
Bersama dengan komando Chihara yang mengawasi bagaimana Ellard akan menyelesaikan masalah di kota yang sampai saat ini tengah memanas, Ellard mencoba untuk melacak peretas yang sudah membajak jaringan di kota.
Menemukan letak lokasi dari inti jaringan si peretas, Ellard langsung memblokir inti dari jaringan itu agar si peretas tak dapat lagi mengambil alih semua jaringan di Tokyo. Dan sekarang Ellard lah yang sudah memegang kendali penuh semua jaringan di kota.
Ellard membuat siasat dengan memperlihatkan video jika apa yang terjadi hanyalah prank semata. Beruntung orang-orang yang berada di pusat kota percaya dengan siasat yang Ellard buat. Hampir saja pihak kepolisian Tokyo akan menangkap Alicon, tapi itu semua gagal berkat apa yang sudah dilakukan Ellard.
"Ellard, kerja bagus. Berkat kau, Alicon aman," ucap komando Chihara tersenyum pada Ellard.
"Aku melakukan ini bukan untuk Alicon ataupun kalian semua yang berada di sini," Ellard beranjak berdiri. "Tapi aku melakukan semua ini hanya untuk keuntunganku semata," dia berjalan pergi meninggalkan markas Alicon.
"Sial! Ternyata si rambut pirang itu pintar juga, ya," ucap Matsuoka sambil dia mengawasi keadaan kota lewat drone yang sudah dipersiapkan oleh si peretas.
"Kau tidak tahu aja. Dia tuh pintar dalam segala hal," ucap Lily.
"Yah... tapi selama aku belum mencoba sendiri kemampuannya, aku masih akan tetap menganggapnya sebagai anggota Alicon payah."
"Terserah sih. Jadi, bisakah sekarang aku pergi? Rasanya aku sudah tak ada lagi urusan denganmu."
"Tunggu dulu. Aku masih ingin bertemu dengan si rambut pirang. Dan kau yang akan membantuku."
"Apa yang akan kau lakukan? Aku sih tidak takut jika sampai Ellard bertemu denganmu. Karena aku tahu jika dia kuat."
"Aku jadi tidak sabar ingin bertemu dengannya. Berikan ponselmu," Matsuoka mengulurkan tangannya pada Lily.
"Tapi... aku tak akan sudi memberikan ponselku untuk kepentinganmu yang ingin menguji kemampuan Ellard."
Matsuoka mencoba untuk merebut tas Lily, tapi Lily menghindarinya dengan dia menendang tangan Mastuoka.
"Jangan coba-coba. Ingin sekali aku membawamu ke penjara. Tapi... aku yakin jika kau bukanlah orang jahat yang dipikirkan oleh banyak orang."
"Apa maksudmu? Jangan coba-coba untuk memanipulasi perasaanku," ucap Matsuoka sambil memegangi tangannya yang terasa sakit terkena tendangan maut Lily.
"Ya. Kau hanya salah jalan, kau hanya salah paham. Dan aku di sini ingin kau mengerti dan paham dengan apa yang selama ini kau pikirkan," ucap Lily sambil mengeluarkan sebuah foto dari dalam tasnya.
Sebuah foto seorang pria berambut hitam bermata perak Lily keluarkan dan dia perlihatkan pada Mastuoka.
"Dia sudah memanfaatkanku. Jadi, kau juga bersekongkol dengannya ya," ucap Matsuoka setelah dia melihat foto yang Lily bawa.
Lily menggelengkan kepalanya. "Dia bukan hanya menghianatimu, tapi juga menghianati Alicon. Aku sudah mengira ada yang salah denganmu saat kau mengatakan jika kita sama saat kau datang ke rumahku.
Jadi, aku memutuskan untuk mencari tahu tentang kau dan foto yang aku bawa tadi. Orang yang sudah menghianatimu saat ini sudah mati.
Kami Alicon yang sudah membunuhnya. Bukan karena kami mempunyai dendam dengannya, tapi dia tak mau diajak bernegosiasi, jadi... "
"Apa kau tidak sedang memanipulasi perasaanku? Karena aku akan langsung membunuhmu jika benar."
"Tidak! Aku mengatakan yang sesungguhnya."
Lily berjalan mendekati Matsuoka, Lily mengulurkan tangannya pada Mastuoka. "Matsuoka, sadarlah. Apa yang selama ini kau lakukan sudah keterlaluan, kau harus merubah hidupmu.
Jangan hanya karena dendam, kau jadi salah jalan. Aku percaya padamu."
Matsuoka menatap uluran tangan Lily. perlahan-lahan tangan Mastuoka akan menjabat tangan Lily. Tapi sebelum itu terjadi, tiba-tiba saja kaca jendela gedung pecah secara tiba-tiba dan Ellard muncul dari luar jendela itu dan dia langsung menendang Matsuoka dan membuat matsuoka terjatuh.
