Cuisine, Love and Secret

Cuisine, Love and Secret
Unpredictable!



                Daun momiji, mulai berwarna warni menandakan sudah tibanya musim gugur. Aku masih melamun di halte ketika itu. memperhatikan manusia yang kendaraan yang lalu lalang . Kini aku merasa, aku sudah melihat dunia dengan lebih terang, lebih lega, dan lebih lapang. Hari-hariku manjadi lebih berwarna ketika bersama Uta. Aku sudah berhenti membencinya sejak hari itu, dan mulai mencoba tersenyum untuknya.


                Aku memandangi wallpaper smartphone ku. Ada fotoku dan Uta sedang bergaya selfie. Uta kelihatan lebih cantik dari biasanya. Aku baru sadar bahwa dia sudah dewasa. Dan lagipula dia juga sudah jatuh cinta pada Miyamura. Hanya saja, mereka berdua masih belum mengakuinya.


Tiba-tiba aku teringat momen tentang kado misterius dengan inisial R.H itu. sedikit geli mengingatnya. Chef aneh itu...hmmm...hehe. Keesokan harinya setelah pulang kerja waktu itu, aku memang sempat berpapasan dengan Chef. Aku langsung mengucapkan terima kasih padanya. Dia agak sedikit kaget dan dengan wajah berpura-pura tidak tahu, dia berkata, "Ha? Kau ngomong apa sih? Hah, apapun itu, ya sama-samalah. Aku pulang duluan." Tch! Besar sekali gengsinya untuk mengakui bahwa kado itu pemberiannya. Ya, aku paham sih. Mungkin dia takut kehilangan wibawa.


Tak lama bus menuju tempatku bekerja datang dan kami yang sedang menunggu pun masuk bersamaan. Entah apa yang terjadi lagi hari ini, aku hanya berharap semua baik-baik saja. Ya semoga.


Aku sedikit kaget pagi itu, karena sudah banyak mobil terparkir di luar gedung resto, padahal resto juga baru di buka oleh pramusaji. Aku segera menuju loker dan berganti baju.setelah itu bergegas ke dapur karena penasaran apa yang terjadi pagi ini.


"Huwaah...bukankah itu artis Korea Selatan yang terkenal itu. Lee Yoo Na!" Seru Kei.


"Wah iya, ngapain dia pagi buta ke resto kita.?"tambah Haruka


"Apapun itu ..dia cantik sekali ya, dan juga dia oppai!" timpal Iura dengan gaya konyolnya.


"Dasar kau mesum!" kata Orihime kesal.


Aku mendekati gerombolan koki yang heboh di pintu yang menghubungkan antara dapur dengan tempat pelanggan. Mencoba menelusup dan melihat apa benar itu Lee Yoo Na.


"Hah? Lee Yoo Na benar-benar di resto ini?" batinku begitu melihat sosok cantik yang tengah duduk di meja resto dengan anggun.


Rambutnya panjang berwarna coklat agak ikal dengan dandan selebriti khas Korea yang aku lihat di drama Korea. astaga, dia bahkan kelihatan lebih cantik dari yang ku lihat di televisi. Benar-benar menawan.


Hmm, jadi itu yang membuat begitu banyak mobil yang terpakir di parkiran gedung resto pagi ini. Semuanya ingin melihat Lee Yoo Na, fikirku. Tiba-tiba kami melihat Chef datang dari depan dan mendekati Lee Yoo Na. Semua sedikit terheran heran dan mulai menduga-duga.


'Mau apa kau kemari?" tanya Ryuu dengan satu tangannya berkacak pinggang. Lee Yoo Na membuka kacamata hitamnya dan menatap Chef.


"Aku baru tiba tadi pagi dan langsung kemari untuk menemuimu, tapi kau malah bersikap ketus kepadaku." Keluh Yoo Na.


"Aku tanya mau apa kau kemari?" chef menegaskan kata-katanya.


"Bertemu denganmu,"


"Lalu setelah bertemu denganku kau mau apa?"


"Aku ingin tahu kenapa kau meninggalkan ku begitu saja ketika di Korea."


