
Di sekolah dua gadis yang selalu membully Adely mendapat masalah. Ada video yang sudah beredar dan sudah viral di semua murid, OSIS, maupun semua guru di SMA Confident. Video itu adalah video yang memperlihatkan tentang kecurangan yang dilakukan oleh dua gadis itu agar menjadi anggota OSIS. Tapi karena Adely yang akhirnya menjadi anggota OSIS, percuma saja bagi mereka berbuat curang, sampai mereka menyogok beberapa anggota OSIS. Dari berita itu, ketua OSIS dan guru dengan tegas memutuskan jika dua gadis itu akan langsung dikeluarkan dari SMA Confident. Mendengar berita itu, Adely begitu senang. Tapi tampaknya pelaku dari semua kejadian itu tampaknya hanya diam saja bersantai di dalam kelasnya.
Ellard lah yang sudah merencanakan semua tentang video yang beredar. Ellard memanfaatkan kecerdasannya untuk membuat video itu viral dalam satu waktu.
Ellard hanya duduk diam di dalam kelasnya melihat luar jendela. Tanpa dia sadari, selain dikeluarkannya dari sekolah, dua gadis itu mendapat hujatan dan bully dari murid-murid SMA Confident. Akhirnya rencana yang sudah ada dari saat Ellard mendekati Adely, sekarang rencana itu berhasil dia keluarkan dengan mudahnya. Dan yang lebih bagus lagi, tidak ada satu orang pun yang tahu tentang siapa yang sudah mengedarkan video itu, mungkin Adely lah yang hanya berpikir jika Ellard yang melakukan semua itu.
Sangat merepotkan bagi Ellard jika sampai satu sekolah tahu jika dia lah yang merencanakan semua itu. Mungkin jika OSIS tahu, kemungkinan besar Ellard akan ditawari untuk menjadi anggota OSIS. Bagian itu lah yang membuat Ellard malas untuk menghadapinya. Apalagi jika Ceylira, sang wakil ketua OSIS sampai tahu akan hal itu, mungkin saja sekarang ini Ellard hanya akan terus dihantui oleh Ceylira itu.
Ellard mendapat pesan dari Adely, dia berencana untuk mengajak Ellard bertemu saat sepulang sekolah di taman dekat sekolah. Ellard ingin menolaknya, tapi ada suatu hal yang juga ingin dia katakan.
"Rencana awalku sudah selesai, sekarang tinggal selanjutnya," batin Ellard.
Ellard berjalan-jalan santai melewati koridor sekolah. Di sepanjang dia berjalan santai dengan kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celananya, dia banyak sekali mendengar murid-murid yang membicarakan tentang orang yang sudah memviralkan video itu. Dan Ellard, sang pelaku hanya mendengar percakapan mereka dengan santainya, seakan-akan bukan dia yang melakukan hal ini. Seakan-akan dia hanyalah Canon dari semua yang terjadi.
Sepulang sekolah, dengan cepat Ellard pergi ke taman. Di sana, sudah ada Adely yang duduk di kursi taman.
"Ellard, hai," ucapnya tersenyum manis pada Ellard.
"Kenapa kau mengajakku bertemu?" tanya Ellard dengan tatapan dinginnya.
Wajah Adely memerah, "Anu ... terimakasih. Berkat kau, aku jadi bisa bernafas lega," ucap Adely.
"Sudah kubilang, aku akan membantumu. Dan kau juga akan membantuku, kan?" tanya Ellard datar.
"Iya! Aku pasti akan membantumu," jawab Adely yakin.
"Semuanya tampak berjalan lancar. Ini akan selesai lebih cepat ... mungkin," batin Ellard.
"Baiklah. Kalau begitu aku pergi," Ellard berjalan pergi meninggalkan Adely.
Adely tersenyum tipis melihat Ellard. Adely merasakan kedamaian dan ketenangan yang ingin dia dapatkan dari sejak dulu. Dua gadis itu selalu saja membully Adely, dan Sekarang mereka mendapat karma dari perbuatan jahat mereka.
