CEO IS LOOKING FOR TRUE LOVE

CEO IS LOOKING FOR TRUE LOVE
Bab 32



Pria yang di puja semua orang melangkah menuju tempat Nauren berada. Setiap langkahnya di perhatikan oleh semua orang. Nauren yang menjadi pusat perhatian semua orang merasa risih. Ini pertama kalinya dia melihat orang dengan tatapan iri. Senang, tentu saja tidak Nauren tak suka jika dia menjadi bahan tontonan oleh orang orang disekitarnya.


"Ehemm, siapa tuh ren? Apa dia kekasih mu" tanya Rara dengan nada berbisik.


" Ini, untukmu? Mawar yang ke 999 terimalah" Edriik tersenyum memberikan setangkai mawar kepada Nauren.


" Kenapa kamu membawa bunga sebanyak itu. Apa kamu pikir ini toko bunga? Apa yang kamu pikirkan. Oh ayolah, Edrik kau tak perlu sampai begini.


" Apa kau tak suka dengan kejutanku?


" Ini terlalu berlebihan, karena perbuatanmu aku menjadi bahan gosip nanti. Aku tak nyaman dengan ini, jadi aku mohon bawalah semua mawar ini. Aku sudah memaafkanmu, tapi belum bisa menerimamu kembali.


" Nauren, apa kamu tidak bisa menerima ku kembali?"


" Berikan aku waktu Edrik. Sekarang kamu pulanglah " Nauren masuk kedalam kantor. Banyak manik mata yang menatapnya dengan tak suka. Ia menyia-nyiakan pengusaha muda ternkaya.


Prisia yang baru saja datang ke kantor melihat dimana Nauren menolak Edrik di hadapan semua orang.


Prisia melamgkah mendekat pada Edrik. " Apa kamu tidak papa? Jika itu aku, kamu tak akan mengalami hal seperti ini. Aku tulus denganmu, aku benar benar menyukaimu" ucap Prisia menatap mata Edrik.


" Maaf, Pris aku sudah memiliki pilihanku sendiri. Aku tau Nauren masih memilihku tapi saat ini dia masih marah denganku."


" Apa kamu tidak lelah di tolak terus dengannya. Kamu pengusaha besar, apa kamu tak malu jika menjadi bahan tontonan demi mendapatkan simpatinya yang belum tentu kamu dapatkan.


" Apa kamu tak lelah mengejarku yang sudah di pastikan aku tetap akan menolakmu" Edrik membalikkan pertanyaan yang di lontarkan padanya. " walau kamu berusaha sekeras apapun. Maaf, aku tak bisa menerimamu " ucap Edrik meninggalkan Prisia.


" Pak, bagaimana dengan bunganya." tanya salah satu bawahannya.


" Buang saja semuanya" jawab Edrik masuk kedalam mobilnya.


Mobil melaju begitu kencang menuju ke rumah keluarga Gwinith. Edrik menghentikan mobilnya di depan pintu rumahnya. Ia keluar dari mobil, tidak lupa ia memberikan kunci mobilnya pada penjaga rumah.


" Sayang tumben kamu cepat pulang?" Willona mendekati putranya dan membawa putranya duduk di sofa yang ada di ruang tamu


" Tidak apa apa mah, aku hanya ingin berisstirahat. " ucap Edrik merebahkan dirinya di pangkuan Willona.


"Ada apa haa, apa ada masalah di kantor?" tanya Willona mengeluss kepala Edrik dengan sayang.


" Tidak ada masalah mah, aku hanya ingin istrahat. Tidak lebih"


" Apa karena wanita itu lagi?" tanya Willona tak suka


" Mah, kenapa mamah berkata seperti itu.


"Mamah, tak suka kau dengannya sayang. Prisia sudah mengatakannya padaku tentang di kantor papahnya. Kamu sudah berusaha keras, tapi dia tak menhargai usahamu


" Mah, aku bisa mengatasinya. Aku bisa mendapatkan kepercayaannya kembali. Aku hanya bituh waktu mah


" Mah, aku tak suka. Mamah membahas dia, Edrik tekankan sekali lagi aku tak akan bisa bersamanya. Tak akan pernah, jadi aku harap mama bisa mengerti." ucap Edrik meninggalkan Willona


*


*


*


Disisi lain,


" Ren, apa kamu tak keterlaluan, kenapa kau menolaknya. Dia sangat tulus padamu! Ada apa di antara kalian hingga kau tak bisa memafkannya" tanya Rara menatap Nauren. Ia menuntut jawaban dari Nauren.


" Aku tak bisa menjelaskan, maaf yah. Kali ini ku mohon jangan bertanya.


" Baiklah jika kau tak ingin bercerita, aku tak akan memaksamu. Kapan pun kamu membutuhkan seorang teman aku akan selalu ada untukmu" ucap Rara meninggalkan Nauren, ia kembali ke mejanya yang tak jauh dari meja kerja Nauren.


Di rumah Gwinith


" Sore tante? Kenapa tante memanggilku. Apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Prisia yang baru saja datang.


" Tidak sayang, apa kamu sibuk?" tanya Willona lagi


" Tentu tidak tante, jika itu tante aku akan meluangkan waktu buat tante. Apa yang bisa aku bantu tan?


" Apa kamu mau menemani tante menghadiri arisan di teman teman tante sayang"


" Bisa tante, tapi kenapa tante tak bilang. Jika tante mengatakannya dari awal. Aku bisa pulang untuk mengganti pakaianku yang bagus. Aku tak mau jika tante malu membawaku dengan penampilan seperti ini.


Willona yang mendengar ucapan Prisia sangat puas dengan sifat yang di tunjukkan Prisia. Ia semakin suka dengan sifat Prisia yang penyayang dan selalu berusaha mengerti tentangnya dan keluarganya.


" Kamu cantik sayang, baju ini juga sudah termasuk bagus. Jadi kamu tak perlu menggantinya. Tante senang jika kamu bersedia menemani tante. Tunggu disini yah, tante ganti baju dulu sebentar"


" Baik tante." Dasar wanita tua gampang banget mengambil hatinya. Selangkah lagi aku akan mendapatkan putramu melalui dirimu. Tunggu saat aku menjadi nyonya muda, aku tak perlu bersikap sok baik lagi di depanmu.'gumam Prisia di dalam hati.


Tak lama bagi Willona bersiap, hanya memerlukan waktu 15 menit saja karena dia sudah berdandan sejak tadi sebelum Prisia datang. Prisia dan Willona pergi menggunakan mobil Willona dengan menggunakan supir. Jarak rumah dan tempat berkumpul bersama teman sosialitanya cukup jauh. Jarak waktu tempuk bekisar 30 menit.


Setelah mereka sampai di salah satu restoran bintang 5, Willona dan Prisia pun turun dari mobil. Mereka di sambut hangat denga pemilik restoran dan di bawa ke ruang Private yang berada di lantai paling atas tempat dimana para oner makan. Restoran ini merupakan salah satu aset dari perusahaan keluarga Willona.


♣♣♣♣ ***To be continued***. ♣♣♣♣


Jangan lupa :


Vote, like, komen & subcribed🤗🤗