"Well,... dengar!" chef mendekatkan wajahnya ke Yoo Na. Ini membuat kami heboh dan bersuara, terlebih suara Iura mendominasi. Chef akhirnya menoleh ke arah kami. Kami terkejut dan berusaha bersembunyi. Tanpa sengaja mataku bertubruk pandang dengan chef. Sedetik kemudian, chef menarik tangan Yoo Na dan membawanya keluar ruangan.


"Wah, mereka kemana ya?" gumam Inari.


"Hah, sudahlah, ayo kita bersiap untuk masak. Lagian ngapain juga kita ngurusin hal seperti ini!" kata Miyamura sambil beranjak kembali ke dapur. Semua mengikuti termasuk aku. Kami mulai mempersiapkan tenaga untuk memasak.


Hari itu setelah kejadian pagi tadi, Chef Ryuu tidak masuk ke dapur. Aku sedikit heran sih, termasuk koki lainnya. Namun, tidak ada yang berani mencari. Ah, sudahlah, waktunya pulang sekarang!


"Otsukaresamadeshita! Ja ne~"  ucap teman-temanku saling berpamitan antara satu dengan lainnya. Aku dan Miyamura seperti biasa berjalan bersama. Namun, baru saja kami melangkahkan kaki keluar resto, kami mendengar sebuah suara.


"Apa kau tidak capek mengikuti aku terus sepanjang hari!"


Wew, itu suara Chef Ryuu. Aku dan Miyamura serentak saling pandang, kemudian berlari ke asal suara yaitu di parkiran belakang. Kami melihat Chef masih berpakaian koki tapi Yoo Na sudah berganti. Hah?


"Aku tidak mengerti apa maumu sebenarnya!" kata Ryuu kesal sambil berbalik ke arah Yoo Na dibelakangnya.


"Aku ingin bersamamu lagi. Aku ingin kita memperbaiki hubungan ini lagi."


"Tidak ada yang perlu diperbaiki, Mizumi." Respon Ryuu datar. Eh? Mizumi?


"Aku tau aku salah. Aku ...memang selingkuh dengan managerku. Dan aku yang mengobrak-abrik dapurmu waktu itu. aku yang membuat kerusuhan itu."


"Ah, Ya..karena aku tak tahu kau sudah meninggalkan Korea rupanya!"


"Dendam sekali kau sepertinya padaku. Padahal aku seharusnya yang marah disini."


"Tapi aku kan sudah minta maaf,"


"Baiklah sudah ku maafkan. Tapi jangan pernah kembali. Dan jangan kira kau berada di Jepang sekarang, kau bisa tenar lagi seperti di Korea! Aku tidak akan menjalin hubungan lagi dengan artis manapun."


AH, jadi begitu? Ternyata Lee Yoo Na adalah mantan pacarnya Ryuu dan karena kelakuan buruk Yoo Na, wanita itu di blacklist dan akhirnya pindah ke Jepang dan berganti nama menjadi Mizumi. Wew, ini semua diluar dugaanku. Ternyata Ryuu bisa pacaran juga.


"Heh! Apa kau masih mau mendengarkan obrolan memuakkan itu? Aku mau pulang, kalau kau tidak mau baiklah aku duluan, ja ne~" kata Miyamura sambil melangkah meninggalkanku karena sudah bosan. Aku sempat berniat ingin pulang juga tapi kemudian aku mendengar lagi, sesuatu yang menarik.


"Menyerah saja!" teriak Ryuu.


"Tidak, aku akan tetap mengejarmu apapun caranya!"


"Kau sudah gila!"


"Kau ini kenapa? Jangan-jangan kau sudah menyukai seseorang?" terka Yoo Na. Ryuu tampak sedikit kaget dengan tebakan Yoo Na.


"Ya, aku sudah menyukai seseorang. Dan aku tidak akan memberitahumu! Bye!" Jawab Ryuu dengan cool sambil berlalu dari hadapan Yoo Na. Yoo Na kelihatan kesal sekali saat itu.


Aduh gawat, Ryuu menuju ke arahku. Aku langsung cepat-cepat bersembunyi. Tapi dimana? Astaga, sepertinya aku harus pura-pura kembali ke dapur.!


"Hinamori-senpai?" sebuah suara mengagetkanku. Aku sampai kaget di buatnya. Ah, iya, masih ada Tori rupanya. Dia sedang mengelap piring. Aku mengatur nafas, dan meletakkan tas ku di meja dapur. "doushite, Hinamori-senpai.?" Lanjutnya.


