Elite Scope

Elite Scope
Bab 33



Saat tengah malam, Ellard sudah tertidur. Tiba-tiba saja komputernya dan manset telinga Ellard menyala dan memberikan sinyal. Ellard yang menyadari itu langsung terbangun dan memeriksa sinyal apa yang membuat manset telinganya sampai mengeluarkan sinar warna merah. Karena jika sampai yang keluar sinar berwarna merah, itu artinya sedang ada bahaya yang datang.


Ternyata sekelompok anggota Edent datang bergerombol menaiki sebuah mobil Jeep. Kelompok Edent itu berencana untuk pergi ke pusat penelitian profesor Parker.


"Gawat! Sepertinya setelah kematian Felix dan ditangkapnya Lilia, membuat mereka marah," ucap Ellard.


Ellard langsung memakai jaketnya dan bersiap untuk pergi ke pusat penelitian. Mungkin saat ini profesor berada di sana. Ellard harus melindungi sistem dan profesor Parker. Ellard langsung pergi ke sana menaiki motor sport yang memang motor itu jarang sekali Ellard pakai. Ellard lebih suka pergi menggunakan mobil diantar Gorgio. Tapi kali ini Ellard harus pergi tanpa Gorgio. Ellard menyetir motor itu begitu cepat, bahkan dia menerobos lampu lalu lintas.


Dan akhirnya Ellard tiba di pusat penelitian lebih cepat dari Edent. Ellard langsung pergi mencari profesor.


"Profesor, apa anda baik-baik saja?" tanya Ellard.


"Ellard? Malam-malam begini kenapa kau datang?" tanya profesor.


"Edent datang. Anda harus bersembunyi," ucap Ellard.


"Mereka pasti ingin menanyakan tentang sistem itu padaku," ucap profesor Parker.


"Saya akan melindungi anda, profesor."


"Terimakasih! Aku serahkan semua ini padamu, aku akan tetap berada di sini," ucap profesor.


"Baiklah. Aku akan membuat mereka untuk berpikir sejuta kali sebelum mereka berpikir untuk datang ke sini lagi," batin Ellard sambil berjalan keluar dari ruang lab, menyiapkan pistolnya dan bersiap untuk menyambut kedatangan Edent.


Beberapa mobil Jeep tiba-tiba saja datang. Ellard mengawasi Edent dari atas gedung atap pusat penelitian. Ellard akan langsung menyerang mereka diam-diam.


"Mereka akan langsung aku bunuh! Mereka pasti belum tahu apa resiko datang ke sini," ucap Ellard.


Ada banyak sekali anggota Edent turun dari mobil Jeep sambil membawa senjatanya. Mereka berjalan mendekati gedung pusat penelitian.


"Kita harus menangkap profesor Parker! Kita berada di sini karena tujuan itu," ucap salah seorang anggota Edent.


"Baiklah, ini harus cepat," ucap Ellard.


Lalu di atap gedung itu, Ellard menyiapkan pistolnya. Dia membidik semua anggota Edent itu dengan pistolnya. Ellard akan membidik Edent dengan menggunakan kekuatan sihirnya. Kekuatan sihirnya akan membantu pistol itu agar tidak ada suara tembakan saat Ellard akan melontarkan peluru yang berada dalam pistolnya.


Kekuatan sihir Ellard itu dinamakan teknik sihir 'Sharp'. Teknik sihir Sharp adalah teknik sihir yang hanya bisa dikeluarkan jika sang pengguna sihir dapat mengontrol konsentrasi dan ketajaman dalam melihat target. Memang sedikit sulit, tapi Ellard mampu menggunakan teknik sihir itu karena kebiasaan Ellard yang sudah sering berlatih teknik membidik dengan ketenangan.


"Emmm, sepertinya aku juga perlu menguji sihirku yang satu ini," ucap Ellard sambil mulai mengambil tingkatan konsentrasi tinggi dan ketenanangan dalam membidik.


Ellard juga akan menggunakan teknik sihirnya yang lain. Teknik sihirnya yang akan dia gunakan adalah teknik sihir 'Hiding'. Teknik sihir Hiding adalah teknik sihir untuk membuat peluru dalam pistol Ellard bisa mendapatkan kemampuan untuk menggandakan peluru dalam satu tembakan. Bukan hanya itu, nantinya peluru itu akan bisa meledakkan target hanya dengan satu tembakan saja. Itu akan mempermudah Ellard dan mempercepatnya untuk membunuh Edent.


