
Ujian tantangan hampir berakhir. Dan saat ini kelompok II sedang dalam masalah, karena mereka belum juga menemukan siapa forward kelas X-C. Bahkan sang ketua OSIS kelas B pun masih tetap belum menemukan forwardnya. Kitahara, ketua kelas A juga belum menemukan siapa forwardnya, dia bahkan hanya diam saja saat Clarissa sudah cukup panik dengan hal itu. Tapi Ellard terlihat biasa saja, dia tetap santai menghadapai masalah yang terjadi.
"Sekarang aku tinggal mencari cara untuk memberikan informasi tentang forward kelas C tanpa ada yang tahu kalau aku yang memberikan informasi itu," batin Ellard sambil duduk santai melihat anggota kelompok mencari tahu siapa forward kelas C.
"Apakah di antara kalian tidak ada yang tahu siapa forward kelas C?" tanya Clarissa.
Semua anggota langsung terdiam, sebelumnya mereka tampak berbincang-bincang satu sama lain. Lalu kemudian Ellard menatap arah Takumi, dan Takumi juga menyadari hal itu. Kemudian Takumi memberanikan diri untuk beranjak dari tempat duduknya. Takumi dikenal dengan sifatnya yang pendiam dan pemalu, tapi saat dia sudah menemukan apa yang bisa dia sebut sebagai seorang teman, Takumi akan mampu bersosialisasi dengan mereka.
"Anu ... bisakah aku berbicara?" ucap Takumi dan membuat semua anggota kelompok II terkejut.
"Takumi? Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Clarissa.
Takumi masih terlihat gugup untuk berbicara. Tapi tatapan Ellard membuatnya ingin berusaha untuk berani.
"Aku sepertinya tahu siapa forward kelas C," ucap Takumi dan kembali membuat anggota di sana terkejut, bahkan Ellard yang sebelumnya diam ikut terkejut, tentu saja itu hanyalah rencana yang sudah dia rencanakan sebelumnya.
"Benarkah? Siapa, Takumi!" ucap Clarissa.
"Hatsuki! Dia adalah murid kelas C yang menurutku terlihat mencurigakan! Dia bahkan tidak membiarkan siapapun memegang ponselnya hanya untuk satu detik!" ucap Takumi.
"Sesuai dengan apa yang aku inginkan," batin Ellard.
"Teman-teman, kita sudah tahu siapa forward kelas C. Dan sekarang biasakan kalian memberitahuku apakah diantara kalian memang benar bukan forwardnya?" ucap Clarissa, perkataan Clarissa langsung membuat anggota kelompok II terdiam.
Lalu tiba-tiba saja Kakeru kelas D beranjak berdiri, "Aku bukan forwardnya!" ucap Kakeru sambil memperlihatkan ponselnya yang menyatakan bahwa dia bukan forwardnya.
Dan Takumi juga memperlihatkan ponselnya, dia juga bukan forwardnya. Dengan pengakuan dari Takumi dan Kakeru, semua anggota tersenyum dan mereka juga memperlihatkan ponsel mereka yang menunjukkan bahwa mereka bukan forward nya.
Tapi ada satu anggota yang belum menunjukkan ponselnya, dan itu tidak lain adalah Ellard. "Ellard? Bisakah kau menunjukkan kalau kau bukan forwardnya?" pinta Clarissa.
Ellard menghela nafas panjang. "Hah ... aku sudah tertangkap," Ellard menunjukkan ponselnya, terlihat bahwa Ellard adalah forward kelas D.
Melihat hal itu Clarissa langsung menghela nafas panjang. "Jadi ini yang kau sembunyikan. Aku harap di antara kita semua tidak akan ada penghinat setelah kalian tahu siapa forward kelas D!" ucap Clarissa dengan tegas.
"Itu tidaklah mungkin. Pasti akan ada penghianat, dan penghianat itu mungkin akan segera menunjukkan dirinya," batin Ellard.
"Baiklah. Kita sudah tahu siapa forward kelas C, aku harap dengan adanya kelompok ini, kita jadi bisa akrab satu sama lain walau berbeda kelas," ucap Kitahara tersenyum tipis.
"Iya!" jawab mereka serentak, walau mungkin ada beberapa siswa dan siswi yang masih diam saja.
"Ini belum selesai. Akan ada drama nanti," batin Ellard sambil beranjak berdiri pergi keluar dari ruangan kelompok II.
Takumi dan Kakeru juga ikut keluar bersama Ellard. Mereka tampak berbincang-bincang saat mereka berada di luar ruangan. Dan sepertinya itu adalah tanda bahwa Ellard akan mempunyai teman.