"Ah, tak apa, hanya sedikit kelupaan sesuatu. " jawabku bohong. Aku kembali mengatur nafas. Aku kembali teringat apa yang di katakan Ryuu saat bersama Yoo Na tadi.


"Ya, aku sudah menyukai seseorang..." Saat itu, kata-katanya kelihatan serius. Ternyata dia bisa jatuh cinta lagi, ya setidaknya begitu sih. Tapi, diam-diam aku sedikit penasaran siapakah yang disukainya saat ini?


"Kalian masih disini?" suara itu sangat mengagetkan ku. Ryuu sudah berdiri di pintu keluar dapur dengan pakaian kokinya. Aku menoleh kemudian berbalik menghadapnya.


"Ah, masih dengan pekerjaan saya, Chef." Kata Tori segan. Lha aku? Aku ngapain disini? Bahkan bukan dengan pakaian koki.


"Kau?" nah, pertanyaan itu pasti mengarah kepadaku.


"A-anoo....ada sesuatu yang ketinggalan...ja-jadi aku kemari." Jawabku asal. Aku mengalihkan pandanganku dari Ryuu. "jadi, ngomong-ngomong Chef, kenapa kau tidak masuk seharian?" tanyaku. Dia menatapku sedikit kaget.


"Yoo Na mengacaukan hariku." Katanya lesu. Matanya melirik ke kanan dan sedikit tertunduk. Dia jujur dan merasa capek. Tergambar jelas di matanya. Ini pertanda bahwa Ryuu tidak ingin lagi ada pertanyaan dan akupun tak mau bertanya lebih jauh.


Tiba-tiba Yoo Na datang dan menggebrak pintu. Aku dan Tori tak terkecuali Ryuu kaget. Yoo Na sangat marah. Kini Yoo Na dan Ryuu saling berhadapan.


"Aku tidak akan menyerah! Aku akan mencari tahu siapa yang kau sukai dan akan mengacaukannya!" kata Yoo Na, kasar. Ryuu diam saja. Kemudian dia masuk ke dapur, melewatiku dan mendekati Tori. Tori kaget kenapa Ryuu tiba-tiba mendekat. Aku juga bingung tapi tak bisa melepaskan pandanganku.


"Aku menyukaimu, Tori!" ujar Ryuu sedikit mendesah kemudian mencium Tori. Aku membatu seketika melihat adegan itu tepat terjadi didepan mataku. Aaaakkkkk! Ini bahkan seperti live streaming! Dasar Chef Gila! Teriakku dalam hati. Aku menggeletar melihat bagaimana Ryuu mencium Tori yang memang lugu dan agak kemayu. Ya, ini seperti Usui Takumi mencium Yukimura di anime Kaichou wa Maid-sama! Tapi, ini tanpa sensor. Tidaaaaaaakkk...!!!


"Kau gila Ryuu, Kau menjijikkan!" teriak Yoo Na sambil menangis dan lari keluar. Ah, Yoo Na pasti tak bisa tidur karena melihat ini, bahkan mungkin juga aku! Setelah Yoo Na keluar, Ryuu pun melepaskan Tori. Aku masih membatu. Lututku tak bisa digerakkan sama sekali. Sejenak semua hening. Ryuu mengelap bibirnya dengan tanpa ekspresi.


"Apapun yang kalian lihat hari ini, jangan sampai aku mendengarnya dari orang lain. Soal Yoo Na, aku tak khawatir. Bye," ujarnya dingin sambil berjalan meninggalkan Tori yang gemetaran dengan wajah merona dan melewati aku yang membatu seperti patung. Serentak dengan itu, waktu seperti berputar kembali dan aku pun bernafas. Aku melihat Tori. Astaga, dia pasti trauma sekali!


"Tidaaaaakk.....!!!" jerit Tori histeris. Aku sendiri tak bisa berbuat apa-apa. Tori langsung pergi dan membiarkan piringnya yang belum selesai di lapnya. Aku tak bisa menahannya. Dan aku bisa menarik kesimpulan sekarang. Ryuu itu gay! Such a unpredictable man!!


...


NB: Yakinkah Anda Ryuu itu humu? 🤣


Nantikan kelanjutan ceritanya.... 😊