Elite Scope

Elite Scope
Bab 28



Ayah Ellard mengatakan pada Ellard bahwa Ellard akan memiliki partner dalam menjalankan misinya sebagai anggota organisasi militer Alicon. Partner Ellard nantinya adalah anggota Alicon yang bergerak di kota Osaka, dan saat ini dia sedang dalam perjalanan ke Tokyo. Ellard terkejut, kenapa tiba-tiba saja ayahnya mencari seorang partner untuknya. Padahal sebenarnya Ellard tak akan membutuhkan itu, tapi jika memang partner nya akan berguna untuknya, kenapa tidak?


"Siapa partner ku itu? Apa dia bisa berguna?" tanya Ellard dengan wajah datar.


"Dia akan sangat berguna untukmu. Dia perempuan, umurnya sama denganmu. Tapi walau dia seumuran denganmu, tapi kemampuannya benar-benar luar biasa.


Apa kau tahu, partner mu itu adalah putri dari profesor Parker Coloters lho," ucap Renald tersenyum tipis pada Ellard.


Ellard cukup terkejut dengan apa yang dikatakan oleh ayahnya itu. Karena dari yang Ellard tahu, profesor Parker belum menikah. Bagaimana bisa dia mempunyai seorang putri?


"Tapi bukankah profesor Parker belum menikah?" tanya Ellard.


"Yah, kalau itu kau bisa tanyakan pada profesor. Aku hanya ingin mengatakan hal itu padamu. Mungkin sekarang partner mu itu masih datang ke pusat penelitian profesor parker. Kau bisa menemuinya nanti," ucap Renald lalu dia berjalan pergi meninggalkan kafe.


"Partner, ya. Apa benar dia akan berguna?" pikir Ellard dalam hati.


Ellard hanya meminum segelas coklat panas di kafe sebelum akhirnya dia pergi. Ellard akan kembali ke kota, dia ingin tahu apakah monster tadi sudah diurus oleh pihak kepolisian militer? Atau justru mereka akan kalah oleh monster itu, karena ukuran dari tubuh monster itu yang cukup besar. Tapi Ellard masih berfikir, darimana asal dari monster-monster itu? Tidak mungkin jika itu juga ulah dari Edent. Karena dari yang Ellard teliti, monster itu begitu ganas dan sulit untuk dikendalikan.


Dan Ellard cukup terkejut dengan apa yang dia lihat di kota. Ellard sudah melihat kota baik-baik saja. Bahkan semuanya yang sebelumnya terlihat kacau, sekarang kembali seperti semula lagi. Ellard melihat sekeliling, dan semuanya sudah kembali seperti semula.


"Apa benar anggota kepolisian yang sudah mengurus monster itu?" pikir Ellard.


Lalu Ellard mendengar dari perbincangan salah seorang di pinggir pertokoan. Ellard mendengar jika sebelumnya ada seseorang yang telah menghabisi monster itu dengan begitu gesit dan hebat. Mendengar perbincangan mereka, Ellard menjadi penasaran dengan siapa yang sudah menghabisi monster itu.


"Hmmm, siapa yang sudah menghabisi monster itu, ya?" pikir Ellard dalam hati.


Ellard pun pergi untuk mencari informasi tentang siapa yang menghabisi monster itu. Ada yang mengatakan jika seorang gadis remaja dengan rambut pirang sedang dan mata merah yang sudah menghabisi monster itu. Ellard menjadi semakin penasaran dengan gadis yang dimaksud oleh orang-orang itu. Tapi ada juga salah satu orang yang mengatakan jika gadis itu memakai seragam dengan logo organisasi militer Alicon. Setelah mendengar dari perkataan orang itu, Ellard yakin jika gadis itu adalah partner yang dimaksud oleh ayahnya.


"Sepertinya dia memang akan berguna untukku. Aku jadi ingin bertemu dengannya," batin Ellard.


Tapi sepertinya Ellard tak bisa mencari lebih detail tentang gadis itu. Karena sekarang ini Ellard harus mencari tahu tentang dimana sebenarnya Gorgio dan para pelayan di rumahnya. Ellard mulai mencurigai Lilia, pelayan baru rumahnya. Tapi sebelum Ellard menuduh Lilia, dia harus mencari tahu terlebih dahulu apakah apa yang dia pikirkan memang benar adanya.


Di rumah mewah keluarga Damarion, Lilia tampak sedang berjalan mondar-mandir di ruang tamu sambil dia membawa sulak dan juga sapu. Tampaknya Lilia sedang merasa menghawatirkan sesuatu.


