
Lily tampak tengah duduk santai di sofa rumahnya. Saat ini pikirannya cukup kacau karena memikirkan tentang siapa penghianat Alicon yang Matsuoka katakan. Lily paham betul jika semua anggota Alicon di Tokyo tak akan berani berkhianat.
Tidak lama kemudian tiba-tiba saja telefon rumah Lily berdering. Lily langsung mangangkat telfon itu. "Aku pikir bukan kau yang akan menjawabnya."
"Siapa ini?"
"Pergilah ke gedung kosong di pusat kota. Jika kau masih ingin bertemu dengan Eric."
Dan telfon pun langsung tertutup.
"Eric? Apa dia di sekap oleh penjahat? Sudah kuduga, pasti ada sesuatu yang menyebabkannya tidak bisa menjawab telfonku," dengan cepat Lily kembali memakai seragam Alicon nya dan pergi meninggalkan rumah.
Setibanya di gedung kosong yang berada di pusat kota, Lily mulai mengeluarkan pistol dari dalam tasnya untuk berjaga-jaga. Lily berjalan dengan begitu hati-hati memasuki gedung. Gedung itu cukup luas dan juga tinggi, Lily sampai berjalan menaiki tangga karena lift di sana sudah rusak.
Lily tiba di lantai tiga, dan dia masih belum menemukan petunjuk tentang dimana Eric berada.
"Eric! Kau dimana? Ini aku... Lily!" dia terus berteriak memanggil Eric. Tapi belum ada jawaban darinya.
"Yo... " lalu tiba-tiba saja ada yang menyapa Lily. Dia langsung menoleh ke arah sumber suara itu.
"Matsuoka?" dan ternyata Matsuoka lah yang sudah merencanakan itu semua.
"Kenapa kau terkejut begitu. Kau kira ini semua ulah siapa kalau bukan aku?"
"Dimana Eric! Kau pasti tahu dimana dia kan?"
"Maksudmu si penghianat Alicon?"
"Penghianat Alicon?"
"Yah... kau ternyata masih belum mengerti juga ya."
Lalu tiba-tiba saja beberapa anak buah Matsuoka datang membawa Eric yang tubuhnya masih terikat. "Eric!"
"Jangan terkejut begitu. Apa kau masih belum mengerti jika orang yang sudah kau anggap sebagai kakak itu adalah penghianat Alicon?
Apa kau masih belum paham tentang siapa yang sudah membocorkan tentang jantung buatan itu pada Edent? Lily, kau benar-benar bodoh!"
"Eric, katakan padaku. Apa yang dikatakan Matsuoka tidak benar kan?" tanya Lily dengan tatapan berkaca-kaca pada Eric.
Eric tersenyum jahat. "Lily, kau benar-benar bodoh!"
Lily terdiam saat Eric mengatakan hal itu. Tidak disangka orang yang sudah dia anggap sebagai kakak ternyata penjahat yang selama ini mengincar jantung buatan milik Lily.
"Aku sudah salah ternyata, ya. Aku benar-benar bodoh sudah mempercayai dunia ini dengan mudahnya. Bagaimana bisa aku tidak menyadari tentang penghianatan yang terjadi selama ini?"
Lalu Matsuoka mengeluarkan pistolnya dan menodongkannya pada kepala Eric. "Dia lebih pantas mati," saat Matsuoka akan menembak Eric, Lily langsung menghentikannya dengan memegang tangan Mastuoka.
"Jangan membunuhnya! Aku tak ingin dia mati. Dia memang sudah berkhianat, tapi kita jangan sampai membunuhnya," ucap Lily.
"Jangan bunuh dia!" Matsuoka akan menembak Eric. Lily langsung beranjak berdiri dan dia langsung mendorong Matsuoka dan membuatnya terjatuh.
Lily langsung menembak anak buah Matsuoka bukan dengan peluru asli. Tapi dengan peluru plastik yang sudah diberikan obat bius yang akan membuat anak buah Matsuoka jatuh pingsan.
"Eric, aku tidak akan membunuhmu. Tapi kau akan mendekam dalam penjara," ucap Lily sambil membawa Eric pergi.
