CEO IS LOOKING FOR TRUE LOVE

CEO IS LOOKING FOR TRUE LOVE
Bab 6



Di bandara.


Seorang perempuan berwajah cantik, kulitnya putih seputih susu dengan tubuhnya yang ideal seperti model top membuatnya menjadi pusat perhatian di ruang tunggu.


"Apa kamu sudah lama menunggu" ucap Edrick terdengar ngos-ngosan karna dia berlari agar tidak membuat bidadari cantik menunggu lama dirinya.


" Kenapa lama sekali , apakah kamu tidur di jalan hingga sampai disini 1 jam." ucap perempuan cantik itu.


"Ayolah maafkan aku , tadi ada sedikit kendala makanya aku telat " ucap Edrik menjelaskan .


"Yah, deh aku maafiin tapi ada syaratnya yah" kata perempuan cantik itu memajukan bibirnya.


Melihat ekspresi cemberut perempuan di depannya membuat Edrik mengacak rambutnya membuat perempuan itu semakin kesal.


"Isssshhh,, kebiasaan deh." menepis tangan Edrik dari kepalanya.


"Bisa gak jangan acak rambutku. Tau gak, penataan ini membutuhkan hampir 4 jam." ucap perempuan itu kesal.


"Menata rambut membutuhkan waktu 4 jam dan hasilnya hanya segini. Gaya rambut macam apa yang kamu gunakan sehingga memerlukan waktu begitu lama padahal hasilnya sama saja." bingung edrik


"Issshhh,, dasar gak tau model" ucap wanita itu kesal.


perkenalan. Freya keysar gwinith adalah putri dari Austin gwinith dan adik dari Edrik gwinith. Freya lebih memilih melanjutkan studinya di amerika di bandingkan dijakarta karena Freya suka traveling dan tidak suka di kekang. Meski Freya di amerika Austin tetap memantau putrinya dengan memperkerjakan bodygard tanpa sepengetahuan Freya sehingga Freya tidak mendapat masalah apapun. Meski Freya tidak pernah di publish tapi tetap saja berbahaya jika tak ada yang menjaganya apalagi Freya merupakan anak dari pembisnis dan adik dari pembisnis muda terkemuka.


"Iyah, iyah maaf . Mengapa kamu datang tanpa mengabari kami" ucap edrik memeluk adiknya dengan sayang.


"Kan ini sudah ku beritahu. Kakak gimana sih" jawab Freya membalas pelukan Edrik


"Yah tapi gak kayak gini caranya Frey " kesal Edrik terhadap adiknya


"Kalo di beri tahu namanya bukan kejutan kak, hedeh mulai lagi kayak papa telminya muncul" kesal Freya


"Isshh,, kamu yahh . " Edrik menjepit kepala Freya di keteknya.


"Kak, lepasin . Ketek kaka bau aku ingin pingsan karena aromanya. " Freya berusaha melepaskan diri namun jepitan Edrik semakin kencang membuat Freya terbatuk-batuk.


"Frey kamu gak papa kan" ucap Edrik menepuk pipi Freya sedikit keras.


"Kak, hentikan apa kamu ingin membunuhku. Jika kamu menginginkan harta papah silahkan ambil saja semua sekaligus harta dari kakek di pihak ibu. Aku tidak menginginkannya tapi kumohon jangan membunuhku" ucap Freya dramatis membuat mereka menjadi pusat perhatian akibat ulah jailnya Freya.


"Plakk" memukul kepala Freya.


"Sakit kak, apa-apain sih kakak. Bukan hanya ingin membunuh namun ingin membuatku amesia dan melupakan kehidupanku yang sekarang hingga kaka dapat menguasai harta milik keluarga kita." ucap Frea lenuh dramatis membuat Edrik semakin geram dengan tingkah adik satu-satunya ini.


"Sekali lagi kamu berkata aneh-aneh jangan salahkan aku kalo kamu ku buang di jembatan" ancam Edrik menatap tajam ke adiknya


"Wah,, serem kali tatapannya. Sudah 5 tahun tak bertemu tapi tatapannya semakin menakutkan .Aku curiga jangan-jangan selama ini dia berlatih menatap seperti itu hingga bisa membuatku takut" gumam Freya dalam hati. Sedikit takut sih tapi tidak juga kok setajam-tajamnya tatapannya jika aku kekusahan dan terluka sedikit saja dia orang pertama yang menghwatirkan keadaanku." gumam Freya dalam hati dengan senyum yang memgembang membuat Edrik bingung di buatnya.