Ellard sudah mengambil konsentrasi tinggi dan menajamkan target yang akan dia tembak. "Boom!" dan hanya dengan satu tembakan muncul dua peluru sekaligus tanpa suara tembakan datang ke arah Edent dan meledakkan semua anggota Edent hanya dengan dua peluru saja.


"Wah, ternyata teknik sihir Hiding dan Sharp hebat juga jika disatukan," ucap Ellard sambil melihat anggota Edent yang sudah tergeletak tidak bernyawa bersimbah darah.


Tapi, ternyata masih ada satu anggota Edent yang masih hidup. Walau disekujur tubuhnya terluka cukup parah dan terus saja mengeluarkan darah, tapi orang itu masih bisa bangun dan berdiri.


"Hmmm ... sepertinya masih ada satu pemberontak yang masih hidup," ucap Ellard.


Lalu Ellard langsung melompat turun dari atas atap gedung yang jaraknya sangat tinggi. Tapi Ellard menggunakan sihirnya untuk membuatnya tetap aman walau melompat dari ketinggian.


"Kau? Jadi kau yang sudah melakukan semua ini?" tanya pria itu sambil memegangi perutnya yang masih mengeluarkan darah.


"Iya. Dan kau mau kemana?" tanya Ellard dengan tatapan dinginnya.


"Cih. Kau benar-benar hebat. Ternyata Edent memang harus berhati-hati darimu," ucap pria itu.


"Benar sekali. Sepertinya kau sudah tidak akan bisa bertahan lama. Apa boleh aku bantu?" tanya Ellard.


"Gawat, aku akan mati jika begini terus. Aku harus cepat-cepat kabur dari pria ini," batin pria itu sambil terus memegangi perutnya.


Lalu dengan gesit pria itu mengeluarkan sebuah pisau tajam dari balik seragamnya dan menodongkannya di leher Ellard.


"Apa kau pikir aku akan lemah walau kau sudah melukaiku?" ucap pria itu tersenyum licik.


Ellard dengan santainya menghela nafas panjang. "Ternyata kau bodoh, ya," ucap Ellard.


Lalu Ellard memegang pistolnya dan menembak bagian jantung dari pria itu dan langsung membuat pria itu terjatuh bersimbah darah.


"Hah, dia ingin membunuhku? Tapi malah dia yang mati," ucap Ellard lalu dia berjalan memasuki ruang lab untuk menemui profesor Parker.


"Profesor, sudah aku bereskan semua," ucap Ellard.


"Luar biasa. Terimakasih, jika bukan karena dirimu mungkin saja sekarang ini aku akan menjadi tahanan mereka," ucap profesor Parker.


"Sebenarnya sistem apa yang Edent incar?" tanya Ellard.


Mendengar pertanyaaan itu dari mulut Ellard, profesor Parker langsung terdiam. Dia berbalik dan berjalan mendekati sebuah ruangan operasi. Profesor menatap sekeliling ruangan itu dengan tatapan sedih.


"Ada apa, porfsor?" tanya Ellard.


"Tidak apa-apa. Kau masih belum saatnya mengetahui tentang sistem itu," ucap profesor tersenyum tipis pada Ellard.


"Kalau begitu bisakah anda menjelaskan tentang putri anda, Lily?"


"Heh, kenapa tiba-tiba kau menanyakan hal itu? Apa kau mulai tertarik padanya?" tanya profesor Parker.


Ellard menggelengkan kepalanya. "Tidak, bukan itu. Aku hanya berfikir bagaimana profesor bisa mempunyai seorang putri jika porfsor bahkan belum menikah," ucap Ellard.


"Dia memang putriku, putri kandungku," profesor Parker berjalan mendekati Ellard. "Dan aku juga belum menikah. Tapi aku punya anak dengan seorang wanita yang aku cintai. Wanita itu juga seorang ilmuwan sama sepertiku," ucap profesor Parker.


"Aku mengerti. Maaf, tidak seharusnya aku menanyakan hal itu," ucap Ellard.


"Tidak apa. Dan sekarang wanita yang aku cintai itu sudah tidak ada. Tapi Lily mewarisi semua sifat dan keberanian dari ibunya," profesor Parker menepuk-nepuk pundak Ellard. "Dan aku harap kau bisa menerimanya menjadi partner mu, Ellard," ucapnya.


"Tapi, apakah profesor belum menikah dengan wanita yang anda cintai itu saat Lily akan datang?" tanya Ellard.


"Belum. Aku baru akan menikahinya saat aku tahu jika dia hamil sudah 6 bulan. Tapi sesaat setelah dia melahirkan Lily, dia meninggal," ucap profesor Parker.


"Jadi begitu. Pantas saja," batin Ellard.