Saat Lily akan pergi bersama Eric, tiba-tiba saja Matsuoka menembakkan pelurunya dan membuat Lily menghentikan langkah kakinya.
"Lily, lebih baik kau bunuh saja dia! Aku paling benci dengan penghianat Alicon.
Bagaimana mereka dengan mudahnya menghainati seseorang dan memanfaatkan mereka," ucap Matsuoka sambil kedua tangannya mengepal marah. Dan Lily melihat kemarahan yang Matsuoka alami saat ini.
Saat Lily lengah, Eric langsung menendang perut Lily lalu Eric pergi lari dari Lily. Tapi Matsuoka tahu jika Eric akan lari, dengan cepat Matsuoka menembak tepat pada kepala Eric dan membuat Eric mati. Tapi Lily hanya diam saja saat melihat Eric tergeletak tidak bernyawa dengan darah yang terus keluar dari kepalanya.
"Aku tahu... kau salah paham Matsuoka!
Aku tahu kenapa kau bisa sampai sangat membenci Alicon!"
"Diam! Jangan banyak bicara. Ngomong-ngomong... apa kau pikir hanya ini alasan aku membawamu kemari?"
"Apa maksudmu?"
Lalu Matsuoka mengambil sebuah laptop dari tas nya yang cukup besar. Lalu Matsuoka membuka laptopnya dan memperlihatkan sebuah video pada Lily.
Video itu memperlihatkan bagaimana saat ini anggota Alicon sedang berjuang melindungi markas mereka. Di markas besar Alicon ada banyak sekali kelompok ******* yang juga memasang banyak peledak di markas Alicon.
Dan juga tidak lupa dengan kota. Ternyata Matsuoka juga ingin membuat Alicon dibenci oleh semua masyarakat di Tokyo. Peretas Matsuoka memperlihatkan sebuah video tentang bagaimana anggota Alicon membunuh di layar besar pusat kota. Semua orang di Tokyo bisa melihat video itu, dan juga peretas sudah memalsukan video itu supaya orang-orang di Tokyo percaya jika Alicon adalah organisasi militer kejahatan.
"Apa yang sudah kau lakukan!" Lily langsung berlari pergi, tapi saat dia akan membuka pintu untuk keluar, pintu di semua gedung itu sudah terkunci rapat.
"Kau tidak boleh keluar! Kita berbincang-bincang santai dulu di sini. Jangan khawatir, pasti si rambut pirang itu akan membantu," ucap Mastuoka.
"Ellard, selamatkan kota! Aku mempercayaimu!" batin Lily.
Sementara itu, Ellard saat ini berada di markas besar Alicon tepatnya di ruang para ahli komputer berada. Ellard mencoba untuk melacak lokasi para ******* yang saat ini berada di markas. Karena sampai sekarang anggota Alicon masih belum menemukan mereka.
"Aku akan menemukan mereka! Aku akan menghabisi mereka," ucap Ellard lalu dia membawa pistolnya dan pergi untuk mencari para ******* itu.
Dengan menggunakan manset telinga yang sudah dia hubungkan dengan jaringan seluruh komputer dan cctv di markas, Ellard akan dengan mudah menemukan para ******* itu.
"Demi Lily, aku akan membantu Alicon!" batin Ellard sembari berlari menuju lantai paling atas. Dari pelacakan, para ******* itu saat ini berada di lantai paling atas. Mereka akan memasang banyak peledak di sana, bertujuan untuk menghancurkan markas besar Alicon.
Tapi Ellard datang tepat waktu sebelum mereka akan mulai mengaktifkan peledak itu. Ellard dengan cepat langsung menembaki mereka tanpa ampun. Setelah ******* itu habis, Ellard akan memeriksa peledak yang sudah mereka pasang.
Tapi masih aman, peledak itu belum aktif. Jadi peledak itu tak akan meledak, Ellard langsung mengambil semua peledak itu. Dan Ellard kembali melacak jika sampai ada peledak lain di dalam markas. Tapi sejauh ini masih aman, tidak ada satupun peledak lagi di markas ini.
"Sekarang aku tinggal harus menyelesaikan masalah di kota," ucap Ellard lalu dia kembali menuju ruangan para ahli komputer bersama dengan komando Tomori.