"Bagaimana ini. Tuan muda belum pulang juga. Apa dia sudah mulai bergerak, ya," pikir Lilia sambil dia berjalan mondar-mandir.


"Dia siapa, Lilia?" tiba-tiba saja Ellard sudah berada di belakang Lilia dan langsung membuat Lilia terkejut.


"Tuan muda! Syukurlah kalau tuan muda sudah pulang," ucapnya.


"Kau belum menjawab pertanyaanku, Lilia," ucap Ellard dengan tatapan dinginnya.


"Anu ... bukan apa-apa kok tuan muda," jawab Lilia tersenyum pada Ellard, dengan kedua tangannya gemetar dia sembunyikan di belakang tubuhnya.


Malamnya, setelah Ellard makan malam tiba-tiba saja Lilia mengajak Ellard berbicara. "Tuan muda ... " panggilnya.


Ellard yang sudah akan berjalan menaiki tangga langsung menghentikan langkah kakinya saat Lilia memanggilnya.


"Ada apa?" tanya Ellard datar.


"Anu, apakah tuan muda sudah akan pergi tidur?" tanya Lilia malu-malu.


"Iya," jawabnya datar.


"Emm, baiklah. Kalau begitu selamat malam tuan muda," ucap Lilia tersenyum pada Ellard.


Sepertinya Lilia ingin mengatakan sesuatu pada Ellard, tapi entah kenapa Lilia malah mengurungkan niatnya itu.


Saat Ellard sudah tertidur pulas, tiba-tiba saja pintu jendela kamarnya tiba-tiba saja terbuka. Dan tiba-tiba saja ada seseorang yang masuk ke dalam kamar Ellard melewati pintu jendela itu. Orang itu memakai topeng dan berjubah hitam, wajahnya sama sekali tidak bisa dikenali.


Pria bertopeng itu menghela nafas panjang saat menatap wajah Ellard yang tampak tertidur pulas itu. Lalu pria bertopeng itu mengeluarkan sebuah pistol dari balik jubahnya dan menodongkannya ke arah kepala Ellard.


"Kau harus mati, Ellard Damarion," ucap pria bertopeng itu.


Saat pria bertopeng itu akan mulai menembak kepala Ellard, tiba-tiba saja Lilia datang dan langsung memegang tangan pria itu dan dia langsung mengambil pistol yang dipegang oleh pria bertopeng itu.


"Sudah kuduga. Kau pasti akan datang malam ini. Aku tidak akan membiarkanmu menyakitinya!" ucap Lilia sambil membawa pistol itu.


"Cih. Kau jangan coba-coba menghalangiku!" ucap pria bertopeng itu.


Pria bertopeng itu mencoba untuk merebut kembali pistolnya, tapi Lilia tetap bersikeras untuk tidak memberikan pistol itu.


Dan saat pertikaian terjadi, tiba-tiba saja tangan Lilia tidak sengaja menyentuh pistol itu. Dan tiba-tiba saja pistol itu langsung mengeluarkan pelurunya ke arah Ellard. Tapi tiba-tiba saja sebuah perisai sihir muncul dari sekeliling tubuh Ellard, dan itu membuat Lilia dan pria bertopeng itu terkejut.


"Benar-benar penghianatan yang bagus, aku suka itu," ucap Ellard lalu dia mulai membuka matanya perlahan-lahan. Dan ternyata sedari tadi Ellard tidak tidur sama sekali, sepertinya dia sudah yang sesuatu.


"Tuan muda, apa anda baik-baik saja?" tanya Lilia tersenyum senang ketika melihat Ellard baik-baik saja.


Ellard langsung beranjak dari tempat tidurnya, saat itu juga pria bertopeng itu tiba-tiba saja mengambil sebuah pisau tajam dari balik jubahnya, lalu dia akan menyerang Ellard dengan pisau itu. Tapi Ellard sudah tahu, dia langsung memegang tangan pria bertopeng itu dan Ellard langsung melintir tangan pria bertopeng itu. Lalu Ellard memborgol kedua tangan pria bertopeng itu, lalu Ellard juga membuka topengnya.


"Cih, aku sudah menduganya daritadi. Kau penghianat Lilia!" ucap Ellard dengan nada lantang pada Lilia.


"Tuan muda, itu tidak benar!" ucap Lilia dengan tatapan berkaca-kaca pada Ellard.