Dan tiba-tiba saja Clarissa menghampiri Ellard, Takumi dan juga Kakeru. "Takumi dan Kakeru, terimaksih. Berkat kalian berdua kita bisa mendapatkan siapa forward kelas C dan bisa membuat anggota yang lain angkat bicara," ucap Clarissa tersenyum pada Takumi dan Kakeru.
"Yang penting akua aman," batin Ellard.
"Dan kau Ellard. Aku tidak menyangka jika kau adalah forward dari kelas D," ucap Clarissa tersenyum pada Ellard.
"Aku juga tidak menyangka itu," ucap Ellard dengan tatapan dinginnya.
Saat ini Ellard berdiri di atap sekolah. Dia menatap langit-langit sembari merasakan hembusan angin yang sepertinya cuaca hari ini cukup terasa dingin.
Tiba-tiba saja Adely juga datang ke atap sekolah, dia menghampiri Ellard. "Terimakasih karena kau sudah melindungiku," ucap Adely.
"Dengan ini semuanya telah selesai, terimakasih. Kau juga sudah membantuku," ucap Ellard sambil mengeluarkan sebuah kartu dari ponselnya dan memberikannya pada Adely. Dan begitu juga dengan Adely yang juga mengeluarkan kartu dari ponselnya dan memberikannya pada Ellard.
...----------------...
Flashback On ...
Dari pertemuan Adely setelah Adely di bully di lorong sekolah, Ellard memperlihatkan sebuah video pada Adely dan membuat Adely cukup terkejut. Karena video itu adalah video yang memperlihatkan kecurangan dia gadis yang telah membully Adely.
"Bagaimana kau bisa mendapatkan video itu!"
"Sudah kubilang aku akan membantumu. Dengan video ini, aku akan dengan mudah mengeluarkan dua gadis itu keluar dari sekolah ini.
Dan aku juga tahu kalau kau adalah forward dari kelas A," ucap Ellard dengan wajah datarnya.
"A-pa! Kau juga tahu itu?"
"Benar, aku akan membantumu untuk menyembunyikan identitasmu sebagai forward kelas A. Berikan kartu ponselmu," ucap Ellard.
Adely pun menurut, dan dia langsung memberikan kartu ponselnya pada Ellard. Dan Ellard juga memberikan kartu ponselnya pada Adely.
"Kau akan aman. Karena di kelompok II pasti akan ada penghianat," ucap Ellard.
"Apa kau tidak akan curiga jika aku akan menjadi penghianat juga?" tanya Adely.
"Aku percaya padamu," perkataan Ellard membuat Adely tersipu malu.
"Teri-makasih," ucap Adely.
Flashback off ...
...----------------...
"Di hari itu ternyata apa yang kau katakan akan terjadi. Terimakasih sekali lagi," ucap Adely.
"Adely, aku membantumu bukan untukmu. Tapi itu untukku sendiri," batin Ellard.
"Iya," jawab Ellard lalu dia berjalan pergi meninggalkan Adely yang masih berada di atap sekolah.
Saat Ellard akan kembali ke kelasnya, ada kehebohan di kelas B. Dan ternyata ada salah satu murid kelas B yang akan dikeluarkan dari sekolah. Dan itu karena dia penghianat yang selama ini Ellard curigai. Ellard sudah tahu jika pasti diantara anggota kelompok II akan ada penghianat entah itu siapa. Tapi bukan penghianat dari kelompok II yang mendapat masalah, melainkan dari kelompok lain. Pasti penghianat kelompok II yang memberitahu kelompok lain kalau Ellard, kelas D adalah forwardnya. Tapi satu kesalahan akan berakibat fatal. Tapi si penghianat juga mendapat masalah, tapi bukan dikeluarkan dari sekolah. Tetapi dia tidak mendapat point dari tamabahan point yang seharusnya dia dapatkan, plus dia juga banyak kekurangan point.
"Hah. Sudah kuduga ini pasti akan terjadi," batin Ellard.
Untuk Takumi dan Tatsumi. Sebenarnya, forward kelas D bukanlah Tatsumi. Melainkan Takumi, Takumi mempercayakan identitasnya sebagai forward pada Tatsumi. Jadi, Tatsumi yang membawa kartu ponsel Takumi dan begitu juga dengan Tatsumi. Untuk Kakeru, dia sudah berbicara dengan Ellard sebelumnya untuk memancing si penghianat kelompok II. Ellard sudah merencanakan semua itu dengan sangat matang.