut tempat di markas untuk mencari penyusup itu. Tapi mereka tak menemukannya. Dan tiba-tiba saja layar berukuran besar yang berada di dalam ruangan para peretas, muncul suara dan wajah Matsuoka. Mereka langsung terkejut saat tiba-tiba saja Matsuoka bisa muncul.
"Halo, para Alicon. Apa kabar? Apa kalian masih ingat denganku?" tanya Matsuoka tersenyum licik.
"Bagaimana bisa dia berada di markas ini? Dan kenapa mereka belum menemukan di mana lokasinya?" pikir Komando Chihara yang mulai merasa panik.
"Kau? Kau yang udah nyerang Lily waktu itu kan? Siapa kau?" tanya Ellard.
"Wah, aku ketemu dengan Ellard si rambut pirang, ya. Namaku Matsuoka, salam kenal. Lily bilang kalau kau rekannya kan?
Rasanya aku kasihan dengan Lily. Dia mendapat rekan yang mempunyai kemampuan payah," ucap Matusoka dengan nada meledek.
"Cih. Kau masih belum tahu kemampuanku saja. Temui aku dan lawan aku! Aku akan tunjukkan kemampuanku," ucap Ellard tersenyum setengah dengan begitu santainya.
"Kau berani juga ya. Baiklah, itu yang kau mau. Kita akan bertemu, sampai jumpa lagi, Alicon! Oh iya, sebelum pergi aku ada hadiah untuk kalian," ucap Matusoka.
"Hadiah?"
Lalu tiba-tiba saja ledakan muncul dengan begitu besar dan meledakkan sebagian markas. Dan bahkan belum ada anggota Alicon yang bisa menemukan di mana Matsuoka berada. Dan bahkan ada anggota Alicon yang tewas karena tiba-tiba saja cctv yang seharusnya menembak lawan malah balik menembak anggota Alicon. Dan Ellard yang tahu itu langsung mematikan sistem dari cctv itu dengan menggunakan kemampuan dari manset telinganya.