"Ellard? Apa yang sudah kau lakukan! Kenapa kau bisa tahu tempat ini?"
"Lily, apa kau baik-baik saja? Apa pria itu sudah melukaimu?"
"Aku baik-baik saja. Ellard... " sebelum Lily menyelesaikan ucapannya, Ellard langsung mendekati Mastuoka dan menyerangnya.
"Cih. Jadi kau memang ingin melawanku, ya. Baiklah, tantangan diterima," ucap Mastuoka.
Pertarungan mereka dimulai. Ellard terus menembaki Mastuoka dan begitu juga dengan Mastuoka. Tapi mereka sama-sama pintar dalam menghindari tembakan. Mereka bahkan belum ada yang terluka.
Sampai akhirnya mereka saling menyerang bukan menggunakan pistol lagi, tapi dengan baku hantam. Lily hanya bisa diam saja menunggu siapa yang akan menyerah dalam pertarungan itu.
Sampai akhirnya Ellard berhasil mengalahkan Matsuoka dan membuat Mastuoka kwalahan dan terjatuh tidak berdaya.
"Kau harus mati," Ellard mengambil pistolnya dan menodongkannya tepat pada wajah Matsuoka.
"Jangan!" teriakan Lily membuat Ellard gagal menembak Mastuoka.
"Kenapa jangan?"
"Ellard, kita jangan membunuhnya," Lily mendekati Mastuoka dan mengobati luka matsuoka.
Setelah matsuoka diobati dan Ellard juga sudah mendapat penjelasan tentang bagaimana Matsuoka menjadi jahat hanya karena dendamnya pada Alicon. Ellard mengerti jika Lily ingin memberikan Matsuoka kesempatan untuk merubah hidupnya.
"Matsuoka, aku akan membiarkanmu pergi. Aku akan memberikanmu kesempatan," ucap Lily setelah dia mengobati luka Mastuoka.
Matsuoka memutuskan untuk pergi dari Tokyo setelah perkataan Lily. Matsuoka akan pindah ke kota Amerika, di sana mungkin saja Mastuoka bisa melupakan rasa dendamnya.
Lily dan Ellard juga melindungi Mastuoka agar polisi maupun anggota Alicon tidak akan bisa melacak atau menangkap Mastuoka. Lily dan Ellard mengantar Mastuoka ke bandara.
"Aku sudah salah. Maafkan aku, aku benar-benar sudah bodoh," ucap mastuoka tertunduk.
"Kami mengerti. Aku harap kau bisa merubah hidupmu di Amerika. Dan... hati-hati di jalan," ucap Lily tersenyum ramah pada Matsuoka.
Mastuoka mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam tasnya dan memberikannya pada Lily. "Terima ini, dan teruslah hidup untukku," ucapnya, lalu setelah Lily memegang kotak kecil itu, Matsuoka akan pergi.
Saat Lily tiba di rumahnya bersama dengan Ellard, dia membuka kotak pemberian dari Mastuoka. Saat membukanya, Ellard terkejut saat melihat apa yang berada dalam kotak itu.
Sebuah chipset kecil berwarna ungu kehitaman berada dalam kotak kecil itu. Tapi Lily sepertinya masih belum tahu apa sebenarnya chipset itu.
"Ini, apa?"
"Itu, chipset yang sama seperti Guidroid. Bagaimana bisa Matsuoka memilikinya? Lily, kau akan selamat!" Ellard langsung memeluk Lily.
"Benarkah? Jadi ini yang dimaksud Matsuoka menyuruhku untuk terus hidup? Terimakasih... Mastuoka," ucap Lily yang juga membalas pelukan Ellard.
Ayah Ellard, dokter Shinomiya dan profesor Parker sangat terkejut ketika Ellard memperlihatkan chipset itu saat mereka berada di pusat penelitian. Dengan chipset itu, maka jantung Lily akan bisa diisi daya lagi.
Setelah operasi berhasil, maka jantung Lily akan kembali aman. Dua hari kemudian, profesor Parker memutuskan akan membawa Lily ke kota Kyoto, Jepang untuk masa pemulihan. Dan Ellard juga setuju dengan keputusan profesor karena untuk sekarang ini masih banyak masalah-masalah yang nantinya akan membuat Lily terlibat.
Ellard mengantar Lily dan profesor Parker sampai stasiun.
"Ellard, sampai aku kembali nanti. Kau sering-sering datang ke rumahku ya," ucap Lily.
"Ya. Kau dan profesor Parker hati-hati di jalan ya," ucap Ellard.
"Ya. Sampai jumpa lagi," Lily memeluk Ellard. "Aku akan sangat merindukanmu, partner," ucapnya.
Ellard pun membalas pelukan Lily. "Ya, aku juga pasti akan sangat merindukanmu, partner."
Lily dan profesor Parker pun manaiki kereta, mungkin akan cukup lama Lily dan Profesor Parker berada di Kyoto.