Setelah dari taman, Ellard tidak langsung pergi pulang. Gorgio masih menunggu Ellard di depan gerbang sekolah. Ellard Kembali masuk ke dalam sekolah. Dia berjalan menuju atap sekolah. Dan di sana ternyata masih ada dua orang murid yang ternyata mereka adalah Tatsumi dan juga Takumi. Entah kenapa mereka berada di sana saat sudah selesai jam sekolah.
"Ellard? Kau masih di sekolah?" tanya Tatsumi gugup.
Mereka bertiga tampak sedang membicarakan hal yang cukup serius. Tapi Takumi dan Tatsumi terlihat menuruti apa yang Ellard katakan.
Setelah perbincangan mereka, Ellard akhirnya pulang bersama Gorgio yang sudah menunggunya cukup lama dari saat bel pulang sekolah berbunyi.
Setibanya di rumah, Ellard langsung berjalan menuju kamarnya, berbaring santai. Mencoba untuk memejamkan matanya untuk sebentar saja. Karena rencana dadakan yang dia buat yang berkaitan dengan video itu, Ellard tidur cukup larut semalam. Tapi itu dia lakukan hanya untuk menyelesaikan apa yang dia harapkan.
Tapi baru saja Ellard akan mulai tertidur, tiba-tiba saja komputernya memberikan sebuah sinyal tanda bahaya. Ellard melihat sinyal merah itu. Dan lagi-lagi beberapa kelompok Edent datang lagi. Tapi sekarang ini mereka berada di jalan sepi yang berada dekat dengan gedung tua arah Distrik Pletra. Di sana memang ada sebuah gedung tua kosong yang sudah tidak terawat. Dan di tempat itu juga sepi, tanpa ada satu orangpun berada di sana.
"Kenapa mereka datang? Dan kenapa mereka berada di sana? Apa mereka akan membuat markas kecil di sana?" pikir Ellard sambil mengawasi gerak-gerik mereka yang tampak mencurigakan itu.
Kelompok Edent itu berada di tempat itu bukan hanya bertangankan kosong saja. Mereka membawa beberapa senjata dan juga mereka membawa sebuah benda yang cukup mencurigakan bagi Ellard. Benda itu berbentuk tabung berwarna hitam. Dan tabung itu ukurannya sebesar tabung gas, tabung itu di bawa oleh anggota Edent memasuki gedung kosong itu.
"Sebenarnya apa yang mereka lakukan?" pikir Ellard.
Tapi tiba-tiba saja Ellard melihat seseorang yang tidak asing baginya. Dan orang itu tidak lain adalah Lily. Lily tampak sedang mengawasi Edent dari luar gedung sambil membawa pistolnya.
"Tunggu! Apa yang dia lakukan di sana? Apa dia benar-benar akan mengawasi mereka? Atau ... " tapi bukannya berpikir untuk membantu Lily, Ellard malah mengirim sebuah drone ilusi ke lokasi itu. Drone itu memang ilusi, tapi ilusi hanyalah sebutannya saja. Kemampuan dari drone itu bukanlah ilusi. Walau tidak akan ada satu orang pun yang bisa melihat drone itu, tapi Ellard bisa.
"Aku akan melihat apa yang akan dia lakukan," ucap Ellard.
Lily terlihat sedang bersiap untuk menyergap kelompok Edent yang tampaknya Edent sedang fokus pada tabung besar itu.
"Dari perintah kapten, tabung itu harus aku bawa dengan aman tanpa ada goresan sedikitpun," ucap Lily.
Lalu dengan santainya Lily berjalan memasuki gedung itu. "Hai, apa kalian sedang sibuk saat ini?" tanya Lily tersenyum licik.
"Kenapa kau bisa berada di sini? Kau ... anggota Alicon? Cih, kau hebat juga ya bisa tahu lokasi kami," ucap salah satu anggota Edent.
"Benar, dan aku datang kemari untuk membunuh kalian dan mengambil sesuatu yang ada pada kalian itu," ucap Lily sambil menunjuk arah tabung besar itu.
"Kau tak akan bisa mengambilnya."