"Apa lagi yang kamu pikirkan, jika kamu memikirkan macam-macam jangan harap kamu bisa pulang kerumah dengan selamat. " Ancam Edrik menyelidik.


"Heheheheheh,,, tidak kakakku sayang aku tidak memikirkan apapun" Ucap Freya tersenyum menampilkan gigi putihnya.


"Umm, jika kamu berulah lagi kamu akan tau akibatnya" ucap Edrik mengambil koper Freya dan berjalan keluar bandara.


"Kak tungguin kenapa malah di tinggal sih" kesal Freya mengikuti Edrik dari belakang.


"Mana mobilmu. " bingung Freya tak melihat mobil kesayangan kakakknya tak terparkir di tempar parkir bandara.


" Aku tak membawa mobil" ucap Edrik santai


"Lalu kita akan naik apa?" bingung Freya menatap Edrik.


"Dengan ini" Edrik menaiki motornya.


" Apa kakak tidak salah" bingung Freya menatap kakaknya


" Bukan gitu kak, aku sih gak masalah naik motor. Hanya gimana dengan koperku? gak mungkin kan aku meninggalkannya disini" ucap Freya menatao Edrik


"Tenang, aku akan menyuruh Kelvin untuk mengambil kopermu . Jadi kamu tidak usah khawatir." Edrik menenangkan Freya yang terlihat bingung.


"Lalu apa kakak sudah menghubungi kelvin" Freya menatap Edrik


"Belum. " ucap Edrik


" Hedehh, yah kalo belum hubungi sekaranglah. Mulai lagi deh lalotnya. " ucap Freya menghela nafas


Di sebrang sana Kelvin yang sedang sibuk memeriksa berkas-berkas penting dihentikan oleh suara getar ponselnya


Ddrrtt drtt drrttt , suara ponsel bergetar


"Halo boss, ada apa" jawab Kelvin di telpon


"Tolong ambil koper di resepsionis bandara dan antarkan ke rumah." ucap Edrik kepada Kelvin disberang sana


"Hedehhhh,, ,mulai lagi perintahnya. "Kelvin menghela nafas kasar


"Sekarang yah boss, " ucap Kelvin bertanya


"Besokk,, yah sekaranglah masa iyah besok. Kamu gimana sih" kesal Edrik


"Iyah boss, saya akan kesana sekarang" Edrik mematikan telponnya sebelym Kelvin menyelesaikan kalimatnya.


"Sudah berea ayok". ajak Edrik kepada Freya.


"Darimana kaka mendapatkan motor ini" Tanya Freya


"Dari pak satpam" Jawab Edrik santai membuat Freya bingung.


******


Di mini market.


Nauren yang duduk di meja kasir terlihat khawati melihat jam tangan yang menunjukkan hampir jam 3.


"Mengapa dia belum datang sih " gumam Nauren melihat pintu


" Sebentar lagi pemilik mini market akan datang berkunjung , apa yang harus aku katakan jika pemilik mini market datang"


Saat Nauren sibuk dengan pemikirannya sendri tiba-tiba pintu terbuka. Melihat pintu terbuka membuat Nauren melihat siapa yang datang?


"Nauren , gimana keadaan mini market selama beberapa hari ini" tanya pria tua yang baru masuk


"Semua lancar-lancar saja pak" ucap Nauren apa adanya


"Dimana anak baru itu" tanya pemilik mini market yang takk melihat keberadaan Edrik.


"Dia tadi sedang tidak enak badan pak. Jadi saya memyuruhnya pulang istirahat." jawab Nauren.


"Ohhh, begitu yah. Gimana cara kerja Edrik selama beberapa hari ini." tanya pemilik mini market.


"Cara kerja dia bagus pak terutama di bidang komputer. Ada hal yang saya tidak memgerti namun Edrik paham pak dan mengajari saya secara baik " ucap Nauren apa adanya.


"Bagus jika begitu, akku lega rasanya " ucap sang pemilik mini market.


"Iyah pak. " senyum Nauren


¤¤¤ Bersambung ¤¤¤